Hindari mengeluh..

5 October 2007 at 00:42 | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Saat blogwalking akhir-akhir ini saya banyak membaca tulisan negatif. Biasanya berbentuk curhat mengenai hal-hal yang penulis blog-nya tidak sukai. Demikian juga dengan mailing list. Sialnya, membaca tulisan negatif membuat pikiran juga jadi negatif, menular ternyata! Itu mungkin yang membuat Islam melarang kita membicarakan kejelekan orang lain dan selalu berprasangka baik ya? Saya jadi ada ide, bagaimana kalau kita membuat milis atau blog aggregator yang syaratnya harus berisi posting positif?🙂 seru juga mungkin.

Menurut saya mengeluh adalah pekerjaan yang paling gampang: “saya benar, anda salah”. Itu saja. Tetapi dibalik kemudahan mengeluh ada bahaya yang mengintai. Pertama, mengeluh membuat kita selalu merasa benar, sehingga kehilangan kemampuan untuk melakukan oto-kritik dan mengkoreksi diri. Kedua, mengeluh dapat menyebabkan kita apatis, dan pasrah terhadap kondisi yang menimpa.

Cara mengatasi keinginan untuk mengeluh adalah berusaha untuk menghilangkan atau menghindari apa yang kita keluhkan. Kalau kita renungkan, di setiap masalah pasti ada solusi. Tentu saja tidak semua solusi win-win, kadang-kadang memang ada yang harus dikorbankan, itu wajar saja dalam hidup. Misalnya untuk pekerjaan, coba cari pekerjaan yang membuat kita tidak mengeluh. Kalau tidak cocok, mengundurkan diri saja (asal jangan kabur lho). Ada yang berpendapat “tapi kalau saya keluar saya akan kehilangan uang, kehilangan .. dst”. Ya, begitu memang hidup, tidak ada yang enak semua hehe. Tapi menurut saya, kalau kita kerjakan apa yang kita sukai dan dengan sungguh-sungguh, biasanya hal-hal itu akan datang dengan sendirinya.

Demikian juga dengan layanan, jika layanan perusahaan X buruk, supportnya jelek. Ya sudah tinggalkan saja, cari alternatif lain. Jika tidak ada alternatif lain? coba cari strategi adapatsi. Apa yang dapat kita lakukan, lakukanlah.

Terakhir, tidak semua yang kita anggap jelek itu sebenarnya jelek. Kadang-kadang ujungnya hal tersebut merupakan berkah. Ini terjadi pada saya sendiri. Ada suatu event yang membuat saya merasa tersiksa selama beberapa tahun, tetapi ternyata sekarang terbukti event tersebut malah sesuatu yang membawa keuntungan dalam jangka panjang.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. tawakal ya pak…
    kita nikamti hidup apa adanya…
    tidak terlalu banyak tututan, pasrah diri pasti Allah sudah menetukan arah jalan kita, bukannya begitu pak????? embohlah

  2. @endhy:

    Setuju🙂 tapi ya harus juga aktif merubah hal-hal yang buruk dong. Terlalu pasrah juga jelek. Nanti diinjek-injek orang, dijajah orang juga pasrah deh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: