Blokir Situs di Indonesia

18 May 2014 at 13:30 | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Blokir situs di Indonesia dengan alasan pornografi sudah berlangsung cukup lama, tapi yang membuat jadi ribut baru-baru ini adalah mulai menjalarnya blokir ke situs-situs yang kategorinya bukan eksplisit pornografi seperti Vimeo dan Reddit.  Saya tidak mau berpanjang-panjang di masalah pornografinya karena nanti ujung-ujungnya jadi debat kusir hehe.. karena jangankan kita, Apple Store saja sulit dan sering diprotes dalam menentukan app mana yang mengandung pornografi mana yang tidak. Facebook juga pernah ramai dengan urusan foto ibu menyusui.

Yang mau saya tulis disini, karena sepertinya jarang ditulis orang adalah blokir yang dilakukan Indonesia itu hanya efektif untuk orang awam dan anak-anak kecil tapi sangat tidak efektif bagi remaja (remaja disini kelas 6 SD ke atas)  dan orang yang memang niat mengakses materi pornografi. Bagi yang niat, blokir di Indonesia itu seperti menggunakan triplek untuk menahan kereta api.  Mengapa gampang ditembus? jawabannya karena perang antara sistem filter China (Great Firewall) dengan masyarakat hacker + pihak yang ingin internet tetap bebas di China. China mengeluarkan biaya sangat besar untuk memblokir berbagai situs, mulai dari Youtube, Facebook, Twitter sampai dengan Reuters karena penting untuk kelangsungan hidup rezimnya (sama dengan Pak Harto yang membreidel berbagai media di jaman orba). Pihak yang lain juga sama kerasnya berjuang agar filter tersebut tembus, bahkan saya pribadi percaya pihak intelijen negara barat juga berperan karena butuh resources tidak sedikit untuk menangkal filter ini. Jadi ini perang skala besar. Efeknya adalah banyak tersedia tools yang efektif dan mudah digunakan untuk menangkal blokir. Untuk China saja dapat ditembus dengan tools tersebut apalagi blokir Indonesia yang lebih sederhana. Jadi kecuali Indonesia mau seperti China yang  menghabiskan dana dan tenaga yang sangat besar,  lebih baik tidak perlu ikut-ikutan sistem ini.

Kesimpulannya,  blokir situs eksplisit pornografi tetap diperlukan untuk mencegah anak kecil atau orang awam masuk secara tidak sengaja. Tapi untuk situs lain lebih baik tidak, karena selain tidak efektif, maka semua situs  termasuk Youtube, FB, Google, Wikipedia bahkan WordPress juga harus diblokir. Karena ya itu tadi, definisi pornografi berbeda untuk setiap budaya dan agama.  Kita teriak porno mereka bilang seni dan jadinya debat kusir lagi yang tidak penting. Kenapa debat yang tidak penting? karena orang yang niat mengakses situs pornografi tetap saja bisa mengakses dengan gampang hehe (bahkan mungkin mereka sedang menertawai orang-orang yang sedang debat kusir ini).

Lalu stop menggadang-gadang blokir sebagai alat yang efektif untuk mencegah pornografi.  Itu hanya memberikan rasa aman palsu dan menyesatkan.  Dengan analogi triplek vs kereta  tadi, mengandalkan blokir seperti memberikan triplek ke anak, lalu bilang “nak kalau kebetulan kamu ada di rel kereta dan ada kereta api akan lewat, letakkan triplek ini di depan kamu”. Fatal kan? Lebih baik ajarkan agar  anak berhati-hati kalau disekitar rel kereta api, dan kalaupun harus menyebrang, lihat kanan dan kiri dulu (sambil dengarkan suara kereta), atau lebih baik lagi gunakan jembatan penyebrangan kalau ada.  Ajarkan anak atau siswa untuk bisa memblokir diri sendiri, itu lebih penting.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya rasa solusi internal sudah okey, saya setuju, Pak Yudi. Namun belum menyentuh bagaimana meminimalisir un-educated people yg bebas mengakses situs biasa yg mengandung pornografi.
    Anggap saja, un-educated people itu ada berada di luar halaman rumah kita yang siap memangsa korbannya.

    • un-educated user = cukup dengan blokir situs eksplisit. Tapi saat memblokir situs seperti Vimeo, kita sudah bukan bicara untuk uneducated user lagi. Apalagi kalau bicara tentang predator. Mereka memanfaatkan facebook, chatting dst untuk mengoda korban. Ingat banyak kasus remaja perempuan yang dibawa lari teman yg baru dikenal di FB? Untuk predator spt ini yang dibutuhkan adalah polisi yang terlatih dan operasi penjebakan (polisi menyamar jadi remaja).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: