Tentang Palestina

22 January 2009 at 01:33 | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Perang di Gaza beberapa waktu lalu saya pikir sudah banyak dibahas, terutama dari korban sipilnya yang memilukan.  Saya akan mencoba membahas dari sisi lain.

Menurut saya,  Palestina dan semua muslim pada umumnya perlu melihat lebih jauh ke arah dalam. Yaitu ke arah diri sendiri.  Salah satu akar permasalahan adalah lemahnya orang muslim itu sendiri.  Selama masih lemah, apapun yang akan diterima oleh Palestina pasti berat sebelah.  Mau perang digebukin, mau damaipun tetap ditindas.

Mengapa lemah? ada beberapa faktor:

  1. Tidak bersatu.   Sunni vs Siah, Fatah vs Hamas,  Iran+ Suriah vs Mesir+Arab Saudi.   Pecah dulu baru jajah, teknik klasik yang masih tetap efektif untuk digunakan.  Indonesia sudah mengalaminya waktu dijajah Belanda (sampai sekarang saya masih kagum negara sekecil itu bisa menjajah Indonesia sampai ratusan tahun).  Untuk faktor ini Indonesia sudah bagus. Demokrasi dan pers bebas menjadi kuncinya.
  2. Moral. Salah satu alasan Hamas menang dalam pemilu lalu adalah karena Fatah yang korup. Negara-negara Arab dan Indonesia untuk urusan korupsi masih buruk.  Saya sendiri pernah mempunyai atasan yang saat menjadi imam sholat sangat fasih, tapi dengan mudahnya membagikan uang sogok ke client dan menindas pegawainya.
  3. Penguasaan ilmu dan teknologi. Adakah negara Arab ataupun negara yang mayoritasnya muslim yang dapat menghasilkan sendiri jet tempur? rudal anti pesawat? rudal anti tank?    Kualitas pendidikannya bagaimana? Saya sangat berharap semangat mahasiswa saat demonstrasi sama hebatnya  dengan semangat belajarnya.
  4. Penguasaan ekonomi.  Muslim harus kaya tapi tentu saja dengan cara yang halal.  Untuk Indonesia menurut saya parameter yang dapat digunakan:  kondisi mushola di mall-mall

Semua hal diatas tidak dapat diatasi dalam jangka pendek, butuh waktu belasan bahkan puluhan tahun.  Tapi tentu saja sudah dapat dimulai dari diri sendiri (bekerja, belajar dengan sungguh-sunguh, hindari korupsi),  dari keluarga (alokasikan dana lebih untuk pendidikan,  hidup sederhana untuk hal yang lain), dan dari tempat kerja (persulit mahasiswa mencotek,  ajarkan semangat berjuang).

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. good thinking, pak..
    andai saja mayoritas mahasiswa-mahasiswa Indonesia selalu mau lihat segala hal dari sisi lain. Gak selalu di mainstream..
    kalau sudah begitu, kelak masyarakat masa depan juga bakal punya pola pikir yang sangat jauh lebih maju dari sekarang…

    Tapi, pak..”…Demokrasi dan pers bebas menjadi kuncinya.”
    Bisa jadi bumerang, malah saya khawatir ini sudah jadi bumerang buat kita.
    Di lingkungan saya, banyak sekali propaganda-propaganda Islam lewat selebaran-selebaran, sms-sms, atau media bebas lainnya yang sangat mudah disampaikan ke masyarakat..
    asal ada tulisan arab, istilah-istilah Islami, dan dalil-dalil yang hanya sepotong..masyarakat yang kurang mengerti cenderung langsung ‘menelan’ itu bulat-bulat…
    Yang saya takutkan, kalau ada pihak yang ingin memisahkan Islam..mereka bakal pakai media ini sebagai alat..
    media ini murah, mudah, dan efektif,,

    contohnya saja sms2, pamflet, atau selebaran, yang berisi ajakan untuk boikot produk2 yang mereka claim milik Israel..
    Di selebaran itu mereka meyakinkan kita bahwa jika kita membeli burger mcdonald, maka kita membiayai satu peluru untuk membunuh saudara muslim kita disana..

    Muslim, seharusnya punya cara dan pola pikir yang lebih cerdas dari ini..

    # Saya sangat berharap semangat mahasiswa saat demonstrasi sama hebatnya dengan semangat belajarnya.

    Saya pun berharap sama, pak..
    semoga mereka sadar, kalau hanya membakar bendera atau melempari bendera dengan sepatu tidak berpengaruh pada perang di sana.. Setidaknya Israel pun tidak peduli bendera mereka dibakar dan diinjak2 di negara lain, mereka tetap menyerang…

  2. ^ makasih atas masukannya.

    Saya pernah mengalami masa pak harto yang serba tertutup, demokrasi semu, pers ditekan. Di masa itu juga tetap saja ada propaganda seperti yang anda ceritakan, tapi dilakukan secara lebih halus dan tersembunyi. Menurut saya hal seperti itu malah lebih berbahaya daripada kondisi sekarang. Masyarakat muslim kita semakin pinter kok, dan itu karena keterbukaan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: