Mencegah Mahasiswa Berbuat Curang

1 September 2012 at 12:59 | Posted in kuliah | 1 Comment

Masalah kecurangan akademik menurut saya sudah mirip korupsi.   Mengakar dari SD sampai pasca sarjana (bahkan di tingkat profesor),  mengacaukan sistem karena mendorong orang untuk memilih jalan pintas daripada bekerja keras.  Berikut adalah apa yang saya lakukan untuk mengurangi kecurangan akademis pada kuliah yang saya pegang di UPI.  Menurut saya efektif, karena setelah beberapa semester saya tidak melihat lagi kasus-kasus baru.

Ujian

Untuk ujian, yang saya lakukan adalah menggunakan asisten atau kakak kelas mereka, tentu dipilih yang saya kenal dan saya yakin  ‘bersih’ dan bisa diandalkan. Jadi kalau ada 40 mahasiswa, akan dipecah menjadi dua kelas.  Setiap kelas berisi 20 mahasiswa diawasi 3-4 asisten  (ya 1 asisten untuk 5 mahasiswa)  dan saya bolak-balik.  Asisten menggunakan sistem silent alarm. Jika ada yang dicurigai, tidak ditegur tapi  saat mereka mengumpulkan berkasnya akan dipisahkan atau ditandai.  Asisten kebanyakan ditempatkan di samping dan belakang kelas.

Biasanya yang mencontek ini juga punya group sendiri yang ingin duduk berdekatan. Sebelum ujian dimulai group mahasiswa yang ‘mencurigakan’ ini akan saya acak-acak sehingga mereka terpisah sejauh mungkin.  Jika saat ujian ada yang mencurigakan, mahasiswa tersebut juga dapat dipindahkan.  Mahasiswa yang  pintar dan rajin tidak mau bergabung karena takut.  Aturan saya adalah semua yang terlibat, baik source maupun destination akan sama-sama mendapat E.   Mahasiswa yang rajin dan pintar jadi punya  alasan untuk menolak menjadi sumber contekan “Maaf, bukannya nggak mau bantu, tapi saya takut kena E”.    Ini efektif memutuskan ‘pemasok’ contekan dan kalaupun ada sumber contekan,  kualitasnya rendah.

Terakhir  saat saya memeriksa ujian dan menemui jawaban yang  mencurigakan mirip, saya panggil semua yang terlibat. Kalau mereka mengaku, langsung E.  Kalau mengelak, saya  tidak mau berdebat,  hanya  minta mereka buat pernyataan dan ditandatangani  “Demi Allah saya tidak melakukan kecurangan”.  Biasanya mereka mengaku di tahap ini.  Kalau masih tidak mengaku?  bisa jadi memang jujur tapi kalaupun tidak  itu sudah  jadi urusan mereka dengan yang Diatas.

Tugas/Skripsi 

Untuk tugas, pemeriksaaan kecurangan relatif lebih sederhana karena elemen terbesar tugas adalah membuat software. Biasanya kalau saya curiga, saya akan minta mereka menjelaskan source code-nya. “OK, tunjukkan code untuk bagian ini”. Pernah terjadi, jangankan bagian dari code-nya, file-nya saja mereka tidak bisa menunjukkan.  Lalu setelah saya lihat sekilas, kadang saya bertanya “Loop di baris xxx untuk apa ya? method xxx input dan outputnya apa ya? coba jelaskan”.   Pernah dalam satu semester ada 15 orang  yang saya beri E karena kasus ini .  Sayangnya tidak seperti mencontek di ujian, pihak pemberi code seringkali tidak dapat ditangkap, biasanya mereka mengaku dibuatkan oleh kakak angkatan.  Kedepan mungkin saya gunakan  software pembanding source code untuk bisa menangkap siapa saja yang bekerjasama.

Untuk skripsi, kita bisa deteksi berdasarkan presentasi saat sidang dengan kualitas dokumen. Ada yang dokumennya bagus, tapi saat menjelaskan dan menjawab berantakan.  Tentu harus dibedakan tidak bisa menjelaskan karena grogi atau tidak bisa menjelaskan karena tidak tahu apa yang mereka tulis.   Kecurangan juga dapat dideteksi dari gaya menulis, sering mahasiswa melakukan copy-paste dari berbagai sumber yang memiliki gaya menulis berbeda.  Saat dibaca akan terasa seperti terpatah-patah atau tersendat-sendat.

Prinsipnya kita harus membuat kecurang menjadi tidak menguntungkan secara  ‘ekonomis’ (manfaat vs resiko) . Tentu masih ada yang nekat, tapi biasanya tanpa curangpun mereka memang  tidak akan lulus juga.

Sangat penting aturan main dijelaskan diawal dan diterapkan dengan konsisten.  Awalnya  banyak ‘korban’ berjatuhan, tapi setelah mereka tahu sistemnya serius dan tidak sepadan untuk dilanggar secara drastis kasus kecurangan berkurang.

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jujur, ini juga banyak saya gunakan untuk saat ujian di kelas..🙂 dan dengan no.1 yang berisi pernyataan yang istimewa dan harus ditandatangi juga cukup membantu..🙂 pernah ada 2 siswa yang jawabannya sama plek, benar/salahnya juga sama.. pas di cek ternyata duduk berdampingan.. dan akhirnya langsung dihadapan siswa sekelas mereka dipaksa ngaku mana yang salah..😀 dan itu cukup membuat salah satu diantara mereka ngaku curang dan jera..😀 hehehe mantap tekniknya🙂 .. hanya saja kelemahan teknik ini saat diaplikasikan di sekolah, ketika ujian semester tidak semua pengawas mau beneran ngawasi siswanya.. -__-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: