Pelajaran dari PPDB Bandung tahun ini (2016)

1 July 2016 at 14:20 | Posted in Uncategorized | 1 Comment

Positif: Lebih baik daripada tahun lalu. Sosialisasi lebih bagus, aturan sudah disampaikan cukup lama. Kebijakan memisahkan kuota dalam wilayah vs luar wilayah bagus untuk mengurangi beban lalulintas kota bandung dan pemerataan kualitas intake. Jalur RMP (SKTM) sudah tidak ada gejolak lagi.

Negatif:

  • Jumlah kuota dalam/luar wilayah perlu dievaluasi, ada kuota luar wilayah yang super kecil (belasan kursi saja), ada kuota dalam wilayah yang kebanyakan sampai kosong. Bagaimana cara menghitung kuota ini? perlu lebih transparan.
  • Kosongnya kuota DW di sekolah favorit menurut dugaan saya karena kebijakan umur KK minimal 1 tahun. Artinya faktor kecurangan memanipulasi KK masih  menjadi tantangan di masa depan.
  • Data sebaran UN yang dapat digunakan untuk memprediksi PG, terlambat keluar, dan saat keluar sempat salah pula. Data kuota juga sempat salah.
  • Faktor data yang terlambat dan tidak akurat, ditambah aturan yang sering berganti, membuat prediksi PG menjadi sangat sulit, padahal hanya boleh pilih sekali. Efeknya banyak yang menunda pendaftaran sampai hari terakhir. Tahun depan PPDB SMA katanya akan dipegang propinsi sehingga aturan akan berubah lagi😦
  • Sisa kuota yang tidak terpakai (jalur RMP, luar kota) seharusnya lebih cepat diputuskan untuk dialihkan kemana.
  • Support bisa dikatakan nol, Twitter/FB sangat jarang ditanggapi. Untung banyak ortu yg saling bantu dan gotong royong terutama via web https://bicarapassinggrade.wordpress.com
  • Situs PPDB sempat mengeluarkan data yang salah (tidak punya maintenance mode?) dan down dihari terakhir.
  • Penentuan jalur dalam wilayah, luar wilayah dan luar kota sepertinya manual, bukan otomatis oleh sistem. Ada beberapa kasus jalur tidak cocok dengan data. Bisa salah entry, bisa saja ada manipulasi karena jalur dalam wilayah lumayan menggiurkan.
  • Beberapa jam setelah peneutupan, kuota GW berubah karena mendapat limpahan dari DW, dan mengakibatkan perubahan besar. Itupun sepertinya masih belum berakhir karena sesuai perwal, PG luar kota tidak boleh lebih rendah dari PG GW. Hal-hal seperti ini membuat ketidakpastian semakin tinggi.

Saya pribadi bersyukur PPDB tahun ini adalah yang  terakhir bagi kami. Tinggal persiapan masuk kuliah 3 tahun lagi.

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Halo, Pak Yudi🙂 Nambahin nih:

    Positif: Draft aturan/perwal dirilis ke publik dan ada kesempatan bagi publik untuk memberi masukan sebelum perwal difinalisasi. Ada pendataan RMP sejak jauh sebelum tanggal main.

    Negatif: Belakangan ketahuan ada siswa titipan, yang konon kata para kepala sekolah merupakan perintah kadisdik. Tentu saja, kebenaran klaim mereka perlu dibuktikan. Tidak ada peraturan versi plain language alias bahasa manusia. Peraturan setebal 85 halaman dan ditulis dengan bahasa hukum mungkin bukan masalah bagi lulusan fakultas hukum atau hubungan internasional, namun menjadi masalah tersendiri bagi orangtua siswa yang keahlian utamanya bukanlah membaca dokumen semacam itu.

    Lain-lain: Kelihatannya masalah klasik kini menjadi penghambat sosialisasi: mayoritas orang baru peduli PPDB tidak lama sebelum tanggal main. Perlu orang yang jago programming buat ngambil data seluruh pendaftar PPDB. Saya harus cari programmer sakti buat ngajarin web scraping kepada saya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: