Mengapa mau jadi dosen?

26 September 2008 at 00:34 | Posted in Uncategorized | 39 Comments

Update  Sept 2011–
Banyak  pertanyaan tentang bagaimana cara menyiapkan diri untuk menjadi dosen.  Ini pendapat saya:

  • Sebaiknya saat kuliah mencoba menjadi asisten praktikum atau guru les.  Tidak semua orang bisa menikmati  mengajar.
  • Setelah lulus lebih baik mencoba pekerjaan lain dulu.  Jangan sampai menyesal setelah menjadi dosen karena bayarannya kurang memadai (memadai atau tidak relatif untuk setiap orang).   Saat baru lulus mungkin bayarannya tidak terlalu berbeda dengan profesi lain (khususnya bidang IT), tapi semakin lama akan semakin besar. Kalau  niatnya ingin kaya, jangan jadi dosen,  jadi pengusaha yang paling tepat :)   Terus terang saya sebal dengan beberapa dosen  yang mengorbankan kuliah dan mahasiswa untuk mencari uang di luar kampus.  Dosen plinplan menurut saya. Boleh saja mencari tambahan di luar kampus, tapi prioritas utama haruslah tetap mengajar dan penelitian di dalam kampus.  Tapi kalau memang yakin dengan profesi ini, bisa langsung mengambil S2 dan S3 . Ada mahasiswa saya yang sekarang sudah kuliah S3 di umur 24.  Lebih bagus lagi jika  mengambil S2/S3 di luar negeri  karena bisa lebih cepat.

—-

Pertanyaan ini dilontarkan oleh rekan dosen setelah dia tahu latar belakang pendidikan saya. “Ngapain kamu jadi dosen? kalau kamu kerja di industri pasti lebih makmur”, begitu ucapnya.  Memang benar juga sih,   kalau dari ukuran uang,  penghasilan  teman-teman seangkatan saya sepertinya sudah mencapai puluhan juta per bulan.

Menyesal dong? Jelas tidak :-)   Menjadi dosen bukan pilihan terakhir bagi saya. Sebelum saya memilih profesi dosen, saya sudah mendapat beberapa tawaran dari teman untuk bekerja, dengan gaji yang jauh lebih tinggi tentunya.

Pekerjaan menurut saya mirip seperti pasangan hidup. Setiap orang memiliki selera yang berbeda, dan harus ada trade off.  Agak lama juga ternyata untuk menemukan “selera” saya.  Saya termasuk orang yang sering gonta-ganti pekerjaan. Proyek pengembangan software pertama kali saya dapatkan saat SMA, berlanjut menjadi freelancer saat kuliah. Sempat jualan software, baik langsung maupun melalui internet.  Kemudian membuat perusahaan sendiri setelah lulus. Karena perusahaan tidak berkembang, beralih jadi karyawan.  Akhirnya menjadi dosen di tahun 2004 sampai dengan sekarang. Dari semua itu, menjadi dosen menurut saya merupakan  pekerjaan yang paling menyenangkan.

Kenapa bisa seperti itu? Setelah saya pikir-pikir, mungkin karena sifat saya yang cepat bosan. Dengan menjadi dosen, sulit untuk menjadi bosan. Mempersiapkan materi kuliah membuat saya harus terus belajar. Menghadapi mahasiswa yang selalu baru setiap semester memberikan masukan yang segar.  Melakukan penelitian memberikan kebebasan untuk melakukan apa yang kita inginkan (tanpa perlu khawatir hasilnya tidak laku).  Diluar kedua hal itu, profesi menjadi freelancer masih tetap dapat dijalankan :) Malah sekarang saya melibatkan mahasiswa sebagai programmer (saat ini ada 7 orang yang sedang bekerja) sehingga mirip mengelola perusahaan juga.

Kelebihan yang lain adalah fleksibilitas waktu dan tempat kerja.  Urusan kuliah tatap muka memang tidak dapat ditinggalkan (harus di dalam kelas dalam waktu tertentu). Tapi diluar itu, saya dapat bekerja dimana saja.  Penggunaan e-learning membuat saya dan mahasiswa dapat berkomunikasi tanpa perlu dibatasi ruang kelas. Kadang-kadang saya chatting dengan mahasiswa mengenai kuliah sampai jam 1 pagi (tapi kalau ada yang berani menelpon jam 12 malam, ya saya getok).  Kenikmatan seperti bisa bermain dengan anak di pagi hari, mengantar dan menjemput dia dari sekolah dan les, dan… tidur siang merupakan hal yang saya yakin jarang dimiliki orang yang bekerja di perusahaan lain :)

Kelebihan yang lain (lagi) adalah dari sisi politik kantor. Di universitas, walaupun ada, intrik antar dosen relatif sedikit dan lunak.  Dengan jabatan fungsional, dosen suatu saat bisa menjadi ketua jurusan, bahkan rektor. Tapi di saat yang lain dapat menjadi dosen biasa lagi. Ini berbeda dengan di tempat lain yang sekali diatas akan terus naik jabatannya.

Ada yang berminat? :)   Ilkom UPI tahun ini membuka lowongan untuk dosen. Sayangya  mungkin pendaftarannya sudah ditutup (27 sep 08). Tapi tahun-tahun mendatang saya yakin akan terus menerima karena kami masih kekurangan dosen.

39 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. memang kehidupan itu sebuah pilihan, mana yang menguntungkan kita secara materi dan mana yang menyenangkan kita secara hati.. namun saya mau tanya nih..ya walaupun keluar dari bahasan…bagaimana menrut padangan bapak yang sudah berpengalaman di bidang IT tentang apa yang menjadi peluang untuk bidang IT khususnya di Bandung saat ini..rencananya saya dan keluarga akan membuat perusaan IT kecil-kecilan..SDMnya pun dari keluarga sendiri..

    • Buat mas Djasun. Gmn mas usaha ITnya dah jalanm? Boleh saya nyontoh? Rencana saya jg pgn buka usaha IT kecil2an. Thx.

  2. Bisa saja pak, tetapi biasanya client akan lebih banyak dari Jakarta. Jadi mungkin harus siap sering bolak balik Jkt – Bdg.

  3. wahb paaaaaaa mauu banget jadi dosen tapi sarat jadi dosen itu apa sih??????????? pleaase tolong yah pengen nih jadi dosen.

  4. syarat? untuk administratif IPK jangan dibawah 2.75 dan minimal S2.

  5. wah…menarik memang menjadi tenaga pendidik,,dulu waktu masih SMA pernah punya pengalaman menjadi tenaga pengajar les komputer (ceritanya keluarga pernah menyediakan kursus komputer untuk siswa sd-smp di daerah tempat tinggal saya,namun hanya beberapa bulan saja berjalan gara-gara pemasukan macet-he5 jadi curhat-) memang menyenangkan…
    di satu sisi kita harus menghadapi siswa yang cekatan dalam mengikuti les dan di sisi lain juga harus menghadapi siswa yang kurang cekatan…
    yang saya rasa, dari hal itulah kepuasan nikmatnya menjadi seorang pengajar selain yang disebutkan bapak di atas

  6. ^
    itu yang masih saya pelajari. Apa yang saya peroleh dari SMA sampai kuliah adalah kompetisi. Mahasiswa didorong survive, kalau tidak berhasil kelaut aja. Di UPI, dari rekan-rekan dosen saya baru sadar bahwa sebenarnya setiap mahasiswa punya potensi yang bisa dikembangkan, jadi harusnya dibimbing lebih baik. Cuma ya itu, masih sering terbawa gaya lama hehe.

  7. Barusan 2 minggu lalu, sy dpt 2 surat tawaran kerja utk jd Dosen dan jd Peneliti. Setelah berdiskusi dg para senior, akhirnya sy memutuskan utk menjadi dosen insya-Allah, walaupun gaji utk tawaran Peneliti itu sebetulnya 25% lbh gede.

    Knp sy milih jd dosen?

    Karena sy pengen jd Professor.. he he.

  8. ^ bagus pak, kalau semua mau masuk ke industri dan full riset. Mahasiswa kita mau diajar oleh siapa? Jangan sampai oleh golongan sisa-sisa yang niat mengajarpun tidak.

  9. Kalau ada lowongan UPI lagi dipost ya Pak. Terima kasih.

  10. Kenapa mau jadi dosen upi pak?

  11. @vina:
    Alasannya karena jurusan ilkom UPI baru berdiri. Di tempat lain tidak mungkin saya bisa membuat lab sendiri secepat di UPI. Diberi ruangan sendiri yang cukup besar dengan belasan komputer lagi :) (posting tentang lab saya: http://yudiwbs.wordpress.com/2008/05/12/lab_basdat_ilkom_upi/)

    Prinsipnya kebebasannya masih tinggi dan kita dapat berperan maksimal karena bentuknya belum stabil. Sama dengan mengapa kita bergabung ke perusahaan yang sedang berkembang vs perusahaan yang sudah stabil.

  12. Setelah berhasil mendeklarasikan diri menjadi Dosen, dan meraih predikat dosen terbaik beberapa bulan lalu… Sekarang kira2 apa nih program 100 hari nya Kaprodi Baru :D
    … Diantosan terobosannya pak …

  13. apa pendapat bapak dengan dosen wanita? sayapengen jadi ibu rumah tangga, tapi disuruh jadi dosen ssama bapak. banyak juga yang ngedukung saya jadi dosen. Tapi ya itu, saya pengen fokus di rumah, (kata beberapa temen sih, kalo cuma jadi ibu rumah tangga bosen). nah, menurut bapak gimana??

  14. “Pekerjaan menurut saya mirip seperti pasangan hidup”, saya setuju pak! Bagi orang yang mengenal saya, pasti paham bahwa saya adalah tipe seorang pemikir yang memiliki ambisi sekaligus memerlukan motivasi untuk berkembang (sifat yang kontras, hehe). Artinya, apa yang saya pilih pasti sudah saya pikirkan secara matang agar siap dengan segala resikonya dan lebih bisa menikmati segala kelebihannya. Keadaan sekitar sangat berpengaruh bagi saya untuk dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Dan lingkungan akademisi, saya yakini bisa membuat seseorang selalu belajar.

    Mengapa ingin menjadi dosen? Pekerjaan ini bisa membuat orang menjadi awet muda,jika benar-benar dinikmati karena memungkinkan untuk berinteraksi dengan banyak orang, dengan karakter yang beragam. Kesimpulannya, ingin awet muda? Tidak juga, itu hanya sedikit dampak positif yang bisa terjadi. Prinsip saya, roda kehidupan selalu berputar. Selama saya memiliki ilmu dan itu bisa berguna bagi orang lain, saya anggap sebuah amalan karena saya juga memerlukan orang lain untuk bisa mendapatkan ilmu itu. Sedikit pengalaman, saya pernah dimintai bantuan oleh adik tingkat yang diberi tugas besar Basis Data oleh bapak sebagai dosennya. Mereka superwoman (sekelompok perempuan semua). Sebagai kakak tingkat yang sudah lulus mata kuliah tersebut saya ajarkan apa yang saya bisa. Waktu itu mereka datang lepas maghrib dan selesainya cukup larut malam. Hampir saya lupa kejadian itu, tapi beberapa kali mereka mengucapkan terima kasih kepada saya walaupun sudah lama sekali bahkan sampai saya diwisuda. Padahal hanya sedikit yang saya lakukan, tapi rasanya bahagia sekali bisa menambah saudara dengan ilmu. Sekarang saya sedang menunggu pengumuman S2, apapun hasilnya pasti Allah punya rencana terbaik untuk jalan hidup saya. (Maaf pak kepanjangan komennya, jadi curhat:-) ).

  15. Terima kasih Pak, artikelnya sangat memberi inspirasi. Kebetulan saya akan mulai bekerja sebagai dosen, dan artikel Bapak memperkuat motivasi atas pilihan saya tersebut. Banyak orang di sekeliling saya yang cukup skeptis dalam memandang pilihan menjadi dosen, mungkin karena yang dilihat hanya sisi finansialnya atau karena sebab lain. Thanks!

  16. pa,,saya pengen banget jadi dosen!!
    .saya masih SMA kelas 1,saya bingung kalau mau jadi dosen harus masuk jurusan apa…??saya minat ke MIPA,,tapi bingung ntarnya ngambil jurusan ap!!!,,tolong kasih tau ya pak…!!!
    .please,,,
    .makasih

    • Coba lihat situs jurusannya, kalau perlu datangi.

  17. mba wida saya jg tdnya pengen jd ibu RT aja sambil buka usaha dr rmh, tp krn “paksaan” mertua yg jg dosen akhirnya saya kecebur dlm dunia akademis, saya enjoy skrg saat ini saya sdg menempuh S2 saya smoga th dpan beres, so for you wida “go on”,dg kuliah ini wawasan saya jd lebih terbuka dan keinginan untuk usaha smkn kuat sbg sambilan.
    Bt P yudi, sy msh ga pede untuk ngajar mata kuliah lain gmn tips nya agar cpt msk ilmunya saya selalu mrs saya mampu walaupun otak saya agak pas2-an mknya saya mau nanya apa cara terbaik untuk secepat mgkn mempelajari mata kuliah yg akan saya ajarkan, dan apa yg hrs saya lakukan jk di tengah pengajaran saya grogi,tlg tips nya ya pak

  18. Pak,sy mw tnya
    Pa klo mw jd dsen hrus ambl ilmu mrni y?bs g low dr fkults kgruan jd dosen?
    Pa klo pngen jd dsen hrus S2?low yg S1 g bs y?
    Truz pa ja sh yg hrus sy lakuin bwt ngewujudin cita2 sy untk jd dosen?sy bru mau msuk kuliah

    • Bukan murni tidaknya, tapi yang penting linear. Jadi kalau S1 tentang ilmu A ya S2-nya juga harus sama dan tentu saja sesuai dengan bidang ilmu prodi yang hendak anda tuju. Untuk jadi dosen sekarang sudah tidak bisa lagi S1 (di PT negeri). Untuk jadi dosen IPK harus tinggi, usahakan minimal 3.00.

  19. salut buat mas yudi yg tidak menyesal jadi dosen… kalau saya dulu senang jadi dosen, setelahnya biasa-biasa saja, sekarang tertekan. Banyak tuntutan tapi dukungannya minim…. masak hanya pingin ngajar pakai power point, laptop harus kredit………

    • Kalau ada niat dan usaha, pasti ada jalan pak :)
      Banyak yg bilang dosen itu mesin diesel, lama panas. Biasanya dosen mulai stabil setelah mencapai usia 45-an, pengalaman sudah banyak, network sudah luas. Tapi tentu saja sulit untuk kaya raya seperti eksekutif atau pengusaha besar :)

  20. Ass..
    Pa apakah orang yang sudah di angkat jd PNS di sebuah sekolah negeri dapat menjd dosen tetap ?

  21. terima kasih… ^^

  22. Malam Pa…mau tanya Syarat-syarat detail untuk menjadi Seorang Dosen Itu apa…. Selain IPK yang Minimal 3 dan Pendidikan Minimal S2..? Terimakasih sebelumnya pa….

  23. wah wah… akhirnya ketemu juga orang yang se visi dengan saya… thanks pak.. saat ini saya sedang mengejar cita2 saya tuk jadi dosen seperti bapak.. saya juga lagi melangkah menuju visi yang sama seperti bapak gambarkan di atas,.. trims buat brain storming nya malam ini pak.. sangat menggairahkan dan semakin menggugah minat saya… :)

  24. like this.. :)

    pengen sih jd dosen,,tp kadang aq mikir (n bwt g enak..hehehe) jd dosen itu hrs siap jd sahabat segudang buku dunk..bnaca baca n baca :( (ini bneren wajib ya?)
    trus blm lg bhs inggris q y payah…. :’(

  25. kapan ya,q jadi dosen.pengeeeen banget…

  26. Kenapa klo mau jadi dosen harus S-2 dulu…?

  27. kata teman kerja saya, jadi guru atau dosen itu mengurangi dosa juga… hehe… di kalangan masyarakat pun dihormati karena pendidikan itu punya nilai… selain itu, kalau rajin meneliti bisa dapat dana tak terduga… profesi dosen memang layak diperhitungkan…. :)

  28. Anda adalah seorang praktisi dan juga akademisi, melakukan dan juga mengajarkan. Sepertinya anda telah mematahkan pepatah inggris “those who can’t do, teach; and those who can’t teach, teach gim”

    nyambung gak sih ini? :D

  29. pengen ya jd dosen

  30. adoooo pengen banget jd dosen……tolong kasih syarat2nya donk….

  31. Saya sangat mengapresiasi pengalaman anda.
    Saya jg memiliki impian untuk menjadi dosen. sebenarnya apa saja yg hrs kita siapkan baik sec skill atau pengetahuan berkaitan dg profesi tsb?
    Mohon sharenya ya bapak…timakasih.

  32. apakah meti linier, sir? so far, in my town city there isn’t state of university. jadi apakah di universitas swasta syarat jd dosen tetap linier juga? hatur nuhun sanget sir.

    • Saya tidak tahu ya, kalau swasta sepertinya lebih fleksibel. Jadi tergantung pihak universitasnya.

  33. “Kenikmatan seperti bisa bermain dengan anak di pagi hari, mengantar dan menjemput dia dari sekolah dan les, dan… tidur siang merupakan hal yang saya yakin jarang dimiliki orang yang bekerja di perusahaan lain”..kalimat ini saya menarik buat saya. Trims pak.
    Saat ini saya sudah bekerja sebagai karyawan pada salah satu bank bumn. Tlintas saya bkeinginan menjadi dosen. Sudah terlambatkah atau belum untuk saya yang sudah berusia 30 tahun baru akan melanjutkan pendidikan S2 untuk bekal menjadi dosen?? Dulu saya S1 prodi Agribisnis. Mohon bantuan masukannya pak. Terima kasih.

    • Kalau untuk PNS, setahu saya batasnya 40thn. Juga perlu dilihat target universitasnya mana dan mau mengajar di prodi mana. Sebaiknya survey dulu, mungkin dengan kontak teman-teman lama yang sudah menjadi dosen.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers