Produk Digital

Saat ini kita  dapat melihat bagaimana kemampuan anak sampai dengan remaja mengkonsumsi produk digital. Mulai dari film, game, berita  sampai sosial media.  Jika itu dihilangkan dapat dipastikan mereka akan gelisah. Mereka lebih memilih akses internet daripada membeli barang seperti baju dan berwisata. Apakah mereka merasa tertekan dan sedih?  Kalau ditanya, biasanya mereka merasa cukup puas dan bahagia. Produk digital sudah memenuhi semua kebutuhan mereka (diluar sandang-pangan-papan).  Bagi mereka produk digital sudah seperti candu.

Generasi tipe ini hanya mengkonsumsi tapi sangat sedikit memproduksi.  Tidak ada masalah keseimbangan karena  produk digital sekali dibuat dapat direplikasi ribuan bahkan jutaan kali nyaris tanpa biaya. Satu orang bisa memproduksi belasan film di Youtube yang kemudian ditonton ratusan ribu orang.

Pergeseran ini juga terjadi di dunia kerja, perusahaan dengan puluhan pekerja bisa mempunyai pelanggan sampai jutaan orang. Tahun 2014, Whatsapp hanya memiliki 55 pegawai saat dibeli Facebook seharga 19 Milyar USD  (250 Triliun rupiah) dan sudah memiliki pengguna sebanyak 420 juta. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga mengancam akan  menggantikan pekerjaan yang tadinya dianggap aman dari otomatisasi.

Menurut saya, di masa depan, masyarakat akan terbagi jadi dua kelompok. Ada kelompok minoritas yang punya kemampuan sangat tinggi dan sangat produktif dala menghasilkan produk digital dan di sisi lain kelompok mayoritas yang pasif dan hanya mengkonsumsi.  Bisa dipastikan kelompok minoritas akan memiliki kekayaan dan pengaruh lebih besar.

Ada dua pendekatan  untuk mengatasi kesenjangan ini. Pertama, dengan mempersiapkan sebanyak mungkin orang untuk bisa menghasilkan produk digital. Misalnya dengan pengenalan tentang ilmu komputasi untuk siswa SD-SMA dan materi elearning gratis seperti MOOC.  Kedua, dengan transfer kekayaan. Golongan minoritas dengan kekayaan berlimpah mendapat pajak tinggi dan ditransfer ke golongan mayoritas.  Artinya,  berikan uang yang cukup walaupun mereka menganggur  untuk sandang-pangan-papan-internet (hanya cukup, tidak berlebihan) dan biarkan mereka tenggelam dengan mengkonsumsi media digital.  Selama mereka puas, tidak akan terjadi kejahatan dan struktur sosial akan stabil (tidak ada kerusuhan).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s