Mengapa memilih sekolah favorit?

24 March 2017 at 22:25 | Posted in keluarga, Uncategorized | Leave a comment

Setiap awal penerimaan siswa baru, isu ini selalu muncul. Ada usaha untuk menghilangkan label sekolah favorit, ada juga yang ingin mempertahankan. Saya bukan ahli bidang ini, jadi saya hanya membahas pengalaman saya dan anak.

Saya sendiri masuk SD dengan kualitas yang termasuk rendah, dengan separuh lulusannya tidak melanjutkan ke SMP (putus sekolah). Masuk SMP yang sekarang terbaik di kabupaten Bandung, SMA terbaik di Kota Bandung dan akhirnya masuk prodi dengan passing grade tertinggi se Indonesia.

Menurut saya, yang membedakan sekolah favorit adalah siswanya. Biasanya siswanya punya karakter rajin, pintar (atau keduanya) dan punya motivasi berprestasi tinggi. Alumninya lebih sukses karena hal ini memang penting saat dewasa nanti.

Keuntungan memilih sekolah favorit?  suasana yang lebih kompetitif. Istilah di atas langit ada langit akan terasa sekali. Lebih terpacu untuk lebih baik lagi. Sekolah favorit juga biasanya memiliki siswa bermasalah lebih sedikit.

Kelemahan memilih sekolah favorit?  suasana yang kompetitif kadang menekan, apalagi di masa remaja yang kepribadiannya belum matang.  Siswanya juga lebih individualistis, soft skill seperti kemampuan kerjasama, empati jadi kurang berkembang.  Masalah yang lain adalah semakin tingginya siswa yang masuk secara curang .  Siswa yang masuk dengan cara curang biasanya punya karakter yang berbeda, dan jika jumlahya terlalu banyak justru menghilangkan keunggulan utama sekolah favorit.

Masalah kecurangan ini terus terang membuat saya jauh lebih khawatir saat anak mengikuti penerimaan siswa baru di tingkat SMP dan SMA dibandingkan perguruan tinggi. Anak saya harus bekerja lebih keras untuk bersaing dengan anak lain yang menghalalkan berbagai cara. Di perguruan tinggi untungnya masalah ini relatif  tidak ada, kalaupun ada yang masuk dengan cara curang banyak yang kena drop out di tahun-tahun awal. Bisa jadi pelajaran bagi para ortu yang menghalalkan segala cara.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, beberapa hal yang saya terapkan pada anak:

  1. SD: fokus lebih pada bermain. Jadi cari SD yang tidak perlu kompetitif,  santai dan bisa dicapai dengan jalan kaki. Karena anak saya anak tunggal, kami berusaha agar sebanyak dan sesering mungkin temannya main ke rumah. Untuk memperkuat materi pelajaran, terutama matematika yang sangat penting untuk dasar, kami ikutkan dia dibeberapa les (sempoa, sakamoto, bahasa Inggris, drum). Les bisa disesuaikan waktu, tempat, guru jadi bebannya bisa diatur.
  2. SMP:  pada tahap ini anak sudah diberi kebebasan untuk memilih sekolah. Saya cuma menyampaikan bahwa target akhir yang perlu diincar adalah prodi terbaik se Indonesia (apapun prodinya), oleh karena itu perlu pertimbangan yang matang juga. Saya tidak mau anak mengincar SMP terbaik, karena menurut saya di masa SMP anak masih dalam tahap bermain (walaupun tidak sebanyak SD). Tapi belajar dari saya yang terseok-seok saat SMA, maka perlu dicari SMP yang kualitasnya bagus. Anak juga didorong untuk aktif dalam berbagai organisasi. Les hanya ikut di kelas 3, untuk mencegah kelelahan.
  3. SMA:  sudah mulai perlu serius dan cari SMA terbaik di kota Bandung. Saya tetap mendorong anak untuk berorganisasi (sayangnya kurang berhasil). Anak saya sekarang di tahap ini.
  4. Perguruan tinggi,  apapun jurusannya, sebaiknya yang  terbaik di tingkat nasional. Jurusannya sendiri saya bebaskan. Untuk alternatif kuliah di luar negeri, saya lebih suka nanti saja saat S2, walaupun  memang kalau anaknya mau ya silahkan saja. Masalahnya kepribadian anak belum matang sampai lulus S1, masih gampang dipengaruhi lingkungan.

Khusus untuk tingkat perguruan tinggi,  perguruan tinggi favorit juga punya kelebihan dari sisi jejaring alumni.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: