Petunjuk Singkat Praktek Lapangan / Kerja Praktek

18 January 2016 at 05:05 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Berdasarkan pengalaman saya di Ilkom menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa Ilkom yang PLA, ada beberapa hal yang penting diperhatikan mahasiswa saat melaksanakan PLA.

Tujuan PLA adalah agar mahasiswa mendapat gambaran dan pengalaman singkat bagaimana situasi kerja setelah lulus nanti. Oleh karena itu, langkah pertama yang paling penting adalah menemukan tempat pelaksanaan PLA.

Tempat praktek seperti apa yang bagus? Sama dengan saat mencari kerja nanti setelah lulus, tiap mahasiswa punya selera berbeda-beda tergantung minat dan bakat. Tapi menurut saya, idealnya tempat praktek memberikan pengalaman industri sebanyak mungkin (yang berbeda dengan apa yang di dapat di kampus)  dan  menantang (tidak memberikan tugas yang mudah-mudah).  Bahkan saya pernah dengar ada yang praktek juga di luar negeri dan ini bagus sekali karena akan mendapatkan pengalaman budaya juga.

Tidak kalah pentingnya adalah pembimbing di perusahaan. Pembimbing penting karena mengatur pekerjaan yang harus dikerjakan mahasiswa dan menjadi penghubung antara mahasiswa dengan perusahaan. Ada pembimbingnya yang bagus dan memberikan arahan, bantuan pada mahasiswa, tapi ada juga yang kurang. Tapi biasanya pembimbing tidak akan sampai menghalangi atau menjegal, paling-paling hanya cuek saja. Jadi faktor pembimbing sebenarnya bukan faktor utama kegagalan PLA.

Jika perusahaan terlihat dari awal bermasalah maka mahasiswa dapat memilih untuk pindah perusahaan. Jangan paksakan praktek di tempat yang kondisinya memang dari awal sudah buruk. Pernah mahasiswa kami diminta untuk praktek di bagian service hardware yang tidak relevan. Ada juga yang diminta hanya menjadi tukang ketik. Laporkan perusahaan ini pada prodi sehingga dapat masuk ke blacklist.

Setelah mulai praktek di perusahaan, usahakan untuk ikut diberbagai aktivitas yang tidak ditemui di kampus seperti rapat, bertemu dengan client, bersosialisasi dengan pekerja yang lain dsb. Mahasiswa perlu proaktif dalam hal ini, jangan hanya menunggu instruksi dari pembimbing (cuma jangan terlalu memaksa juga).

Pada saat awal, biasanya pembimbing skeptis dengan kemampuan mahasiswa, seringkali mereka memberi tugas yang paling gampang. Mahasiswa kembali harus proaktif dengan mengusulkan task yang lebih menantang, lagipula kalaupun gagal perusahaan tidak akan rugi kan? Tunjukkan kemampuan dan ide yang dimiliki, bahkan contoh-contoh software yang pernah dikembangkan sebelumnya (alasan pentingnya membuat tugas besar yang bagus).  Mahasiswa juga punya peran sebagai duta prodi/universitas, semakin tinggi kemampuan yang ditunjukkan maka semakin besar dampak positif bagi lulusan prodi (lebih mudah diterima kerja di perusahaan ini).  Masalah utama yang paling sering saya temui adalah mahasiwa pasrah (atau bahkan senang) dengan tugas gampang yang diberikan oleh pembimbing. Semakin gampang bukan semakin untung mahasiswa, tapi semakin rugi!

Perusahaan memang seringkali tidak dapat memberikan task yang lebih besar karena khawatir  aset yang dimiliki perusahaan bocor keluar (source code, data) atau khawatir jika modul akan setengah jadi (mahasiswa keburu selesai praktek), dan sulit dilanjutkan oleh pegawai lainnya. Mahasiswa harus pintar mencari celah kesempatan untuk mengerjakan hal yang menarik tapi tidak akan membuat perusahaan khawatir. Peranan pembimbing di prodi penting untuk hal ini. Bahkan kalau perlu, pembimbing dari perusahaan dan pembimbing dari prodi dapat bertemu bersama untuk mendiskusikan solusi yang paling tepat.

Hal lain yang sering dilupakan mahasiswa adalah laporan. Buatlah log berisi catatan kegiatan per hari, sehingga mempermudah mahasiswa saat membuat laporan akhir. Kegiatan seperti rapat, bertemu dengan client juga merupakan aktivitas yang dapat dilaporkan. Buatlah laporan sedetil mungkin sehingga saat penguji membaca, dia akan dapat membayangkan apa yang dikerjakan oleh mahasiswa.

Untuk praktek yang dikerjakan bersama-sama, penting untuk membagi tugas secara jelas. Siapa mengerjakan apa harus tertulis dengan eksplisit. Penguji dapat bertanya sampai ke source code sehingga jangan mengklaim code buatan mahasiswa lain.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: