Mengapa mau jadi dosen?
26 September 2008 at 00:34 | Posted in Uncategorized | 68 CommentsUpdate Sept 2011–
Banyak pertanyaan tentang bagaimana cara menyiapkan diri untuk menjadi dosen. Ini pendapat saya:
- Sebaiknya saat kuliah mencoba menjadi asisten praktikum atau guru les. Tidak semua orang bisa menikmati mengajar.
- Setelah lulus lebih baik mencoba pekerjaan lain dulu. Jangan sampai menyesal setelah menjadi dosen karena bayarannya kurang memadai (memadai atau tidak relatif untuk setiap orang). Saat baru lulus mungkin bayarannya tidak terlalu berbeda dengan profesi lain (khususnya bidang IT), tapi semakin lama gapnya akan semakin besar. Hitungan kasar saya, setelah 10 tahun selisih gaji antara profesi dosen vs non dosen (bidang IT) bisa mencapai 5-10 kali lipat, alias 500% – 1000%.
- Kalau niatnya ingin kaya, jangan jadi dosen, jadi pengusaha yang paling tepat. Terus terang saya merasa terganggu dengan beberapa dosen yang mengorbankan kuliah dan mahasiswa untuk mencari uang di luar kampus. Boleh saja mencari tambahan di luar kampus, tapi prioritas utama haruslah tetap mengajar dan penelitian di dalam kampus.
- Kalau sudah yakin memilih profesi dosen, mulailah kuliah S2. Umumnya syarat dosen saat ini adalah minimal S2 dan bahkan untuk dosen ITB mewajibkan sedang S3. Lebih bagus lagi jika mengambil S2/S3 di luar negeri karena pengalamannya akan lebih banyak.
—- end update ——-
Mengapa mau jadi dosen?
Pertanyaan ini dilontarkan oleh rekan dosen setelah dia tahu latar belakang pendidikan saya. “Ngapain kamu jadi dosen? kalau kamu kerja di industri pasti lebih makmur”, begitu ucapnya. Memang benar juga sih, kalau dari ukuran uang, penghasilan teman-teman seangkatan saya sepertinya sudah mencapai puluhan juta per bulan.
Menyesal dong? Jelas tidak
Menjadi dosen bukan pilihan satu-satunya bagi saya. Sebelum saya memilih profesi dosen, beberapa hari sebelumnya saya sudah mendapat beberapa tawaran dari teman untuk bekerja di perusahaan IT, dengan gaji yang jauh lebih tinggi tentunya.
Pekerjaan menurut saya mirip seperti pasangan hidup. Setiap orang memiliki selera yang berbeda, dan harus ada trade off. Agak lama juga ternyata untuk menemukan “selera” saya. Saya termasuk orang yang sering gonta-ganti pekerjaan. Proyek pengembangan software pertama kali saya dapatkan saat SMA, berlanjut menjadi freelancer saat kuliah. Sempat jualan software, baik langsung maupun melalui internet. Kemudian membuat perusahaan sendiri setelah lulus. Karena perusahaan tidak berkembang, beralih jadi karyawan. Akhirnya menjadi dosen di tahun 2004 sampai dengan sekarang. Dari semua itu, menjadi dosen menurut saya merupakan pekerjaan yang paling menyenangkan.
Kenapa bisa seperti itu? Setelah saya pikir-pikir, mungkin karena sifat saya yang cepat bosan. Dengan menjadi dosen, sulit untuk menjadi bosan. Mempersiapkan materi kuliah membuat saya harus terus belajar. Menghadapi mahasiswa yang selalu baru setiap semester memberikan masukan yang segar. Melakukan penelitian memberikan kebebasan untuk melakukan apa yang kita inginkan (tanpa perlu khawatir hasilnya tidak laku). Diluar kedua hal itu, profesi menjadi freelancer masih tetap dapat dijalankan
Malah sekarang saya melibatkan mahasiswa sebagai programmer (saat ini ada 7 orang yang sedang bekerja) sehingga mirip mengelola perusahaan juga.
Kelebihan yang lain adalah fleksibilitas waktu dan tempat kerja. Urusan kuliah tatap muka memang tidak dapat ditinggalkan (harus di dalam kelas dalam waktu tertentu). Tapi diluar itu, saya dapat bekerja dimana saja. Penggunaan e-learning membuat saya dan mahasiswa dapat berkomunikasi tanpa perlu dibatasi ruang kelas. Kadang-kadang saya chatting dengan mahasiswa mengenai kuliah sampai jam 1 pagi (tapi kalau ada yang berani menelpon jam 12 malam, ya saya getok). Kenikmatan seperti bisa bermain dengan anak di pagi hari, mengantar dan menjemput dia dari sekolah dan les, dan… tidur siang merupakan hal yang saya yakin jarang dimiliki orang yang bekerja di perusahaan lain
Kelebihan yang lain (lagi) adalah dari sisi politik kantor. Di universitas, walaupun ada, intrik antar dosen relatif sedikit dan lunak. Dengan jabatan fungsional, dosen suatu saat bisa menjadi ketua jurusan, bahkan rektor. Tapi di saat yang lain dapat menjadi dosen biasa lagi. Ini berbeda dengan di tempat lain yang sekali diatas akan terus naik jabatannya.
Manfaat terakhir tapi mungkin paling penting: salah satu amalan yang tetap mengalir walaupun kita sudah wafat adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang saya berikan ke mahasiswa membuat mereka bisa bekerja dan bermanfaat bagi masyarakat dan saya yakin itu masuk kategori ilmu yang bermanfaat
Salah satu hal yang paling menyenangkan adalah saat ngobrol dengan alumni dan mereka menceritakan bahwa kuliah saya bermanfaat saat mereka kerja setelah lulus.
Ada yang berminat?
Ilkom UPI tahun ini membuka lowongan untuk dosen. Sayangya mungkin pendaftarannya sudah ditutup (27 sep 08). Tapi tahun-tahun mendatang saya yakin akan terus menerima karena kami masih kekurangan dosen.
68 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
memang kehidupan itu sebuah pilihan, mana yang menguntungkan kita secara materi dan mana yang menyenangkan kita secara hati.. namun saya mau tanya nih..ya walaupun keluar dari bahasan…bagaimana menrut padangan bapak yang sudah berpengalaman di bidang IT tentang apa yang menjadi peluang untuk bidang IT khususnya di Bandung saat ini..rencananya saya dan keluarga akan membuat perusaan IT kecil-kecilan..SDMnya pun dari keluarga sendiri..
Comment by jasund— 7 October 2008 #
Buat mas Djasun. Gmn mas usaha ITnya dah jalanm? Boleh saya nyontoh? Rencana saya jg pgn buka usaha IT kecil2an. Thx.
Comment by Budy Bekasi— 14 March 2012 #
Bisa saja pak, tetapi biasanya client akan lebih banyak dari Jakarta. Jadi mungkin harus siap sering bolak balik Jkt – Bdg.
Comment by yudiwbs— 8 October 2008 #
wahb paaaaaaa mauu banget jadi dosen tapi sarat jadi dosen itu apa sih??????????? pleaase tolong yah pengen nih jadi dosen.
Comment by rudis— 26 October 2008 #
syarat? untuk administratif IPK jangan dibawah 2.75 dan minimal S2.
Comment by yudiwbs— 28 October 2008 #
wah…menarik memang menjadi tenaga pendidik,,dulu waktu masih SMA pernah punya pengalaman menjadi tenaga pengajar les komputer (ceritanya keluarga pernah menyediakan kursus komputer untuk siswa sd-smp di daerah tempat tinggal saya,namun hanya beberapa bulan saja berjalan gara-gara pemasukan macet-he5 jadi curhat-) memang menyenangkan…
di satu sisi kita harus menghadapi siswa yang cekatan dalam mengikuti les dan di sisi lain juga harus menghadapi siswa yang kurang cekatan…
yang saya rasa, dari hal itulah kepuasan nikmatnya menjadi seorang pengajar selain yang disebutkan bapak di atas
Comment by yudi hardimulya— 9 November 2008 #
^
itu yang masih saya pelajari. Apa yang saya peroleh dari SMA sampai kuliah adalah kompetisi. Mahasiswa didorong survive, kalau tidak berhasil kelaut aja. Di UPI, dari rekan-rekan dosen saya baru sadar bahwa sebenarnya setiap mahasiswa punya potensi yang bisa dikembangkan, jadi harusnya dibimbing lebih baik. Cuma ya itu, masih sering terbawa gaya lama hehe.
Comment by yudiwbs— 9 November 2008 #
Barusan 2 minggu lalu, sy dpt 2 surat tawaran kerja utk jd Dosen dan jd Peneliti. Setelah berdiskusi dg para senior, akhirnya sy memutuskan utk menjadi dosen insya-Allah, walaupun gaji utk tawaran Peneliti itu sebetulnya 25% lbh gede.
Knp sy milih jd dosen?
Karena sy pengen jd Professor.. he he.
Comment by rudihe— 21 November 2008 #
^ bagus pak, kalau semua mau masuk ke industri dan full riset. Mahasiswa kita mau diajar oleh siapa? Jangan sampai oleh golongan sisa-sisa yang niat mengajarpun tidak.
Comment by yudiwbs— 26 November 2008 #
Kalau ada lowongan UPI lagi dipost ya Pak. Terima kasih.
Comment by rosa— 27 January 2009 #
Kenapa mau jadi dosen upi pak?
Comment by Vina— 7 March 2009 #
@vina:
(posting tentang lab saya: http://yudiwbs.wordpress.com/2008/05/12/lab_basdat_ilkom_upi/)
Alasannya karena jurusan ilkom UPI baru berdiri. Di tempat lain tidak mungkin saya bisa membuat lab sendiri secepat di UPI. Diberi ruangan sendiri yang cukup besar dengan belasan komputer lagi
Prinsipnya kebebasannya masih tinggi dan kita dapat berperan maksimal karena bentuknya belum stabil. Sama dengan mengapa kita bergabung ke perusahaan yang sedang berkembang vs perusahaan yang sudah stabil.
Comment by yudiwbs— 7 March 2009 #
Setelah berhasil mendeklarasikan diri menjadi Dosen, dan meraih predikat dosen terbaik beberapa bulan lalu… Sekarang kira2 apa nih program 100 hari nya Kaprodi Baru
… Diantosan terobosannya pak …
Comment by Penggemarmu— 2 April 2009 #
apa pendapat bapak dengan dosen wanita? sayapengen jadi ibu rumah tangga, tapi disuruh jadi dosen ssama bapak. banyak juga yang ngedukung saya jadi dosen. Tapi ya itu, saya pengen fokus di rumah, (kata beberapa temen sih, kalo cuma jadi ibu rumah tangga bosen). nah, menurut bapak gimana??
Comment by wida— 4 May 2009 #
“Pekerjaan menurut saya mirip seperti pasangan hidup”, saya setuju pak! Bagi orang yang mengenal saya, pasti paham bahwa saya adalah tipe seorang pemikir yang memiliki ambisi sekaligus memerlukan motivasi untuk berkembang (sifat yang kontras, hehe). Artinya, apa yang saya pilih pasti sudah saya pikirkan secara matang agar siap dengan segala resikonya dan lebih bisa menikmati segala kelebihannya. Keadaan sekitar sangat berpengaruh bagi saya untuk dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Dan lingkungan akademisi, saya yakini bisa membuat seseorang selalu belajar.
Mengapa ingin menjadi dosen? Pekerjaan ini bisa membuat orang menjadi awet muda,jika benar-benar dinikmati karena memungkinkan untuk berinteraksi dengan banyak orang, dengan karakter yang beragam. Kesimpulannya, ingin awet muda? Tidak juga, itu hanya sedikit dampak positif yang bisa terjadi. Prinsip saya, roda kehidupan selalu berputar. Selama saya memiliki ilmu dan itu bisa berguna bagi orang lain, saya anggap sebuah amalan karena saya juga memerlukan orang lain untuk bisa mendapatkan ilmu itu. Sedikit pengalaman, saya pernah dimintai bantuan oleh adik tingkat yang diberi tugas besar Basis Data oleh bapak sebagai dosennya. Mereka superwoman (sekelompok perempuan semua). Sebagai kakak tingkat yang sudah lulus mata kuliah tersebut saya ajarkan apa yang saya bisa. Waktu itu mereka datang lepas maghrib dan selesainya cukup larut malam. Hampir saya lupa kejadian itu, tapi beberapa kali mereka mengucapkan terima kasih kepada saya walaupun sudah lama sekali bahkan sampai saya diwisuda. Padahal hanya sedikit yang saya lakukan, tapi rasanya bahagia sekali bisa menambah saudara dengan ilmu. Sekarang saya sedang menunggu pengumuman S2, apapun hasilnya pasti Allah punya rencana terbaik untuk jalan hidup saya. (Maaf pak kepanjangan komennya, jadi curhat:-) ).
Comment by Rani Megasari— 12 July 2009 #
Terima kasih Pak, artikelnya sangat memberi inspirasi. Kebetulan saya akan mulai bekerja sebagai dosen, dan artikel Bapak memperkuat motivasi atas pilihan saya tersebut. Banyak orang di sekeliling saya yang cukup skeptis dalam memandang pilihan menjadi dosen, mungkin karena yang dilihat hanya sisi finansialnya atau karena sebab lain. Thanks!
Comment by iko— 15 September 2009 #
pa,,saya pengen banget jadi dosen!!
.saya masih SMA kelas 1,saya bingung kalau mau jadi dosen harus masuk jurusan apa…??saya minat ke MIPA,,tapi bingung ntarnya ngambil jurusan ap!!!,,tolong kasih tau ya pak…!!!
.please,,,
.makasih
Comment by fauziah— 8 January 2010 #
Coba lihat situs jurusannya, kalau perlu datangi.
Comment by yudiwbs— 8 January 2010 #
mba wida saya jg tdnya pengen jd ibu RT aja sambil buka usaha dr rmh, tp krn “paksaan” mertua yg jg dosen akhirnya saya kecebur dlm dunia akademis, saya enjoy skrg saat ini saya sdg menempuh S2 saya smoga th dpan beres, so for you wida “go on”,dg kuliah ini wawasan saya jd lebih terbuka dan keinginan untuk usaha smkn kuat sbg sambilan.
Bt P yudi, sy msh ga pede untuk ngajar mata kuliah lain gmn tips nya agar cpt msk ilmunya saya selalu mrs saya mampu walaupun otak saya agak pas2-an mknya saya mau nanya apa cara terbaik untuk secepat mgkn mempelajari mata kuliah yg akan saya ajarkan, dan apa yg hrs saya lakukan jk di tengah pengajaran saya grogi,tlg tips nya ya pak
Comment by tika— 19 March 2010 #
Pak,sy mw tnya
Pa klo mw jd dsen hrus ambl ilmu mrni y?bs g low dr fkults kgruan jd dosen?
Pa klo pngen jd dsen hrus S2?low yg S1 g bs y?
Truz pa ja sh yg hrus sy lakuin bwt ngewujudin cita2 sy untk jd dosen?sy bru mau msuk kuliah
Comment by Widi— 23 April 2010 #
Bukan murni tidaknya, tapi yang penting linear. Jadi kalau S1 tentang ilmu A ya S2-nya juga harus sama dan tentu saja sesuai dengan bidang ilmu prodi yang hendak anda tuju. Untuk jadi dosen sekarang sudah tidak bisa lagi S1 (di PT negeri). Untuk jadi dosen IPK harus tinggi, usahakan minimal 3.00.
Comment by yudiwbs— 24 April 2010 #
salut buat mas yudi yg tidak menyesal jadi dosen… kalau saya dulu senang jadi dosen, setelahnya biasa-biasa saja, sekarang tertekan. Banyak tuntutan tapi dukungannya minim…. masak hanya pingin ngajar pakai power point, laptop harus kredit………
Comment by agus— 23 August 2010 #
Kalau ada niat dan usaha, pasti ada jalan pak
Banyak yg bilang dosen itu mesin diesel, lama panas. Biasanya dosen mulai stabil setelah mencapai usia 45-an, pengalaman sudah banyak, network sudah luas. Tapi tentu saja sulit untuk kaya raya seperti eksekutif atau pengusaha besar
Comment by yudiwbs— 23 August 2010 #
Ass..
Pa apakah orang yang sudah di angkat jd PNS di sebuah sekolah negeri dapat menjd dosen tetap ?
Comment by Riktha— 16 September 2010 #
terima kasih… ^^
Comment by tiwik— 12 November 2010 #
Malam Pa…mau tanya Syarat-syarat detail untuk menjadi Seorang Dosen Itu apa…. Selain IPK yang Minimal 3 dan Pendidikan Minimal S2..? Terimakasih sebelumnya pa….
Comment by yeyen— 2 December 2010 #
wah wah… akhirnya ketemu juga orang yang se visi dengan saya… thanks pak.. saat ini saya sedang mengejar cita2 saya tuk jadi dosen seperti bapak.. saya juga lagi melangkah menuju visi yang sama seperti bapak gambarkan di atas,.. trims buat brain storming nya malam ini pak.. sangat menggairahkan dan semakin menggugah minat saya…
Comment by Maulana— 5 January 2011 #
like this..
pengen sih jd dosen,,tp kadang aq mikir (n bwt g enak..hehehe) jd dosen itu hrs siap jd sahabat segudang buku dunk..bnaca baca n baca
(ini bneren wajib ya?)
trus blm lg bhs inggris q y payah…. :’(
Comment by riani— 15 January 2011 #
kapan ya,q jadi dosen.pengeeeen banget…
Comment by NIA— 13 March 2011 #
Kenapa klo mau jadi dosen harus S-2 dulu…?
Comment by Tubagus Wahyudi— 9 May 2011 #
kata teman kerja saya, jadi guru atau dosen itu mengurangi dosa juga… hehe… di kalangan masyarakat pun dihormati karena pendidikan itu punya nilai… selain itu, kalau rajin meneliti bisa dapat dana tak terduga… profesi dosen memang layak diperhitungkan….
Comment by Yipie— 30 May 2011 #
Anda adalah seorang praktisi dan juga akademisi, melakukan dan juga mengajarkan. Sepertinya anda telah mematahkan pepatah inggris “those who can’t do, teach; and those who can’t teach, teach gim”
nyambung gak sih ini?
Comment by Aliv Faizal Muhammad— 30 June 2011 #
pengen ya jd dosen
Comment by Fajar Bagok— 22 August 2011 #
adoooo pengen banget jd dosen……tolong kasih syarat2nya donk….
Comment by Mung Mie— 28 September 2011 #
Saya sangat mengapresiasi pengalaman anda.
Saya jg memiliki impian untuk menjadi dosen. sebenarnya apa saja yg hrs kita siapkan baik sec skill atau pengetahuan berkaitan dg profesi tsb?
Mohon sharenya ya bapak…timakasih.
Comment by Mega Prani N— 29 September 2011 #
apakah meti linier, sir? so far, in my town city there isn’t state of university. jadi apakah di universitas swasta syarat jd dosen tetap linier juga? hatur nuhun sanget sir.
Comment by jully abdillah— 27 January 2012 #
Saya tidak tahu ya, kalau swasta sepertinya lebih fleksibel. Jadi tergantung pihak universitasnya.
Comment by yudiwbs— 27 January 2012 #
“Kenikmatan seperti bisa bermain dengan anak di pagi hari, mengantar dan menjemput dia dari sekolah dan les, dan… tidur siang merupakan hal yang saya yakin jarang dimiliki orang yang bekerja di perusahaan lain”..kalimat ini saya menarik buat saya. Trims pak.
Saat ini saya sudah bekerja sebagai karyawan pada salah satu bank bumn. Tlintas saya bkeinginan menjadi dosen. Sudah terlambatkah atau belum untuk saya yang sudah berusia 30 tahun baru akan melanjutkan pendidikan S2 untuk bekal menjadi dosen?? Dulu saya S1 prodi Agribisnis. Mohon bantuan masukannya pak. Terima kasih.
Comment by dee— 30 April 2012 #
Kalau untuk PNS, setahu saya batasnya 40thn. Juga perlu dilihat target universitasnya mana dan mau mengajar di prodi mana. Sebaiknya survey dulu, mungkin dengan kontak teman-teman lama yang sudah menjadi dosen.
Comment by yudiwbs— 30 April 2012 #
Saya sudah lebih kurang 25 tahun terus kerja diperusahaan swasta di bidang jasa pembinaan petani kopi persiapan sertifikasi kopi organik, Rainforest, Fairtrade dan Utz Cert. dan sekarang umur saya sudah 50 th. Oya dasar pendidikan saya S1. Bapak yth saya sepertinya pengen menjadi dosen, apa ya yang harus saya perbuat
Comment by Ikasa putra— 3 June 2012 #
Setahu saya pesyaratan dosen sekarang adalah S2 pak. Tapi dengan keahlian bapak di industri tersebut, bisa saja menjadi dosen tamu di matakuliah terkait.
Comment by yudiwbs— 3 June 2012 #
Hadeeewh…saya dulu pernah punya cita2 jadi dosen/pengajar, tp setelah lulus kuliah S1 saya malah dpt kesempatan bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai spv, sdh 5th, dan alhamdulillah sekarang posisi saya sbg manager area. Tiba2 sekarang muncul keinginan saya utk menjadi dosen, tp usia saya saat ini sdh 35th, belum lg ditambah waktu utk melanjutkan kuliah S2,,,bagaimana menurut pendapat bpk, apakah saya masih punya kesempatan utk menjadi dosen?
Comment by ty@— 13 June 2012 #
saya jg pengen jadi dosen nih … hehehe
pengen kuliah di UPI jg rencananya… doakan saja ya pak
Comment by Agung Prasetyo— 21 June 2012 #
pak saya mau nanya….
apakah sarjana pendidikan bisa menjadi dosen ?
trima kasih
Comment by cahyadi nugroho— 7 July 2012 #
Bisa, khususnya di LPTK. Tapi tentunya perlu selesai S2 (atau lebih bagus S3) terlebih dulu.
Comment by yudiwbs— 10 July 2012 #
mau nanya pak..klo nilai mata kuliah kita masih ada D, masih bisa ga jd dosen???
Comment by Anis Anisah— 8 August 2012 #
Bergantung proses penilainnya. Seleksi pertama biasanya dari IPK. Lalu saat wawancara, transkrip nilai juga dilihat, jadi tergantung nilai D-nya matakuliah apa juga.
Comment by yudiwbs— 9 August 2012 #
Saya mahasiswi Pak Yudi, Ilkom angkatan 2006, begitu lulus Desember tahun 2010, saya apply ke beberapa universitas dan sekolah tinggi swasta di kota saya. Alhamdulillah, Januari 2011 saya diterima menjadi dosen “terbang” di salah satu sekolah tinggi.
Walaupun fee-nya bisa dibilang minim, alhamdulillah saya menikmati dan sekarang saya menjadi dosen di 2 tempat.
Dan tahun depan saya diminta untuk mengajukan beasiswa s2 oleh kaprodi dan puket.
Mohon doanya ya pak
Semoga ada jalan dalam segala niat baik, mumpung masih muda
Comment by Novalia— 25 August 2012 #
Amin, selamat ya.
Comment by yudiwbs— 25 August 2012 #
apakah syarat jdi dosen ipk s1 juga dilihat?bagaimana kalau ipk s1 nya 2,9..trimakasih
Comment by ahmad— 20 September 2012 #
kalau dosen PNS setahu saya syaratnya 2.75. Tapi sekrang sepertinya yg dilihat IPK S2 saja. Walaupun kalau terlalu kecil bisa terlihat saat wawancara.
Comment by yudiwbs— 25 September 2012 #
waouw membaca blogx mz yudi wibisono membuat hati saya tergugah untuk menjadi dosen sehingga dapat mencerdaskan kehidupan bangsa
Comment by Mala— 18 October 2012 #
salam kenal pak, sy memiliki pengalaman mengajar slm 3th sbg dosen tdk tetap di 2 PTS. profesi sy sbg PNS jabatan dokter umum di puskesmas slm 4th. saat ini sy ingin beralih ke profesi mjd dosen tetap di PTS krn sy mulai menyukai mengajar. sy berniat ingin mengundurkan diri mjd PNS. mohon sarannya pak.
Comment by naimatul wardah— 11 December 2012 #
Menurut saya tergantung kondisi PTS-nya, apakah stabil? terkadang situasi di PTS bisa tidak nyaman jika ada masalah dengan yayasan pemilik PTS atau ganti kepemimpinan. Tapi kalau itu terjadi dan ibu bisa pindah ke PTS lain ya berarti tidak terlalu masalah. Faktor yang lain apakah ibu tidak ada masalah jika harus sekolah lagi? karena dosen ke depan tidak bisa tidak memang harus S3. Faktor-faktor lain perlu dipikirkan juga (keluarga/finansinal dst). Semoga membantu.
Comment by yudiwbs— 12 December 2012 #
penilaian sy kinerja dosen lebih dihargai dibandingkan mjd pns dipuskesmas. bener ngg pak? kerjaan begitu2 aja sehari2, tdk menantang sama skl. sy bosan pak. semoga kedepannya sy bs sekolah S3. sy ingin bs overhang ke kopertis tp kendalanya S2 sy program studi manajemen konsentrasi kesehatan, dimana dikatakan tdk linier dg S1 sy kedokteran. gimana ya pak?
Comment by naimatul wardah— 12 December 2012 #
Kalau masalah dihargai saya pikir sama bu. Apalagi ada juga dosen yang kacau sehingga bukannya dihargai tapi malah dicela muridnya. Kalau masalah jenuh, memang menurut saya dosen lebih menarik karena lingkungannya juga berubah (mhs ganti, ilmu berkembang). Kalau masalah linearitas maaf saya kurang mengerti untuk bidang kedokteran/kesehatan, saran saya perlu ditanyakan ke dosen senior bidang yang relevan bu. Tapi setahu saya, yang sekarang dianggap linear itu adalah S2 dan S3, bukan S1.
Comment by yudiwbs— 13 December 2012 #
saya pns daerah sementara studi s3 (tugas belajar) sebentar lagi penelitian tahun depan selesai , skarang golongan Iv A sudah 4 tahun, jika ijasah s3 diperoleh bisa ngurus glongan IV B, umur 47 tahun ingin beralih jadi dosen, mohon tanggapanya, tinggal manado sulut
Comment by amos ventje sasauw— 22 December 2012 #
setahu saya bisa asal diijinkan pindah dari instansi asal dan ijin diterima dari univ tujuan.
Comment by yudiwbs— 25 December 2012 #
Pagi pak,
Syarat untuk menjadi dosen apa ya pak?
Kelengkapan cv nya bagaimana?
Terima kasih.
Comment by neni— 12 January 2013 #
Pak, saya sekarang sedang bekerja di perusahaan swasta sudah 10 tahun. Ada keinginan untuk menjadi dosen. Yang ingin saya tanyakan, dari info yang saya dapat untuk menjadi dosen pendidikan (S1, S2, S3) harus linier.
Mohon penjelasan ‘linier’ yang d maksud?, pendidikan S1 saya Teknik Kimia, apakah S2 saya juga harus Teknik Kimia juga?atau cukup fakultasnya saja yang sama, yaitu teknik, misal S2 nya saya ambil Magister Teknik Industri. Apa bisa menjadi doaen?Karena setahu saya S2 tuk Teknik Kimia jarang PTN/PTS yg punya prodi tsb, apalagi tuk kelas karyawan.
Mohon penjelasannya.
Terima Kasih
(Mohon penjelasannya via e-mail juga)
Comment by khamaludin— 22 January 2013 #
setahu saya linear itu yang dilihat S2 dan S3.
Comment by yudiwbs— 22 January 2013 #
Sebenarnya klu tdk salah geh pak linear dr s1.krn sy diarahkan demikian oleh dosen saya.
Untuk topik kenapa harus jadi dosen?menuyt saya dosen ada pekerjaan yg mulia meskipun hasilnya cukup lah buat secentong nasi.hahahahah …… saya dihafapakan 2 pilihan sulit pak disTu sisi harus mengabdi di almanater saya saat s1 (keinginan tp blm ada formasi) dan disuruh wait sampai ada lagi.di sisi lain saya sdh dipinang univ laib dan akan segera diterbitkan nidn. sementara saya sedang s3 sekarang. bagaimana menuut bapak?
Comment by erfan— 26 February 2013 #
wah kalau itu sih pertimbangannya sangat personal dan berbeda2 tergantung kondisi. Di prodi kami juga ada kasus spt itu, karena menunggu dan tidak ada formasi, satu calon dosen pindah ke univ lain tapi satunya masih bertahan. Kalau almamater sendiri tidak perlu banyak adaptasi, tapi akan jadi junior. Kalau tempat lain, apalagi baru berkembang, bisa lebih melesat karirnya.
Comment by yudiwbs— 27 February 2013 #
pak,
saya s1 pendidikan teknik sipil
ambil s2 teknik sipil murni
kalau kyak gt, linear gk ya pk?
Trs bisa jd dosen utk teknik sipil murni tdk ya?
Terimakasih byk pak..
Comment by auliya— 15 March 2013 #
Bisa tidak ya jadi dosen tapi antara S1dan S2 tidak terlalu linier. Kemudian, syarat menjadi dosen tidak
tetap itu apa saja ya? Mohon pencerahannya
Comment by egrettadewi— 2 May 2013 #
Tergantung syarat di universitasnya.
Comment by yudiwbs— 2 May 2013 #
Dear Pak…nice article…saya sudah hampir 9 thn menjalani profesi sebagai konsultan telekomunikasi …yang saya rasakan hanya ilmu ‘kosong’ dari project ke project yg lain..saya salut dengan profesi pengajar, ilmu nya akan selalu bermanfaat…semoga saya bisa mengikuti jejak bapak, beberapa tahun kedepan
Comment by Arvi— 6 May 2013 #
Ayo ditunggu hehe. Perguruan tinggi, khususnya prodi engineering sangat membutuhkan dosen yang punya pengalaman industri. Akan beda cara mengajar dosen yang hanya menguasai teori dengan dosen yang pernah terjun langsung.
Comment by yudiwbs— 6 May 2013 #