Remote Programmer

23 November 2007 at 22:51 | Posted in Uncategorized | 3 Comments

Ini lanjutan dari cerita saya tentang jualan shareware.

Di tahun 2002, ada seseorang dari Ohio, US yang membeli shareware saya. Masa penjualan shareware ini memang diluar dugaan, diposting pertama di internet tahun 1999, masih ada yang membeli sampai tahun kemarin (2006). Nah, seperti biasa, saya ucapkan terimakasih via email kepada si pembeli (share-it memberikan informasi jika ada seseorang yang membeli shareware kita). Dari email tersebut iseng-iseng saya menawarkan jasa untuk layanan programmer. Ternyata dia setuju, saya diminta membuat sebuah program yang ada hubungannya dengan matematika. Dia memberikan spesifikasi, saya estimasi harganya dan kita langsung mulai.

Saya sadar, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiki banyak kasus penipuan via internet (untuk para penipu/carder, sadar dan bertobatlah kalian🙂 ). — tapi masih untung tidak separah Nigeria hehe — Oleh karena itu, saya mengijinkan dia membayar setelah pekerjaan selesai.

Semua komunikasi dilakukan melalui email dan yahoo messenger. Dia mengirimkan spesifikasi, kita diskusikan, saya kirim software-nya, dia coba, diskusikan lagi, demikian seterusnya sampai program dianggap selesai. Metode prototyping lah.

Dari satu pekerjaan itu, saya mendapat beberapa pekerjaan lain. Kebanyakan sih tidak terlalu besar (1-2 bulan beres). Setelah hampir satu tahun akhirnya saya berhenti karena secara finansial tidak terlalu menguntungkan. Koneksi internet masih mahal dan saya mendapatkan proyek dalam negeri yang lebih menguntungkan hehe.. (waktu itu saya belum menjadi dosen). Lagipula memang niatnya hanya ingin mencoba saja. Tentu saja saya berhenti secara baik-baik setelah proyek selesai, tidak kabur di tengah jalan. Sampai sekarangpun kami tetap berhubungan baik, bahkan sedang menjajagi kerjasama lain.

Dari pengalaman saya, ada dua efek jelek saat saya menjadi remote programmer:

  1. Kehilangan kemampuan bicara. Saya kehilangan beberapa vocab, sehingga kadang-kadang seperti orang gagap (tahu maksudnya, tapi lupa katanya apa). Sepertinya ini disebabkan terlalu banyak menggunakan email dan messenger.
  2. Dicap tetangga pengganguran🙂 Tetangga melihat saya jarang pergi keluar, paling jalan-jalan sebentar dengan anak, keluar pagar sebentar, lalu masuk lagi.

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] Remote Programmer […]

  2. lho ternyata gak terlalu mengungtungkan ya proyekkan dari luar?..
    mungkin harga nya harus di dongkrak lebih tinggi lagi .. baru BEP🙂

  3. @syndez:
    Tergantung client dan jenis pekerjaannya. Client saya memang dari perusahaan kecil dan proyeknya juga kecil-kecil hehe

    Setahu saya ada mhs IF-ITB yang DO karena dia sudah mendapat ribuan USD sebagai remote programmer.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: