Review KIA Picanto

3 Januari 2008

Ini kelanjutan posting saya sebelumnya. Waktu saya googling tampaknya belum ada review dari pengguna Picanto di Indonesia. Bukannya tidak ada sih, tapi tersebar di forum dan mailing list.

Disclaimer: saya jelas bukan reviewer otomotif profesional :-) hanya sekedar user. Mobil yang saya pernah gunakan juga cuma Katana dan Toyota Cressida (tapi jarang). Jadi yang pasti review ini subyektif. Posting ini rencananya saya update terus sesuai perkembangan.

Picanto saya sudah digunakan kurang lebih 300 1800 Km , sudah dibawa ke Lembang, bermacet-macet di kota, dan kadang ke tol. Berikut kesan-kesan saya:

Sisi positif:

  • Enteng dibawa tanjakan. Ini penting untuk kondisi Bandung yang banyak naik turun. Maks torque (96NM) didapat pada RPM 2800, jadi pas untuk dalam kota. Walaupun torquenya kecil, tapi berat Picanto cuma 852 kg (1 NM untuk 8.87 kg). Biasanya saya dapat menggunakan gigi 2-3 di setiap tanjakan. Kecuali untuk satu tanjakan di daerah Polban, tanjakan panjang, curam dengan dua kelokan. Picanto harus menggunakan gigi 1 (AC masih nyala) . Tapi saya pernah berpapasan dengan Terano di tanjakan ini dan kalau dilihat dari suaranya dia juga menggunakan gigi 1. Katana saya dulu pernah mundur di tanjakan ini. Macet di tanjakan basement mall paris van Java juga tidak masalah (mobil diisi 2 dewasa 3 anak-anak), rem tangan enak.
  • Di tol bisa mencapai 120kpj dan masih stabil, tidak ada getaran. Jelas masih bisa lebih (RPM masih di 3500-an). Di forum ada yang bilang dapat mencapai 170-an. Kalau menurut buku manual, kecepatan maks adalah 155 an, di speedometer 180. Tapi kalau mau nyaman ya dikisaran 90-100. Lebih dari itu tidak nyaman karena suara ban dan angin mulai terdengar dan agak khawatir mengerem (baca kelemahan Picanto dibawah). Kecepatan 80 terasa tidak bergerak, jadi malah ngantuk.
  • Lincah (akselerasi bagus, power steering, rem cukup) . Ini juga cocok untuk di Bandung yang banyak angkot. Mobil harus bisa lincah menyalip angkot yang berhenti mendadak atau menyalip motor di jalan sempit. Jeleknya jadi sering keasyikan tancap gas (boros bensin).
  • Kopling lembut (hidrolik) dan akurat, nyaman untuk kondisi macet. Awalnya untuk kopling mundur agak seret (dan bunyi). Setelah baca buku manual, ternyata sebelum mundur harus masuk ke netral dulu, tunggu sekitar 3 detik, baru masuk gigi mundur. Setelah itu tidak ada masalah lagi untuk gigi mundur. Itulah gunanya baca buku manual :-)
  • Dimensinya kecil (lebar 1.6 m). Enak saat melewati jalan sempit dan saat parkir.
  • Kursi depan nyaman, walaupun dari luar terlihat kecil, saat masuk ternyata cukup lega. Ada tilt steering.
  • Bensin irit, kemarin dapat 10 sd 12 km untuk 1 liter (dalkot Bandung non tol). Tapi angka ini belum akurat, saya masih kagok menyetirnya, cenderung banyak tekan gas. Nanti diupdate lagi setelah service 1000 km. Harusnya memang irit karena cc-nya kecil dan berat mobil rendah. –update 8 Mar 08- sekarang tampaknya stabil di kisaran 1:11, kalau melewati tol 1:12 -Tapi jangan terlalu percaya brosur atau sales yang mengatakan 1:23, mungkin bisa sih tapi dengan kecepatan maks 40 kpj, selalu gigi 5, tidak macet, di tol, dibelakang bis, kaca ditutup dan AC mati –update 14 Jan 07 — Kemarin untuk rute Bandung-Lembang-Dago Pakar-Bandara Soekarno Hatta-Bandung konsumsi bensin 1:17.2 (24 liter untuk 414 km). Rata-rata kecepatan di tol 100-120 kpj, full AC. –update 17 juni 08 — Berhasil menembus 1:12 untuk dalkot Bandung tanpa tol samasekali, full AC, RPM dijaga antara 2000-2500.
  • -update 16-01-08- AC dingin. Di Bandung biasanya menggunakan setelan yang paling minimal untuk suhu dan blower. Di Jakarta saat panas (tapi tidak macet), hanya butuh setengah (blower pada kecepatan no 2). Setelah parkir panas-panasan di Bandara Soekarno-Hatta hanya butuh waktu 15 menitan untuk dingin. Menurut saya ini karena volume ruang kabinnya yang kecil.
  • -update 1-01-08- Mengeluarkan emisi rendah (119 g/km CO2). Sudah melewati Euro2. Saat saya kerja pagi, saya dapat melihat kota Bandung pada jam 9-an tertutup kabut abu-abu tipis polusi (lokasi kerja saya di Bandung Utara). Jadi menggunakan Picanto artinya ikut berkontribusi mengurangi polusi Bandung :-)
  • -update 29-01-08- Ada footrest untuk kaki kiri dan senderan untuk siku kanan. Baru sadar baru-baru ini. Soalnya mobil yang lama tidak punya fitur ini sih :-) Yang jelas, menyetir jadi lebih santai dan tidak gampang pegal.
  • -update 15-02-08- Build qualitynya bagus. Sama sekali tidak ada keluhan dalam tiga bulan ini, tidak ada suara dari dashboard, glove box, kursi dsb.
  • -update 24-02-08- Bemper depan yang penyok karena digunakan Lia belajar mengemudi bisa dikembalikan ke kondisi semula dengan hanya disodok batang kayu dari belakang! Padahal ukuran penyoknya lumayan (kira-kira panjangnya 15 cm, dalam 5 cm). Soalnya bempernya dari plastik sih dan tidak dicat :-)
  • -update 27-02-08- Tidak capek saat membersihkan mobil, mobilnya kecil sih.
  • -update 12-08-08- Nyaman untuk perjalanan luar kota (yang tidak macet dan jalannya mulus). Awal Juli saya bawa Picanto ke Bandara SH (jemput Istri dan Furqon), lalu langsung ke Pantai Carita (Lippo Carita). Berangkat dari Bandung jam 4 pagi (santai, lalu lintas lancar) sampai di pantai jam 12-an.  Semua merasa nyaman tapi yang paling enak ya Furqon karena sendirian di belakang dan disediakan bantal :)
  • Interior simple. Mungkin ada yang tidak suka karena banyak plastiknya. Tapi kalau saya cocok, minimalis dan mudah dibersihkan.
  • Eksterior menarik. Mobil kecil dengan ukuran paling proporsional menurut saya. Ibu saya malah bilang seperti panda :-) (Picanto saya berwarna silver dengan hidung hitam).

Kelemahan: (perlu diingat Picanto adalah mobil kelas supermini dengan harga dibawah 100 juta, jadi memang ada hal yang harus dikorbankan)

  • Suara ban masuk ke kabin pada kecepatan tinggi. Terasa di jalan tol dengan aspal yang kasar. Mungkin harus tambah soundproofing. Suara mesin sih OK, tidak terlalu terdengar. Kalau dalam kecepatan rendah atau diam, Picanto termasuk hening. Tanpa lihat penunjuk RPM tidak ketahuan mesin nyala atau mati. -update 14 feb 08 — pada kecepatan rendah (50kpj) ternyata dengung ban juga mulai terdengar, ada yang bilang karena jenis bannya (kumho buatan korea) tidak cocok dengan jalan Indonesia. –
  • Mobil agak terbanting saat direm pada kecepatan tinggi. Pakem sih, tapi riskan juga karena bisa keluar jalan. Kalau dari manual, ini bisa dikarenakan rem basah. Atau saya terlalu dalam menginjak rem (mobil ini tidak ada ABS-nya). -update 16-01-08- Sekarang tidak lagi, tampaknya memang karena terlalu dalam diinjak. -update 14-02-08- Untuk kecepatan rendah, rem kadang-kadang tidak akurat.
  • Bantingan saat belok lumayan terasa. Saat ke Lembang, dari sisi tenaga tidak masalah, tapi tidak bisa terlalu cepat di belokan.
  • Ruang kaki di kursi belakang sempit. Apalagi untuk kursi dibelakang supir. Idealnya Picanto hanya digunakan oleh 2 orang, maksimum 3. Kecuali kalau di belakang hanya diisi anak-anak.
  • Bensin pertamax. Menurut manual harus RON 91. Walaupun sales bilang bisa premium, tapi IMO kalau dipaksa menggunakan premium tidak bagus untuk mesin dalam jangka panjang.
  • Suspensi keras, tapi menurut saya lebih baik seperti ini daripada mobil jadi tidak stabil (apalagi dulunya saya punya katana yang suspensinya jauh lebih keras hehe)
  • Gas terasa tertahan di gigi 1, ini mungkin karena saya belum biasa. Ada juga yang bilang ini karakter mobil KIA dari jaman Timor. Tapi ada juga yang mengatakan ini bisa diset saat service 1000 km. –update 6-02-07 — Masih kadang-kadang tersendat walaupun sudah service 1000 km. Terutama kalau kondisi macet dan saya sedang rusuh. Solusinya hanya tekan gas pelaaan, setengah kopling atau pindah ke gigi 2 — update 24-02-08: coba pindah pom bensin. Dari setiabudhi dekat Hoka ke setiabudhi dekat Borma (pombensin paling baru). Entah perasaan saja atau memang saya sudah biasa, tapi tampaknya gejala tersendat berkurang dan isi full tank jadi lebih sedikit! Baru sekali isi sih, nanti dimonitor terus.  –update 30-04-08 — setelah 2 bulan menggunakan pom bensin setiabudhi Borma, tadi coba isi di pom bensin setiabudhi dekat hoka, efeknya mobil terasa lebih berat dan saat parkir di garasi (parkir mundur agak nanjak), mobil sampai mati dua kali –
  • update 16-01-08: Ada bunyi dari roda depan kalau terkena lubang yang besar di jalan. Bunyinya wajar sih, seperti mobil lain, tapi terdengar lebih keras. Sepertinya butuh tambahan soundproof di bagian roda.
  • update 16-01-08: Bemper depan terlalu rendah, sudah dua kali kena pembatas ban di tempat parkir (polisi tidur sih belum pernah kena). Untungnya Picanto pendek (3.5 meter), jadi solusinya gampang: parkir agak mundur saja.
  • update 24-02-08: Tuas kopling kadang tersenggol paha penumpang depan kalau ukuran penumpangnya gede.
  • update 27-02-08: Tidak nyaman jika melewati jalan jelek

Menurut saya pribadi, Picanto sudah sesuai dengan harganya, bahkan untuk beberapa hal sudah melebihi ekspektasi saya.

-update 9 Jan 07-

Forum khusus Picanto:

-update 29 Jan 08 -
Hari ini service 1000km, ganti oli dan saringannya. Ini karena direkomendasikan oleh mekanik. Dari yang saya baca di internet memang dianjurkan untuk ganti oli di antara 300 mil sd 1000 mil pertama. Oli yang digunakan Total (agak asing juga). Katanya di bengkel resmi tersedia dua: Total dan Petronas. Tapi petronas belum ada. Setelah ganti oli perasaan sih suara mesin jadi lebih halus (sugesti mungkin). -update 24-02-08- Lebih halus memang, tapi cuma 500 km pertama, habis itu normal lagi -

Kondisi mesin dan lainnya semuanya OK kata mekanik :-) Service lagi setelah 5000 km. Tapi masih perlu spooring karena di bengkel resmi tidak tersedia alatnya.

BTW iseng-iseng tanya sales disebelah tempat service, harga Picanto OPT1 sekarang 101 juta dan OPT2 107 juta. Naik 4 jutaan dari Des 07.

-end update-

-update 8 Feb 08-
Penasaran dengan masalah tersendatnya Picanto di gigi 1, saya coba cari-cari di internet. Solusi yang paling pas datang dari pengguna Avanza, kuat dugaan saya kasusnya sama dengan Picanto (walaupun untuk A/X efek tersendat terjadi juga di gigi 2). Berikut saya kutip email dari Sdr Reza (http://autos.groups.yahoo.com/group/XeniaAvanza/message/4382)

kalau sedang setir pada saat rpm diatas 1500 terutama pada gigi 1 atau 2, kemudian kita lepas gas, dan rpm turun di bawah 1500, akan terasa seperti ada engine brake tambahan, itu adalah saat injektor bensin menutup aliran bensin, yg di control oleh ECU, pada saat demikian, jangan di gas, pasti akan menyentak, biarkan sampai efek tertahan terasa di release, pada saat injektor sudah mengalirkan bensin lagi… baru kemudian injak gas, maka tidak ada efek hentakan yg menyendat….

efek sentakan terjadi, krn pada saat kita ijak gas,- ( pada saat ecu sedang mematikan aliran bensin di injektor, dan waktu ecu mengalirkan kembali bensin) -, throtle bensin, membuka , sehingga otomatis akan menyentak karena supply bensin mendadak “besar” dari sebelum nya di tutup…
trik ya kudu sabar dikit waktu mau ngebejek gas, nunggu sampe rasa tertahan lepas…. nah baru bejek, pasti tidak akan nyendat2…

Kesimpulannya, walaupun macet tetap tidak boleh buru-buru :-)

–end update–

Tags:

143 Tanggapan ke “Review KIA Picanto”

  1. Ganti Mobil: Katana ke Picanto « Blog Yudi Wibisono Berkata

    [...] Review KIA Picanto [...]

  2. celemotan Berkata

    saya dulu pengguna Hyundai,dari pengalaman memang kendaraan korea lebih murah, powerfull namun agak kurang di sisi pengereman.
    Saran saya, pantau dan ikuti aturan servis berkalanya pak, karena kalau kita agak malas, biasanya kendaraan korea akan cepat rewel. Tetapi, kenyaman dan powernya menurut saya bahkan lebih baik daripada vendor Jepang.

  3. yudiwbs Berkata

    Makasih, memang rencananya seperti itu.

    Teman saya menggunakan Picanto selama 3 tahun dan katanya tidak pernah ada masalah kecuali harus ganti accu.

  4. i_wibowo Berkata

    wah menarik juga mas Yudi, lagi searching yang irit juga nih…
    lagi nimbang-nimbang, mo cari pica baru aja atawa 2nd tahun terakhir…
    takut resale valuenya jeblok je, tapi di tabloid otomotif terbaru dia di peringkat kedua untuk low city car category penjualannya sepanjang 2007…
    please advise…

  5. yudiwbs Berkata

    @i_wibowo.
    Resale value menurut saya memang pasti lebih rendah dibandingkan merk Jepang (masalah jumlah sih). Tapi menurut saya sejalan dengan kenaikan bbm + kemacetan yang makin parah, maka nilai mobil-mobil kecil akan semakin tinggi, termasuk Picanto.

    Mungkin bisa dicoba cari-cari secondnya, kalau2 saja ada yang harganya cocok (sekalian survey harga hehe). Yang penting sejarah service-nya jelas dan kalau bisa dari tangan pertama.

  6. i_wibowo Berkata

    terima kasih mas yudi…
    ini lagi cari banyak info juga, kebetulan anda link ke pci, jadi makin banyak masukan nih…
    thanks a lot…

  7. yudiwbs Berkata

    @i_wibowo, sama-sama, happy hunting deh :-) Jangan lupa kalau jadi beli Picanto tulis reviewnya disini ya.

  8. Ruslim.H. Berkata

    Hallo mas Yudi, saya juga lagi cari cari mobil kecil nih. Tapi setelah saya survey akhirnya memutuskan untuk mengambil picanto. Tadinya mau cari yg second, tapi setelah coba cari, ternyata harganya mahal2 mas. Tahun 2004 rata2 penawaran antara 70 - 80 Jt. Tahun 2005 M/T penawaran sekitar 80 jt, terus tahun 2006 M/T ditawarkan 87,5 jt, dan yang paling mahal kemarin ini saya coba hubungi salah satu showroom, tahun 2006 dia minta 95 jt nego. Jadi pendapat saya bahwa picanto harga jual kembalinya jeblog agaknya kurang tepat.
    Untuk meyakinkan saya coba tanyakan pada rekan saya di salah satu perusaah leasing, dia bilang harga segitu memang wajar, sebab picanto pasarannya sedang bagus dan dicari banyak orang. Katanya ini akibat adanya isu kenaikan harga BBM. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli yang baru, dengan harga 100 Jt pas, dengan type M/T Option 2. Yang masih menjadi ganjalan bagi saya adalah, benarkah rata-rata umur mobil korea hanya 5 tahunan? (khususnya picanto), terus berapa rata2 konsumsi bahan bakar untuk pemakaian normal (plus ac) dikota? luar kota? apakah bahan bakarnya bisa premium? Untuk rekan2, dan terutama mas Yudi, tolong bantu menjawab pertanyaan saya, Thanks.

  9. yudiwbs Berkata

    Wah itu berita sangat baik :-) Mematahkan anggapan nilai jual Picanto jeblok.

    Lima tahun itu setahu saya memang standard life time sebuah mobil, terlepas itu mobil korea atau jepang. Itu waktu dimana mobil dalam kondisi maintenance free (tidak perlu ke bengkel karena berbagai kerusakan). Untuk Picanto saya tidak tahu karena memang belum ada yang mencapai umur segitu, tapi contoh mobil korea yang terkenal bandel adalah Timor, kelemahan Timor dalam jangka panjang setahu saya ada di dashboard.

    Konsumsi bahan bakar banyak tergantung cara nyetirnya Pak. Kalau dari milis, rekan-rekan di jakarta konsumsinya 1:11 sd 14. Saya sendiri di Bandung 1:10 sd 12. Kemarin saya coba ke Lembang-DagoPakar-Bandara Soekarno Hatta - Bandung dapat 1:17.

    Kalau masalah premium, yang jelas kita tidak ada ancaman garansi angus seperti Toyota :-) Sales bilang tidak apa-apa. Rekan-rekan di milis juga banyak yang pakai premium. Tapi kalau bisa sih, ikuti manual saja yaitu RON 91 (pertamax), katanya buat mesin lebih bersih, sensor lebih awet. Tapi yang paling penting jangan sampai mesin ngelitik.

  10. Ruslim.H. Berkata

    Oke deh mas, thanks bangeut atas informasinya. Ditunggu review selanjutnya. Nanti kalau picanto sudah saya gunakan, saya juga akan coba review. Sekali lagi thanks..

  11. yudiwbs Berkata

    Saya tunggu reviewnya mas, baik sisi positif maupun negatif. Yang negatif kita coba cari solusinya :-)

  12. Mbelgedez Berkata

    Bagus loh, di ap det teruss….

  13. yudiwbs Berkata

    @mbel, thanks :-)

  14. Ruslim.H. Berkata

    Hallo mas Yudi… seperti janji saya, saya akan coba kasih sedikit pengalaman saya dengan new picanto. Mobil mulai di tangan saya per tanggal 28 Januari 2008, jam 12 siang. Kesan pertama secara fisik baik interior maupun interior: Keren!! Bahkan saya nilai lebih bagus daripada waktu saya lihat di showroom. (mungkin hanya perasaan). Setelah saya pakai selama dua minggu, hampir 95 % review dari mas Yudi saya rasakan tepat. baik mengenai rem, pemakaian bahan bakar, kecepatan, tenaga, suspensi dll (sekarang mobil saya sudah 450 km). Hanya ada beberapa yang paling dirasa tidak enak yaitu pada saat pertama start di gigi 1, gas harus diinjak agak dalam sampai rpm 1700 - 2000 baru agak enak. dibawah itu mobil menjadi nglitik dan sering mati. Oh ya, saya pake bensin premium ron 88. Padahal mobil2 yang lain yang pernah saya pake enggak begitu, start jauh lebih enak tanpa harus menginjak gas dengan agak dalam, Bahkan saya pernah bandingkan head to head dengan apv. Apv jauh lebih enak start pada gigi satu tanpa harus menginjak gas dengan agak dalam. Yang kedua Suspensi sangat keras (bila dibandingkan dengan sedan lain atau kijang or apv) terutama bila dijalan jelek atau melewati polisi tidur. Yang ketiga setir agak berat ke kanan, ini dirasakan dari sejak awal sampai sekarang. Padahal di kaca depan ada salah satu sticker yg menyatakan inspeksi setir dan suspensi sudah oke. Saya rasa perlu untuk dibawa ke bengkel ban untuk di spooring dan balancing. Yang ke empat, cat dari picanto ini kayaknya sangat tipis. Ini terbukti dari body kanan mobil picanto saya sedikit tergores dan baret baret sekitar diameter 5X10 cm, (baret baret dan goresannya tipis) sehingga saya menyimpulkan baret2 ini akan hilang kalau saya gosok dengan kit. Dan ketika saya gosok dengan kit perlahan2 dan dengan kain yang halus, baret2 itu agak hilang. (75%) dan body mobil menjadi mulus lagi. tetapi beberapa hari kemudian terlihat bekas gosokan kit tersebut menjadi berbeda warna dengan sekitarnya (mobil saya warna hitam), menjadi agak pias. Itulah kira2 yang bisa saya sharingkan, selebihnya menyusul. Tapi dari keseluruhan saya cukup puas. saya sependapat dengan mas Yudi, more than i expected!! Oh ya mas, waktu service 1000 km di bengkel mana? gimana servicenya bagus? sebab saya juga orang Bandung. trus pake berapa liter oli? berapa harganya? apakah 1000 km pertama memang harus ganti oli? Thanks.

  15. Ruslim.H. Berkata

    Satu lagi mas, saya baca2 di kaskus mengenai bangku belakang yg bisa dilipat 60:40. Untuk opt 2 dan opt 3 bisa tuh mas. Justru yg ga bisa hanya opt 1. Tolong di informasikan untuk teman2 di kaskus. Thanks.

  16. yudiwbs Berkata

    @mas ruslim, makasih reviewnya, selamat atas mobil barunya ya :-)

    Setir saya juga agak ngebanting ke kanan, setelah dispooring membaik. Tapi kata montirnya, 3 bulan lagi perlu dispooring ulang karena untuk mobil baru sd 6 bulan masih belum stabil.

    Untuk start sulit saya tidak mengalami, mungkin karena saya menggunakan pertamax, atau karena mobil lama saya memang harus neken gas besar.

    Mengenai baret saya pikir sih cat picanto standard. Soalnya saya sudah dua kali bergesekan dengan pagar rumah, dan kerusakannya tidak separah yang saya kira. IMO, untuk mobil baru jangan menggunakan poles, apalagi Kit, sangat bahaya karena sifatnya abrasif (menggerus). Kalau baretnya dalam dipoles juga sulit hilang. Lebih baik manfaatkan asuransi saja (dibawa ke bengkel body kit). Kalaupun terpaksa harus poles, mungkin bisa dicoba Zymol, katanya bisa menghilangkan baret halus dan dia tidak terlalu abrasif (saya sudah beli tapi belum coba).

    Service 1000km saya bawa ke KIA Wastukencana. Masalah bagus atau tidak belum tahu sih, ada yang bilang pusat KIA jawa barat ya disana. Yang jelas itu KIA langsung, bukan seperti Siloam yang di Pasteur. Oli saya pilih Total (dari Prancis?), 3 liter, Rp145.000. Kata mekaniknya memang sebaiknya oli diganti (takut ada partikel dari mesin baru), dan setelah diganti memang mesin jadi lebih halus.

    Untuk 60:40 sudah saya beri klarifikasi di kaskus. Ada calon pembeli dari Balikpapan yang sudah mengoreksi. Thanks :-)

  17. Rian Aji Berkata

    Wah… calon pembeli dari balikpapan tu ya aku..
    tapi da abdi mah urang sunda asli, ti bandung…. kantos di cihampelas, ayeuna janten urang bojong soang :p
    back to topic..
    Mas Yudi, blog nya berguna sekali bagi saya yang sedang mencari mobil pertama… banyak masukan2 yang selama ini saya hanya dengar via majalah dan website.
    Tadi saya nangkep masalah stir yg ngebanting ke kanan.. terus mesti di spooring balancing…. apa itu tudak buat garansi hangus?
    Harga Pica naik yah di jawa (OPT2= 107jt?), berarti pantas lah kalo di balikpapan harganya bisa 119 jt, secara gap harga mobil jawa dan balikpapan menurut survey saya sekitar 10 jt an.
    Ada yang punya buku manualnya gak yah? (yang Pdf)… kalo ada yg punya, mungkin berkenan untuk berbagi..
    Thanks.

  18. yudiwbs Berkata

    oh urang bandung ya :-)

    Masalah spooring: kata mekanik KIA, mereka sendiri kalau spooring ke bengkel lain. Lalu saya tanya boleh spooring sendiri? nggak ada masalah katanya.

    Susah cari pdf-nya, tapi kalau butuh bagian tertentu bisa saya foto halaman yang terkait (asal jangan seluruh buku aja ya hehe).

  19. Rian Aji Berkata

    Nuhun sebelumnya Kang Yudi….
    Sebenernya gak tau sih mau bagian mana yang saya ingin tau… karena saya pribadi juga belum pernah punya manual mobil (blum pernah punya mobil juga)…
    Pengennya sih yah semuanya, tapi kalo gak ada yah yang kira2 penting buat new user.
    Kalo mobil lain ada gak yah link buat downloadnya?
    Kang Yudi, kalo bisa mah saya pengen diskusi lebih dlm tentang Pica.. bisa kita bicarakan via email gitu?

  20. yudiwbs Berkata

    kalau belum beli mobilnya sih nggak banyak yang dapat diperoleh dari manual. Lebih akurat lihat review, terutama review pengguna.

    Mangga kalau mau via email :-) Email saya: yudi -di- upi.edu (ganti -di- dengan @).

  21. Helmy Berkata

    Mas Yudhi, saya berencana utk membeli picanto. Mau tanya, apa perbedaan yg OPT1, OPT2, & OPT3 yah?
    Terima kasih jawabannya

  22. yudiwbs Berkata

    Detilnya bisa dilihat di http://www.kiamobil.com.

    Tapi menurut saya yang paling signifikan pada OPT2 dan OPT3 dibanding OPT1 adalah konfigurasi 60:40. Jadi bangku belakang bisa dilipat sebagian. Kalau di OPT1 hanya bisa dilipat semua (50:50). Kemudian bemper di OPT2 dan OPT3 dicat sewarna dengan body. Sisanya sih untuk kenyamanan saja seperti power window, CD player.

  23. rudi Berkata

    mas Yudi,
    Saya pemakai baru picanto M/T opt2 (26 jan 2008, sekarang baru 700km belum service pertama) asal Surabaya. Kebetulan dulunya saya juga pakai Katana. Yang saya rasakan perbedaan dengan mobil lama sih memang jauh … jauh lebih enak n mewah Picanto. Tapi emang seperti review-review di internet, kekurangannya ada di peredaman kabin…. suara hujan yang tidak keras aja, terdengar jelas di kabin. Waktu saya ketok2 plafonnya terasa banget kalau tipis n ada ruang kosong. Saya juga ngalami ‘ketidak biasaan’ saat gigi 1, mesin masih sering mati karena gas kurang besar.
    Untuk service pertama apa dianjurkan ganti oli yah mas ? Baru aja saya telp service resmi di Surabaya, katanya tidak perlu

  24. yudiwbs Berkata

    @rudi:
    Selamat ya atas mobil barunya :-)

    Kelebihan Katana adalah sudut pandang sopir lebih luas ke jalanan, kaca depan Picanto landai sekali sehingga ujung mobil tidak terlihat (positifnya lebih aerodinamis), plus posisinya memang rendah seperti sedan. Pandangan di picanto juga sering terhalang pilar di depan. Ya jadi harus lebih hati-hati saja :-)

    Kalau saya tidak kena masalah mati di gigi 1, dulu mesin sering mati kalau masuk garasi karena posisi garasi memang menanjak dan saya parkir mundur (mungkin karena Picanto digerakan oleh roda depan). Yang sering ya tersendat-sendat itu, cuma sekarang berkurang, entah karena sudah biasa jadi pas ngatur kopling+gas atau karena ganti pom bensih

    Untuk masalah kedap, kalau hujan sih saya tidak terlalu terganggu, yang sekarang terasa adalah suara ban. Dari milis ada yang bilang setelah ganti merk Forceum bisa lebih senyap, nanti mau saya coba kalau saatnya harus ganti ban deh :-)

    Kalau ganti oli, mekanik di KIA bandung bilang lebih aman ya diganti karena mesin masih baru takutnya ada partikel sisa. Saya baca di internet juga banyak yang mengajurkan ganti. Coba googling dengan keyword “break in period” (kita sih sering menyebutnya masa inreyen). cmiiw.

    Ditunggu review aspek yang lain ya.. :-)

  25. djayus Inc Berkata

    baru beli picanto 2005 (2nd) opt 2 warna item, kesan pertama langsung terpukau liat picanto. interiornya manteb, aksesories lengkap, body gk malu2in kayak mobil yg di sebelah, mesin masih halus. Langsung begitu dapet mobil langsung modifikasi velg ke ring 17″. tampilan mendadak menjadi super keren.

    masalah bensin juga irit banget, isi fulltank premium sekitar 140 rebuan, dipake jalan sekitar 100 km baru turun setegah strip. blm diitung nih brp konsumsi bbmnya krn blm abis bensinya. tarikan manteb bgt, walau mesin cuman 1100 cc tapi gk kerasa kalo ac dinyalain kerja mesin tetep halus. ac dingin bener, jadi kadang on/off aja. dibandingin mobil sebelah yg kotak2 itu, jaaaaauuuhh banget.

    terima kasih buat review picantonya, gw gk salah beli deh. puas bener pake picanto.

  26. yudiwbs Berkata

    @djayus, selamat ya dengan mobil barunya :-)

    AC picanto memang terkenal dingin, kalau saya biasa nutup blowernya (terutama yg sebelah kanan sopir). Mungkin lebih hemat bbm kalau on off saja seperti anda.

    Ditunggu review aspek lainnya ya.

  27. sandy Berkata

    Wah Mas Yudi bagus juga reviewnya sangat menarik untuk disimak dan dipelajari buat yang mau ganti mobil hehehe.

    Mas Yudi semua yang ada di milis kebanyakan akan membeli mobil baru, sedangkan review untuk memilih mobil 2nd picanto apa yang sangat perlu diperhatikan….???,
    coz ada temen nawarin picanto hitam manual 2005 harganya lumayan tinggi ga bisa turun mintanya 89 jt dengan perbandingan kilometer yang masih 23 rb.

    Tolong ya Mas Yudi…. :) Tq

  28. yudiwbs Berkata

    Wah terus terang saja, saya bukan orang yang mengerti otomotif jadi tidak terlalu mengerti. Tapi ada yang bilang yang penting sejarah servicenya jelas (bisa dilihat dari buku service).

    IMO apa nggak kemahalan 90 juta untuk mobil berumur 3 tahun?. Tadi di kaskus ada yang posting baru beli mobil tahun 2005 (http://www.kaskus.us/showthread.php?p=28016811#post28016811).
    Mungkin bisa tanya di thread atau PM dia.

  29. dewo Berkata

    Mas Yudi, thanks reviewnya. saya 2bl yg lalu juga baru beli pica 2005 2nd. Menurut saya sih, oke juga pica ini cuma masalah saya sekarang klo mau ganti ban bagus nya ban apa ya? yang bawaan pabrikan dah pada retak2. velg masih standar 14″.

  30. yudiwbs Berkata

    Saya sih belum pernah ganti ban, sayanglah kalau masih baru :-) Walaupun memang ribut dan ingin ganti dengan merk lain.

    Dimilis pernah dibahas, ada yang ganti Forceum. Katanya empuk dan lebih senyap, plus lebih murah dibanding merk lain. Tapi sebelum beli harus kontak dulu pak surya di milis, nanti disiapkan plus dapat discount katanya. Ada juga yang menggunakan bridgestone, lebih mahal, tapi reviewnya belum ada. Kalau di bandung forceum katanya dijual di rajaban pasteur.

    Jangan lupa kalau sudah ganti reviewnya tulis disini ya :-)

  31. Halomoan Tampubolon-Medan Berkata

    Salam kenal pak Yudi, saya Halomoan dari Medan.. Minggu lalu (Maret 200 8) saya nyamperin pameran new picanto di Medan Fair dan saya tertarik. Sebelumnya saya belum memiliki mobil pribadi dan saya sedang milih-milih. Yang ingin saya tanyakan sederhana pak; untuk biaya service mesin dan ganti oli perbulannya biasanya rata2 kena biaya berapa ya pak..

    Terima kasih atas perhatiannya ya pak.. :)

  32. yudiwbs Berkata

    Service mulai dari 1000km lalu dilanjutkan per 5000 km sampai 100.000 km.

    Saya baru service 1000 km, ongkos masih gratis. Ganti oli (merk TOTAL) dan saringannya seingat saya habis 160 ribuan. Kata salah satu member milis, yang mahal itu saat service 40.000 km, bisa habis 1.4 juta. Tapi memang banyak yang diganti sih.

    IMO dari membaca posting di milis Picanto, dari sisi service picanto bukan termasuk mobil yang rewel dan sebentar-bentar harus ke bengkel kok. Garansinya ‘kan 3 tahun/100.000km, bahkan di Eropa sampai 5 tahun kalau tidak salah.

    Jangan lupa jika sudah membeli tulis reviewnya disini ya pak :-)

  33. ajaibman Berkata

    Wah terimakasih reviewnya, Saya soalnya lagi cari mobil buat istri dan Picanto adalh salah satu pilihan saya, (diluar Proton Saga baru, Proton Savvy dan Daihatsu Boon).

    Tapi masalahnya di Malaysia belum keluar picanto yang facelift, masih picanto yang hidung lama (lampu kotak) belum yang teardrop. tapi mesin udah 1.1 sih.. (mungkin sama).

    Kalo proton takut kualitas nya kelaut, Daihatsu mahal aja.. ya pilihan cocok buat urban driving….

    Kalo masalah servis 40K mahal, emang semua Kia rata2 gitu soalnya sekarang mobil keluarga pake Kia Carrens yang 2000cc dan nati bakalan servis 40,000 dan denger2 harganya sampe 800 Rm…. (banyak yang diganti part nya..)

  34. yudiwbs Berkata

    @ajaibman

    Cocok memang untuk istri pak :-) Istri saya juga sedang belajar.

    Kok Malaysia terlambat ya, di Indonesia pica facelift CKD sudah ada sejak nov 07. Di Indonesia setahu saya dari awal (2004) hanya dijual yang 1.1

  35. Darsono Berkata

    Salam kenal buat semua .
    Saya baru ambil Pica 2 mg lalu di balikpapan, belum dicobain jalan2 karena keburu tugas keluar kota, kesan pertama seperti apa yg ditulis mas yudi, pandangan agak terganggu karena terhalang tiang, kap mesin tidak terlihat, jadi kalau parkir masuk garasi kudu ati2 biar gak mentok tembok, saya pikir yg bagus dipasang pembatas parkir atau sensor parkir. Mas yudi kalau kita naikan rpm sendiri ampe kira kira 1000 - 1100 rpm (sekarang hanya 800 rpm bawaan dari showroom) agar tidak cepat mati di gigi 1, apa ada efeknya ?. trus kalau oli mesin diganti selain yg dipake sekarang apa ada pengaruhnya
    Berapa kira2 harga talang air ?

  36. yudiwbs Berkata

    Halo Pak, salam kenal juga.

    Betul, pica saya sudah tiga kali ciuman dengan pagar dan tembok garasi hehe, untung cuma sekilas saja dan kena bemper. Saya pikir tidak perlu dengan sensor, karena picanto sudah pendek jadi bisa ambil jarak yang jauh dengan tembok tanpa menghalangi orang lain (keuntungan mobil kecil :-) )

    Mengenai RPM, kalau dinaikkan mungkin lebih boros bbm dan lebih ribut saat stasioner. Saran saya tunggu sampai sekitar 6 bulan dulu pak, sering mati mungkin karena belum terbiasa.

    Oli mesin asal sesuai spesifikasinya (ada di buku manual) saya pikir tidak masalah.

    Kalau talang air saya tidak tahu :-) punya saya masih orisinil semua sih.

  37. Stella Berkata

    Saya kebetulan adalah sales di salah satu ATPM resmi di Jakarta, bila ada salah satu dari Bapak- Bapak atau Ibu-Ibu yang butuh info mengenai produk Kia bisa hubungi saya di 086-91181985 atau 021-920909992 untuk info lebih lanjut… Thx

  38. yudiwbs Berkata

    @stella, kalau ada yang beli karena lihat blog ini jangan lupa komisinya ya ;-)

  39. Kale Berkata

    Wah Blog Mas Yudi ini cukup memberikan informasi bagi pengguna KIA dan layak dapat reward KIA.

    Mohon informasi dari rekan-rekan khususnya yang telah menggunakan new picanto opsi 3, berapa konsumsi bahan bakar pada penggunaan di Jakarta dengan kondisi AC hidup.

    Sebelumnya terima kasih atas informasi yang diberikan.

  40. yudiwbs Berkata

    @Kale

    Thanks. Rewardnya dalam bentuk mobil gratis picanto satu lagi :-)

    Untuk konsumsi Jkt coba lihat di arsip milis, seingat saya antara 1:11 sd 1:14, tergantung rute dan cara nyetir. Opsi 1-3 semua mesinnya sama, hanya beda ban jadi perbedaannya tidak signifikan dari konsumsi bbm.

  41. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    halo salm kenal…..
    mas saya baru beli kia picanto terbaru tahun 2007-2008 dengan tampilan lampu depan yang lebih bagus…kira2 kelebihan dari kia picanto yang baru dan lama apa yaa? untuk kia picanto club di bandung di mana yaaa. ok thank untuk infonnya

  42. yudiwbs Berkata

    @robby
    halo..

    Dari review majalah yang pernah saya baca, di new picanto ada perubahan ECU sehingga lebih irit sedikit. Sisanya sih sama semua.

    Untuk picanto club, coba ikutan milisnya. Kalau tidak salah ada cabang jabar, cuma saya tidak ikutan, soalnya tidak sempat sih.

  43. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    untuk alamat milisnya apa yaa…..?

  44. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    Oh iya tolong kasih info2 tentang kia picanto lebih lengkap soalnya saya baru saja beli mobil ini dan pengetahuan tentang mobil khususnya kia baru banget dan untuk yang punya buku manual nya kia picanto berbahasa indonesia kirim2 ya……….thanks..

  45. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    oh iya mas saya berencana sekeluarga pindah ke luar kota. kebetulan saya asal dari bandung, saya berencana bawa kia ke kota tersebut karena tugas kerja, karena antara jarak rumah ke kantor berbeda kota juga kurang lebih 27km dengan kondisi medan jalan seperti dari bandung ke banjaran kira2 cocok ga kia picanto dengan kondisi seperti itu maklum kia picanto kan city car… jadi akan saya bawa agak melanglangbuana. tepatnya kota yang akan saya diami kota serang banten kira2 disana servicenya dimana ya denger2 paling dekat di tangerang itupun di BSD city….thank infonya………….

  46. yudiwbs Berkata

    milis: http://groups.yahoo.com/group/picanto_indonesia/

    Manual picanto setahu saya memang tidak ada bahasa Indonesianya mas.

    Mengenai medan jalan:
    Asal jalannya tidak jelek :-) kalau jelek kasihan mobilnya. Picanto termasuk rendah, bannya kecil dan suspensinya keras jadi tidak nyaman kalau lewat jalan jelek.

  47. Darsono Berkata

    Minggu lalu inrejen pica baru 225 km dan mumpung masih baru dan belum kotor aku pasang sarung jok bahannya vinyl anti gores sekalian pasang karpet habis 1,1 jt, weeh mahal juga (mungkin di p.jawa gak ampe segini) bagaimana Stella ? hanya sayangnya gak tau kapan kenanya kaca depan pica ku tergores tipis (mungkin dari kotoran di wiper) adakah rekan2 yang tau bagaimana caranya agar goresan itu bisa hilang ?
    Setelah dipasang karpet suara ban agak berkurang.
    Respon mesin di gigi 1 kurang cepat, beberapa kali di lampu merah waktu mau jalan mesin mati, setelah mengenal karakter mesin, caranya dengan memainkan gas sehingga rpm diatas 1000. Seperti apa yg dikatakan mas yudi mengenai peredam kejutnya pica keras saya juga merasakannya kurang nyaman, terlebih dijalan yg keriting.

    2 bulan lalu saya dalam perjalanan dari jkt ke bdg naik mobil salah satu travel, saya kaget karena tol cipularang sekarang jalannya kriting (kenapa yah ?). Bagaimana komentar rekan2 yang suka bawa pica jkt - bdg mengenai peredam kejutnya pica di jalan ini ? apakah di kecepatan tinggi terasa getarannya di kemudi ? dan tentunya akan membuat lengan letih.

    Salah satu yang membuat saya kaget juga tukang bannya adalah waktu pertama kali mau pompa ban termasuk ban serep, loh kog ukuran dan modelnya kog lain dengan 4 ban yg terpasang (padahal saya lihat di mobil2 lain ban serepnya sama dengan yg terpasang), setelah chek di showroom dan saya lihat di pica yg lain juga begitu, katanya memang bawaan dari sononya dan ban serep ini memang betul2 hanya untuk cadangan dan dalam keadaan terpasang kecepatan max 80 km/jam. weleh2 kog ada2 saja !! apa emang begitu !

    Pada dasarnya mobil ini cukup ok. dari luar terlihat mungil tapi ruangan dalamnya termasuk lega, interior cukup cantik dibanding mobil sekelasanya, hanya sayangnya manual book antara diesel, manual dan matic jadi satu dimana kadang2 saya jadi bingung di buku ada item xx seperti alarm di kunci kontak, dll. waktu saya cari2 di pica opsi 2 saya ternyata gak ada, tidak ada bahasa indonesianya (mungkin ATPM nya perlu membuat dalam bahasa indonesia juga).

    Power window hanya utk jendela depan saja, yg belakang pake engkol, lah kog tanggung amat yah buatnya gak sekalian semuanya pake power window…… salam

  48. yudiwbs Berkata

    mas darsono, makasih reviewnya.

    Mudah-mudahan dibaca oleh pihak KIA, IMO membuat manual picanto versi bahasa Indonesia harusnya mudah sekali.

  49. Rian Berkata

    thanks a lot mas Yudibws atas reviewnya…sangat membantu…saya sudah tiga bulan menggunakan picanto beli yang option 2 new…kelebihan dan kekurangan yang diceritakan di review sama sekali mirip dengan yang saya alami.

    dan yang paling masalah emang adalah saya tidak bisa mundurin kursi lebih kebelakang lagi karena sudah mentok, padahal badan saya agak gede….(salah ndiri juga beli mobil kecil)…

    ada ndak temen2 yang pernah ngerasain masalah yang sama?
    ada tips dan trick supaya nyaman nyetirnya

    regards
    Rian

  50. yudiwbs Berkata

    @rian
    Sama-sama :-)

    Tilt steering sudah diset ke yang paling tinggi?
    Kalau saya, posisi telapak kaki miring saat nginjek rem dan gas. Maksudnya posisi telapak kaki di jam 2, bukan jam 12. Dengan cara itu kaki bisa menekuk dengan rileks.

    Tapi memang tinggi saya cuma 169 cm :-)

  51. Atik Berkata

    Wah3 bgs sekali y blogny…jd pengan ganti pica. Saat ini saya pengguna Atoz 2002(uda agak tua c, y remaja lah, :-)). saya mw tanya ne, berhubung saya msh kul n msh single, pngn bli yg city car yg irit, plng ga y ky seirit atoz gt. saya me tny ne…iritan mn y sama atoz…trz panjang pica sama atoz lbh panjang mn y, soalny tmn2 rmhny bny yg masuk gang.terima kasih…

  52. yudiwbs Berkata

    atoz sepertinya lebih kecil. mengenai konsumsi bbmnya saya tidak tahu, soalnya belum pernah menggunakan atoz.

  53. Margo Berkata

    Pa’ Yudi, Ysh
    Saya ingin pendapat pa’ Yudi bagaimana dengan KIA CarensII 1800 CC.
    Apa kelemahan dan kelebihannya termasuk purna jual dan suku cadang. Kami tinggal di Pontianak. Ada yang menawarkan CarensII tahun 2005 seharga Rp. 105 jt. karena yg News tahun 2008 Rp. 188. Jt. (manual).
    Terima kasih sebelumnya.

  54. yudiwbs Berkata

    Maaf Pak Margo, saya tidak punya informasi untuk Carens. Mungkin bapak bisa cari di milis atau forum khusus Carens. Mungkin di groups.yahoo.com ada komunitas Carens Indonesia.

  55. Esaf Andreas Berkata

    baru kali ini saya ketemu website yg review picanto secara lengkap dan jujur, tidak terlalu obyektif, tapi jujur… terima kasih banyak Pak, sy dan istri emang lagi cari2 mobil irit bbm, sekarang sy pake soluna matic, dan maunya sih ganti yg matic jg , dah keenakan… sekaligus cari tahun muda
    sekali lagi terima kasih info2nya… salam hangat

  56. yudiwbs Berkata

    :-) makasih, memang saya buat review ini soalnya sebal melihat review majalah lokal yang sama sekali tidak membantu.

    Mengenai reviewnya yang tidak terlalu obyektif, memang sulit, soalnya punya sendiri sih hehe. Selamat berburu ya pak, kalau belinya picanto (semoga) jangan lupa tulis reviewnya disini yah :-)

  57. Gunners Berkata

    Om yudi, picanto opt 2 senderan bangku belakang nyatu atau terbagi 2, td liat2 ke show room kia, bangku blakangnya nyatu yah?

  58. yudiwbs Berkata

    Harusnya OPT2 dua sih terbagi 2, supaya bisa buat konfigurasi 60:40 (separuh ditidurkan, separuh digunakan untuk duduk).

    OPT1 yang menyatu, jadi konfigurasinya cuma bisa tidur semua atau duduk semua.

    Tapi tidak tahu ya sekarang, soalnya fitur ini sepertinya tidak terlalu diperhatikan pihak KIA, jadi bisa saja berubah. IMO, fitur ini penting untuk keluarga dengan anak 1.

  59. Erico Berkata

    Wah, kebetulan lagi naksir KIA Picanto, eh ketemu review ini. Isinya informatif banget Mas Yudi, he.. he.. he.. luar biasa.

    Kemarin baru dari Kantor Pusatnya di Sunter, salesnya juga cukup informatif. Rupanya varian Matic yang ready cuma STD 115jt dan OPT 118jt, ada sih OPT3 tapi harus inden dulu, soalnya harganya paling mahal 128jt.

    Rencananya bulan-bulan depan mau ambil KIA Picanto, tapi yang transmisinya Automatic, kemungkinan yang OPT, berhubung buat istri dan dengan pertimbangan Jakarta tambah lama tambah macet.

    Kira-kira konsumsi bensinnya apa lebih boros dibanding yang manual? Terus perawatannya apa jauh lebih mahal?

  60. yudiwbs Berkata

    makasih :-)

    Betul pak, kalau macetnya parah IMO lebih baik menggunakan automatic.

    Kalau dari milis, setahu saya yang matic memang lebih boros bbm daripada manual. Kalau dari sisi perawatan saya kurang tahu (belum pernah menggunakan matic). Tapi dari yang saya baca sih, bagian automatic-nya mahal banget kalau rusak. Katanya perlu diperhatikan oli matic-nya, jangan sampai terlambat diganti.

  61. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    haloo mas yudi…saya kemaren nyoba untuk ngisi bensin full ga tau kenapa … yang katanya mesin kia pic cepet mati tiba2 jarang mati? emang ngaruh kalo bensin full? trus mau tanya juga rem tangan kia saya aga susah untuk di buka /di lepas apa karena baru ? kenapa yaaa… thanks ya atas bantuan nya ………….

  62. yudiwbs Berkata

    Satahu saya sih tidak ada pengaruhnya. Ganti pombensin tidak? kalau ganti, mungkin karena kualitas bbm-nya.

    Kalau rem tangan, saya tidak ada masalah. Kalau parah lebih baik dibawa ke bengkel resmi saja mas.

  63. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    kayannya saya ganti pom bensin kali yaa sebelumnnya saya ga pernah ke tempat itu….
    rem tangan ini kalo orang sunda bilang “peureud” apa ada pengaruh karena baru? ok saya coba buat ke bengkel…..

  64. Steven Berkata

    saya tertarik bli pica juga…. cuma harga masi cukup tinggi buat saya… untuk stella, bisa dapet diskon ga? thx

  65. yudiwbs Berkata

    Saya tidak yakin Stella masih monitor blog ini, mungkin kontak di langsung saja :-)

    Setahu saya sih, picanto tidak pernah ada discount harga. Ini juga berlaku untuk penjualan di luar negeri. Mungkin kebijakan dari KIA sudah seperti ini.

    Tapi kemarin di milis ada yang beli Picanto versi lama (yang lampunya masih kotak), mungkin harganya jadi bisa lebih miring.

  66. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    halo mas … (mudah-mudahan ga bosen) untuk assesoris kia pic kira2 di bandung dimana ya ?

  67. yudiwbs Berkata

    Untuk aksesories saya belum pernah beli.

    Tapi saya pernah baca di forum bahwa Cihampelas Motor menyediakan beberapa aksesories untuk picanto. Mungkin bisa coba didatangi saja, atau ditelp atau via forum (http://www.serayamotor.com/diskusi/viewforum.php?f=20).

    Bisa juga coba fasilitas search di forum tersebut.

    Tolong ditulis disini ya kalau sudah berhasil ketemu aksesories yang dicari.

  68. Andre Berkata

    Salam kenal mas Yudi,numpang tanya nih..Saya mau cari mobil buat first car yg penting sih irit :p…Keliatannya picanto ini masuk target utama saya..Tapi setelah browsing2 ke beberapa situs leasing, kok harganya beda2 yah?lumayan jauh lagi, yg Manual OPT 2 bisa 10 jutaan bedanya..

  69. yudiwbs Berkata

    Wah itu juga saya baru tahu. Setahu saya sih asal kotanya sama, harganya juga sama. Tapi memang waktu saya beli saya cuma lihat di satu tempat :-) Menurut saya mungkin dicoba di telp saja, jangan-jangan situsnya belum diupdate. Soalnya saya lihat situs kiamobil juga jarang diupdate.

    Boleh share disini situs leasingnya mas? tks.

  70. Andre Berkata

    Saya bandingin oto (http://www.oto.co.id) dengan posmobil (http://www.posmobil.com). Oto kasih harga Rp 98jt, PosMobil Rp 107jt…Satu lagi saya cek ke http://www.mitsuileasing.com kasih harga Rp 97jt…Saya baca di berapa forum malah harganya sampe 110jt an…Kalo ke dealernya lsg saya blum sempet sih, karena msh rencana aja :p

  71. Hayati Berkata

    Mas Yudi,
    Saya tertarik sekali dg reviewnya. Kebetulan lg cari2 mobil yg bagus, irit dan ekonomis tentunya. Sy tertarik dg Picanto yg automatic. Ada yg bilang Picanto yg matic ga begitu bagus yah, krn ccnya kecil, jd kalo matic, mesinnya cepat panas. Bener ga sih, secara saya gaptek soal mesin nih? Trus juga kalo dibandingkan antara mbeli Picanto dg Honda Jazz, mending yg mana ya…?

  72. yudiwbs Berkata

    Mengenai matic, setahu saya (dari milis dan forum) tidak pernah ada keluhan mengenai mesin panas. Tapi mungkin sebaiknya dikonfirmasi ke pengguna pica matic (via milis).

    Mengenai perbandingan dengan Jazz, jelas lebih bagus Jazz hehe. Masalahnya harga barunya juga berbeda jauh :-)

    Menurut saya selisih fitur dan kemampuan antara picanto dan jazz tidak sebanding dengan selisih harganya. Saya pribadi tidak mau membayar lebih hanya karena merk dan popularitas mobil. Lebih baik selisihnya digunakan untuk hal lain saja :-)

  73. yudiwbs Berkata

    @andre, makasih infonya. Sorry lama baru muncul commentnya, masuk ke kotak spam sih (mungkin karena ada linknya).

    Menurut saya harga pica sepertinya tidak mungkin dibawah 100 juta sekarang. Bulan Jan 08 saja OPT1 sudah mencapai 101 dan sepertinya akan naik terus.

    Jadi kemungkinan besar belum diupdate websitenya.

  74. joko s Berkata

    Hallo Mas Yudi…

    Gara-gara Blog Mas Yudi nich Saya ambil Nec Pica Opt 1, tgl 20 mei kemaren. Mas ada beberapa pertanyaan, mohon bantuannya :

    1. Pada masa garansi, jika kita pengen nambah beberapa fitur interior, misal : Power Window, alarm, Power untuk Radio/tape yang bisa berpengarung dengan kelistrikan, apakah harus di Bengkel Resmi KIA? Saya baca buku garansi, kalau ada kerusakan kelistrikan yang diakibatkan krn merubah fitur bukan di Bengkel Resmi KIA, Pihak Kia Tidak Menjamin Garansinya.

    2. Berapa ya biaya pasang power window depan belakang (4 windows) dan pasang alarm di Bengkel Resmi KIA, atau di tempat lain kalo bisa?

    Makasih atas tanggapannya.

  75. yudiwbs Berkata

    Selamat atas mobil barunya ya. Mudah-mudahan blog saya tidak menyesatkan :-).

    1. Sebaiknya ditanyakan ke bengkel resminya pak. Saya sendiri waktu pasang alarm diserahkan ke salesnya. Saya pikir dikerjakan BeRes, tapi ternyata dikerjakan oleh pihak lain yang dipanggil ke BeRes. Ketahuannya saat ada masalah dengan alarm, bengkelnya sama sekali tidak mau menyentuh, saya diminta ke tempat yang memasang. Kalau power window saya pikir baru dikerjakan oleh BeRes, karena di OPT2 disediakan.

    2. Maaf, saya tidak tahu sampai masih menggunakan cara manual (diputar). Kuno ya :-)

  76. ROBBY NOVA SETIAWAN Berkata

    halo mas yudi…kebetulan saya awam akan mobil dan mobil saya baru 4 bulan, saya mau tanya kira2 yang harus di cek rutin tiap bulannya kira2 apa? kebetulan kilometer nya sekitar 500km
    thanks..

  77. yudiwbs Berkata

    Bisa dibaca di buku manualnya mas, untuk bulanan:
    - Cek air pendingin (di coolant reservoir)
    - Cek lampu-lampu exterior (lampu rem, turn light dst)
    - Cek tekanan ban, termasuk ban cadangan

  78. joko s Berkata

    Mas, nanya lagi nich (mumpung gratis :p… ;)

    1. Air radiator baiknya air biasa, air mineral (Aqua), atau air khusus (coolant)..? sy pernah denger katanya kalo pake air coolant (yg berwarna itu) malah bikin radiator cepat berkarat, apa benar…?

    2. Mengenai bahan bakar untuk Picanto, apa ada masalah jika dicampur antara Premium dan Pertamax dengan perbandingan 50:50?

    3. Bagaimana jika kita mengisi bahan bakar secara tidak beraturan, kadang premium kadang pertamax (liat isi dompet soalnya :)… ;) Dan saat ini saya sudah terlanjur isi Pertamax sesuai saran Mas Yudi. Tapi dipikir2 mahal juga ya Pertamax..

    Thanks Mas….

  79. yudiwbs Berkata

    1. Menurut manual: menggunakan de-mineralized water. Lalu untuk proteksi dari korosi harus menggunakan ethylene-glycol-based coolant. IMO ganti di bengkel resmi saja saat service rutin, toh kita jarang harus menambahkan coolant. Untuk hal ini coba lihat arsip milis terakhir, soalnya ada yang kena kasus overheat karena radiatornya tertutup kerak. Tapi memang pica tahun 2004 kalau tidak salah.

    2 dan 3. Tidak tahu mas, dari forum sih katanya tidak apa-apa. Saya juga belum pernah baca di internet yang melarang pindah BBM dengan RON berbeda. Sepertinya ada standard untuk BBM, jadi harusnya sih kompatibel. oh ya tolong ditulis disini ya mas bedanya pake premium dengan pertamax. tks.

  80. Aditzz Berkata

    sorry ya teman2 agak meleset nih replynya…cuma mau comment masalah bensin nih, mobil yg saya pakai chevrolet spark 800cc dari iklan2 zaman itu sich 1:20, tapi dari hasil pemakaian dalam kota ya cuma 1:10-11 ,

    kalo org tanya bensin irit banget ya dik? plg saya jawab lumayanlah 1:10 tp mereka langsung bilang kok boros banget mobil saya Jazz aja 1:20 / Vios 1:16 (klaim dalam kota) , behubung saya gak punya mobil2 tsb diatas yg jd pertanyaan adalah…..bener gak sih konsumsi bbm mobil2 diatas spt yg mereka bilang? krn kalo iya kok rugi bgt ya mempunyai mobil ber cc kecil konsumsi bbm kalah jauh :(

  81. yudiwbs Berkata

    Jazz dan vios juga tidak sampai segitu kok, kalau dari forum-forum saya pikir setara dengan picantolah (1:10 sd 1:14).
    Tapi untuk luar kota, picanto biasanya lebih irit.

    Memang cc kecil belum lebih irit, banyak faktor yang lain termasuk teknologi mesinnya.

    Kalau pertanyaannya jadi kenapa tidak ambil jazz atau vios? Jawabannya ya karena harganya beda jauh dengan picanto hehe.

  82. tedhe Berkata

    Mau nanya ya,
    Adakah yang tau, gimana perawatan Honda Jazz iDsi Matic , karena saya berminat beli mobil ini, tapi takut akan perawatan maticnya. Karena saya belum pernah pake matic. Trus mobil ini nantinya juga mau dipake orang tua saya juga, gimana ya matic mudah ga kl dipake orang tua?..
    Dan gimana biaya perawtan untuk olinya? katanya kalo matic 800ribu ya? tapi masa sekali ganti oli segitu.. wah tekor dong !..ato gimana tuh maksudnya?
    I need a help…thenkyu !

  83. tedhe Berkata

    Maaf ya pak, if the question is not about picanto. mungkin bapak ada infonya, thx

  84. yudiwbs Berkata

    Maaf, saya tidak tahu jawabannya. Belum pernah menggunakaan jazz dan matic :-)

    Coba ke forum otomotif di kaskus, disana ada thread khusus pengguna Jazz (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865940). Milisnya juga ada. Saya yakin komunitasnya jauh lebih besar dari picanto. Banyak yang bilang “mobil sejuta umat” :)

  85. reza Berkata

    salam kenal mas yudi n all,
    nama saya reza dari surabaya.mbl sy new pica opt 2 ‘07 warna silver.
    pertama buka2 web kia picanto sy lgs tertarik utk buka blog mas yudi. dan tnyt isinya cukup menarik.
    sy ingin share ttg jok blk new pica, khususnya yg opt 2. kmrn sabtu kebetulan hbs service 10k di beres kia mobil surabaya. dan bengkel ini satu tempat dgn showroom. hsl ngobrol2 dengan salah satu staf penjualan sy baru tau kalo opt 2 ada 2 tipe jok blk. yg keluaran pertama spt pny sy joknya tdk bs dilipat 50:50. sedangkan yang keluaran terakhir baru bisa dilipat 50:50 dan ada head rest. menurut dia, memang ini jatah dari pabriknya. bukan akal2an dealer.
    oh, iya sekaligus share utk service 10k kmrn termasuk ganti oli mesin (total 10/40) + filter oli total biaya Rp.400rb-an.
    btw, rekan2 ada info dimana saya bisa beli talang air dan brp harganya? di surabaya susah bgt carinya. adapun itu utk pica model lama. harus sdkt modifikasi di ujung dekat dudukan spion luar.

  86. yudiwbs Berkata

    halo mas Reza, makasih banyak sharing infonya. Berarti dulu waktu saya mau beli memang belum bisa dilipat sebagian (saya beli des 07). Ditunggu review yang lain yah :)

    Maksud 50:50 itu, sebagian jok belakang bisa dilipat sebagian ya. Setahu saya biasanya disebut 60:40 sih (mungkin maksudnya 60% orang, 40% barang). Kalau yang di OPT1 itu yang 50:50 (barang dan orang 50%), alias bangku belakang hanya bisa dilipat semua.

    Tapi ternyata selama saya menggunakan picanto, belum pernah dilipat. Karena bagasinya cukup terus, kalau kepepet bagasi penuh ya diletakkan di bangku belakang, itupun sangat jarang.

    Mengenai talang air, maaf tidak bisa membantu. Sudah coba tanyakan ke milis?

  87. reza Berkata

    sori nih mas yudi, yg sy maksud 50:50 tuh sandaran dan alas bisa dilipat separuh-separuh. kalo punya sy mungkin sama dengan punya mas yudi, harus dilipat semua (sandaran + alasnya) kalau mau bawa barang bny.

    talang air tar coba sy tanyakan ke milis deh.

    sekarang sy lagi pesan cover jok. punya sy udah bny pulaunya.. maklum sering bawa anak kecil, dan warna joknya abu2 muda jadi gampang kotor.
    mslh bbm cukup irit. kombinasi kota tol 1:12-13 full ac. luar kota pernah 1:20. sy pk premium.

    sekalian share dikit utk mas tedhe, kebetulan sy sebelumnya pk genio matic 95. kalau matic memang perawatan harus lebih diperhatikan masalah oli transmisi. apalagi utk lalu lintas jkt yang sering bgt macet. tp hal ini sesuai dgn kenyamanan yg didapat. kaki kiri gak pegal2 injak kopling. pengalaman saya pake mobil matic kurang lbh 6 thn gak ada masalah. cuman terakhir sebelum saya jual udah mulai kasar pindahnya. karena umur kali ya..kalau ganti oli gak mahal2 amat sih. sekitar 200rb-an. tergantung merk oli. tapi utk honda jazz setahu saya sudah memakai sistem cvt. mungkin olinya agak mahalan dikit dibanding matic non cvt. kalau mslh pemakaian sehari2 mungkin orang tua perlu sdkt penyesuaian, tp itupun gak lama. cuman masalah kebiasaan aja kok.dari sisi kemudahan, nurut sy sgt cocok utk orang tua, krn gak ribet harus pindah2 gigi. yg pasti, selama sy pakai matic, rasanya mengemudi jd lebih rileks aja dibanding pk manual.

  88. yudiwbs Berkata

    Makasih atas infonya..

    Masalah jok memang benar, terlalu terang. Tapi kalau gelap kesannya jadi tambah sempit juga.

  89. tedhe Berkata

    Makasih atas infonya, buat pak yudiwbs & pak reza..btw saya perempuan pak, bukan mas tedhe ^_^ , Terima kasih,,

  90. kaupadaku Berkata

    pak yudi,
    sandaran bangku belakang kalo dilipet jadi rata gak ama lantai bagasi?

  91. Penny Berkata

    Saya baru mau beli Picanto, sudah bayar tanda jadi
    Saya pilih yang versi lama (lampu kotak) tapi tipe yang automatic, harga di price list 111jt karena stock lama jadi 106.5jt - Diskon 3.5 jt. Salesnya menyarankan uang diskonnya digunakan untuk ganti velg racing dan pasang alarm total tambahan 2.5 jt (kemahalan ga?)

  92. yudiwbs Berkata

    @kaupadaku: nanti saya lihat dan foto deh, lupa soalnya.

    @penny: Makasih infonya, ternyata discountnya tidak banyak ya. Saya pasang alarm 350 ribu, tidak tahu ya kalau mengenai velg.

    Saran saya sih, uang diskonnya untuk biaya bensin saja :)

    Untuk kasus saya, alarm bukan dipasang oleh bengkelnya lho, semacam di-outsource begitu. Jadinya bengkel resmi tidak mau tanggung jawab kalau ada masalah. Lebih baik dipasang sendiri saja di luar bengkel.

  93. cahyadi Berkata

    Mas Yudi, saya lokasi di Jakarta, lagi ngincer Picanto nih, kalo boleh minta pencerahannya tentang beberapa hal:

    1. beda GL/GLX/GLS itu apa sih?
    2. tau nggak ya harga pasaran Pica’04 di Jakarta? kalo bisa semua type (GL/GLX/GLS), soalnya takut diboongin di harga gara2 type >.<
    3. ada kenalan yang jual Pica’04 nggak ya? Hehehe.

    Makasih banget ya Mas…

  94. yudiwbs Berkata

    @cahyadi, wah maaf saya juga tidak mengerti. saya pikir lebih baik ditanyakan di milis, disana banyak pengguna pica dari tahun 2004.

    Kalau tidak salah di milis ada yang mau jual pica merah tahun 2004. Silahkan dilihat arsipnya.

  95. reza Berkata

    mas yudi,
    update nih.. cover jok yg saya pesan dah di psg tadi siang. hasilnya lumayan sih. saya pilih warna hitam, jadi lebih kalem dikit di dalam..tp blm tau apakah kalau siang jadi agak panas..
    tunggu 1 - 2 hari ke depan..

  96. yudiwbs Berkata

    @reza

    Ada fotonya mas?
    Kalau boleh tahu, berapa dana yang dibutuhkan ya? bahannya apa? Ya siapa tahu nanti perlu :)

  97. WARJOG Berkata

    Wah… kalau harus pakai pertamak jadi repot. Mohon produsen untuk mengklarifikasi, karena ada sticker cukup premium, nanti dikira nipu lho. Saya juga pakai pica karena informasi saat itu cukup minum premium. Sebenarnya ada 2 tawaran dengan haega yang tidak jauh waktu itu, yaitu pigeot 206 tahun 2003 dan picanto option tahun 2004. Tapi karena pigeot khabarnya harus pake pertamak, maka saya beli picanto. Selama ini di saya (sudah jalan sekitar 12000 km) pakai premium, kayaknya sih tidak ada masalah. Hanya suara ban/apa di belakang yang terasa menderu-deru pada kecepatan di atas 60 kpj. Memang mobil yang berumur 5 tahunan harus banyak yang ganti (pica saya km 71000). Kemarin pas service disarankan untuk ganti kanvas kopling (harga sekitar 1,4 jt). Keluhan lain hampir sama, kalau terburu-buru, mobil ndut-ndutan pada gigi 1. Konsumsi bahan bakar lumayan irit, dalam kota ac on terus di jogja sekitar 1:13,8 km. bilangan ini saya dapatkan dari pengukuran yang terus menerus selama saya pakai. Untuk ke luar kota, belum saya lakukan. Saya kemarin baru dapat info bahwa resiko pake premium adalah pada jarak tempuh sekitar 50.000 km, cc (cathalis converternya) akan tersumbat dan mobil akan macet. benar ngak ya? dan berapa harga cc tersebut?

  98. yudiwbs Berkata

    @warjog, terimakasih reviewnya, lengkap :-).

    Mengenai pertamax, saya tidak tahu apakah mobil picanto di Indonesia sudah diset agar bisa minum premium. Mungkin sebaiknya ditanyakan ke pihak bengkel/mekanik, kalau ke sales pasti jawabannya asal saja. Dari bacaan di internet sih katanya asal tidak ngelitik tidak apa-apa, walaupun tetap dianjurkan mematuhi buku manual.

    Suara ban memang picanto ribut sekali, merk bannya apa ya mas? Kumho bukan? Di tempat bengkel spooring balancing saya juga dianjurkan nanti beli merk ban lokal, lebih cocok dengan jalan Indonesia katanya.

    Kalau mengenai CC setahu saya itu bakal rusak kalau menggunakan bensin dengan timbal. Ada yang bilang seluruh bensin di Indonesia sudah tanpa timbal, termasuk yang premium. Tapi ada yang bilang juga hanya di jabodetabek saja yang dijamin tanpa timbal. Setahu saya dari milis belum pernah ada yang CC-nya rusak.

  99. Yono Berkata

    Ikutan sharring nih,
    Pica saya pakai ban bridgstone techno 165/70/13 baru ganti ke 4 nya mumpung belum naik (355 ribu per buah), suara lumayan lebih halus, karena katanya ban ini lebih empuk. Tapi kok konsumsi BBM nya menjadi lebih boros, tapi saya kurang tahu apakah karena ganti ban atau karena settinnya. Karena kebetulan service dan ganti ban bareng, juga ganti kenalpot bagian belakang. Mohon saran. Trus, knalpot ada pengaruhnya ke konsumsi BBM ngak, dan sepertinya punya andil yang besar terhadap suara. Mohon saran knalpot yang baik.

  100. yudiwbs Berkata

    Lebih lebar tidak mas bannya? Makin luas permukaan ban yang bersentuhan dengan jalan berarti makin boros (makin banyak gesekan). Tapi enaknya, mobil jadi lebih “lengket” dengan jalan.

    Kalau knalpot saya tidak tahu, knalpotnya ganti yang original?

  101. teddy Berkata

    thanks atas infonya yg lengkap ya pak
    lagi cari yg 2nd nya nih, cuman agak susah ya cari yg warna merah matic (utk istri)

    yg baru opt 3 a/t kalo ga salah sudah 128jt

  102. yudiwbs Berkata

    @mas teddy,

    makasih, warnanya harus merah ya :-)

    Saya juga dulu awalnya mau beli yang sky blue, tapi karena harus menunggu lama dan mobil yang lama sudah keburu dijual akhirnya jadi ambil bright silver yang tersedia.

  103. Yono Berkata

    Bannya sama dengan sebelumnya, tapi perasaan tambah empuk. Knalpotnya apa ada yang orisinil (cuma bulatan) yang paling belakang. Kalau ada yang ori, berapa ya harganya? Sekarang kok kalau belok, seperti terdengar gesekan menderu di bagian bawah. Apa pengaruh laher atau apa ya? Info saja, setelah BBM naik, sepertinya harga pica 2nd tambah tinggi. Di Jogja, tahun 2004-an 75 jt ke atas. Padahal keluaran 2004 CBU baru waktu itu hanya dijual 60 jutaan. Gimana di tempat lain?

  104. yudiwbs Berkata

    Mengenai knalpot, harusnya sih ada, cuma ya pasti lebih mahal. Saya dulu (2003) pernah ganti knalpot ori katana kena 600 ribu (semuanya sih).

    Mengenai harga, wah bagus sekali, ternyata picanto harga jual kembalinya semakin tinggi.

  105. reza Berkata

    halo mas yudi,
    sori baru terbit lagi nih..
    ada fotonya. tp gimana ya postingnya?
    total biaya 850rb, dan tnyt gak panas jg.

  106. Yono Berkata

    Untuk picanto kok sepertinya banyak masalah pada kaki-kaki (terdengar suara bleduk-bleduk), kalau direm pada jalan turun, bagian depan terdengar bleduk-bleduk juga. Kira-kira apa yang harus di cek dulu?

  107. yudiwbs Berkata

    @reza, buat account di flickr saja, nanti linknya mohon posting disini.

    @yono
    Kalau saya bunyi seperti itu kalau lewat polisi tidur atau lubang. Kalau direm di jalan turun sih tidak bunyi.

    Saran saya ya dibawa ke bengkel resmi saja mas, daripada tambah parah.

  108. Yono Berkata

    Sebelum pakai pica, saya pakai katana th 94. Tenaga oke, tetapi bensin dalam kota, AC aktif sekitar 1:9km. Ternyata ada yang beda tentang roda penggeraknya. Kalau katana penggerak roda belakang, ternyata picanto penggeraknya roda depan. Mohon infonya tentang kelebihan dan kekurangannya. Thanks.

  109. yudiwbs Berkata

    Saya tidak terlalu mengerti juga, Mas Yono bisa googling saja tentang ini dengan keyword Forward Wheel Drive (FWD), Rear Wheel Drive (RWD), dan All Wheel Drive (AWD) ..
    eh bener tidak ya nulisnya?

  110. DEDI Berkata

    @Warjog
    KIA Picanto rekomendasinya menggunakan pertamax plus, karena Compression Rationya 10:1, untuk menghindari rusaknya piston sepertinya kita lebih bijak menggunakan BBM sesuai yang direkomendasikan.
    coba lihat http://saft7.com/?p=274

  111. ABe Berkata

    @ Yono

    AFAIK, RWD (gerak belakang) kontrolnya lebih kerasa daripada FWD (depan) –> kasus mobil sport, rata2 RWD atau AWD. Jadi pengendaraan lebih mantap (memang ga semantap AWD). Cuma, kalo FWD lebih irit dan tenaga spontan (ga ada kerugian gesek lewat gardan yang meneruskan tenaga mesin ke roda belakang) sementara RWD lebih boros. CMIIW

  112. yudiwbs Berkata

    @Dedi makasih infonya pak, tapi menurut buku manualnya Picanto sebaiknya menggunakan RON 91, jadi dengan Pertamax yang RON-nya 92 sudah cukup. Kalau pertamax plus RON-nya 95, ketinggian. Dengan asumsi RON pertamina ini bener ya ;-)

    Setahu saya, RON ini tidak hanya bergantung terhadap kompresi, ada faktor lainnya. Jadi IMO lebih baik kembali ke buku manual atau konsultasi dengan mekanik bengkel resmi.

  113. yudiwbs Berkata

    @abe, makasih pak infonya.

  114. DEDI Berkata

    @yudiwbs
    pak, sebagai sharing pengetahuan, sudikah bapak juga melanjutkan penjelasan bapak tentang faktor2 yang mempengaruhi RON selain kompresi…

  115. yudiwbs Berkata

    Hmm saya tidak tahu pasti, tapi pernah dibahas di forum ada mobil yang kompresinya tinggi tapi menurut buku manual hanya butuh RON88 (sori lupa URL-nya). Ada juga yang bilang derajat pengapiannya diset sedemikian rupa oleh pabrik sehingga walaupun kompresi tinggi tapi cukup minum premium dengan konsekuensi tenaga berkurang.

    Kesimpulan ini juga bisa diambil dari info saft7 tadi yang menurutnya picanto harus RON95 tapi ternyata menurut manual hanya RON91. Dengan asumsi manual lebih valid, ini berarti kompresi tidak menjadi faktor satu-satunya karena model perhitungan saft7 tadi jadi tidak cocok. Faktor yang lain apa dong? ya saya tidak tahu hehe. Ada yang lain yang bisa bantu?

  116. menok Berkata

    hmmmm….itu…aq kok gag bisa register di forumnya kia picanto yah??

    tahu caranya???
    pengen banget ketemu ama temen2 sesama pengguna picanto lainnya…

    kalo tahu…kirim imel yah…
    thx

  117. yudiwbs Berkata

    @menok, forum yg di Indonesia? setahu saya itu kurang aktif. Lebih aktif milisnya, walaupun akhir-akhir ini memang lebih banyak OOT nya sih.

  118. Yono Berkata

    Saya sedang eksperimen untuk hemat BBM. Hasil sementara, dengan tekanan ban depan belakang 30 psi, ternyata tembus 1:12, kemudian saya coba tekanan ban 32 psi ternyata bisa tembus 1: 12,8. Ini hasil sementara. Selanjutnya saya akan eksperimen dengan oli mesin. Sekarang ini saya pakai Fastron 20W/50. Kalau ganti oli, nanti akan saya ganti Fastron yang 10W/40. Ada yang punya informasi tentang pengaruh oli mesin?

  119. yudiwbs Berkata

    @Yono, makasih atas informasinya.
    Tekanan ban picanto memang direkomendasikan 32 psi pak (depan dan belakang), bisa dilihat di bagian bawah pintu sopir. Kalau oli belum pernah coba ganti, tapi di forum ada yang pernah bilang memang ada pengaruhnya.