Mempercepat Emulator Android
15 September 2012 at 00:45 | Posted in android | 2 CommentsSalah satu hal yang menyebalkan dalam membuat aplikasi android adalah emulatornya yang sangat lambat. Lambat saat load dan juga tidak responsif. Untuk mempercepat, bisa saja menggunakan smartphone Android yang dihubungkan dengan kabel USB. Tetapi cara ini tidak fleksibel dan tidak praktis, harus bolak-balik antara layar laptop dengan layar smartphone. Belum lagi jika ingin mencoba di beberapa versi Android.
Berita bagusnya, bagi yang menggunakan prosesor Intel yang mendukung teknologi Intel VT (virtualization tech) dapat mempercepat waktu loading dan eksekusi secara signifikan. Harus dipastikan dulu prosesor yang Anda miliki mendukung VT-x dengan mengeceknya di http://ark.intel.com/Products/VirtualizationTechnology. Jika ada di dalam daftar tersebut, maka langkah selanjutnya mudah (saya asumsikan Android SDK sudah diinstall).
Petama install Intel Hardware Accelerated Execution Manager (HAXM), download dan install software di alamat berikut:
http://software.intel.com/en-us/articles/intel-hardware-accelerated-execution-manager/
Atau alternatifnya melalui android SDK manager dibagian Extra.
Setelah itu install Intel Jelly Bean x86 Emulator System, dapat melalui android SDK dengan cara mendownload “Intel Atom x86 System Image”. Versi terendah yang memiliki Intel System Image adalah API 10 (Android 2.3.3), tapi khusus untuk versi 2.3.3 ini ada trik yang harus dilakukan agar emulator dapat bekerja (baca keterangan di paling bawah).
ataupun melalui cara manual (download zip). Petunjuk lengkapnya ada di:
http://software.intel.com/en-us/articles/android-41-jelly-bean-x86-emulator-system-image
Selanjutnya buat AVD berdasarkan image ini dengan cara memilih Intel sebagai target, sekali lagi: intel sebagai target (jangan ARM). Kemudian aktifkan GPU Emulation saat membuat AVD (dibagian hardware, klik button “new” dan pilih GPU). Coba jalankan dan AVD ini akan berjalan jauh lebih cepat dan lebih responsif (perkiraan kasar saya 400% lebih cepat).
Mengapa lebih cepat? secara default emulator android menggunakan arsitektur ARM. Dengan menggunakan system image Intel, semua fitur yang disediakan prosesor Intel dapat dimanfaatkan.
Pembahasan lebih rinci tentang ini dapat dibaca di: http://developer.android.com/tools/devices/emulator.html#accel-vm
—-
Untuk Intel System Image versi 2.3.3, jika menggunakan konfigurasi default maka emulator akan hang diawal booting. Solusinya adalah mengeset resolusi menjadi 480×800 dan mematikan GPU (gambar bawah). Karena resolusi diset manual, maka panel berisi keyboard/home/back akan hilang. Untuk mengatasi ini aktifkan keyboard support sedangkan untuk mensimulasikan tombol HOME ketik HOME, dan untuk BACK ketik ESC.
2 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


Terima kasih byk pak.
Comment by Kampung Tekno— 28 January 2013 #
kadang devicenya gak cocok close program gan hemmmmm
AquariumIDO
Comment by aquariumIDO— 10 February 2013 #