Guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

— advertorial 🙂 —

Saat ini kurikulum TIK (teknologi informasi dan komunikasi) telah masuk di tingkat SD – SMA.  Hal ini sebenarnya sangat baik karena melek teknologi informasi merupakan sebuah keharusan (lihat kebangkitan India untuk TIK-nya).

Sayangnya ini tidak didukung oleh SDM guru yang memadai. Lulusan Ilmu Komputer atau Teknik Informatika banyak, tapi mereka tidak memiliki akta mengajar.  Akhirnya kebanyakan dari guru TIK yang ada merupakan guru matapelajaran bidang lain.   Diperlukan guru TIK  yang memiliki kemampuan mengajar sekaligus kemampuan di bidang komputer.

Universitas Pendidikan Indonesia, yang sesuai dengan visi “leading and outstanding”  telah berperan sebagai pionir dengan mendirikan Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer di tahun 2005   sebagai program studi pertama di Indonesia untuk bidang ini.

Dapat dilihat dari mata kuliahnya Program studi ini menghasilkan sarjana pendidikan (S.Pd)  yang menguasai baik teknik mengajar maupun teknologinya.  Sehingga  lulusan prodi Pendidikan Ilmu Komputer UPI sangat cocok untuk menjadi guru TIK.

Selain matakuliah pendidikan, lulusan juga dibekali  dasar yang kuat di bidang ilmu komputer, tidak hanya penguasaan tools semata.  Sebagai contoh untuk topik pemrograman,  mahasiswa diberi dasar dulu dengan matakuliah Matematika Dasar, Kalkulus,  Matematika Diskrit,  Logika Informatika.  Kemudian mereka mendapat matakuliah Algoritma Pemrograman 1,  Algoritma Pemrograman 2,  Struktur Data, dan Pemrograman Visual. Selanjutnya mereka dapat mendalaminya dengan memilih matakuliah pilihan pemrograman:  Pemrograman Internet dan Pemrograman Berorientasi Objek.

Kalau ada yang bertanya mengapa hanya untuk programming demikian banyak matakuliah kuliah yang harus ditempuh?  Jawabannya:  Matapelajaran TIK di sekolah harusnya bukan hanya menjadi sekedar kursus. Siswa SMP/SMA bukan diarahkan untuk jadi programmer atau ahli IT atau pengguna tools semata.  Tujuan pelajaran TIK di sekolah seharusnya adalah melatih siswa untuk berpikir secara sistematis,  logis dan kreatif dalam memecahkan masalah dengan bantuan komputer.  Contoh lain dapat dilihat pada kurikulum Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika dan lainnya,  kurikulum yang diajarkan pada prodi-prodi tersebut tidak sekedar memetakan matapelajaran atau materi yang diajarkan di sekolah.

Walaupun demikian, kami menyadari pentingnya tools. Hanya menguasai teori tanpa tools juga akan menyulitkan mahasiswa mengaplikasikan ilmunya. Oleh karena itu praktikum menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkuliahan.  Hal ini didukung oleh tujuh  laboratorium komputer yang dimiliki Ilkom UPI.

Selain kerjasama dengan sekolah-sekolah,   kerjasama dengan industri juga dijalin, misalnya dengan SUN dan Microsoft.

Mengenai anggapan bahwa ilmu komputer tidak terkait dengan ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi,  perlu dilihat bahwa defnisi komputer tidak terbatas PC,  server, laptop atau netbook.  Menurut wordnet definisi komputer  adalah “a machine for performing calculations automatically,  mesin yang melakukan kalkulasi secara otomatis”.  Saat ini, handphone, kamera digital bahkan masuk ke dalam kategori ini.  Dilihat dari kurikulumnya,  Pendidikan Ilmu Komputer jelas tidak hanya mempelajari komputer secara sempit.

Iklan

28 tanggapan untuk “Guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)”

  1. Tapi sekarang yang menghasilkan guru TIK itu bukan hanya Pend. Ilkom UPI tapi di jurusan lain juga ada yang menghasikan guru TIK? apa kah itu tumpang tindih atau malah bagus?

  2. Saatnya dunia tahu bahwa kita ada dan akan selalu ada….
    Mudah2an Pendidikan Ilmu Komputer akan selalu memberikan kontribusi bagi perkembangan Iptek dan pendidikan TIK bagi Indonesia….

  3. Setujuuuuu Pa…
    Sudah saatnya kita mengenalkan Pendidikan Ilmu Komputer ke “Dunia Luar”..
    Percuma saja kalau hanya ngetop dikampus tapi kebanyakan masyarakat tidak mengetahui kita.

  4. Saya sedang tidak berselera membahas Ilkom vs Kurtekpend, segala comment yang terkait dengan hal itu di posting ini akan saya moderasi dan tidak akan pernah dimunculkan. Apalagi kebanyakan menggunakan nama samaran.

  5. “Matapelajaran TIK di sekolah harusnya bukan hanya menjadi sekedar kursus. Siswa SMP/SMA bukan diarahkan untuk jadi programmer atau ahli IT atau pengguna tools semata. Tujuan pelajaran TIK di sekolah seharusnya adalah melatih siswa untuk berpikir secara sistematis, logis dan kreatif dalam memecahkan masalah dengan bantuan komputer”
    setujuuuu banget..lagi berusaha menerapkan ini ke mhs2 di t4 saya…

  6. Saya seorang sarjana TI non kependidikan, pengen jadi guru TIK atau TKJ tapi biar prospek jadi guru PNS gmana ya? soal akta 4 sekarang dah gada
    mohon info

  7. Sebenarnya ada jurusan di UPI yang lulusan nya khusus untuk menjadi guru TIK, yaitu jurusan Kurikulum dan Teknologi pendidikan dari Fakultas Ilmu Pendidikan, yang didalamnya terdapat 3 konsentrasi :
    1. Prekayasa Pembelajaran
    2. Kependidikan Guru TIK
    3. Perpustakaan dan Informasi
    Soal teknik-teknik dalam pembelajaran, konsentrasi Kependidikan Guru TIK sudah tidak usah diragukan lagi.

    1. Khusus tapi salah satu dari 3 konsentrasi? Dan hanya konsentrasi, bukan jurusan, bukan prodi.
      ——
      Sebenarnya ada jurusan di UPI yang lulusan nya khusus untuk menjadi guru TIK, yaitu jurusan Kurikulum dan Teknologi pendidikan dari Fakultas Ilmu Pendidikan, yang didalamnya terdapat 3 konsentrasi :
      1. Prekayasa Pembelajaran
      2. Kependidikan Guru TIK
      3. Perpustakaan dan Informasi
      Soal teknik-teknik dalam pembelajaran, konsentrasi Kependidikan Guru TIK sudah tidak usah diragukan lagi.

  8. Kebanyakan pendidikan TIK di sekolah hanya mengajarkan komputer saja, padahal yang terpenting adalah bagaimana peserta didik mampu memperoleh informasi dengan cara berkomunikasi, serta membagi informasi yang diketahui melalui komunikasi.

    1. Betul. Tapi jangan lupakan juga kata “teknologi”. Sebagai contoh mengobrol face-to-face juga merupakan media komunikasi untuk memperoleh dan berbagi informasi, tapi itu kegiatan yang tidak menggunakan teknologi. Jadi memang harus seimbang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s