Text Mining untuk bidang Intelijen

Baru-baru ini media (terutama US) diramaikan dengan Kasus Major Hasan yang menembak hingga tewas 13 orang di Fort Hood. Yang menarik dari kasus ini, dinas rahasia Amerika telah menyadap email antara Major Hasan dengan seseorang dari Yaman dari tahun yang lalu.

Hal ini mengingatkan saya pada kejadian setahun yang lalu. Waktu itu saya mendapat  email dari seseorang di Amerika yang meminta daftar stopwords bahasa Indonesia (waktu itu memang belum saya publish).  Emailnya menggunakan bahasa Indonesia yang cukup fasih, tetapi tetap terlihat bahwa dia bukan orang native Indonesia (dari namanya juga terlihat).  Sebagai akademisi, tentu saja informasi itu saya berikan bahkan kemudian saya upload agar setiap orang dapat mengambilnya tanpa perlu minta ijin lagi.  Saya kemudian iseng mencari info perusahan orang tersebut (dia bukan dari akademisi). Ternyata salah satu client besar perusahaan itu adalah Departemen Pertahanan Amerika.

Sebenarnya itu tidak mengejutkan, departemen pertahanan US sering menjadi sponsor baik untuk lomba text mining maupun penelitian-penelitian yang berkaitan dengan text mining.  Dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tentu saja aplikasi text mining untuk bahasa Indonesia menjadi hal yang penting dari sudut pandang intelijen karena tidak mungkin setiap email, blog dan  forum diawasi secara manual.  Ini menjelaskan kenapa perusahaan itu tidak menggunakan orang Indonesia asli,  karena untuk proyek yang sensitif dari sisi keamanan, orang asing jelas tidak diperkenankan ikut.

Indonesia sendiri masih tertinggal untuk hal ini. Pada tweet Mentri Depkominfo, Bapak Tifatul Sembiring menulis bahwa untuk hal yang sensitif dibicarakan lewat twitter silahkan gunakan email beliau di …@gmail.com (cat: saya sudah reply tweet beliau, dan tidak ada tanggapan).   Lalu ada iklan lowongan perwira di TNI yang email kontaknya masih menggunakan domain @yahoo.com.  Saya pribadi tidak yakin mail server dan webserver di Indonesia bebas penyadapan intelijen asing, apalagi email server yang dimiliki perusahan US :). Ini jelas menunjukan pimpinan kita banyak yang belum sadar tentang aspek  intelijen di dunia maya.

8 tanggapan untuk “Text Mining untuk bidang Intelijen”

  1. wah jadinya menimbulkan efek paranoid dong Pak kalau misalnya pejabat indonesia yang menggunakan twitter, facebook dan social media lainnya.

    harus menjaga ucapan dan tindakan 🙂

  2. Hm…, cukup berbahaya memang. Maka ingat kata Pak JK, pakai produk lokal! BTW, e-mail yang server dan buatan Indonesia klu gak salah ada deh iya kan? 😉

  3. Salam kenal, Pak

    Saya tertarik dengan text mining khususnya untuk bahasa Indonesia, apakah di Indonesia ada yang pernah membuatnya? Saya ingin informasi yang lebih banyak sehingga saya bisa belajar.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s