Kegagalan Proyek E-Learning

28 November 2007 at 18:13 | Posted in e-learning | 7 Comments
Tags:

Barusan kalan-jalan ke situs Moodle Indonesia, ada beberapa situs yang merana (kosong, jarang diupdate) atau bahkan mati.

Kenapa gagal? Menurut saya ada tiga faktor utama:

  1. Terlalu fokus ke faktor teknis. Padahal faktor yang paling penting adalah manusia dan kebijakan organisasi. Dengan learning management system (LMS) seperti Moodle, untuk installasi paling hanya butuh waktu 1 jam. Tetapi setelah itu apa? Harus ada usaha keras untuk melobi dosen agar mau menggunakan e-learning (AUB = “apa untungnya bagiku”), harus ada pelatihan, harus ada insentif (atau punishment) harus ada perubahan kebijakan, harus ada perubahan manajemen perkuliahan dst.
  2. Orientasi jangka pendek. Ini memang penyakit klasik. Ukuran keberhasilan proyek e-learning hanya sebatas situs jalan, ada satu dua kuliah online, dan proyek dianggap selesai. Pengembangan e-learning adalah proyek jangka panjang, harus ada perencanaan untuk 1, 3 sampai 5 tahun kedepan. Ibarat lari marathon, bukan sprint.
  3. Infrastruktur pendukung. Bagaimana akses internet dosen (di kampus dan rumah)? Adakah admin yang dapat selalu membantu?

Syukurnya e-learning FPMIPA kami (saya sebagai admin disana) masih hidup dan aktif. Dimulai dari satu dosen (saya sendiri) dan 7 orang mahasiswa di 2004, saat ini secara aktif diisi oleh 20-an dosen dan ratusan mahasiswa. Masih jauh dari ideal, tapi mudah-mudahan dapat terus bertahan dan berkembang.

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers