Dockerized Model Server

Posting saya sebelumnya tentang model server

Hal yang harus dilakukan berikutnya adalah deploy model server ini. Pengalaman saya sebelumnya,  deployment bisa jadi hal yang merepotkan karena harus install aplikasi, install library, setting parameter dan sebagainya.  Banyak app lama yang malas saya sentuh karena ini. Saya langsung tertarik setelah membaca Docker, karena akan sangat memudahkan bagi saya yang males ini hehe.

Rencananya, setiap task akan menjadi container yang terpisah. Jadi akan ada container untuk NER (named entity recognition), deteksi 5W1h (what, where, dsb),  paraphrase, similarity, aspect based sentiment analysis dsb. Lalu ada container untuk web service sebagai penghubung model server dengan dunia luar.  Saya menggunakan image dari https://github.com/tiangolo/uwsgi-nginx-flask-docker untuk webservice (flask, uwsgi dan nginx).

Saat saya coba menjalankan dua container (model server NER dan web service), sempat terbentur masalah. Pertama, di model server yang menggunakan socketserver,  tidak bisa menggunakan “localhost” tetapi 0.0.0.0 (masalah binding?).  Kedua,  container web service ternyata tidak dapat menghubungi model server (masalah komunikasi antar dua container). Solusinya saat container web service dijalankan, tambahkan parameter run –add-host=parent-host:`ip route show | grep docker0 | awk ‘{print \$9}’`

Solusi yang lebih elegan adalah menggunakan docker compose. Jadi di docker-compose.yml isinya seperti ini untuk mendefinisikan web service dan model server:

version: "3"
services:
  web:
    build: .
    ports:
      - "5000:80"
  ner5w1h:
    image: modelserverner5w1h
    ports:
      - "6200:6200"

Setelah itu di web service, nama host bisa langsung menggunakan nama container yang dituju.

    with socket.socket(socket.AF_INET, socket.SOCK_STREAM) as s:
        s.connect(("ner5w1h", 6200))  # gunakan nama sesuai docker-compose.yml
        s.sendall(words.encode('utf-8'))
        data = s.recv(1024)
        s.close
    return data.decode('utf-8')

Catatan lain tentang docker yang saya temui:

  1. Untuk melihat isi image, gunakan “docker run -it namaimage sh”.  Ini gara-gara saya kira opsi “ADD model” akan otomatis membuat isi direktori /model (ternyata cuma copy dalamnya saja). Harusnya “ADD model /model”.
  2. Untuk melihat isi log gunakan  “docker logs -f namacontainer”. Sedangkan code untuk loggingnya adalah sebagai berikut (cmiiw):
def get_module_logger(mod_name):
    """
    penggunaan: get_module_logger(__name__).info("mulai...")
    """
    logger = logging.getLogger(mod_name)
    handler = logging.StreamHandler()
    formatter = logging.Formatter(
        '%(asctime)s [%(name)-12s] %(levelname)-8s %(message)s')
    handler.setFormatter(formatter)
    logger.addHandler(handler)
    logger.setLevel(logging.DEBUG)
    return logger

docker-compose cocok untuk multi docker pada satu host. Jika sudah melibatkan banyak host, katanya dianjurkan menggunakan kubernetes. Tapi untuk sekarang cukup dulu 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s