Videoconference untuk Sekolah

20 April 2010 at 07:20 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Semester ini prodi pendidikan Ilkom mendapatkan HKPU (Hibah Kompetisi Program Unggulan),   terimakasih untuk Pak Wawan yang telah membuat proposalnya. Topik yang diambil adalah distance learning,  khususnya videoconference. Tujuannya adalah mengembangkan videoconf yang murah (kalau bisa open source) dan efektif untuk sekolah.

Dalam distance learning, videoconference dapat digunakan untuk:

  1. Virtual classroom, guru dan murid-murid berkomunikasi di tempat yang berbeda. Guru ditempat terpisah, tapi murid-murid masih berada di dalam satu kelas. Siswa melihat guru melalui proyektor, demikian juga dengan guru melihat siswa-siswa dengan proyektor.  Teknik ini juga dapat digunakan untuk webminar (virtual seminar).  Ini menjadi target utama kami.
  2. Multipoint video conference, ini seperti virtual meeting.  Setiap peserta memiliki pc atau notebook dan berada di lokasi masing-masing.  Biasanya satu layar dibagi-bagi menjadi beberapa jendela video.  Selain komunikasi video, peserta juga dapat mengirimkan dokumen, menggunakan virtual whiteboard dan sharing layar monitor. Ini cocok misalnya untuk pertemuan antara kepala sekolah dengan dinas pendidikan.  Saya membayangkan ini dapat digunakan lintas departemen,  sehingga tidak perlu lagi perjalanan mahal (plus hotel dan akomodasi) dari seluruh Indonesia ke Jawa hanya untuk pertemuan atau workshop.
  3. Video chat dua arah,  satu guru untuk satu murid.  Ini yang sudah umum dilakukan.

Videoconf ini cocok untuk kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan banyak daerah terpencil,  ditambah penyebaran guru yang tidak merata. Dengan harga bandwidth dan hardware (webcam, sound system dst) yang terus menurun, diharapakan videoconf menjadi solusi yang lebih feasible di masa yang akan datang.

Hal-hal yang dapat dieksplorasi:

  1. Pedagogis: berkurangnya eye contact, canggung karena di depan kamera, pengelolaan kelas, assesment, etika (bagaimana kalau murid mau kebelakang? perlu minta ijin?), interaksi guru siswa dsb. Ini terutama jadi bidangnya dosen pendidikan yang ada di Ilkom UPI.  Aspek ini penting tapi sering dilupakan (tertutup aspek teknis).  Keunggulan Ilkom UPI adalah kami punya orang core computer science  tapi juga punya ahli pendidikan dalam satu atap🙂
  2. Tools: web based (dimdim, wiZiQ, tokbox, meebeam atau buat sendiri?) atau desktop ( OpenMeeting, Red5Chat,  vMukti,Skype, ooVoo, Windows Meeting Space/NetMeeting,  iVisit, YM)?   Kelebihan webbased adalah tidak perlu ada program yang diinstall. Memang idealnya membuat sendiri, walaupun kalau dari budget sepertinya tidak cukup
  3. Server dan  network : Red5, bandwidth management dan sebagainya. FMS (Flash Management Server) menarik juga untuk dieksplorasi tapi walaupun untuk development gratis, FMS ini harganya termasuk tinggi ($1000-an), sedangkan Red5 open source dan gratis.
  4. Hardware: jenis dan konfigurasi webcam, mic, speaker,  proyektor.
  5. SOP (Standard Operating Procedure)  apa saja yang harus disiapkan? siapa saja yang terlibat? apa job desc-nya?

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: