Prediksi Hasil Pilpres Menggunakan Media Sosial

20 July 2014 at 07:39 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Setelah membaca artikel WP saya tertarik dengan grafik demografi pemilih setiap capres. Misalnya bahwa suku Jawa memilih Jokowi (tapi Madura berbeda), sebaliknya suku Sunda dan Minang memilih Prabowo. Agama, umur dan jenis pekerjaan juga punya pengaruh. Data lain terkait  ini bisa dilihat di laporan exit poll Indikator.

Saat ini sebenarnya sudah ada analisis tentang pilpres di media sosial, tapi sepertinya baru sebatas sentimen saja. Menurut saya ini masih terlalu kasar dan dangkal untuk dapat menentukan siapa pemenang pilpres. Jika melihat paper yang membahas QC,  distribusi lokasi punya peranan penting.  Sebagai contoh, ini lokasi sampel TPS  yang digunakan  SMRC untuk quickcount.

Jadi untuk bisa memprediksi hasil pilpres berdasarkan media sosial, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Sampling account Twitter/FB  berdasarkan lokasi user tersebut. Ini ditentukan berdasarkan data kepadatan penduduk (atau lebih tepat jumlah calon pemilih per wilayah). Contohnya jumlah account Jabar harusnya lebih banyak dibandingkan Papua.  Cara menentukan lokasi bisa dengan data user profile, atau diambil dari sharing status foursquare/path di account tersebut. Tentu account palsu harus dibuang pada tahap ini.  Untuk topik ini, ada beberapa mahasiswa saya yang sedang membuat skripsi tentang penentuan lokasi pengguna Twitter.
  2. Prediksi data demografi user tersebut, seperti suku, gender,  pendidikan, agama, penghasilan, pekerjaan dst. Mahasiswa saya pernah membuat skripsi tentang prediksi gender dan umur otomatis berdasarkan tweet dengan akurasi sekitar 80%an.
  3. Pastikan  account sample yang digunakan punya distribusi demografi yang sesuai. Soalnya pengguna media sosial condong ke populasi tertentu (muda, pelajar).  Contoh, lebih sulit mencari account orang-orang berumur 50 tahun ke atas dengan pendidikan rendah.
  4. Barulah analisis sentimen dapat dilakukan pada account sample, untuk menentukan pilihan orang tersebut.  Analisis sentimen bisa dilakukan berkali-kali, misalnya 3 bulan sebelum pilpres, setelah debat capres, 1 minggu sebelum pencoblosan dst.

Jadi yang paling penting adalah mendapatkan account FB/Twitter yang representatif sesuai dengan populasi calon pemilih. Setelah itu didapat, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya analisis pengaruh black campaign, iklan TV, debat capres dan tentunya prediksi hasil yang jauh lebih dulu dari QC.

 

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: