Akhirnya berakhir juga perjuangan memeriksa UTS dan UAS. Terlambat dengan sukses (hampir satu bulan!). Katanya dulu dosen yang terlambat mengumpulkan nilai pernah dipanggil PR1. Hii, mudah-mudahan sekarang tidak
Wah leganya melebihi saat setelah sidang S2 saya hehe. Sebagai dosen, menurut saya memeriksa ujian adalah hal yang paling berat.
Masalah utama adalah persiapan sidang S2 saya menyebabkan saya tidak mencicil memeriksa UTS dan UAS. Akibatnya dalam waktu yang singkat saya harus memeriksa sekitar 260 berkas UTS dan UAS. Setiap ujian terdiri dari sekitar 4-5 soal (ada yang mengandung subsoal). Semuanya soal problem based yang cukup panjang, dengan beberapa alternatif jawaban. Terkadang menyesal sendiri memberikan soal yang terlalu banyak
Tapi itupun saya merasa masih banyak materi yang belum tercover oleh ujian.
Solusinya semester depan mungkin saya akan memajukan UTS, lalu selain soal uraian juga memberikan tambahan soal pilihan ganda (khusus untuk UAS yang sempit waktu periksanya). Untuk pilihan ganda saya masih ragu, harus ditimbang-timbang dulu lebih bermanfaat atau tidak. Hmm mungkin diuji coba dulu untuk quiz.
Tapi yang penting jangan menunda-nunda memeriksa ujian! Sengsara sekali, jadi tidak bisa mengerjakan hal lain yang lebih menarik
Perhatian untuk saya-masa-depan yang baca posting ini! Segera periksa ujian ya, jangan ditunda-tunda!





12 September 2008 pada 2:16 pm
ya, Pak meskipun terlambat, akhirnya nilai sistem basis data saya keluar juga di e-kios direktorat TIK, alhamdulilah nilai saya bagus. padahal waktu itu saya lagi membutuhkan transkip nilai IPK, untuk mengikuti Beasiswa Djarum, walaupun daftarnya dedline.biar terlambat yang penting selamat (nilai yang diberikan wajar), terima kasih Pak, ilmunya sangat bermanfaat.
12 September 2008 pada 7:44 pm
maaf ya telat
mudah-mudahan dapat deh beasiswa Djarumnya.