Nostalgia: Makan di Kantin Salman

10 September 2007 at 15:50 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hari minggu kemarin saya jalan pagi ke Salman, jalan kaki dari Sarijadi. Ternyata cepat juga, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1.5 jam via bawah jembatan layang. Lucunya di daerah Cihampelas, jalan di bawah jembatan layang ternyata terputus oleh sungai dan tidak ada jembatan. Akhirnya putar balik, lewat Cihampelas dan dilanjutkan ke jalan Pelesiran muncul di Tamansari. Walaupun cuma 1.5 jam, sampai hari ini (besoknya) kaki masih terasa pegel hehe. Mengapa tidak jalan kaki lewat jembatan layang saja? Jawabannnya: Maaf saja, saya tidak mau ketabrak mobil atau motor yang kecepatannya 60-120 km/jam😉

Karena belum makan pagi, sampai di Salman langsung mencari-cari makanan. Sayangnya kupat tahu dan bubur yang biasa mankal di jalan Ganesha entah kenapa belum jualan.
Iseng-iseng mampir ke kantin Salman, ternyata kantin ini sudah buka dari jam 6 pagi.

Sambil masuk kantin ingatan saya melayang ke 13 tahun lalu, saat saya masih kuliah di tahun pertama di ITB. Saat itu makan siang wajib dilakukan di Salman, walaupun harus jalan lumayan jauh. Jika datang saat jam makan siang, sebelum makan biasanya harus mengantri lumayan lama, kalau lagi parah-parahnya bisa mengantri sampai 10-15 meter. Ini juga disebabkan karena kantin salman tutup sebentar saat jam sholat. Tapi karena dilakukan bersama teman-teman semuanya sepertinya tidak terasa. Lagipula harganya termasuk sangat murah, waktu itu dengan Rp. 600 bisa makan nasi+sayur🙂

Setelah tahun kedua, kami mulai malas ke kantin Salman. Terasa jauh sekali, tempat makan akhirnya berpindah ke kantin GKU lama. Setelah saya mulai kerja sambilan dan punya uang sendiri, barulah saya bisa makan di kantin Labtek V (dicap Kantin Borju oleh mahasiswa karena mahal) .

Fastforward ke masa sekarang. Tempat kantin Salman sudah pindah ke bagian yang menghadap taman ganesha. Saat masuk suasananya tidak terlalu berbeda dengan dulu, bentuk kursi, meja warna cat-nya masih sama. Cuma tidak ada lagi tulisan super gede “dilarang merokok”, digantikan oleh tulisan yang lebih kecil di dinding. Perbedaan yang lain antrian perempuan dan laki-laki sekarang terpisah. Anehnya walaupun terpisah, tetapi di ujung antrian menyatu lagi, lagipula kasirnya cuma satu (perempuan) dan tempat makannya juga tidak dipisah. Jadi aneh, seperti setengah-setengah.

kantin salman kantin salman tampak luar

Saya mengambil makanan kesukaan saya dulu, telur+sop+mie goreng+ sambel, ditambah susu strawberry. Berbeda dengan masa lalu, sekarang es batu disediakan dalam baskom dan kita dapat mengambilnya sendiri. Setelah dihitung oleh kasir (masih seperti dulu, kasirnya cuek abis hehe) maka semuanya Rp. 5000-an, masih tergolong murah 🙂

Sayangnya entah kenapa rasa makanannya kok berubah. Menurut saya lebih gurih dan manis dulu dibanding sekarang. Entah mungkin lidah saya yang berubah atau kokinya yang berubah hehe.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: