Catatan:
Diskusi dilakukan di page facebook yang terbuka untuk umum (http://www.facebook.com/komunitas.guru.tik).
Update 17 Nov 09: jawaban dari Bapak Dr. Wawan
Bapak Dr. Deni Darmawan M.Si.:
Saya nilai harusnya fenomena guru TIK disikapi dengan normatif, bijaksana, dan professional. Sudah merupakan nilai plus bagi UPI dengan dipercayanya konsentrasi Guru TIK yang ada di KURTEK oleh DIKMENTI Prov. Jawa BArat dalam hal ini melalui BKD Kota Bandung. Artinya kita mengikuti jejak BALI, Lampung…, BEngkulu, PAlembang, Makasar, Semarang yang sudah mencetak Guru TIK dari Prodi Teknologi PEndidikan dan dipercaya oleh Dinas Pendidikan setempat masing2 untuk diangkat menjadi guru TIK.
“Kalo masak yg enak bumbunya biar banyak pembeli yang jadi langganan terus dijual dengan kemasan yang menarik, iitu resep kami” sudah barang tentu dengan isinya yang berkualitas
asSalamualiakum…
Jawaban saya:
Saya pikir tidak masalah jika Kurtek menghasilkan guru TIK, yang jadi masalah adalah jika itu menjadi suatu keharusan (eksklusif). – kaprodi pendidikan ilkom-
Bapak Dr. Deni Darmawan M.Si.:
@kaprodi pend. ilkom : kata siapa harus menjadi keharusan, kami tidak banyak intervensi atas penerimaan tes CPNS tersebut, anda saja yang kebakaran jenggot, kenapa protes-protes segala, kalau bisa tunjukan prestasi, jangan nebeng di fenomena honerer Guru TIK.
-Dr. Deni Darmawan M.Si.-
(asesor portofolio Guru TIK, penilai buku TIK BNSP dan TIK DEPAG, Dosen Konsentrasi TIK Kurtek FIP-Konsultan EMIS-ICT pada Provinsi Jabar dan Banten melalui USAID-Research Triangle Institute- International.)
Jawaban Saya:
Pak deni ysh, sabar pak. Yang saya maksud “keharusan” disni adalah sesuai dengan perkataan bu Evi (kepegawaian kota bandung), juga dimuat dikoran. Bahwa untuk tahun ini hanya jurusan Kurtekpend yang ikut untuk guru TIK di Kota Bandung. Di posting diatas tidak ada samasekali tuduhan kepada Kurtekpend, saya hanya menyatakan mengapa itu menjadi masalah bagi kami.Kami juga tidak nebeng. Kenapa kesannya bareng? karena masalah yang mahasiswa kami hadapi dengan guru TIK sama, tidak dapat mendaftar.
Bapak Dr. Deni Darmawan M.Si.:
yang pertama kali mendeskriditkan kurtek ke media massa (PR via wartawan) siapa??
makanya situ harus sopan kepada orang lain, buktinya kan gak enak kalau anda saya komentari.
sampai kapanpun saya akan tetap pertahankan profesionalitas keilmuan, bukan hanya sebagai guru.
harusnya anda bersyukur ada pihak user yang membutuhkan lulusan UPI, masalah bagi-bagi lahan penyerapan lulusan, sebetulnya sudah dibicarakan dengan senior-senior anda di depan senat akademik UPI yang pada waktu itu hadir dari
1. Senat Akademik UPI dipimpin oleh Prof. Asep Kadarohman
2. ILKOM (Dr. Wawan, Munir. P.hD) pada pertemuan pertama.
3. Kurtek (Dr. Toto Ruhimat, dan saya sendiri)
4. Tim TPK UPI
5. Direktur Direktorat Akademik UPIyang hasilnya di konsultasikan kepada Pembantu Rektor 1.
Pada pertemuan yang ke-2, ada wacana masalah ini antar kedua kepala prodi itu menurut senat akademik-PR 1.
Kami pada waktu itu menyiapkan naskah pembagian lahan penyerapan lulusan dari kami (kurtek) akan memenuhi kebutuhan guru TIK di level SD, SMP, MA/SMA, sedangkan untuk SMK dan SMA kami tawarkan kepada diantaranya kepada ILKOM, (Catatan, jawaban Bapak Dr Wawan, M.Kom mengenai hal ini: Tidak dikenal pengkaplingan secara keilmuan. Lulusan UPI harus siap mengampu di [tingkat] mana saja) nah sekarang kalo mau profesional, normatif, bijaksana, dan sopan menurut anda maka mari kita duduk bersama, jika mungkin undang BKD, DIKMENTI, DIKNAS Provinsi atau Pusat, DEPAG, Menteri Pendidikan, Dirjen DEPAG, DEPKOMINFO, Lembaga Informasi Nasional (LIN), UNPAD, ITB dan LPTK lain yang memiliki prodi ILMU KOMPUTER, dan undang para WARTAWAN supaya hasilnya bisa dipublikasikan.
Jawaban Saya:
pak deni ysh: saya tidak pernah mendeskriditkan kurtek ke PR. Ada buktinya pak? saya pribadi tidak pernah mengontak dan dikontak pihak PR.Mengenai komentar bapak, tetap saya tampung. Malah sudah saya posting diskusi kita ini ke blog saya. Mengenai pertemuan yang lalu, saya belum melihat keputusan resminya. Mengenai duduk bersama, saya selalu siap.
Catatan:
Diskusi dilakukan di page facebook yang memang terbuka untuk umum (http://www.facebook.com/komunitas.guru.tik). Diskusi berlangsung pada tanggal 7 – 12 November 09.
12 November 2009 pada 7:21 pm
saya hanya bisa membantu dengan doa pak. Semoga masalah ini cepat selesai dan tidak ada pihak2 yg dirugikan ya pak. Kalau pun ada semoga bukan di pihak kita. Hehe. Amin.
12 November 2009 pada 7:29 pm
@ Pa Yudi : Bapak memikul tanggung jawab sebagai amanah yang sangat menantang. Semangat Pak. kami mendukung Bapak!
12 November 2009 pada 7:37 pm
menurut pendapat saya : Sepertinya duduk bersama itu harus segera dilaksanakan, Pak.. dan kami pun sebagai mahasiswa pend.ilkom ingin turut hadir dalam pertemuan itu.. karena ini menyangkut masa depan kami.
terima kasih.
12 November 2009 pada 7:42 pm
[...] This post was mentioned on Twitter by rizki surya faisal and rizki surya faisal, Ratih Hadiantini. Ratih Hadiantini said: ya Tuhan…. what's on earth is goin on?? RT @rizkifaisal: http://bit.ly/3gPM2a Bwt ank ilkom ama tekpend coba baca deh. [...]
12 November 2009 pada 9:12 pm
Alhamdulillah saya bangga punya ka.prodi seperti bapak, dari jawaban yang bapak lontarkan pun sangat tenang.
S
12 November 2009 pada 9:18 pm
Dan duduk bersama itu, memang harus diadakan secepatnya…
Mudah2n ada jalan keluar yang baik..
12 November 2009 pada 10:07 pm
hadoh-hadoh kok kayak gini….
Ya Allah berikanlah petunjuk bagi pemimpin-pemimpin kami.. agar mereka dapat membuat keputusan dengan tepat dan sebaik-baiknya… karena, ditangan mereka lah masa depan anak bangsa ini dipertaruhkan….
berikanlah mereka kecerdasan yang benar-benar untuk kepentingan ummat…
12 November 2009 pada 10:22 pm
Wah rame juga ya pak ternyata
. Ternyata kesan senioritas terasa meskipun tidak secara eksplisit. Semoga dukungan yang kami berikan dapat bermanfaat.
13 November 2009 pada 6:52 am
mudah-mudahan bapak selalu diberikan ketenangan dalam menyelesaikan masalah ini…
13 November 2009 pada 7:38 am
semoga saudaraku pendidikan ilmu komputer tidak terpaku menjadi guru TIK, lahan masih luas dan tampaknya akan semakin bertambah.
13 November 2009 pada 8:18 am
bener2 cicak vs buaya
13 November 2009 pada 8:31 am
Kepada Jurusan Kurtek dan Pendilkom, sebaiknya kedua jurusan harus sosialisasi kepada Disdik Kota Bandung tentang formasi Guru TIK utnuk tahun depan. kalau tidak, ntn keburu di ambil jurusan lain. OK
13 November 2009 pada 9:12 am
Assalamu’alaikum Wr Wb,
Ratusan mahasiswa telah menentukan pilihan mereka saat mereka lulus SMA/SMK untuk melanjutkan ke UPI (baik Pendidikan Ilmu Komputer maupun TekPend). Tentu kami memilih bukan karena asal pilih, tp kami memilih karena banyak pertimbangan, alasan, harapan, dan impian. Salah satunya adalah karena yang kami tahu pada waktu itu bahwa ada program studi baru yang dibuka oleh UPI untuk menjadi Guru TIK dan KKPI di sekolah2. Tentu ini merupakan potensi dan peluang, karena memang belum ada Guru TIK dan KKPI lulusan dari Prodi yang sesuai.Dan informasi yang saya dapat bahwa di UPI telah dibuka prodi Pendidikan Ilmu Komputer untuk menjadi Guru TIK di sekolah2, maka saya dan mungkin ratusan mahasiswa lainnya memilih untuk menjadi mahasiswa di Prodi Pendidikan Ilmu Komputer karena cita2 dan harapan kami menjadi Guru TIK di sekolah2.
Tapi ternyata setelah kami menentukan nasib masa depan kami, ternyata ada masalah perebutan lahan kerja seperti ini. Sehingga mempertanyakan konsistensi, kualitas, dan keprofesionalan Lembaga UPI sendiri.. “Kok Kuliah di UPI kayak gini sih?? Ga jelas” Jujur saya dan teman2 sangat kecewa.. Bukannya seharusnya bila suatu Universitas membuka sebuah Program studi/Jurusan harus sudah jelas dahulu visi dan misinya, termasuk bagaimana dan untuk apa nanti lulusannya???
13 November 2009 pada 9:51 am
betul dit ini dampak pimpinan Universitas yg tdk mampu memutuskan, mhs dan alumni-lah yg jadi korban, dan sangat pantas utk menuntut haknya sbg ‘konsumen’ UPI yang dirugikan. arrgghh…
13 November 2009 pada 9:17 am
Semangat Pak, mari kita terus berjuang sampai titik darah penghabisan,,hehe..
13 November 2009 pada 9:32 am
semoga permasalahan ini cepat selesai dengan hasil win win solution..amiinn
13 November 2009 pada 9:38 am
Semua pasti ada hikmahnya, dan semoga ada jalan terbaik untuk keuntungan dari kedua belah pihak dan jangan sampai ada yang dirugikan.
Terima Kasih.
13 November 2009 pada 10:07 am
kami juga g ingin ada yang merasa di rugikan dalam hal ini…
yang sangat sesalkan adalah kenapa mesti da 2 jurusan yang sama mengeluarkan lulusan untuk bekerja di lahan yang sama.
jalan perundingan adalah sangat harus sering di lakukan agar tak ada salah persepsi yang ujung-ujungnya akan saling mendikreditkan satu sama lain, semoga bapak-bapak bisa mencari jalan yang terbaik bwat kami….
semangat selalu pak DEni…..
bapak adalah pejuang TIK yang sesungguhnya….
13 November 2009 pada 10:12 am
balik ke fitrah ajah pak, liat tujuan masing2 prodi, kalo relevan gak masalah, kalo ngga relevan dengan tujuan pendirian prodi harus dikaji prodi apa yang memenuhi kebutuhan guru TIK
13 November 2009 pada 10:44 am
yang saya ingat dari taun 2005 masalah ini udah ad,,banyak buletin jurusan yang udah ngbahas ini,,masalah guru TIK yang bakalan diambil ma siapa ternyata sampai skrg masi blm terselesaikan. padahal k2 jurusan ini sudah sama2 mengeluarkan lulusan aplg kurtek yg sudah berdiri dari dlu,,dan sekarang ketika keputusan mengenai TIK itu sudah ad kenapa malah jadi bertengkar!!
lgian p deni mengatakan “pada pertemuan k2 mereka menyiapkan naskah pembagian lahan penyerapan lulusan dari kami (kurtek) akan memenuhi kebutuhan guru TIK di level SD, SMP, MA/SMA, sedangkan untuk SMK dan SMA kami tawarkan kepada diantaranya kepada ILKOM,”
jadi terimain az saran itu toh sama2 menguntungkan untk k2 blah pihak..
14 November 2009 pada 2:19 pm
Perlu dikaji lebih lanjut tentang itu, dasarnya harus jelas. Jangan sampai seperti bagi-bagi kapling tanah jajahan saja.
13 November 2009 pada 10:54 am
buat pa deni,,semangat terus dalam memperjuangkan prodi TIK,mudah2n bisa menemukan solusi yang tepat,,sehingga keberadaan kitapun jelas dan tidak ada kata-kata “memakan lahan orang lain”..
maju terus pa….kami mendukungmu……
14 November 2009 pada 2:15 pm
Perlu saya klarifikasikan tidak ada prodi TIK UPI. Ini sudah dikonfirmasikan ke dosen kurtek sendiri. Hati-hati dengan penggunaan nama prodi yang tidak jelas legalitasnya.
13 November 2009 pada 11:08 am
Terima kasih pak Deni…saya dukung terus bapak..smoga dengan adanya masalah ini justru masyarakat serta pelaku pendidikan smakin mengetahui dan memahami ranah dan kajian Jurusan Kurtek yang sebenarnya…
13 November 2009 pada 11:25 am
ya, ilkom dan kurtek mari sama2 cari jalan tengah..jangan saling mendiskreditkan satu sama lain..
jika memang ilkom lebih kompeten untuk mengajar di SMK dan Kurtek pada jenjang lainnya, kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik, toh semua juga merasakan untung dan ruginya..
13 November 2009 pada 11:27 am
@all: Maaf, semua komentar yang tidak pantas akan saya moderasi. Saya akan berusaha senetral mungkin, baik bagi pihak kurtek maupun ilkom.
13 November 2009 pada 11:32 am
yah baru kerasa bahwa jurusan TIK dan Kurtek di UPI adalah korban ketidakjelasan kebijakan rektorat UPI….sepatutnya hal ini bisa diantisipasi jika kebijakan yang dikeluarkan dikaji dlu mendalam memperhitungkan setiap aspek. Jadinya ya begini ini sesama UPI berantem
23 November 2009 pada 5:14 am
Di UPI tidak ada Jurusan TIK maupun program studi TIK.
13 November 2009 pada 12:19 pm
Salut buat pak deni.. Terus perjuangkan pak.kita tunjukkan semua prestasi tekpend..
Smoga tidak ada pihak yg dirugikan.amiin.
13 November 2009 pada 2:17 pm
betul sekalii kata kang Angga Hadiapurwa …
bahwa d balik semua kejadian pasti ada hikmahnya … asal semua di hadapi dengan keyakinan, percaya diri dan cerdas … PASTI BISA!!! … karena Rencana Allah selalu indah…
terekteeekk … pend!!
semangaattt!!!
13 November 2009 pada 2:42 pm
Dear all..
setiap masalah harus ada solusi, bila dibiarkan akan seperti bola es yang kian berkembang dan mengganas…
Baik Tekpen (konsentrasi TIK) maupun pendilkom tentu memiliki keinginan yang sama menjadi bagian dari perkembangan TIK Indonesia (dalam hal ini guru TIK), Bila dilihat dari alumni, baik tekpen maupun pendilkom sudah menjadi praktisi TIK (guru TIK) baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA-SMK,, maka itu mari kita cari persamaannya, kita duduk bareng, diskusi mencari solusi (win2 solution), untuk kebaikan almamater kita, masa depan bersama dan mahasiswa kita semua…
13 November 2009 pada 3:20 pm
Pak Deni dan Pak Yudi yang Saya hormati semoga ini tidak menjadi perdebatan yang tidak berujung. Saya sebagai mahasiswa Kurtekpend dan teman-teman Ilkom pastinya sangat berharap bahwa semua dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya ketegangan diantara dua pihak. Mari kita bersama-sama memajukan TIK, siapapun yang berhak nantinya saya harap akan terus berbagi informasi tentang perkembangan TIK. Pak Yudi YTH saya pikir kurang baik apabila diskusi ini Bapak publish d blog Bapak. Takutnya ada pihak-pihak yang memanfaatkan sehingga masalah akan semakin memanas. Terima kasih.
17 November 2009 pada 8:52 pm
Ibu/Saundari Mira ysh, diskusi ini dilakukan di page yang terbuka dan diawali oleh tulisan beliau (di wall page). Jadi saya pikir memang dari awal ditujukan untuk konsumsi umum. Kedua, sistem moderasi di blog ini lebih baik. Baik di page itu maupun di blog ini saya punya kewenangan untuk memoderasi, tetapi untuk page facebook ada kelemahan utama, yaitu walaupun dihapus tetapi pesan tetap bisa sampai melalui email. Ini saya anggap berbahaya untuk hal-hal yang terlalu sensitif seperti ini. Sistem dokumentasinya juga lebih baik, kalau di-page FB akan tenggelam sejalan dengan posting baru.
Yang terakhir, blog ini blog pribadi, gunanya mencatat perjalanan hidup saya dan saya pikir ini adalah kejadian yang sangat penting dan memberikan pengaruh besar terhadap saya (banyak hal yg saya pelajari). Saya harap mudah-mudahan diskusi ini juga bermanfaat untuk anak-anak saya yaitu mahasiswa Ilkom maupun Kurtekpend yang nantinya pasti akan banyak bermain di diskusi online seperti ini.
13 November 2009 pada 3:46 pm
Kedua prodi masing-masing memiliki ciri khas.
TIK itu luas sekali dan cepat sekali perkembangannya, jadi tidak bisa dihandle oleh kurikulum 1 prodi saja. Lihat saja perbedaan kurikulum masing-masing prodi.
http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=matakuliah-pendidikan-ilkom
http://kurtek.upi.edu/e-learning1/?page=kurikulum.html
Silakan lihat perbedaannya. IMHO, lulusan ilkom saya kira memiliki keunggulan dalam bidang rekayasa perangkat lunak,basis data,desain algoritma dan tetek bengek mengenai dasar keilmuan komputer yg erat dgn matematika. Tekpend kalau saya lihat memiliki keunggulan dalam teknologi aplikatif seperti media interaktif, multimedia audio visual dsb.
Saya harap semoga keduanya bisa saling mengisi satu sama lain di dunia IT yang luas ini.
– 24 nov 09: update url ke cs.upi –
21 November 2009 pada 6:00 pm
Kurikulum kurtekpend sudah berubah, sepertinya itu kurikulum lama. Saya tidak menemukan versi online kurikulum yang baru. Tapi kalau mau, untuk mhs Ilkom bisa melihat dari buku kurikulum UPI 2009 (pinjam ke Pak Andri di prodi, tapi jangan dibawa pulang, cuma terbatas jumlahnya ya)
13 November 2009 pada 5:14 pm
Atas permintaan seseorang, dengan ini comment ditutup dulu.