Diagram E-R: Teknik powerfull yang terlupakan

6 December 2007 at 19:55 | Posted in kuliah | 5 Comments

— pindahan dari blog lama

Saat saya kuliah S1 dulu, diagram E-R (entitas-relationship) kurang mendapat perhatian. Seingat saya, kami hanya diberi materi ini dalam satu-dua kali pertemuan. Kuliah database lebih banyak dihabiskan membahas hal-hal yang teoritis seperti proyeksi, tuple, aljabar relational dan lain-lain.

Saat saya membuat software di masa kuliah sampai lulus, dapat dikatakan merancang database mirip-mirip menebak nomor buntut. Ditebak dan jika salah diperbaiki, coba lagi dan seterusnya. Proses yang menyakitkan karena jika struktur database berubah efeknya sangat besar terhadap code. Setelah memperoleh “jam terbang” yang cukup banyak, akhirnya saya mulai mempunyai “feeling” saat membuat struktur database sehingga tidak terlalu membutuhkan banyak modifikasi. Waktu itu saya menganggap perancangan database sekedar membuat kotak-kotak yang merepresentasikan tabel, mengisi nama field lalu menghubung-hubungkan tabel yang terkait (saya menggunakan Powerdesigner). Setelah beres, langsung digenerate DDL-nya (Data Definition Language).

Keterlibatan saya dengan diagram E-R dimulai tahun 2004 saat mengajar kuliah Basisdata untuk mahasiswa matematika. Kebetulan waktu itu saya mendapat proyek software dan saya mencoba merubah cara lama saya yang biasanya langsung membuat tabel. Kali saya membuat duludiagram E-R . Catatan: Saya memegang prinsip harus mengajarkan sesuatu yang saya percayai, jadi ilmu yang diajarkan di kuliah biasanya saya coba sendiri dulu.

Efeknya mengejutkan! baru kali itu saya dapat membuat struktur database dan langsung jadi. Sampai proyek berakhir, saya tidak perlu merubah lagi strukturnya, paling-paling hanya menambahkan field saja. Hal yang lain adalah jumlah tabel yang saya buat sepertinya lebih sedikit dari biasa. Perlu diingat bahwa salah satu cara menilai sebuah rancangan database adalah dengan melihat jumlah tabel yang digunakan, semakin sedikit semakin baik. Jadi jangan pamer dulu: “Lihat nih punya saya, tabelnya ada 150..” Anda akan malu jika ada orang lain yang berkata “Dengan fitur yang sama saya hanya butuh 50 tabel!”. Semakin sedikit tabel, semakin mudah pemeliharaan sistem.

Jadi dibalik diagram yang sangat sederhana ini , tersimpan kekuatan yang potensial. Sayangnya diagram ini sering dipandang sebelah mata karena memang sangat mudah membuatnya: kotak, lingkaran, garis. Justru kesulitan yang terbesar adalah bagaimana menyusun kotak, lingkaran garis ini dengan cara yang paling optimal sesuai dengan sistem yang akan dimodelkan.

Saat ini di kuliah basisdata saya, diagram E-R dibahas dalam 4 kali pertemuan. Ini termasuk penyampaian materi sampai dengan latihan dan quiz. Belum lagi pada tugas besar mahasiswa diwajibkan membuatdiagram E-R . Mengapa demikian banyak dibahas? Karena inilah faktor penentu yang membedakan antara mahasiswa ilkom dengan orang lain yang belajar database secara otodidak. Saat ini hampir semua kalangan bisa membuat database, bahkan anak SMA pun mulai terjun di bidang ini.

Jadi seharusnya saat mendapat pekerjaan membuat aplikasi database, ada hal yang kontras antara lulusan ilkom dengan non-ilkom. Non ilkom akan membuat langsung databasenya, kemudian progamnya, lalu dilanjutkan dengan banyak siklus debug-perbaiki-debug. Lulusan ilkom sebaliknya, memulai dengan membuat SRS (Soft. Req. Specification), lalu rancangandiagram E-R kasar (di whiteboard atau dengan pensil-kertas), lalu jika menggunakan Powerdesigner akan memulai dengan conceptual data model kemudian physical data model. Programnya sendiri dirancangan terlebih dulu dengan membuatdiagram class-nya, dan diagram lain yang dibutuhkan. Barulah proses coding dilakukan.

Lulusan ilkom akan tampak lebih lambat diawal, tetapi kualitas codenya akan lebih bagus. Dan yang lebih penting lagi: tahan terhadap perubahan requirement. Apa nanti jadi lebih banyak dokumentasi dibandingkan coding? Tidak juga, karena tidak semua harus dimodelkan dan tidak semuadiagram harus digambar. Skala proyeklah yang menentukan level perancangan dan dokumentasi.

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hehe apa kabar ya ERwin?..masih ada versi terbaru nya ga ya?🙂

  2. Hmm inget memang dulu ada ERwin ya hehe, belum pernah nyoba, sepertinya sekarang sudah dibeli CA

  3. salam, pa Yudi…kalau punya desain atau contoh perancangan database, boleh donk dikirim ke mail sy pa..sy bukan org IF tapi sedang belajar bagaimana cara buat database yg efektif..trimakasih…

  4. pak yudi boleh minta soal2 latihan tentang ER gak ? saya penasaran nih pak.

  5. ^
    bukannya anda ikut kuliah saya? sudah dapat dong.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: