Ini kelanjutan posting saya sebelumnya. Waktu saya googling tampaknya belum ada review dari pengguna Picanto di Indonesia. Bukannya tidak ada sih, tapi tersebar di forum dan mailing list.
Disclaimer: saya jelas bukan reviewer otomotif profesional
hanya sekedar user. Mobil yang saya pernah gunakan juga cuma Katana dan Toyota Cressida (tapi jarang). Jadi yang pasti review ini subyektif. Posting ini rencananya saya update terus sesuai perkembangan.
Picanto saya sudah digunakan kurang lebih 300 1800 8600 Km , sudah dibawa ke Lembang, bermacet-macet di kota, dan kadang ke tol (–update 09: sudah dibawa ke anyer dan beberapa kali ke Jakarta). Berikut kesan-kesan saya:
Sisi positif:
- Enteng dibawa tanjakan. Ini penting untuk kondisi Bandung yang banyak naik turun. Maks torque (96NM) didapat pada RPM 2800, jadi pas untuk dalam kota. Walaupun torquenya kecil, tapi berat Picanto cuma 852 kg (1 NM untuk 8.87 kg). Biasanya saya dapat menggunakan gigi 2-3 di setiap tanjakan. Kecuali untuk satu tanjakan di daerah Polban, tanjakan panjang, curam dengan dua kelokan. Picanto harus menggunakan gigi 1 (AC masih nyala) . Tapi saya pernah berpapasan dengan Terano di tanjakan ini dan kalau dilihat dari suaranya dia juga menggunakan gigi 1. Katana saya dulu pernah mundur di tanjakan ini. Macet di tanjakan basement mall paris van Java juga tidak masalah (mobil diisi 2 dewasa 3 anak-anak), rem tangan enak.
- Di tol bisa mencapai 120kpj dan masih stabil, tidak ada getaran. Jelas masih bisa lebih (RPM masih di 3500-an). Di forum ada yang bilang dapat mencapai 170-an. Kalau menurut buku manual, kecepatan maks adalah 155 an, di speedometer 180. Tapi kalau mau nyaman ya dikisaran 90-100. Lebih dari itu tidak nyaman karena suara ban dan angin mulai terdengar dan agak khawatir mengerem (baca kelemahan Picanto dibawah). Kecepatan 80 terasa tidak bergerak, jadi malah ngantuk.
- Lincah (akselerasi bagus, power steering, rem cukup) . Ini juga cocok untuk di Bandung yang banyak angkot. Mobil harus bisa lincah menyalip angkot yang berhenti mendadak atau menyalip motor di jalan sempit. Jeleknya jadi sering keasyikan tancap gas (boros bensin).
- Kopling lembut (hidrolik) dan akurat, nyaman untuk kondisi macet. Awalnya untuk kopling mundur agak seret (dan bunyi). Setelah baca buku manual, ternyata sebelum mundur harus masuk ke netral dulu, tunggu sekitar 3 detik, baru masuk gigi mundur. Setelah itu tidak ada masalah lagi untuk gigi mundur. Itulah gunanya baca buku manual
- Dimensinya kecil (lebar 1.6 m). Enak saat melewati jalan sempit dan saat parkir.
- Kursi depan nyaman, walaupun dari luar terlihat kecil, saat masuk ternyata cukup lega. Ada tilt steering.
- Bensin irit, kemarin dapat 10 sd 12 km untuk 1 liter (dalkot Bandung non tol). Tapi angka ini belum akurat, saya masih kagok menyetirnya, cenderung banyak tekan gas. Nanti diupdate lagi setelah service 1000 km. Harusnya memang irit karena cc-nya kecil dan berat mobil rendah. –update 8 Mar 08- sekarang tampaknya stabil di kisaran 1:11, kalau melewati tol 1:12 -Tapi jangan terlalu percaya brosur atau sales yang mengatakan 1:23, mungkin bisa sih tapi dengan kecepatan maks 40 kpj, selalu gigi 5, tidak macet, di tol, dibelakang bis, kaca ditutup dan AC mati –update 14 Jan 07 — Kemarin untuk rute Bandung-Lembang-Dago Pakar-Bandara Soekarno Hatta-Bandung konsumsi bensin 1:17.2 (24 liter untuk 414 km). Rata-rata kecepatan di tol 100-120 kpj, full AC. –update 17 juni 08 — Berhasil menembus 1:12 untuk dalkot Bandung tanpa tol samasekali, full AC, RPM dijaga antara 2000-2500.
- -update 16-01-08- AC dingin. Di Bandung biasanya menggunakan setelan yang paling minimal untuk suhu dan blower. Di Jakarta saat panas (tapi tidak macet), hanya butuh setengah (blower pada kecepatan no 2). Setelah parkir panas-panasan di Bandara Soekarno-Hatta hanya butuh waktu 15 menitan untuk dingin. Menurut saya ini karena volume ruang kabinnya yang kecil.
- -update 1-01-08- Mengeluarkan emisi rendah (119 g/km CO2). Sudah melewati Euro2. Saat saya kerja pagi, saya dapat melihat kota Bandung pada jam 9-an tertutup kabut abu-abu tipis polusi (lokasi kerja saya di Bandung Utara). Jadi menggunakan Picanto artinya ikut berkontribusi mengurangi polusi Bandung
- -update 29-01-08- Ada footrest untuk kaki kiri dan senderan untuk siku kanan. Baru sadar baru-baru ini. Soalnya mobil yang lama tidak punya fitur ini sih
Yang jelas, menyetir jadi lebih santai dan tidak gampang pegal. - -update 15-02-08- Build qualitynya bagus. Sama sekali tidak ada keluhan dalam tiga bulan ini, tidak ada suara dari dashboard, glove box, kursi dsb.
- -update 24-02-08- Bemper depan yang penyok karena digunakan Lia belajar mengemudi bisa dikembalikan ke kondisi semula dengan hanya disodok batang kayu dari belakang! Padahal ukuran penyoknya lumayan (kira-kira panjangnya 15 cm, dalam 5 cm). Soalnya bempernya dari plastik sih dan tidak dicat
- -update 27-02-08- Tidak capek saat membersihkan mobil, mobilnya kecil sih.
- -update 12-08-08- Nyaman untuk perjalanan luar kota (yang tidak macet dan jalannya mulus). Awal Juli saya bawa Picanto ke Bandara SH (jemput Istri dan Furqon), lalu langsung ke Pantai Carita (Lippo Carita). Berangkat dari Bandung jam 4 pagi (santai, lalu lintas lancar) sampai di pantai jam 12-an. Semua merasa nyaman tapi yang paling enak ya Furqon karena sendirian di belakang dan disediakan bantal
- Interior simple. Mungkin ada yang tidak suka karena banyak plastiknya. Tapi kalau saya cocok, minimalis dan mudah dibersihkan.
- Eksterior menarik. Mobil kecil dengan ukuran paling proporsional menurut saya. Ibu saya malah bilang seperti panda
(Picanto saya berwarna silver dengan hidung hitam).

Kelemahan: (perlu diingat Picanto adalah mobil kelas supermini dengan harga dibawah 100 juta, jadi memang ada hal yang harus dikorbankan)
- Suara ban masuk ke kabin pada kecepatan tinggi. Terasa di jalan tol dengan aspal yang kasar. Mungkin harus tambah soundproofing. Suara mesin sih OK, tidak terlalu terdengar. Kalau dalam kecepatan rendah atau diam, Picanto termasuk hening. Tanpa lihat penunjuk RPM tidak ketahuan mesin nyala atau mati. -update 14 feb 08 — pada kecepatan rendah (50kpj) ternyata dengung ban juga mulai terdengar, ada yang bilang karena jenis bannya (kumho buatan korea) tidak cocok dengan jalan Indonesia. –
- Mobil agak terbanting saat direm pada kecepatan tinggi. Pakem sih, tapi riskan juga karena bisa keluar jalan. Kalau dari manual, ini bisa dikarenakan rem basah. Atau saya terlalu dalam menginjak rem (mobil ini tidak ada ABS-nya). -update 16-01-08- Sekarang tidak lagi, tampaknya memang karena terlalu dalam diinjak. -update 14-02-08- Untuk kecepatan rendah, rem kadang-kadang tidak akurat.
- Bantingan saat belok lumayan terasa. Saat ke Lembang, dari sisi tenaga tidak masalah, tapi tidak bisa terlalu cepat di belokan.
- Ruang kaki di kursi belakang sempit. Apalagi untuk kursi dibelakang supir. Idealnya Picanto hanya digunakan oleh 2 orang, maksimum 3. Kecuali kalau di belakang hanya diisi anak-anak.
- Bensin pertamax. Menurut manual harus RON 91. Walaupun sales bilang bisa premium, tapi IMO kalau dipaksa menggunakan premium tidak bagus untuk mesin dalam jangka panjang.
- Suspensi keras, tapi menurut saya lebih baik seperti ini daripada mobil jadi tidak stabil (apalagi dulunya saya punya katana yang suspensinya jauh lebih keras hehe)
- Gas terasa tertahan di gigi 1, ini mungkin karena saya belum biasa. Ada juga yang bilang ini karakter mobil KIA dari jaman Timor. Tapi ada juga yang mengatakan ini bisa diset saat service 1000 km. –update 6-02-07 — Masih kadang-kadang tersendat walaupun sudah service 1000 km. Terutama kalau kondisi macet dan saya sedang rusuh. Solusinya hanya tekan gas pelaaan, setengah kopling atau pindah ke gigi 2 — update 24-02-08: coba pindah pom bensin. Dari setiabudhi dekat Hoka ke setiabudhi dekat Borma (pombensin paling baru). Entah perasaan saja atau memang saya sudah biasa, tapi tampaknya gejala tersendat berkurang dan isi full tank jadi lebih sedikit! Baru sekali isi sih, nanti dimonitor terus. –update 30-04-08 — setelah 2 bulan menggunakan pom bensin setiabudhi Borma, tadi coba isi di pom bensin setiabudhi dekat hoka, efeknya mobil terasa lebih berat dan saat parkir di garasi (parkir mundur agak nanjak), mobil sampai mati dua kali –
- update 16-01-08: Ada bunyi dari roda depan kalau terkena lubang yang besar di jalan. Bunyinya wajar sih, seperti mobil lain, tapi terdengar lebih keras. Sepertinya butuh tambahan soundproof di bagian roda.
- update 16-01-08: Bemper depan terlalu rendah, sudah dua kali kena pembatas ban di tempat parkir (polisi tidur sih belum pernah kena). Untungnya Picanto pendek (3.5 meter), jadi solusinya gampang: parkir agak mundur saja.
- update 24-02-08: Tuas kopling kadang tersenggol paha penumpang depan kalau ukuran penumpangnya gede.
- update 27-02-08: Tidak nyaman jika melewati jalan jelek
Menurut saya pribadi, Picanto sudah sesuai dengan harganya, bahkan untuk beberapa hal sudah melebihi ekspektasi saya.
-update 9 Jan 07-
Forum khusus Picanto:
- Indonesia: http://pci.remiel.com/forum/ (tapi lebih aktif mailing list-nya)
- Umum (banyaknya UK): http://www.kia-forums.com/kia-picanto-forum/
- Malaysia: http://forum.picantoclub.com/
-update 29 Jan 08 -
Hari ini service 1000km, ganti oli dan saringannya. Ini karena direkomendasikan oleh mekanik. Dari yang saya baca di internet memang dianjurkan untuk ganti oli di antara 300 mil sd 1000 mil pertama. Oli yang digunakan Total (agak asing juga). Katanya di bengkel resmi tersedia dua: Total dan Petronas. Tapi petronas belum ada. Setelah ganti oli perasaan sih suara mesin jadi lebih halus (sugesti mungkin). -update 24-02-08- Lebih halus memang, tapi cuma 500 km pertama, habis itu normal lagi -
Kondisi mesin dan lainnya semuanya OK kata mekanik
Service lagi setelah 5000 km. Tapi masih perlu spooring karena di bengkel resmi tidak tersedia alatnya.
BTW iseng-iseng tanya sales disebelah tempat service, harga Picanto OPT1 sekarang 101 juta dan OPT2 107 juta. Naik 4 jutaan dari Des 07.
-end update-
- update 9 Ok 08 -
Hari ini service 5000 km, dilakukan di bengkel KIA Siloam di Pasteur (bengkel KIA Wastukencana pindah ke Jl. Ahmad Yani, jadi terlalu jauh). IMO, lebih bagus bengkel Siloam dibandingkan bengkel Wastukencana. Ruang tunggu lebih enak, di lantai 2, ada kaca sehingga kita bisa melihat mobil kita sedang dirawat. Setelah service dicuci juga
. Ganti oli Repsol, dan minta bunyi “ngik-ngik” di roda kiri belakang dihilangkan. Ternyata cuma longgar, setelah dikencangkan dan ditest oleh montir, bunyi sudah hilang. Total habis 260 ribu (150 ribu oli, 84 ribu ongkos kerj)a. Mobil terasa enak setelah service ini. Kemudian seperti biasa, tanya harga picanto. Untuk OPT1, sekarang harganya 104.5 juta.
- update 17 Jun 09 -
Service 10.000 km di Siloam (kali ini mobil tidak dicuci setelah service, kok turun ya pelayanan KIA siloam pasteur). Ganti filter oli. Sekalian service central lock yang kadang-kadang macet. Total biaya 400 ribuan. Berbeda dengan service sebelumnya, tidak terasa perbedaan yang signifikan.
-update 8 Feb 08-
Penasaran dengan masalah tersendatnya Picanto di gigi 1, saya coba cari-cari di internet. Solusi yang paling pas datang dari pengguna Avanza, kuat dugaan saya kasusnya sama dengan Picanto (walaupun untuk A/X efek tersendat terjadi juga di gigi 2). Berikut saya kutip email dari Sdr Reza (http://autos.groups.yahoo.com/group/XeniaAvanza/message/4382)
“kalau sedang setir pada saat rpm diatas 1500 terutama pada gigi 1 atau 2, kemudian kita lepas gas, dan rpm turun di bawah 1500, akan terasa seperti ada engine brake tambahan, itu adalah saat injektor bensin menutup aliran bensin, yg di control oleh ECU, pada saat demikian, jangan di gas, pasti akan menyentak, biarkan sampai efek tertahan terasa di release, pada saat injektor sudah mengalirkan bensin lagi… baru kemudian injak gas, maka tidak ada efek hentakan yg menyendat….
Kesimpulannya, walaupun macet tetap tidak boleh buru-buru
–end update–
–update 30 agt 08 –
Email dari Mas Arwan di milis yang bagus (saya letakkan disini supaya ingat):”Saat ganti kopling atau ganti timing belt, sekalian minta ganti seal crankshaftnya, supaya bisa irit ongkos bongkar (harga seal tidak sebanding dengan ongkos bongkar)”
–
– update 18 feb 09 –
Dua mingu yang lalu untuk pertama kalinya terpaksa isi premium karena pertamax di pom bensin langganan (sebelah borma) habis. Mau ke tempat lain males karena sudah tanggung dan bensinnya juga sudah tinggal sedikit. Efeknya langsung terasa, sampai sempat mati di tengah jalan (serasa baru belajar nyetir). Tenaga berkurang jauh dan beberapa kali mesin ngelitik. Suara mesin juga jadi lebih kasar pada saat idle. Beberapa bulan yang lalu, diisi pertamax plus efeknya juga menyebabkan tenaga berkurang, entah kenapa. Jadi memang pertamax yang paling pas untuk picanto.
—
Tags: picanto





4 Januari 2008 pada 11:24 pm
[...] Review KIA Picanto [...]
8 Januari 2008 pada 1:22 pm
saya dulu pengguna Hyundai,dari pengalaman memang kendaraan korea lebih murah, powerfull namun agak kurang di sisi pengereman.
Saran saya, pantau dan ikuti aturan servis berkalanya pak, karena kalau kita agak malas, biasanya kendaraan korea akan cepat rewel. Tetapi, kenyaman dan powernya menurut saya bahkan lebih baik daripada vendor Jepang.
8 Januari 2008 pada 2:32 pm
Makasih, memang rencananya seperti itu.
Teman saya menggunakan Picanto selama 3 tahun dan katanya tidak pernah ada masalah kecuali harus ganti accu.
11 Januari 2008 pada 1:48 pm
wah menarik juga mas Yudi, lagi searching yang irit juga nih…
lagi nimbang-nimbang, mo cari pica baru aja atawa 2nd tahun terakhir…
takut resale valuenya jeblok je, tapi di tabloid otomotif terbaru dia di peringkat kedua untuk low city car category penjualannya sepanjang 2007…
please advise…
11 Januari 2008 pada 2:05 pm
@i_wibowo.
Resale value menurut saya memang pasti lebih rendah dibandingkan merk Jepang (masalah jumlah sih). Tapi menurut saya sejalan dengan kenaikan bbm + kemacetan yang makin parah, maka nilai mobil-mobil kecil akan semakin tinggi, termasuk Picanto.
Mungkin bisa dicoba cari-cari secondnya, kalau2 saja ada yang harganya cocok (sekalian survey harga hehe). Yang penting sejarah service-nya jelas dan kalau bisa dari tangan pertama.
11 Januari 2008 pada 4:29 pm
terima kasih mas yudi…
ini lagi cari banyak info juga, kebetulan anda link ke pci, jadi makin banyak masukan nih…
thanks a lot…
11 Januari 2008 pada 8:25 pm
@i_wibowo, sama-sama, happy hunting deh
Jangan lupa kalau jadi beli Picanto tulis reviewnya disini ya.
14 Januari 2008 pada 9:14 pm
Hallo mas Yudi, saya juga lagi cari cari mobil kecil nih. Tapi setelah saya survey akhirnya memutuskan untuk mengambil picanto. Tadinya mau cari yg second, tapi setelah coba cari, ternyata harganya mahal2 mas. Tahun 2004 rata2 penawaran antara 70 – 80 Jt. Tahun 2005 M/T penawaran sekitar 80 jt, terus tahun 2006 M/T ditawarkan 87,5 jt, dan yang paling mahal kemarin ini saya coba hubungi salah satu showroom, tahun 2006 dia minta 95 jt nego. Jadi pendapat saya bahwa picanto harga jual kembalinya jeblog agaknya kurang tepat.
Untuk meyakinkan saya coba tanyakan pada rekan saya di salah satu perusaah leasing, dia bilang harga segitu memang wajar, sebab picanto pasarannya sedang bagus dan dicari banyak orang. Katanya ini akibat adanya isu kenaikan harga BBM. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli yang baru, dengan harga 100 Jt pas, dengan type M/T Option 2. Yang masih menjadi ganjalan bagi saya adalah, benarkah rata-rata umur mobil korea hanya 5 tahunan? (khususnya picanto), terus berapa rata2 konsumsi bahan bakar untuk pemakaian normal (plus ac) dikota? luar kota? apakah bahan bakarnya bisa premium? Untuk rekan2, dan terutama mas Yudi, tolong bantu menjawab pertanyaan saya, Thanks.
15 Januari 2008 pada 4:16 am
Wah itu berita sangat baik
Mematahkan anggapan nilai jual Picanto jeblok.
Lima tahun itu setahu saya memang standard life time sebuah mobil, terlepas itu mobil korea atau jepang. Itu waktu dimana mobil dalam kondisi maintenance free (tidak perlu ke bengkel karena berbagai kerusakan). Untuk Picanto saya tidak tahu karena memang belum ada yang mencapai umur segitu, tapi contoh mobil korea yang terkenal bandel adalah Timor, kelemahan Timor dalam jangka panjang setahu saya ada di dashboard.
Konsumsi bahan bakar banyak tergantung cara nyetirnya Pak. Kalau dari milis, rekan-rekan di jakarta konsumsinya 1:11 sd 14. Saya sendiri di Bandung 1:10 sd 12. Kemarin saya coba ke Lembang-DagoPakar-Bandara Soekarno Hatta – Bandung dapat 1:17.
Kalau masalah premium, yang jelas kita tidak ada ancaman garansi angus seperti Toyota
Sales bilang tidak apa-apa. Rekan-rekan di milis juga banyak yang pakai premium. Tapi kalau bisa sih, ikuti manual saja yaitu RON 91 (pertamax), katanya buat mesin lebih bersih, sensor lebih awet. Tapi yang paling penting jangan sampai mesin ngelitik.
15 Januari 2008 pada 8:48 pm
Oke deh mas, thanks bangeut atas informasinya. Ditunggu review selanjutnya. Nanti kalau picanto sudah saya gunakan, saya juga akan coba review. Sekali lagi thanks..
16 Januari 2008 pada 8:12 pm
Saya tunggu reviewnya mas, baik sisi positif maupun negatif. Yang negatif kita coba cari solusinya
24 Januari 2008 pada 8:47 pm
Bagus loh, di ap det teruss….
25 Januari 2008 pada 9:11 pm
@mbel, thanks
10 Februari 2008 pada 6:20 pm
Hallo mas Yudi… seperti janji saya, saya akan coba kasih sedikit pengalaman saya dengan new picanto. Mobil mulai di tangan saya per tanggal 28 Januari 2008, jam 12 siang. Kesan pertama secara fisik baik interior maupun interior: Keren!! Bahkan saya nilai lebih bagus daripada waktu saya lihat di showroom. (mungkin hanya perasaan). Setelah saya pakai selama dua minggu, hampir 95 % review dari mas Yudi saya rasakan tepat. baik mengenai rem, pemakaian bahan bakar, kecepatan, tenaga, suspensi dll (sekarang mobil saya sudah 450 km). Hanya ada beberapa yang paling dirasa tidak enak yaitu pada saat pertama start di gigi 1, gas harus diinjak agak dalam sampai rpm 1700 – 2000 baru agak enak. dibawah itu mobil menjadi nglitik dan sering mati. Oh ya, saya pake bensin premium ron 88. Padahal mobil2 yang lain yang pernah saya pake enggak begitu, start jauh lebih enak tanpa harus menginjak gas dengan agak dalam, Bahkan saya pernah bandingkan head to head dengan apv. Apv jauh lebih enak start pada gigi satu tanpa harus menginjak gas dengan agak dalam. Yang kedua Suspensi sangat keras (bila dibandingkan dengan sedan lain atau kijang or apv) terutama bila dijalan jelek atau melewati polisi tidur. Yang ketiga setir agak berat ke kanan, ini dirasakan dari sejak awal sampai sekarang. Padahal di kaca depan ada salah satu sticker yg menyatakan inspeksi setir dan suspensi sudah oke. Saya rasa perlu untuk dibawa ke bengkel ban untuk di spooring dan balancing. Yang ke empat, cat dari picanto ini kayaknya sangat tipis. Ini terbukti dari body kanan mobil picanto saya sedikit tergores dan baret baret sekitar diameter 5X10 cm, (baret baret dan goresannya tipis) sehingga saya menyimpulkan baret2 ini akan hilang kalau saya gosok dengan kit. Dan ketika saya gosok dengan kit perlahan2 dan dengan kain yang halus, baret2 itu agak hilang. (75%) dan body mobil menjadi mulus lagi. tetapi beberapa hari kemudian terlihat bekas gosokan kit tersebut menjadi berbeda warna dengan sekitarnya (mobil saya warna hitam), menjadi agak pias. Itulah kira2 yang bisa saya sharingkan, selebihnya menyusul. Tapi dari keseluruhan saya cukup puas. saya sependapat dengan mas Yudi, more than i expected!! Oh ya mas, waktu service 1000 km di bengkel mana? gimana servicenya bagus? sebab saya juga orang Bandung. trus pake berapa liter oli? berapa harganya? apakah 1000 km pertama memang harus ganti oli? Thanks.
10 Februari 2008 pada 7:21 pm
Satu lagi mas, saya baca2 di kaskus mengenai bangku belakang yg bisa dilipat 60:40. Untuk opt 2 dan opt 3 bisa tuh mas. Justru yg ga bisa hanya opt 1. Tolong di informasikan untuk teman2 di kaskus. Thanks.
10 Februari 2008 pada 8:00 pm
@mas ruslim, makasih reviewnya, selamat atas mobil barunya ya
Setir saya juga agak ngebanting ke kanan, setelah dispooring membaik. Tapi kata montirnya, 3 bulan lagi perlu dispooring ulang karena untuk mobil baru sd 6 bulan masih belum stabil.
Untuk start sulit saya tidak mengalami, mungkin karena saya menggunakan pertamax, atau karena mobil lama saya memang harus neken gas besar.
Mengenai baret saya pikir sih cat picanto standard. Soalnya saya sudah dua kali bergesekan dengan pagar rumah, dan kerusakannya tidak separah yang saya kira. IMO, untuk mobil baru jangan menggunakan poles, apalagi Kit, sangat bahaya karena sifatnya abrasif (menggerus). Kalau baretnya dalam dipoles juga sulit hilang. Lebih baik manfaatkan asuransi saja (dibawa ke bengkel body kit). Kalaupun terpaksa harus poles, mungkin bisa dicoba Zymol, katanya bisa menghilangkan baret halus dan dia tidak terlalu abrasif (saya sudah beli tapi belum coba).
Service 1000km saya bawa ke KIA Wastukencana. Masalah bagus atau tidak belum tahu sih, ada yang bilang pusat KIA jawa barat ya disana. Yang jelas itu KIA langsung, bukan seperti Siloam yang di Pasteur. Oli saya pilih Total (dari Prancis?), 3 liter, Rp145.000. Kata mekaniknya memang sebaiknya oli diganti (takut ada partikel dari mesin baru), dan setelah diganti memang mesin jadi lebih halus.
Untuk 60:40 sudah saya beri klarifikasi di kaskus. Ada calon pembeli dari Balikpapan yang sudah mengoreksi. Thanks
13 Februari 2008 pada 9:06 am
Wah… calon pembeli dari balikpapan tu ya aku..
tapi da abdi mah urang sunda asli, ti bandung…. kantos di cihampelas, ayeuna janten urang bojong soang :p
back to topic..
Mas Yudi, blog nya berguna sekali bagi saya yang sedang mencari mobil pertama… banyak masukan2 yang selama ini saya hanya dengar via majalah dan website.
Tadi saya nangkep masalah stir yg ngebanting ke kanan.. terus mesti di spooring balancing…. apa itu tudak buat garansi hangus?
Harga Pica naik yah di jawa (OPT2= 107jt?), berarti pantas lah kalo di balikpapan harganya bisa 119 jt, secara gap harga mobil jawa dan balikpapan menurut survey saya sekitar 10 jt an.
Ada yang punya buku manualnya gak yah? (yang Pdf)… kalo ada yg punya, mungkin berkenan untuk berbagi..
Thanks.
13 Februari 2008 pada 12:48 pm
oh urang bandung ya
Masalah spooring: kata mekanik KIA, mereka sendiri kalau spooring ke bengkel lain. Lalu saya tanya boleh spooring sendiri? nggak ada masalah katanya.
Susah cari pdf-nya, tapi kalau butuh bagian tertentu bisa saya foto halaman yang terkait (asal jangan seluruh buku aja ya hehe).
13 Februari 2008 pada 6:53 pm
Nuhun sebelumnya Kang Yudi….
Sebenernya gak tau sih mau bagian mana yang saya ingin tau… karena saya pribadi juga belum pernah punya manual mobil (blum pernah punya mobil juga)…
Pengennya sih yah semuanya, tapi kalo gak ada yah yang kira2 penting buat new user.
Kalo mobil lain ada gak yah link buat downloadnya?
Kang Yudi, kalo bisa mah saya pengen diskusi lebih dlm tentang Pica.. bisa kita bicarakan via email gitu?
14 Februari 2008 pada 4:19 am
kalau belum beli mobilnya sih nggak banyak yang dapat diperoleh dari manual. Lebih akurat lihat review, terutama review pengguna.
Mangga kalau mau via email
Email saya: yudi -di- upi.edu (ganti -di- dengan @).
3 Maret 2008 pada 4:23 pm
Mas Yudhi, saya berencana utk membeli picanto. Mau tanya, apa perbedaan yg OPT1, OPT2, & OPT3 yah?
Terima kasih jawabannya
3 Maret 2008 pada 7:34 pm
Detilnya bisa dilihat di http://www.kiamobil.com.
Tapi menurut saya yang paling signifikan pada OPT2 dan OPT3 dibanding OPT1 adalah konfigurasi 60:40. Jadi bangku belakang bisa dilipat sebagian. Kalau di OPT1 hanya bisa dilipat semua (50:50). Kemudian bemper di OPT2 dan OPT3 dicat sewarna dengan body. Sisanya sih untuk kenyamanan saja seperti power window, CD player.
6 Maret 2008 pada 1:52 pm
mas Yudi,
Saya pemakai baru picanto M/T opt2 (26 jan 2008, sekarang baru 700km belum service pertama) asal Surabaya. Kebetulan dulunya saya juga pakai Katana. Yang saya rasakan perbedaan dengan mobil lama sih memang jauh … jauh lebih enak n mewah Picanto. Tapi emang seperti review-review di internet, kekurangannya ada di peredaman kabin…. suara hujan yang tidak keras aja, terdengar jelas di kabin. Waktu saya ketok2 plafonnya terasa banget kalau tipis n ada ruang kosong. Saya juga ngalami ‘ketidak biasaan’ saat gigi 1, mesin masih sering mati karena gas kurang besar.
Untuk service pertama apa dianjurkan ganti oli yah mas ? Baru aja saya telp service resmi di Surabaya, katanya tidak perlu
6 Maret 2008 pada 10:09 pm
@rudi:
Selamat ya atas mobil barunya
Kelebihan Katana adalah sudut pandang sopir lebih luas ke jalanan, kaca depan Picanto landai sekali sehingga ujung mobil tidak terlihat (positifnya lebih aerodinamis), plus posisinya memang rendah seperti sedan. Pandangan di picanto juga sering terhalang pilar di depan. Ya jadi harus lebih hati-hati saja
Kalau saya tidak kena masalah mati di gigi 1, dulu mesin sering mati kalau masuk garasi karena posisi garasi memang menanjak dan saya parkir mundur (mungkin karena Picanto digerakan oleh roda depan). Yang sering ya tersendat-sendat itu, cuma sekarang berkurang, entah karena sudah biasa jadi pas ngatur kopling+gas atau karena ganti pom bensih
Untuk masalah kedap, kalau hujan sih saya tidak terlalu terganggu, yang sekarang terasa adalah suara ban. Dari milis ada yang bilang setelah ganti merk Forceum bisa lebih senyap, nanti mau saya coba kalau saatnya harus ganti ban deh
Kalau ganti oli, mekanik di KIA bandung bilang lebih aman ya diganti karena mesin masih baru takutnya ada partikel sisa. Saya baca di internet juga banyak yang mengajurkan ganti. Coba googling dengan keyword “break in period” (kita sih sering menyebutnya masa inreyen). cmiiw.
Ditunggu review aspek yang lain ya..
16 Maret 2008 pada 10:32 am
baru beli picanto 2005 (2nd) opt 2 warna item, kesan pertama langsung terpukau liat picanto. interiornya manteb, aksesories lengkap, body gk malu2in kayak mobil yg di sebelah, mesin masih halus. Langsung begitu dapet mobil langsung modifikasi velg ke ring 17″. tampilan mendadak menjadi super keren.
masalah bensin juga irit banget, isi fulltank premium sekitar 140 rebuan, dipake jalan sekitar 100 km baru turun setegah strip. blm diitung nih brp konsumsi bbmnya krn blm abis bensinya. tarikan manteb bgt, walau mesin cuman 1100 cc tapi gk kerasa kalo ac dinyalain kerja mesin tetep halus. ac dingin bener, jadi kadang on/off aja. dibandingin mobil sebelah yg kotak2 itu, jaaaaauuuhh banget.
terima kasih buat review picantonya, gw gk salah beli deh. puas bener pake picanto.
16 Maret 2008 pada 1:27 pm
@djayus, selamat ya dengan mobil barunya
AC picanto memang terkenal dingin, kalau saya biasa nutup blowernya (terutama yg sebelah kanan sopir). Mungkin lebih hemat bbm kalau on off saja seperti anda.
Ditunggu review aspek lainnya ya.
16 Maret 2008 pada 5:08 pm
Wah Mas Yudi bagus juga reviewnya sangat menarik untuk disimak dan dipelajari buat yang mau ganti mobil hehehe.
Mas Yudi semua yang ada di milis kebanyakan akan membeli mobil baru, sedangkan review untuk memilih mobil 2nd picanto apa yang sangat perlu diperhatikan….???,
coz ada temen nawarin picanto hitam manual 2005 harganya lumayan tinggi ga bisa turun mintanya 89 jt dengan perbandingan kilometer yang masih 23 rb.
Tolong ya Mas Yudi….
Tq
16 Maret 2008 pada 7:04 pm
Wah terus terang saja, saya bukan orang yang mengerti otomotif jadi tidak terlalu mengerti. Tapi ada yang bilang yang penting sejarah servicenya jelas (bisa dilihat dari buku service).
IMO apa nggak kemahalan 90 juta untuk mobil berumur 3 tahun?. Tadi di kaskus ada yang posting baru beli mobil tahun 2005 (http://www.kaskus.us/showthread.php?p=28016811#post28016811).
Mungkin bisa tanya di thread atau PM dia.
22 Maret 2008 pada 11:04 am
Mas Yudi, thanks reviewnya. saya 2bl yg lalu juga baru beli pica 2005 2nd. Menurut saya sih, oke juga pica ini cuma masalah saya sekarang klo mau ganti ban bagus nya ban apa ya? yang bawaan pabrikan dah pada retak2. velg masih standar 14″.
22 Maret 2008 pada 12:39 pm
Saya sih belum pernah ganti ban, sayanglah kalau masih baru
Walaupun memang ribut dan ingin ganti dengan merk lain.
Dimilis pernah dibahas, ada yang ganti Forceum. Katanya empuk dan lebih senyap, plus lebih murah dibanding merk lain. Tapi sebelum beli harus kontak dulu pak surya di milis, nanti disiapkan plus dapat discount katanya. Ada juga yang menggunakan bridgestone, lebih mahal, tapi reviewnya belum ada. Kalau di bandung forceum katanya dijual di rajaban pasteur.
Jangan lupa kalau sudah ganti reviewnya tulis disini ya
1 April 2008 pada 11:27 am
Salam kenal pak Yudi, saya Halomoan dari Medan.. Minggu lalu (Maret 2008) saya nyamperin pameran new picanto di Medan Fair dan saya tertarik. Sebelumnya saya belum memiliki mobil pribadi dan saya sedang milih-milih. Yang ingin saya tanyakan sederhana pak; untuk biaya service mesin dan ganti oli perbulannya biasanya rata2 kena biaya berapa ya pak..
Terima kasih atas perhatiannya ya pak..
1 April 2008 pada 1:30 pm
Service mulai dari 1000km lalu dilanjutkan per 5000 km sampai 100.000 km.
Saya baru service 1000 km, ongkos masih gratis. Ganti oli (merk TOTAL) dan saringannya seingat saya habis 160 ribuan. Kata salah satu member milis, yang mahal itu saat service 40.000 km, bisa habis 1.4 juta. Tapi memang banyak yang diganti sih.
IMO dari membaca posting di milis Picanto, dari sisi service picanto bukan termasuk mobil yang rewel dan sebentar-bentar harus ke bengkel kok. Garansinya ‘kan 3 tahun/100.000km, bahkan di Eropa sampai 5 tahun kalau tidak salah.
Jangan lupa jika sudah membeli tulis reviewnya disini ya pak
2 April 2008 pada 5:39 pm
Wah terimakasih reviewnya, Saya soalnya lagi cari mobil buat istri dan Picanto adalh salah satu pilihan saya, (diluar Proton Saga baru, Proton Savvy dan Daihatsu Boon).
Tapi masalahnya di Malaysia belum keluar picanto yang facelift, masih picanto yang hidung lama (lampu kotak) belum yang teardrop. tapi mesin udah 1.1 sih.. (mungkin sama).
Kalo proton takut kualitas nya kelaut, Daihatsu mahal aja.. ya pilihan cocok buat urban driving….
Kalo masalah servis 40K mahal, emang semua Kia rata2 gitu soalnya sekarang mobil keluarga pake Kia Carrens yang 2000cc dan nati bakalan servis 40,000 dan denger2 harganya sampe 800 Rm…. (banyak yang diganti part nya..)
2 April 2008 pada 9:23 pm
@ajaibman
Cocok memang untuk istri pak
Istri saya juga sedang belajar.
Kok Malaysia terlambat ya, di Indonesia pica facelift CKD sudah ada sejak nov 07. Di Indonesia setahu saya dari awal (2004) hanya dijual yang 1.1
10 April 2008 pada 8:28 am
Salam kenal buat semua .
Saya baru ambil Pica 2 mg lalu di balikpapan, belum dicobain jalan2 karena keburu tugas keluar kota, kesan pertama seperti apa yg ditulis mas yudi, pandangan agak terganggu karena terhalang tiang, kap mesin tidak terlihat, jadi kalau parkir masuk garasi kudu ati2 biar gak mentok tembok, saya pikir yg bagus dipasang pembatas parkir atau sensor parkir. Mas yudi kalau kita naikan rpm sendiri ampe kira kira 1000 – 1100 rpm (sekarang hanya 800 rpm bawaan dari showroom) agar tidak cepat mati di gigi 1, apa ada efeknya ?. trus kalau oli mesin diganti selain yg dipake sekarang apa ada pengaruhnya
Berapa kira2 harga talang air ?
10 April 2008 pada 4:46 pm
Halo Pak, salam kenal juga.
Betul, pica saya sudah tiga kali ciuman dengan pagar dan tembok garasi hehe, untung cuma sekilas saja dan kena bemper. Saya pikir tidak perlu dengan sensor, karena picanto sudah pendek jadi bisa ambil jarak yang jauh dengan tembok tanpa menghalangi orang lain (keuntungan mobil kecil
)
Mengenai RPM, kalau dinaikkan mungkin lebih boros bbm dan lebih ribut saat stasioner. Saran saya tunggu sampai sekitar 6 bulan dulu pak, sering mati mungkin karena belum terbiasa.
Oli mesin asal sesuai spesifikasinya (ada di buku manual) saya pikir tidak masalah.
Kalau talang air saya tidak tahu
punya saya masih orisinil semua sih.
27 April 2008 pada 4:45 pm
Saya kebetulan adalah sales di salah satu ATPM resmi di Jakarta, bila ada salah satu dari Bapak- Bapak atau Ibu-Ibu yang butuh info mengenai produk Kia bisa hubungi saya di 086-91181985 atau 021-920909992 untuk info lebih lanjut… Thx
29 April 2008 pada 5:22 pm
@stella, kalau ada yang beli karena lihat blog ini jangan lupa komisinya ya
30 April 2008 pada 3:21 pm
Wah Blog Mas Yudi ini cukup memberikan informasi bagi pengguna KIA dan layak dapat reward KIA.
Mohon informasi dari rekan-rekan khususnya yang telah menggunakan new picanto opsi 3, berapa konsumsi bahan bakar pada penggunaan di Jakarta dengan kondisi AC hidup.
Sebelumnya terima kasih atas informasi yang diberikan.
30 April 2008 pada 4:46 pm
@Kale
Thanks. Rewardnya dalam bentuk mobil gratis picanto satu lagi
Untuk konsumsi Jkt coba lihat di arsip milis, seingat saya antara 1:11 sd 1:14, tergantung rute dan cara nyetir. Opsi 1-3 semua mesinnya sama, hanya beda ban jadi perbedaannya tidak signifikan dari konsumsi bbm.
6 Mei 2008 pada 10:56 am
halo salm kenal…..
mas saya baru beli kia picanto terbaru tahun 2007-2008 dengan tampilan lampu depan yang lebih bagus…kira2 kelebihan dari kia picanto yang baru dan lama apa yaa? untuk kia picanto club di bandung di mana yaaa. ok thank untuk infonnya
6 Mei 2008 pada 1:18 pm
@robby
halo..
Dari review majalah yang pernah saya baca, di new picanto ada perubahan ECU sehingga lebih irit sedikit. Sisanya sih sama semua.
Untuk picanto club, coba ikutan milisnya. Kalau tidak salah ada cabang jabar, cuma saya tidak ikutan, soalnya tidak sempat sih.
6 Mei 2008 pada 7:00 pm
untuk alamat milisnya apa yaa…..?
6 Mei 2008 pada 7:03 pm
Oh iya tolong kasih info2 tentang kia picanto lebih lengkap soalnya saya baru saja beli mobil ini dan pengetahuan tentang mobil khususnya kia baru banget dan untuk yang punya buku manual nya kia picanto berbahasa indonesia kirim2 ya……….thanks..
6 Mei 2008 pada 7:14 pm
oh iya mas saya berencana sekeluarga pindah ke luar kota. kebetulan saya asal dari bandung, saya berencana bawa kia ke kota tersebut karena tugas kerja, karena antara jarak rumah ke kantor berbeda kota juga kurang lebih 27km dengan kondisi medan jalan seperti dari bandung ke banjaran kira2 cocok ga kia picanto dengan kondisi seperti itu maklum kia picanto kan city car… jadi akan saya bawa agak melanglangbuana. tepatnya kota yang akan saya diami kota serang banten kira2 disana servicenya dimana ya denger2 paling dekat di tangerang itupun di BSD city….thank infonya………….
6 Mei 2008 pada 8:01 pm
milis: http://groups.yahoo.com/group/picanto_indonesia/
Manual picanto setahu saya memang tidak ada bahasa Indonesianya mas.
Mengenai medan jalan:
kalau jelek kasihan mobilnya. Picanto termasuk rendah, bannya kecil dan suspensinya keras jadi tidak nyaman kalau lewat jalan jelek.
Asal jalannya tidak jelek
7 Mei 2008 pada 12:47 pm
Minggu lalu inrejen pica baru 225 km dan mumpung masih baru dan belum kotor aku pasang sarung jok bahannya vinyl anti gores sekalian pasang karpet habis 1,1 jt, weeh mahal juga (mungkin di p.jawa gak ampe segini) bagaimana Stella ? hanya sayangnya gak tau kapan kenanya kaca depan pica ku tergores tipis (mungkin dari kotoran di wiper) adakah rekan2 yang tau bagaimana caranya agar goresan itu bisa hilang ?
Setelah dipasang karpet suara ban agak berkurang.
Respon mesin di gigi 1 kurang cepat, beberapa kali di lampu merah waktu mau jalan mesin mati, setelah mengenal karakter mesin, caranya dengan memainkan gas sehingga rpm diatas 1000. Seperti apa yg dikatakan mas yudi mengenai peredam kejutnya pica keras saya juga merasakannya kurang nyaman, terlebih dijalan yg keriting.
2 bulan lalu saya dalam perjalanan dari jkt ke bdg naik mobil salah satu travel, saya kaget karena tol cipularang sekarang jalannya kriting (kenapa yah ?). Bagaimana komentar rekan2 yang suka bawa pica jkt – bdg mengenai peredam kejutnya pica di jalan ini ? apakah di kecepatan tinggi terasa getarannya di kemudi ? dan tentunya akan membuat lengan letih.
Salah satu yang membuat saya kaget juga tukang bannya adalah waktu pertama kali mau pompa ban termasuk ban serep, loh kog ukuran dan modelnya kog lain dengan 4 ban yg terpasang (padahal saya lihat di mobil2 lain ban serepnya sama dengan yg terpasang), setelah chek di showroom dan saya lihat di pica yg lain juga begitu, katanya memang bawaan dari sononya dan ban serep ini memang betul2 hanya untuk cadangan dan dalam keadaan terpasang kecepatan max 80 km/jam. weleh2 kog ada2 saja !! apa emang begitu !
Pada dasarnya mobil ini cukup ok. dari luar terlihat mungil tapi ruangan dalamnya termasuk lega, interior cukup cantik dibanding mobil sekelasanya, hanya sayangnya manual book antara diesel, manual dan matic jadi satu dimana kadang2 saya jadi bingung di buku ada item xx seperti alarm di kunci kontak, dll. waktu saya cari2 di pica opsi 2 saya ternyata gak ada, tidak ada bahasa indonesianya (mungkin ATPM nya perlu membuat dalam bahasa indonesia juga).
Power window hanya utk jendela depan saja, yg belakang pake engkol, lah kog tanggung amat yah buatnya gak sekalian semuanya pake power window…… salam
7 Mei 2008 pada 1:37 pm
mas darsono, makasih reviewnya.
Mudah-mudahan dibaca oleh pihak KIA, IMO membuat manual picanto versi bahasa Indonesia harusnya mudah sekali.
8 Mei 2008 pada 9:59 pm
thanks a lot mas Yudibws atas reviewnya…sangat membantu…saya sudah tiga bulan menggunakan picanto beli yang option 2 new…kelebihan dan kekurangan yang diceritakan di review sama sekali mirip dengan yang saya alami.
dan yang paling masalah emang adalah saya tidak bisa mundurin kursi lebih kebelakang lagi karena sudah mentok, padahal badan saya agak gede….(salah ndiri juga beli mobil kecil)…
ada ndak temen2 yang pernah ngerasain masalah yang sama?
ada tips dan trick supaya nyaman nyetirnya
regards
Rian
9 Mei 2008 pada 4:22 am
@rian
Sama-sama
Tilt steering sudah diset ke yang paling tinggi?
Kalau saya, posisi telapak kaki miring saat nginjek rem dan gas. Maksudnya posisi telapak kaki di jam 2, bukan jam 12. Dengan cara itu kaki bisa menekuk dengan rileks.
Tapi memang tinggi saya cuma 169 cm
11 Mei 2008 pada 7:09 am
Wah3 bgs sekali y blogny…jd pengan ganti pica. Saat ini saya pengguna Atoz 2002(uda agak tua c, y remaja lah,
). saya mw tanya ne, berhubung saya msh kul n msh single, pngn bli yg city car yg irit, plng ga y ky seirit atoz gt. saya me tny ne…iritan mn y sama atoz…trz panjang pica sama atoz lbh panjang mn y, soalny tmn2 rmhny bny yg masuk gang.terima kasih…
12 Mei 2008 pada 11:44 pm
atoz sepertinya lebih kecil. mengenai konsumsi bbmnya saya tidak tahu, soalnya belum pernah menggunakan atoz.
16 Mei 2008 pada 10:09 am
Pa’ Yudi, Ysh
Saya ingin pendapat pa’ Yudi bagaimana dengan KIA CarensII 1800 CC.
Apa kelemahan dan kelebihannya termasuk purna jual dan suku cadang. Kami tinggal di Pontianak. Ada yang menawarkan CarensII tahun 2005 seharga Rp. 105 jt. karena yg News tahun 2008 Rp. 188. Jt. (manual).
Terima kasih sebelumnya.
16 Mei 2008 pada 1:36 pm
Maaf Pak Margo, saya tidak punya informasi untuk Carens. Mungkin bapak bisa cari di milis atau forum khusus Carens. Mungkin di groups.yahoo.com ada komunitas Carens Indonesia.
16 Mei 2008 pada 5:15 pm
baru kali ini saya ketemu website yg review picanto secara lengkap dan jujur, tidak terlalu obyektif, tapi jujur… terima kasih banyak Pak, sy dan istri emang lagi cari2 mobil irit bbm, sekarang sy pake soluna matic, dan maunya sih ganti yg matic jg , dah keenakan… sekaligus cari tahun muda
sekali lagi terima kasih info2nya… salam hangat
16 Mei 2008 pada 8:43 pm
Mengenai reviewnya yang tidak terlalu obyektif, memang sulit, soalnya punya sendiri sih hehe. Selamat berburu ya pak, kalau belinya picanto (semoga) jangan lupa tulis reviewnya disini yah
17 Mei 2008 pada 6:09 pm
Om yudi, picanto opt 2 senderan bangku belakang nyatu atau terbagi 2, td liat2 ke show room kia, bangku blakangnya nyatu yah?
17 Mei 2008 pada 6:34 pm
Harusnya OPT2 dua sih terbagi 2, supaya bisa buat konfigurasi 60:40 (separuh ditidurkan, separuh digunakan untuk duduk).
OPT1 yang menyatu, jadi konfigurasinya cuma bisa tidur semua atau duduk semua.
Tapi tidak tahu ya sekarang, soalnya fitur ini sepertinya tidak terlalu diperhatikan pihak KIA, jadi bisa saja berubah. IMO, fitur ini penting untuk keluarga dengan anak 1.
19 Mei 2008 pada 9:28 am
Wah, kebetulan lagi naksir KIA Picanto, eh ketemu review ini. Isinya informatif banget Mas Yudi, he.. he.. he.. luar biasa.
Kemarin baru dari Kantor Pusatnya di Sunter, salesnya juga cukup informatif. Rupanya varian Matic yang ready cuma STD 115jt dan OPT 118jt, ada sih OPT3 tapi harus inden dulu, soalnya harganya paling mahal 128jt.
Rencananya bulan-bulan depan mau ambil KIA Picanto, tapi yang transmisinya Automatic, kemungkinan yang OPT, berhubung buat istri dan dengan pertimbangan Jakarta tambah lama tambah macet.
Kira-kira konsumsi bensinnya apa lebih boros dibanding yang manual? Terus perawatannya apa jauh lebih mahal?
19 Mei 2008 pada 10:36 am
makasih
Betul pak, kalau macetnya parah IMO lebih baik menggunakan automatic.
Kalau dari milis, setahu saya yang matic memang lebih boros bbm daripada manual. Kalau dari sisi perawatan saya kurang tahu (belum pernah menggunakan matic). Tapi dari yang saya baca sih, bagian automatic-nya mahal banget kalau rusak. Katanya perlu diperhatikan oli matic-nya, jangan sampai terlambat diganti.
22 Mei 2008 pada 9:17 am
haloo mas yudi…saya kemaren nyoba untuk ngisi bensin full ga tau kenapa … yang katanya mesin kia pic cepet mati tiba2 jarang mati? emang ngaruh kalo bensin full? trus mau tanya juga rem tangan kia saya aga susah untuk di buka /di lepas apa karena baru ? kenapa yaaa… thanks ya atas bantuan nya ………….
22 Mei 2008 pada 10:51 am
Satahu saya sih tidak ada pengaruhnya. Ganti pombensin tidak? kalau ganti, mungkin karena kualitas bbm-nya.
Kalau rem tangan, saya tidak ada masalah. Kalau parah lebih baik dibawa ke bengkel resmi saja mas.
23 Mei 2008 pada 9:35 am
kayannya saya ganti pom bensin kali yaa sebelumnnya saya ga pernah ke tempat itu….
rem tangan ini kalo orang sunda bilang “peureud” apa ada pengaruh karena baru? ok saya coba buat ke bengkel…..
23 Mei 2008 pada 12:40 pm
saya tertarik bli pica juga…. cuma harga masi cukup tinggi buat saya… untuk stella, bisa dapet diskon ga? thx
23 Mei 2008 pada 3:17 pm
Saya tidak yakin Stella masih monitor blog ini, mungkin kontak di langsung saja
Setahu saya sih, picanto tidak pernah ada discount harga. Ini juga berlaku untuk penjualan di luar negeri. Mungkin kebijakan dari KIA sudah seperti ini.
Tapi kemarin di milis ada yang beli Picanto versi lama (yang lampunya masih kotak), mungkin harganya jadi bisa lebih miring.
26 Mei 2008 pada 6:06 pm
halo mas … (mudah-mudahan ga bosen) untuk assesoris kia pic kira2 di bandung dimana ya ?
27 Mei 2008 pada 12:58 am
Untuk aksesories saya belum pernah beli.
Tapi saya pernah baca di forum bahwa Cihampelas Motor menyediakan beberapa aksesories untuk picanto. Mungkin bisa coba didatangi saja, atau ditelp atau via forum (http://www.serayamotor.com/diskusi/viewforum.php?f=20).
Bisa juga coba fasilitas search di forum tersebut.
Tolong ditulis disini ya kalau sudah berhasil ketemu aksesories yang dicari.
27 Mei 2008 pada 8:34 am
Salam kenal mas Yudi,numpang tanya nih..Saya mau cari mobil buat first car yg penting sih irit :p…Keliatannya picanto ini masuk target utama saya..Tapi setelah browsing2 ke beberapa situs leasing, kok harganya beda2 yah?lumayan jauh lagi, yg Manual OPT 2 bisa 10 jutaan bedanya..
27 Mei 2008 pada 9:32 am
Wah itu juga saya baru tahu. Setahu saya sih asal kotanya sama, harganya juga sama. Tapi memang waktu saya beli saya cuma lihat di satu tempat
Menurut saya mungkin dicoba di telp saja, jangan-jangan situsnya belum diupdate. Soalnya saya lihat situs kiamobil juga jarang diupdate.
Boleh share disini situs leasingnya mas? tks.
27 Mei 2008 pada 11:11 am
Saya bandingin oto (http://www.oto.co.id) dengan posmobil (http://www.posmobil.com). Oto kasih harga Rp 98jt, PosMobil Rp 107jt…Satu lagi saya cek ke http://www.mitsuileasing.com kasih harga Rp 97jt…Saya baca di berapa forum malah harganya sampe 110jt an…Kalo ke dealernya lsg saya blum sempet sih, karena msh rencana aja :p
27 Mei 2008 pada 1:23 pm
Mas Yudi,
Saya tertarik sekali dg reviewnya. Kebetulan lg cari2 mobil yg bagus, irit dan ekonomis tentunya. Sy tertarik dg Picanto yg automatic. Ada yg bilang Picanto yg matic ga begitu bagus yah, krn ccnya kecil, jd kalo matic, mesinnya cepat panas. Bener ga sih, secara saya gaptek soal mesin nih? Trus juga kalo dibandingkan antara mbeli Picanto dg Honda Jazz, mending yg mana ya…?
27 Mei 2008 pada 2:34 pm
Mengenai matic, setahu saya (dari milis dan forum) tidak pernah ada keluhan mengenai mesin panas. Tapi mungkin sebaiknya dikonfirmasi ke pengguna pica matic (via milis).
Mengenai perbandingan dengan Jazz, jelas lebih bagus Jazz hehe. Masalahnya harga barunya juga berbeda jauh
Menurut saya selisih fitur dan kemampuan antara picanto dan jazz tidak sebanding dengan selisih harganya. Saya pribadi tidak mau membayar lebih hanya karena merk dan popularitas mobil. Lebih baik selisihnya digunakan untuk hal lain saja
28 Mei 2008 pada 7:52 pm
@andre, makasih infonya. Sorry lama baru muncul commentnya, masuk ke kotak spam sih (mungkin karena ada linknya).
Menurut saya harga pica sepertinya tidak mungkin dibawah 100 juta sekarang. Bulan Jan 08 saja OPT1 sudah mencapai 101 dan sepertinya akan naik terus.
Jadi kemungkinan besar belum diupdate websitenya.
29 Mei 2008 pada 8:17 am
Hallo Mas Yudi…
Gara-gara Blog Mas Yudi nich Saya ambil Nec Pica Opt 1, tgl 20 mei kemaren. Mas ada beberapa pertanyaan, mohon bantuannya :
1. Pada masa garansi, jika kita pengen nambah beberapa fitur interior, misal : Power Window, alarm, Power untuk Radio/tape yang bisa berpengarung dengan kelistrikan, apakah harus di Bengkel Resmi KIA? Saya baca buku garansi, kalau ada kerusakan kelistrikan yang diakibatkan krn merubah fitur bukan di Bengkel Resmi KIA, Pihak Kia Tidak Menjamin Garansinya.
2. Berapa ya biaya pasang power window depan belakang (4 windows) dan pasang alarm di Bengkel Resmi KIA, atau di tempat lain kalo bisa?
Makasih atas tanggapannya.
29 Mei 2008 pada 11:04 am
Selamat atas mobil barunya ya. Mudah-mudahan blog saya tidak menyesatkan
.
1. Sebaiknya ditanyakan ke bengkel resminya pak. Saya sendiri waktu pasang alarm diserahkan ke salesnya. Saya pikir dikerjakan BeRes, tapi ternyata dikerjakan oleh pihak lain yang dipanggil ke BeRes. Ketahuannya saat ada masalah dengan alarm, bengkelnya sama sekali tidak mau menyentuh, saya diminta ke tempat yang memasang. Kalau power window saya pikir baru dikerjakan oleh BeRes, karena di OPT2 disediakan.
2. Maaf, saya tidak tahu sampai masih menggunakan cara manual (diputar). Kuno ya
29 Mei 2008 pada 12:14 pm
halo mas yudi…kebetulan saya awam akan mobil dan mobil saya baru 4 bulan, saya mau tanya kira2 yang harus di cek rutin tiap bulannya kira2 apa? kebetulan kilometer nya sekitar 500km
thanks..
29 Mei 2008 pada 7:10 pm
Bisa dibaca di buku manualnya mas, untuk bulanan:
- Cek air pendingin (di coolant reservoir)
- Cek lampu-lampu exterior (lampu rem, turn light dst)
- Cek tekanan ban, termasuk ban cadangan
30 Mei 2008 pada 9:12 am
Mas, nanya lagi nich (mumpung gratis :p…)
1. Air radiator baiknya air biasa, air mineral (Aqua), atau air khusus (coolant)..? sy pernah denger katanya kalo pake air coolant (yg berwarna itu) malah bikin radiator cepat berkarat, apa benar…?
2. Mengenai bahan bakar untuk Picanto, apa ada masalah jika dicampur antara Premium dan Pertamax dengan perbandingan 50:50?
3. Bagaimana jika kita mengisi bahan bakar secara tidak beraturan, kadang premium kadang pertamax (liat isi dompet soalnya
…) Dan saat ini saya sudah terlanjur isi Pertamax sesuai saran Mas Yudi. Tapi dipikir2 mahal juga ya Pertamax..
Thanks Mas….
30 Mei 2008 pada 10:33 am
1. Menurut manual: menggunakan de-mineralized water. Lalu untuk proteksi dari korosi harus menggunakan ethylene-glycol-based coolant. IMO ganti di bengkel resmi saja saat service rutin, toh kita jarang harus menambahkan coolant. Untuk hal ini coba lihat arsip milis terakhir, soalnya ada yang kena kasus overheat karena radiatornya tertutup kerak. Tapi memang pica tahun 2004 kalau tidak salah.
2 dan 3. Tidak tahu mas, dari forum sih katanya tidak apa-apa. Saya juga belum pernah baca di internet yang melarang pindah BBM dengan RON berbeda. Sepertinya ada standard untuk BBM, jadi harusnya sih kompatibel. oh ya tolong ditulis disini ya mas bedanya pake premium dengan pertamax. tks.
5 Juni 2008 pada 12:51 am
sorry ya teman2 agak meleset nih replynya…cuma mau comment masalah bensin nih, mobil yg saya pakai chevrolet spark 800cc dari iklan2 zaman itu sich 1:20, tapi dari hasil pemakaian dalam kota ya cuma 1:10-11 ,
kalo org tanya bensin irit banget ya dik? plg saya jawab lumayanlah 1:10 tp mereka langsung bilang kok boros banget mobil saya Jazz aja 1:20 / Vios 1:16 (klaim dalam kota) , behubung saya gak punya mobil2 tsb diatas yg jd pertanyaan adalah…..bener gak sih konsumsi bbm mobil2 diatas spt yg mereka bilang? krn kalo iya kok rugi bgt ya mempunyai mobil ber cc kecil konsumsi bbm kalah jauh
5 Juni 2008 pada 3:03 am
Jazz dan vios juga tidak sampai segitu kok, kalau dari forum-forum saya pikir setara dengan picantolah (1:10 sd 1:14).
Tapi untuk luar kota, picanto biasanya lebih irit.
Memang cc kecil belum lebih irit, banyak faktor yang lain termasuk teknologi mesinnya.
Kalau pertanyaannya jadi kenapa tidak ambil jazz atau vios? Jawabannya ya karena harganya beda jauh dengan picanto hehe.
8 Juni 2008 pada 10:10 am
Mau nanya ya,
Adakah yang tau, gimana perawatan Honda Jazz iDsi Matic , karena saya berminat beli mobil ini, tapi takut akan perawatan maticnya. Karena saya belum pernah pake matic. Trus mobil ini nantinya juga mau dipake orang tua saya juga, gimana ya matic mudah ga kl dipake orang tua?..
Dan gimana biaya perawtan untuk olinya? katanya kalo matic 800ribu ya? tapi masa sekali ganti oli segitu.. wah tekor dong !..ato gimana tuh maksudnya?
I need a help…thenkyu !
8 Juni 2008 pada 10:16 am
Maaf ya pak, if the question is not about picanto. mungkin bapak ada infonya, thx
8 Juni 2008 pada 10:25 am
Maaf, saya tidak tahu jawabannya. Belum pernah menggunakaan jazz dan matic
Coba ke forum otomotif di kaskus, disana ada thread khusus pengguna Jazz (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=865940). Milisnya juga ada. Saya yakin komunitasnya jauh lebih besar dari picanto. Banyak yang bilang “mobil sejuta umat”
8 Juni 2008 pada 4:08 pm
salam kenal mas yudi n all,
nama saya reza dari surabaya.mbl sy new pica opt 2 ‘07 warna silver.
pertama buka2 web kia picanto sy lgs tertarik utk buka blog mas yudi. dan tnyt isinya cukup menarik.
sy ingin share ttg jok blk new pica, khususnya yg opt 2. kmrn sabtu kebetulan hbs service 10k di beres kia mobil surabaya. dan bengkel ini satu tempat dgn showroom. hsl ngobrol2 dengan salah satu staf penjualan sy baru tau kalo opt 2 ada 2 tipe jok blk. yg keluaran pertama spt pny sy joknya tdk bs dilipat 50:50. sedangkan yang keluaran terakhir baru bisa dilipat 50:50 dan ada head rest. menurut dia, memang ini jatah dari pabriknya. bukan akal2an dealer.
oh, iya sekaligus share utk service 10k kmrn termasuk ganti oli mesin (total 10/40) + filter oli total biaya Rp.400rb-an.
btw, rekan2 ada info dimana saya bisa beli talang air dan brp harganya? di surabaya susah bgt carinya. adapun itu utk pica model lama. harus sdkt modifikasi di ujung dekat dudukan spion luar.
8 Juni 2008 pada 4:48 pm
halo mas Reza, makasih banyak sharing infonya. Berarti dulu waktu saya mau beli memang belum bisa dilipat sebagian (saya beli des 07). Ditunggu review yang lain yah
Maksud 50:50 itu, sebagian jok belakang bisa dilipat sebagian ya. Setahu saya biasanya disebut 60:40 sih (mungkin maksudnya 60% orang, 40% barang). Kalau yang di OPT1 itu yang 50:50 (barang dan orang 50%), alias bangku belakang hanya bisa dilipat semua.
Tapi ternyata selama saya menggunakan picanto, belum pernah dilipat. Karena bagasinya cukup terus, kalau kepepet bagasi penuh ya diletakkan di bangku belakang, itupun sangat jarang.
Mengenai talang air, maaf tidak bisa membantu. Sudah coba tanyakan ke milis?
8 Juni 2008 pada 5:15 pm
sori nih mas yudi, yg sy maksud 50:50 tuh sandaran dan alas bisa dilipat separuh-separuh. kalo punya sy mungkin sama dengan punya mas yudi, harus dilipat semua (sandaran + alasnya) kalau mau bawa barang bny.
talang air tar coba sy tanyakan ke milis deh.
sekarang sy lagi pesan cover jok. punya sy udah bny pulaunya.. maklum sering bawa anak kecil, dan warna joknya abu2 muda jadi gampang kotor.
mslh bbm cukup irit. kombinasi kota tol 1:12-13 full ac. luar kota pernah 1:20. sy pk premium.
sekalian share dikit utk mas tedhe, kebetulan sy sebelumnya pk genio matic 95. kalau matic memang perawatan harus lebih diperhatikan masalah oli transmisi. apalagi utk lalu lintas jkt yang sering bgt macet. tp hal ini sesuai dgn kenyamanan yg didapat. kaki kiri gak pegal2 injak kopling. pengalaman saya pake mobil matic kurang lbh 6 thn gak ada masalah. cuman terakhir sebelum saya jual udah mulai kasar pindahnya. karena umur kali ya..kalau ganti oli gak mahal2 amat sih. sekitar 200rb-an. tergantung merk oli. tapi utk honda jazz setahu saya sudah memakai sistem cvt. mungkin olinya agak mahalan dikit dibanding matic non cvt. kalau mslh pemakaian sehari2 mungkin orang tua perlu sdkt penyesuaian, tp itupun gak lama. cuman masalah kebiasaan aja kok.dari sisi kemudahan, nurut sy sgt cocok utk orang tua, krn gak ribet harus pindah2 gigi. yg pasti, selama sy pakai matic, rasanya mengemudi jd lebih rileks aja dibanding pk manual.
8 Juni 2008 pada 7:20 pm
Makasih atas infonya..
Masalah jok memang benar, terlalu terang. Tapi kalau gelap kesannya jadi tambah sempit juga.
8 Juni 2008 pada 11:03 pm
Makasih atas infonya, buat pak yudiwbs & pak reza..btw saya perempuan pak, bukan mas tedhe ^_^ , Terima kasih,,
9 Juni 2008 pada 10:42 am
pak yudi,
sandaran bangku belakang kalo dilipet jadi rata gak ama lantai bagasi?
9 Juni 2008 pada 11:56 am
Saya baru mau beli Picanto, sudah bayar tanda jadi
Saya pilih yang versi lama (lampu kotak) tapi tipe yang automatic, harga di price list 111jt karena stock lama jadi 106.5jt – Diskon 3.5 jt. Salesnya menyarankan uang diskonnya digunakan untuk ganti velg racing dan pasang alarm total tambahan 2.5 jt (kemahalan ga?)
9 Juni 2008 pada 2:32 pm
@kaupadaku: nanti saya lihat dan foto deh, lupa soalnya.
@penny: Makasih infonya, ternyata discountnya tidak banyak ya. Saya pasang alarm 350 ribu, tidak tahu ya kalau mengenai velg.
Saran saya sih, uang diskonnya untuk biaya bensin saja
Untuk kasus saya, alarm bukan dipasang oleh bengkelnya lho, semacam di-outsource begitu. Jadinya bengkel resmi tidak mau tanggung jawab kalau ada masalah. Lebih baik dipasang sendiri saja di luar bengkel.
10 Juni 2008 pada 10:50 pm
Mas Yudi, saya lokasi di Jakarta, lagi ngincer Picanto nih, kalo boleh minta pencerahannya tentang beberapa hal:
1. beda GL/GLX/GLS itu apa sih?
2. tau nggak ya harga pasaran Pica’04 di Jakarta? kalo bisa semua type (GL/GLX/GLS), soalnya takut diboongin di harga gara2 type >.<
3. ada kenalan yang jual Pica’04 nggak ya? Hehehe.
Makasih banget ya Mas…
11 Juni 2008 pada 3:07 am
@cahyadi, wah maaf saya juga tidak mengerti. saya pikir lebih baik ditanyakan di milis, disana banyak pengguna pica dari tahun 2004.
Kalau tidak salah di milis ada yang mau jual pica merah tahun 2004. Silahkan dilihat arsipnya.
13 Juni 2008 pada 10:05 pm
mas yudi,
update nih.. cover jok yg saya pesan dah di psg tadi siang. hasilnya lumayan sih. saya pilih warna hitam, jadi lebih kalem dikit di dalam..tp blm tau apakah kalau siang jadi agak panas..
tunggu 1 – 2 hari ke depan..
14 Juni 2008 pada 4:47 pm
@reza
Ada fotonya mas?
Kalau boleh tahu, berapa dana yang dibutuhkan ya? bahannya apa? Ya siapa tahu nanti perlu
17 Juni 2008 pada 10:02 am
Wah… kalau harus pakai pertamak jadi repot. Mohon produsen untuk mengklarifikasi, karena ada sticker cukup premium, nanti dikira nipu lho. Saya juga pakai pica karena informasi saat itu cukup minum premium. Sebenarnya ada 2 tawaran dengan haega yang tidak jauh waktu itu, yaitu pigeot 206 tahun 2003 dan picanto option tahun 2004. Tapi karena pigeot khabarnya harus pake pertamak, maka saya beli picanto. Selama ini di saya (sudah jalan sekitar 12000 km) pakai premium, kayaknya sih tidak ada masalah. Hanya suara ban/apa di belakang yang terasa menderu-deru pada kecepatan di atas 60 kpj. Memang mobil yang berumur 5 tahunan harus banyak yang ganti (pica saya km 71000). Kemarin pas service disarankan untuk ganti kanvas kopling (harga sekitar 1,4 jt). Keluhan lain hampir sama, kalau terburu-buru, mobil ndut-ndutan pada gigi 1. Konsumsi bahan bakar lumayan irit, dalam kota ac on terus di jogja sekitar 1:13,8 km. bilangan ini saya dapatkan dari pengukuran yang terus menerus selama saya pakai. Untuk ke luar kota, belum saya lakukan. Saya kemarin baru dapat info bahwa resiko pake premium adalah pada jarak tempuh sekitar 50.000 km, cc (cathalis converternya) akan tersumbat dan mobil akan macet. benar ngak ya? dan berapa harga cc tersebut?
17 Juni 2008 pada 5:33 pm
@warjog, terimakasih reviewnya, lengkap
.
Mengenai pertamax, saya tidak tahu apakah mobil picanto di Indonesia sudah diset agar bisa minum premium. Mungkin sebaiknya ditanyakan ke pihak bengkel/mekanik, kalau ke sales pasti jawabannya asal saja. Dari bacaan di internet sih katanya asal tidak ngelitik tidak apa-apa, walaupun tetap dianjurkan mematuhi buku manual.
Suara ban memang picanto ribut sekali, merk bannya apa ya mas? Kumho bukan? Di tempat bengkel spooring balancing saya juga dianjurkan nanti beli merk ban lokal, lebih cocok dengan jalan Indonesia katanya.
Kalau mengenai CC setahu saya itu bakal rusak kalau menggunakan bensin dengan timbal. Ada yang bilang seluruh bensin di Indonesia sudah tanpa timbal, termasuk yang premium. Tapi ada yang bilang juga hanya di jabodetabek saja yang dijamin tanpa timbal. Setahu saya dari milis belum pernah ada yang CC-nya rusak.
20 Juni 2008 pada 8:29 am
Ikutan sharring nih,
Pica saya pakai ban bridgstone techno 165/70/13 baru ganti ke 4 nya mumpung belum naik (355 ribu per buah), suara lumayan lebih halus, karena katanya ban ini lebih empuk. Tapi kok konsumsi BBM nya menjadi lebih boros, tapi saya kurang tahu apakah karena ganti ban atau karena settinnya. Karena kebetulan service dan ganti ban bareng, juga ganti kenalpot bagian belakang. Mohon saran. Trus, knalpot ada pengaruhnya ke konsumsi BBM ngak, dan sepertinya punya andil yang besar terhadap suara. Mohon saran knalpot yang baik.
20 Juni 2008 pada 5:01 pm
Lebih lebar tidak mas bannya? Makin luas permukaan ban yang bersentuhan dengan jalan berarti makin boros (makin banyak gesekan). Tapi enaknya, mobil jadi lebih “lengket” dengan jalan.
Kalau knalpot saya tidak tahu, knalpotnya ganti yang original?
21 Juni 2008 pada 10:25 pm
thanks atas infonya yg lengkap ya pak
lagi cari yg 2nd nya nih, cuman agak susah ya cari yg warna merah matic (utk istri)
yg baru opt 3 a/t kalo ga salah sudah 128jt
22 Juni 2008 pada 9:01 am
@mas teddy,
makasih, warnanya harus merah ya
Saya juga dulu awalnya mau beli yang sky blue, tapi karena harus menunggu lama dan mobil yang lama sudah keburu dijual akhirnya jadi ambil bright silver yang tersedia.
23 Juni 2008 pada 9:25 am
Bannya sama dengan sebelumnya, tapi perasaan tambah empuk. Knalpotnya apa ada yang orisinil (cuma bulatan) yang paling belakang. Kalau ada yang ori, berapa ya harganya? Sekarang kok kalau belok, seperti terdengar gesekan menderu di bagian bawah. Apa pengaruh laher atau apa ya? Info saja, setelah BBM naik, sepertinya harga pica 2nd tambah tinggi. Di Jogja, tahun 2004-an 75 jt ke atas. Padahal keluaran 2004 CBU baru waktu itu hanya dijual 60 jutaan. Gimana di tempat lain?
24 Juni 2008 pada 7:26 am
Mengenai knalpot, harusnya sih ada, cuma ya pasti lebih mahal. Saya dulu (2003) pernah ganti knalpot ori katana kena 600 ribu (semuanya sih).
Mengenai harga, wah bagus sekali, ternyata picanto harga jual kembalinya semakin tinggi.
24 Juni 2008 pada 10:33 pm
halo mas yudi,
sori baru terbit lagi nih..
ada fotonya. tp gimana ya postingnya?
total biaya 850rb, dan tnyt gak panas jg.
27 Juni 2008 pada 9:33 am
Untuk picanto kok sepertinya banyak masalah pada kaki-kaki (terdengar suara bleduk-bleduk), kalau direm pada jalan turun, bagian depan terdengar bleduk-bleduk juga. Kira-kira apa yang harus di cek dulu?
28 Juni 2008 pada 4:04 am
@reza, buat account di flickr saja, nanti linknya mohon posting disini.
@yono
Kalau saya bunyi seperti itu kalau lewat polisi tidur atau lubang. Kalau direm di jalan turun sih tidak bunyi.
Saran saya ya dibawa ke bengkel resmi saja mas, daripada tambah parah.
2 Juli 2008 pada 8:02 am
Sebelum pakai pica, saya pakai katana th 94. Tenaga oke, tetapi bensin dalam kota, AC aktif sekitar 1:9km. Ternyata ada yang beda tentang roda penggeraknya. Kalau katana penggerak roda belakang, ternyata picanto penggeraknya roda depan. Mohon infonya tentang kelebihan dan kekurangannya. Thanks.
4 Juli 2008 pada 11:49 am
Saya tidak terlalu mengerti juga, Mas Yono bisa googling saja tentang ini dengan keyword Forward Wheel Drive (FWD), Rear Wheel Drive (RWD), dan All Wheel Drive (AWD) ..
eh bener tidak ya nulisnya?
7 Juli 2008 pada 2:56 pm
@Warjog
KIA Picanto rekomendasinya menggunakan pertamax plus, karena Compression Rationya 10:1, untuk menghindari rusaknya piston sepertinya kita lebih bijak menggunakan BBM sesuai yang direkomendasikan.
coba lihat http://saft7.com/?p=274
7 Juli 2008 pada 3:22 pm
@ Yono
AFAIK, RWD (gerak belakang) kontrolnya lebih kerasa daripada FWD (depan) –> kasus mobil sport, rata2 RWD atau AWD. Jadi pengendaraan lebih mantap (memang ga semantap AWD). Cuma, kalo FWD lebih irit dan tenaga spontan (ga ada kerugian gesek lewat gardan yang meneruskan tenaga mesin ke roda belakang) sementara RWD lebih boros. CMIIW
7 Juli 2008 pada 4:18 pm
@Dedi makasih infonya pak, tapi menurut buku manualnya Picanto sebaiknya menggunakan RON 91, jadi dengan Pertamax yang RON-nya 92 sudah cukup. Kalau pertamax plus RON-nya 95, ketinggian. Dengan asumsi RON pertamina ini bener ya
Setahu saya, RON ini tidak hanya bergantung terhadap kompresi, ada faktor lainnya. Jadi IMO lebih baik kembali ke buku manual atau konsultasi dengan mekanik bengkel resmi.
7 Juli 2008 pada 4:22 pm
@abe, makasih pak infonya.
8 Juli 2008 pada 1:51 pm
@yudiwbs
pak, sebagai sharing pengetahuan, sudikah bapak juga melanjutkan penjelasan bapak tentang faktor2 yang mempengaruhi RON selain kompresi…
8 Juli 2008 pada 2:43 pm
Hmm saya tidak tahu pasti, tapi pernah dibahas di forum ada mobil yang kompresinya tinggi tapi menurut buku manual hanya butuh RON88 (sori lupa URL-nya). Ada juga yang bilang derajat pengapiannya diset sedemikian rupa oleh pabrik sehingga walaupun kompresi tinggi tapi cukup minum premium dengan konsekuensi tenaga berkurang.
Kesimpulan ini juga bisa diambil dari info saft7 tadi yang menurutnya picanto harus RON95 tapi ternyata menurut manual hanya RON91. Dengan asumsi manual lebih valid, ini berarti kompresi tidak menjadi faktor satu-satunya karena model perhitungan saft7 tadi jadi tidak cocok. Faktor yang lain apa dong? ya saya tidak tahu hehe. Ada yang lain yang bisa bantu?
8 Juli 2008 pada 8:42 pm
hmmmm….itu…aq kok gag bisa register di forumnya kia picanto yah??
tahu caranya???
pengen banget ketemu ama temen2 sesama pengguna picanto lainnya…
kalo tahu…kirim imel yah…
thx
9 Juli 2008 pada 4:54 am
@menok, forum yg di Indonesia? setahu saya itu kurang aktif. Lebih aktif milisnya, walaupun akhir-akhir ini memang lebih banyak OOT nya sih.
9 Juli 2008 pada 9:13 am
Saya sedang eksperimen untuk hemat BBM. Hasil sementara, dengan tekanan ban depan belakang 30 psi, ternyata tembus 1:12, kemudian saya coba tekanan ban 32 psi ternyata bisa tembus 1: 12,8. Ini hasil sementara. Selanjutnya saya akan eksperimen dengan oli mesin. Sekarang ini saya pakai Fastron 20W/50. Kalau ganti oli, nanti akan saya ganti Fastron yang 10W/40. Ada yang punya informasi tentang pengaruh oli mesin?
9 Juli 2008 pada 1:25 pm
@Yono, makasih atas informasinya.
Tekanan ban picanto memang direkomendasikan 32 psi pak (depan dan belakang), bisa dilihat di bagian bawah pintu sopir. Kalau oli belum pernah coba ganti, tapi di forum ada yang pernah bilang memang ada pengaruhnya.
12 Juli 2008 pada 9:14 am
PAk Yudi, tolong cari infor harha spartpart picanto di bandung (hanya untuk perbandingan dengan di Jogja). Karena di Jogja hanya ada satu tempat yang khusus KIA, maka tidak ada perbandingan, karena sepertinya kok mahal sekali. Saya hendak ganti Laher dan kanvas kopling. Di KIA Jogja kanvas kopling= 1,4 juta, laher roda depan= 300 ribu satu sisi, dan belakang 400 ribu satu sisi. Padahal kalau merk lain, satu sisi tidak sampai 100 ribu.
Terima kasih pak.
13 Juli 2008 pada 6:03 pm
@pak yono, kalau sama-sama menggunakan bengkel resemi harganya mungkin tidak akan jauh berbeda, walaupun beda kota. Kalau diluar bengkel, saya tidak tahu. Sebaiknya tanya di milis deh, banyak yang sudah banyak pengalaman.
24 Juli 2008 pada 1:42 pm
Salam kenal pak.. cuma numpang tanya.. tilt steering itu kayak gimana ya?
trus, feature2 yang ada di pica apa aja..?
thanks..
24 Juli 2008 pada 2:20 pm
Ada yang pernak cek nomor mesin picanto? ternyata susahnya bukan main, di samsat dan bengkel umum tidak ketemu. Baru setelah dibawa ke KIA bengkel ketemu. Kalau yang penesaran, coba saja dicari (mungkin di buku pegangan ada). Untuk Pak Yudi, jika lampu indikator BBM menyala, isi tangki masih berapa liter ya?
24 Juli 2008 pada 2:26 pm
Tilt steering itu artinya stir bisa dinaik turunkan. Fitur yang lain bisa dilihat di http://www.kiamobil.com/picanto.htm. Paling minim fitur OPT1, paling lengkap OPT3, tapi ya harganya juga beda
.
24 Juli 2008 pada 2:43 pm
@yono
Di manual ada pak, tapi saya belum cek juga apakah memang benar disana. Dari fotonya sih nomor mesin berada di daerah depan dibawah saringan udara.
Kalau lampu indikator menyala, kalau tidak salah sisa 5 liter. Tapi lupa info ini darimana (tolong koreksi ya).
31 Juli 2008 pada 8:10 am
Tanya lagi pak Yudi berdasarkan buku KIA:
1. setelah kilometer berapa dianjurkan ganti timing belt?
2. Apa penjelasan dari indikator radiator warna biru (bila mesin belum panas), kemudian akan mati beberapa saat kemudian.
3. Komponen penting apa saja yang dianjurkan ganti setelah kendaraan berusia 5 tahun atau berdasarkan kilometer?
terima kasih atas penjelasannya
31 Juli 2008 pada 1:34 pm
Pak, punya toko sparepart langganan gak?
Saya lg butuh cari lampu rem belakang, pecah karen ketabrak. Kira-kira harganya brp ya? Trus kalo beli tidak sepasang bole gak ya (kira aja misalnya)??
Nuhun
31 Juli 2008 pada 2:11 pm
Tanya nih buat pak Yudi dan rekan2 lain apakah terjadi hal yang sama di windshield (kacadepan) picanya
Apakah waktu lagi jalan terus kehujanan kaca depan pica anda terlihat agak berbintik (tidak clear seperti waktu tidak kena hujan), soalnya waktu kemarin aku kehujanan baru saya sadari kaca depan picaku sedikit terlihat seperti ada bulir bulir air. Apakah ini dikarenakan kaca depan terdiri dari 2 lapis dimana pada bagian tengahnya dilapisi cairan (entah itu cairan lem atau apalah namanya), demikian juga waktu kita cuci dan kita sapu bagian kacanya akan terlihat seperti ada cairan didalam kaca, setelah kering kaca akan terlihat clear.
tks atas infonya
31 Juli 2008 pada 4:34 pm
@yono
1. Diperiksa dan diganti jika perlu pada 60 ribu km atau 48 bulan. Kalau pada 60 ribu tidak diganti, harus diganti pada 90 ribu atau 72 bulan.
2. Seingat saya tidak ada di manual, yang ada kalau overheat baru nyala.
3. Di manual nggak ada spesifik seperti itu (5 tahun). Kebanyakan dalam siklus per 12 bulan atau per 15 ribu km. Jadi IMO, harus dicek semua, apalagi kalau pemilik sebelumnya tidak apik.
31 Juli 2008 pada 4:38 pm
@darsono,
Punya saya tidak mas (atau belum ya?). Mungkin ada lapisan? Soalnya pernah dibahas di milis ada yang dilempar batu di tol dan sepertinya terhalang oleh lapisan tersebut jadi tidak tembus, walaupun kacanya memang tetap harus diganti.
31 Juli 2008 pada 4:46 pm
@bakti,
Wah belum pernah kejadian yah, kalau saya sih paling ke bengkel resmi saja, maklum buta masalah teknik, takut ujung-ujungnya ketipu. Seingat saya di jakarta ada toko (atau bengkel ya?) khusus mobil korea. Dulu jaman masih punya katana, biasanya montir saya beli onderdil di Irian Motor.
3 Agustus 2008 pada 4:14 pm
Ini dari Makassar, Pica sy 2004, sdh ganti kanvas kopling dan timing belt ( 90.000 ), tidak ada penyakit yang berarti, salam untuk pengguna pica,
3 Agustus 2008 pada 4:24 pm
@heri, salam kenal pak. Wah picantonya awet ya.
8 Agustus 2008 pada 10:35 am
@Pak Yudi, terima kasih infonya
@Pak Heri S,
Pica saya juga tahun 2004, tapi beli 2nd, km 72ribu. Kalau boleh tahu, berapa biaya ganti kanvas kopling dan timing belt (rinci: spartpart, ongkos pasang dari masing-masing), sebab saya nanya di dua tempat sama-sama bengkel resmi KIA kok harganya beda ya. Trus, penggunaan BBM bagaimana? kalau saya dalam kota rata-rata 1:13 AC ON terus. Trims atas penjelasannya.
9 Agustus 2008 pada 6:21 pm
Salam kenal mas, saya juga pengguna Pica, dari 2005 …. udah nenek2 ya? pertama kepincut setelah saya buka2 situs tentang Pica. waduh, ini dia pilihanku. walaupun hasil uji euro-ncap tidak ada yang bagus, tapi buat indo, oke lah. mas, picaku orange, ngejreng, combining dengan yang punya.
saat ini saya punya niat mau perbaiki kemampuan rem. sudah saya datangi “mpu” Sigit di KIA Sunter (sekarang beliau sudah balik ke gunung lagi), tapi saya belum dapat pilihan yang pas untuk rear discbrake. gosipnya ada beberapa varian dg RD kayak gitu berkeliaran di Sin dan Malay. Satu lagi, sy juga pingin meningkatkan HP-nya Picaku ini. Mohon sekiranya mas Yudi punya informasi, saya sudah tidak sabar lagi. hehehehehe ….
hormat saya,
prabhowo-pamulang-b8985cg
9 Agustus 2008 pada 7:59 pm
@prabhowo, salam kenal juga mas.
Untuk euro-ncap Picanto dapat 3 star (untuk adult, untuk child 4 star) , walaupun memang tidak terlalu bagus, setidaknya pernah diuji. Soalnya minicar yang sekelas di Indonesia seperti K. Estilo dan P. Savvy, tidak pernah ditest euro-ncap (lengkapnya di: http://www.euroncap.com/supermini.aspx). Tapi perlu juga dicatat bahwa saat Picanto ikut uji euro-ncap, Picanto tersebut dilengkapi dengan airbag (depan dan samping). Jadi versi Indonesia jelas lebih berbahaya
Jadi IMO, lebih baik jangan ditambah HP-nya mas. Saran saya lebih bagus diganti mobilnya saja dengan cc yang lebih besar. Untuk yang setingkat diatas picanto saya dengar Sirion cukup bagus: mesin xenia 1300 cc, 4 star euro-ncap, lebih lapang dari picanto dan harganya sekarang diturunkan (119, dg discount katanya ada yg dapat 116 beberapa bulan lalu).
Kalau masalah rem saya tidak tahu, tapi memang enak kalau bisa ditingkatkan kemampuannya. Sampai sekarang saya juga kurang sreg dengan rem-nya, seperti tidak konsisten.
9 Agustus 2008 pada 8:25 pm
Saya baru inden picanto m/t opt 2 untuk daerah surabaya, ternyata harga skrg udah 114 jt, padahal sebelumnya (2 minggu yg lalu masih 110 jt). Kira2 pertengahan agustus baru datang.
Yang ingin saya tanyakan apakah alarm lock (bonus dari dealer) kualitasnya kurang bagus ya pak?
Atau mendingan saya pasang sendiri di variasi luar, merk apa yg kira2 cukup bagus?
Waktu test drive memang kata sopirnya kelemahan mobil korea adalah di kaki2nya.
Thanks
9 Agustus 2008 pada 9:18 pm
@edy,
Mengenai harga, picanto memang sedang naik daun karena laku mas. Hal itu perlu disambut baik juga, soalnya harga jual kembali jadi tinggi hehe. Tapi dengan adanya Sirion mudah-mudahan jadi tidak lepas kendali juga. Mentang-mentang laku, jangan sampai naik tanpa perhitungan.
Mengenai alarm, sepertinya tergantung salesnya kerjasama dengan siapa (untuk KIA tempat saya beli ya, tidak tahu dengan di sby). Nah itu repotnya, kita jadi bergantung dengan sales.
Punya saya memang kurang bagus, di bagian supir levernya(?) kalau naik sering nyangkut tidak bisa turun. Saat saya ke bengkel resmi mereka tidak mau tanggung jawab karena bukan mereka yang pasang, sedangkan salesnya malah menghindar. Untung bisa saya akali sendiri. Saran saya sih, pasang sendiri saja mas. Cari tempat yang bagus dan kalau ada apa-apa kita gampang mengurusnya. Mengenai merk dan tempat pasang saya tidak tahu, bisa ditanyakan/dicari di forum otomotif.
Mengenai kaki-kaki, saya pikir tidak juga, karena di milis jarang yang mengeluhkan masalah ini. Memang ada, tapi sepertinya wajar karena memang sudah lama mobilnya. Tapi yang jelas picanto ini tidak dirancang untuk jalan yang jelek dan berlubang-lubang
Saya lebih baik cari jalan memutar yang lebih jauh dibandingkan lewat jalan jelek.
11 Agustus 2008 pada 7:54 am
Salam kenal bp. Edy
Saya Rudi (juga) dari Surabaya.
Kalau boleh nanya, harga 114Jt itu dapat apaan saja ? Bp belinya di KMI aau di Siantar ?
11 Agustus 2008 pada 9:08 am
@Pak Edy,
Selamat sebentar lagi pakai pica baru. Saran saya, hati-hati kalau lewat jalan yang Bapak belum tahu persis mulus (banyak berlubang/polisi tidur). Jangan sampai “kejeglong” (basa:jawa), karena kaki-kaki depan pica sangat urgen terhadap kenyamanan (penggerak roda depan). Punya saya laher depan sudah agak aus, sehingga sering terdengar suara menderu. Trus spart-part pica tergolong mahal, sehingga pemeliharaan rutin adalah solusi bijaksana.
11 Agustus 2008 pada 9:43 pm
@Pak Rudi
Harga price list adalah 114 jt untuk opt 2 m/t.
Bonus yang ditawarkan salesnya, Kaca film solar gard full, kecuali depan 15-20 cm, karpet dasar, anti karat, alarm.
Belinya di KMI.
@Pak Yono
Terima kasih atas nasehatnya, untuk picanto ini memang sedang inden, janji salesnya adalah minggu ini, cuman sampai saat ini masih belum ada kepastian (no rangka mesin aja belum dapat).
Kemungkinan jika terlalu lama/ gak sesuai janji bisa dibatalkan (kesepakatan bersama)
19 Agustus 2008 pada 10:05 am
Salam kenal mas Yudi,
Saya baru saja beli picanto 2005, cuma tanpa buku manual…
Kira2 kalau mau cari buku manualnya ke mana ya?
Atau saya bisa pinjam punya mas Yudi, biar saya fotocopy?
terima kasih sebelumnya…
19 Agustus 2008 pada 1:07 pm
Setahu saya memang sulit mencari versi elektronik buku manualnya.
Silahkan saja pak kalau mau memfotocopy punya saya. Nanti kita janjian dan di fotocopynya di sekitar kampus saya (upi) atau rumah saya (sarijadi) atau kampus istri saya (itb). Jadi bapak tidak perlu repot janjian lagi untuk mengembalikannya, tinggal bapak ambil fotocopy-annya dan saya ambil aslinya
22 Agustus 2008 pada 7:35 pm
Yth. Pak Yudi,
1. Mohon penjelasan dan komentar tentang masalah serius “crankshaft”nya picanto, yang sempat juga di-expose detik.com
2. Mohon tips2 dan kiat2 untuk beli picanto yg seken tahun 2006-07.
Hatur nuhun.
23 Agustus 2008 pada 4:59 am
1. Setahu saya masalah itu hanya terjadi pada versi awal Picanto keluaran 2004. Otomatis diperbaiki oleh KIA pada saat service rutin. Tetapi memang saya pernah baca masih ada beberapa yang terlewat. Jadi kalau Mas Ahmad beli Picanto 2004, sebaiknya dibawa ke bengkel untuk diperiksa. Untuk tahun lain sudah aman kok.
2. Wah saya sih tidak tahu ya, tapi kalau boleh saya sarankan, lebih baik beli yang baru saja. Harganya kan tidak terlalu jauh dengan pica 2007, dan tidak ada rasa khawatir.
23 Agustus 2008 pada 9:43 am
Pak Yudi, “crankshaft” itu apa, mohon penjelasan, sebab saya pakai pica 2004. Terima kasih
23 Agustus 2008 pada 1:41 pm
Saya juga tidak tahu teknisnya, tapi dari yang saya baca ciri-ciri dari masalah ini adalah tenaga mobil berkurang drastis.
Bisa dilihat diskusinya disini (forum pica Malaysia): http://forum.picantoclub.com/index.php?showtopic=791&st=20
Atau bisa juga search di milis pica indonesia, pernah dibahas kok di milis.
10 Oktober 2008 pada 1:32 pm
halo pak yudi…
saya pengguna picanto M/T Opt. 2 thn 08 bln oktober wrn silver
saya senang sekali ada forum seperti ini. saya jadi banyak tahu tentang pica..thnx untuk infonya
10 Oktober 2008 pada 5:07 pm
@wendy, wah selamat atas pica barunya. Jadi ingat bau kabin pica yang masih baru.
12 Oktober 2008 pada 11:57 pm
Halo pak Yudi, akhirnya saya mendapatkan pica baru walaupun molor lama dari jadwal, setelah saya test pakai 1 bulanan,
ternyata konsumsi bahan bakarnya jauh tidak sesuai iklan2 yang ada (pemakaian di pica saya cuman 1 ltr : 9 km) ini sudah saya test untuk 2 kali pengisisan bbm.
Pengisian saya dari tank hampir kosong adalah 180 rb = 30 liter, dan kembali ke titik asal dgn jumlah kilometer 270 km.
Apakah kira2 yang menjadi penyebabnya ya pak? padahal saya tidak berharap banyak seperti iklannya 1:23 (saya hanya menginginkan 1: 12-14 km aja udah senang)
Pemakaian saya juga normal rpm hanya sekitar 3 max 4, terus jarum awal rpm tanpa di gas menunjuk di angka 1, (apa ini terlalu besar ya pak)
Saya berharap dengan nantinya servis pertama (1000 km) mungkin dapat diiritkan lagi.
Terima kasih
13 Oktober 2008 pada 5:11 am
RPM idle di mobil saya tidak sampai 1000 rpm pak, hanya 650-700. Kemudian kalau bisa dijaga RPM diantara 2000-2500, kalaupun lebih jangan sampai melebihi 2800. Tapi ini untuk kondisi non-tol ya.
Kalau di tol, RPM jangan sampai melebihi 4000. Bukan masalah mesinnya sih, tapi ada yang bilang kompresor AC-nya bakal cepet rusak (berlaku di semua mobil). Kalau mau RPM lebih dari itu, AC sebaiknya dimatikan.
13 Oktober 2008 pada 8:43 am
Met kenal Pak Yudi….
Saya baru aja punya Picanto merah Opt 2 MT, Okt 2008. Waktu baru make odometernya masih 28 Km, sekarang udah 512 Km. Secara keseluruhan saya puas dengan mobil ini, kabin lebih berkualitas dibanding pesaingnya, handling mantap, irit, rem pakem (malah terlalu pakem hehe). Review yang pak yudi sampaikan cocok dengan yang saya rasakan. Trims…
13 Oktober 2008 pada 9:33 am
Halo pak Yudi..
Senang sekali ada forum seperti ini. Saya juga masih cari2 info ttg mobil dan tertarik sekali dgn picanto. Apakah mobil ini juga bisa untuk antar kota, misal Jkt-Malang (untuk mudik)..? Krn rencananya setahun sekali mo dibawa mudik juga. Kl dalam kota mudah2an saya udah agak yakin berdasarkan info dr forum ini dan rekan2 juga.
13 Oktober 2008 pada 10:02 am
@deddy, selamat ya mobil barunya
@ira, menurut saya bisa. Asalkan jalannya bagus. Saya menggunakan pica ke Anyer nyaman kok. Padahal saya jarang ke luar kota
Di tol bisa 120, di jalan biasa nyalip truk juga enak karena kecil dan akselerasinya cukup.
Cuma bagasinya kecil dan kursi di belakang sempit. Jadi tidak bisa bawa banyak barang dan orang.
23 Oktober 2008 pada 4:33 pm
Halo Pak Yudi,
Lagi liyat2 blog yg ada ulasan Pica-nya, sampe deh ke sini
saya udah hampir 2th pk Pica Matic thn 2005 yg masih lampu kotak dan masih full build up. Mang enak kok naik Pica, bandel mesinnya, tp emang kaki2 agak keras bantingannya. Matic-nya memuaskan banget, yg penting harus rajin tepat waktu ganti oli, overall puas bgt pk Pica, harga ekonomis, bentuknya juga gaul, dipake ngebut juga not bad:-)
24 Oktober 2008 pada 1:13 pm
@Lia,
Wah namanya sama dengan istri saya, jadi sempet kaget tadi.
Makasih infonya
26 Oktober 2008 pada 7:33 am
mas yudi,
apa kabar?
baru muncul krn kesibukan kerja sering keluar kota.
berikut foto-foto mobil picanto saya.
http://www.flickr.com/photos/31775882@N06/?saved=1
mudah-mudahan bisa dibuka.
minggu lalu saya pasang monitor 7 inci + dvd merk swan. foto akan saya upload menyusul.
km saat ini sudah 20k.
26 Oktober 2008 pada 7:40 am
mas yudi,
apa kabar?
baru muncul lagi nih, krn kesibukan kerja sering ke luar kota.
berikut foto2 yg pernah saya janjikan.
http://www.flickr.com/photos/31775882@N06/?saved=1
mudah2an bisa dibuka.
modif terakhir yang saya lakukan adalah pasang lcd monitor 7 inci merk swan + dvd.
foto2 akan saya upload menyusul.
salam
3 November 2008 pada 4:55 pm
Pak Yudi,
Saya mohon pencerahan, saya ada rencana mo beli mobil baru. Tapi saya masih bingung antara memilih “Suzuki Karimun Estilo” atau “New Picanto” karena kedua mobil tersebut kalo dilihat dari harganya ngak jauh beda dan masing2 mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Mohon bantuannya yah Pak?
Thank in advance
4 November 2008 pada 2:32 pm
halo yud,
ap kabarnya?
picanya gimana?
muncul lagi nih, stlah sebulan pake pica rasanya nyaman banget, belum ada masalah… paling suara mesinya aja yang agak brisik, wajar sih soalnya city car, soal bensin sih menurut gue cukup irit, boros bukan karena mobilnya, tapi karena jakarta macet….
tar coba sebulan lagi,, moga ga ada masalah…….
5 November 2008 pada 4:34 am
@reza, makasih fotonya. Saya juga tertarik mau bungkus nih. Soalnya bekas muntah anak saya waktu dibawa kedokter ternyata tidak bisa hilang
@wendy, picanya baik-baik aja, udah makin enak bawanya, nyelap-nyelip di jalan bandung yang kecil hehe. IMO mesinnya tidak berisik, kecuali memang di RPM tinggi. Yg lebih berisik itu ban-nya, kalau hujan dan suara angin saat kecepatan 120kpj.
5 November 2008 pada 10:09 am
to: yudi
thank infonya, tar kapan-kapan saya juga mau coba bawa kebandung… sepertinya asik…
>>betul banget, joknya sebaiknya dibungkus aja…biar gampang dirawat juga…punya saya waktu pertama kali datang langsung dibungkus.
>>untuk yang bekas muntah gimana klo dicuci dulu (bagian muntahan) trus coba disedot pake vacum? dulu bawa panther juga pernah dimuntahin oleh teman. lumayan bersih kok..
5 November 2008 pada 10:42 am
^
mungkin muntah sakit beda dengan muntah mabok darat ya hehe. Nggak apa-apa, yang penting anaknya sembuh.
waktu sampai rumah juga langsung dicuci, dikeringin dengan tisu segala dan besoknya dibawa ke tempat cuci mobil. Tapi tetap tidak tertolong
11 November 2008 pada 8:58 am
haloo mas yudi apa kabar saya robby dari bandung, saya punya kia picanto 2008 saya mau tanya, saya pernah tanya tentang kia ke temen temen saya, bener gak siih kalo mesin kia itu kurang bagus katanya kalo udah “BATUK” susah di sembuhin dan kayannya banyak orang yang masih memiliki persepsi buruk sama kia kira2 bener ga? trus apa KIA sekarang sudah berubah? trus apa sih pertimbangan mas yudi pilih kia picanto? dan mau tanya lagi kenapa orang masih punya anggapan kalo produk kia jatuh harganya? makasih atas jawabanya
11 November 2008 pada 9:38 am
^
Saya tidak tahu untuk KIA yang lain, tapi untuk picanto, saya yakin kok kualiatasnya. Pica sendiri sudah ada dari 2004 dan punya garansi 3 tahun. Di milis ada yang sudah mencapai 80 ribu.
Berdaarkan pengamatan di milis, menurut pendapat saya sih kualitasnya sama dengan mobil lain. Dengan asumsi perawatannya bener ya (service rutin, ganti oli, dll).
Persepsi buruk? karena kurang publikasi dari KIA sendiri dan pengguna Indonesia yang fanatik merk (tidak mau mencari info). Asal merk tertentu, walaupun jelek, mahal tetap saja dibeli
Menurut saya Kia memang kurang OK dari sisi iklan. Contoh iklan picanto yang digembargemborkan punya konsumsi 1liter:23 km, padahal sangat sulit dicapai. Iklan dapat membuat orang merasa tertipu.
Alasan saya beli picanto? bisa lihat di posting sebelum posting ini. Anggapan produk KIA jatoh? tergantung jenisnya, kalau sekarang picanto malah naik.
Wah, saya jadi humas KIA nih
17 November 2008 pada 1:55 pm
mas yudi, memang untuk service rutin, sebaiknya berapa kali dalam satu bulan ato baiknya seperti apa?
17 November 2008 pada 2:15 pm
Pa kabar mas yudi ?
Gabung lagi nih buat ikutan review. Saat ini pica saya udah nempuh jarak 1850 km, udah servis pertama sekalian ganti oli. Oya sempat juga remnya dibersihin ama mekaniknya karena berbunyi saat diinjak (kejadian setelah nerjang banjir ketinggian sekitar 10 cm sepanjang 50 m). Picanya sehari-hari dipake ke tempat kerja, lokasi kerja di kota pangkep bejarak 60 km dari makassar. Senin s/d Jumat sore saya tinggal di pangkep, sabtu-minggu di makassar. So, pica ini udah dicoba rute keluar kota (makasar-pangkep) en dalam kota sendiri (makasar).
Dengan kondisi jalan luar kota yang mulus, pica cukup enak buat dikebut, tenaganya lumayan buat nyalip2 juga stabil. Cuman deru suara ban dan angin terasa sekali didalam kabin (perlu peredam tambahan kali ya, ato ganti ban ?). Untuk jalan yang keriting, banyak lubang ato polisi tidur terasa deh kerasnya suspensi pica, badan jadi kaya dibanting2 hehe.
Sewaktu hujan deras di tol pica saya sempat dilemparin gumpalan tanah oleh anak2 kecil (nakal sekali ya). Lemparannya keras sekali mengenai bodi samping sebelah kiri, bunyinya keras terdengar di dalam kabin. Saya sempat was2 jangan2 bodi pica saya penyok ato lecet. Pas nyampe rumah bekas tanahnya saya bersihin ternyata bodinya ga kenapa2 tuh, lecet juga nda (lega deh). berarti bodinya lumayan kuat juga ya.
Soal konsumsi BBM, untuk rute kombinasi (dalam dan luar kota) dengan kecepatan bervariasi hingga 100 km/jam, ngisi premium Rp 100 rb (Rp 6000/ltr) total jarak tempuh 245 km (ngitungnya dari tanda lampu kuning di speedometer menyala-diisi premium-sampe lampu kuning menyala lagi) berarti konsumsi premium sekitar 1:14,5. Sejak 2 minggu lalu nyoba make pertamax ngisi Rp 100 rb (Rp 7300/Ltr), dengan metode yang sama diperoleh jarak tempuh 250 km berarti konsumsi pertamax 1:18. So aku saranin make pertamax aja, sekilas emang lebih mahal tapi dengan jumlah rupiah yang sama diperoleh jarak tempuh yang relatif sama, selain itu mesin jadi lebih bersih, tarikan juga enteng (saat review ini dibuat pertamax malah udah Rp 7100/ltr, semoga turun terus hehe). Oya sewaktu ngetes putaran mesin saya jaga di rentang 2000-2500 RPM.
Sekian dulu reviewnya, kapan2 ta’upload lagi. Thx..
18 November 2008 pada 4:58 am
@robby: service rutin itu pertama 1000km, kemudian dilanjutkan 5000, 10000 dan seterusnya setiap kelipatan 5000 km.
@deddy: makasih reviewnya
25 November 2008 pada 10:40 am
halo mas yudi,mas yudi saya mau tanya, sebenernya kejadianya sudah lama, pada waktu itu saya mau mengeluarkan mobil dari garasi denga tidak sengaja saya tidak menginjak kopling tapi posisi gigi saya pindahin ke gigi 5, dengan kaget, keluar suara yang sangat keras ‘Braaak” saya ga tau sumbernya dari mana? tapi setelah kejadian itu untuk posisi gigi 5 selama ini ga ada masalah, dan saya belum cek ke bengkel. kira2 dengan kejadian itu apa saja ya dampaknya dan seperti apa? terima kasih mas yudi
26 November 2008 pada 6:47 am
^
saya pernah baca di kaskus, teknik ini katanya sering digunakan oleh pembalap. Tapi dari yang saya baca, katanya bisa merusak gear box. IMHO, paling memperpendek umur pak. Namanya juga tidak sengaja, ya mau apa lagi. Yang penting jangan diulang lagi.
26 November 2008 pada 11:40 am
IMHO itu apa ya? trus memperpendek umur apanya? kira2 saya kan baru sekali melakukan kesalahan nya apa benar benar tidak merusak gear box nya ? maklum gaptek hehe
26 November 2008 pada 4:29 pm
teman2 yang mau cari picanto bisa hubungi majron http://www.newpicanto.blogspot.com
26 November 2008 pada 5:14 pm
@reza dan ayp, maaf postingnya telat muncul. Masuk ke kotak spam.
mas reza, makasih sharing fotonya
untuk ayp: lebih baik test drive dulu, tapi dari sisi exterior menurut saya lebih bagus pica. Kalau dari forum, perasaan sih lebih puas pengguna pica (subyektif nih hehe). Prinsipnya dicoba dulu saja mas.
26 November 2008 pada 5:43 pm
@robby
IMHO = in my humble opinion.
Kalau sekarang mobilnya masih lancar-lancar saja menurut saya berarti tidak ada kerusakan. Tapi bunyi keras itu kan artinya ada benturan, dan namanya komponen mobil ada bagian yang aus karena bersinggungan. Jadi mungkin lebih aus saja. Tapi saya bukan mekanik ya pak, lebih baik ditanyakan ke orang bengkel KIA. Kalau periksa, mungkin ongkosnya lumayan untuk bongkar.
27 November 2008 pada 7:00 am
Salam kenal semuanya…
kayaknya gara2 krisis ato apa standar diturunin… Opt3 ngak ada, opt 2 belum ada kepastian kapan masuk, ada yang mau saya tanyakan, ban serap picanto beda dengan ban standarnya, kalau di ganti dengan ban standar spacenya cukup gak
saya baru indent new picanto OPT A/T harganya sekarang 127jt
(info. ban standarnya pake R13)..thx
27 November 2008 pada 11:40 am
Salam kenal mas Wibisono. reviwnya sangat berguna buat majron. bahan sales talk. makasih. 3x
27 November 2008 pada 1:59 pm
@mas majron, salam kenal juga mas.
Kalau ada transaksi karena lewat blog ini ditunggu komisinya ya hehe (becanda ding).
Saran saya cuma satu mas, jangan katakan konsumsi bbm pica 1:23. Dulu sales saya bilang seperti itu. Kalau secara teori sih bisa (ditol kecepatan rendah, ac off), tapi secara praktis tidak feasible.
27 November 2008 pada 7:46 pm
oke bos. kalau ada bisa jualan lewat blog kan lebih praktis. operasionalnya cuma m2 doang tiap bulan. he3. konsumsi real ya sekitar 1:16. setujua gak bos?
27 November 2008 pada 10:59 pm
^
setuju untuk luar kota
Dalam kota sekitar 1:10 sd 1:12
1 Desember 2008 pada 2:31 pm
hai mas Yudi, salam kenal..
Saya mau beli Pica matic opt1 nih rencananya, wahh,, skrg sudah mahal juga ya,, sudah sampai 120 jutaan.. T_T
lalu kata salesnya inden juga sktr 1-2 bulan,, sabtu ini mau coba test drive dulu.
Btw, saya ikut milis picanto kok mayoritas isinya tidak berhubungan dengan picanto ya? minimal tentang mobil gitu,, malah membicarakan topik2 lain yang sangat membcajiri inbox saya, wah2.. =)
Wehandy
1 Desember 2008 pada 5:10 pm
^ salam kenal juga mas.
Tapi tetep termasuk matic yang paling murah kan
Mengenai milis, memang karakteristiknya seperti itu. Membernya sudah sangat akrab soalnya. Solusinya pilih opsi no mail aja mas, jadi dibaca lewat web yahoogroups saja. Tidak memenuhi mailbox dan mudah untuk memilih topik yang relevan.
3 Desember 2008 pada 12:29 am
Mas Yudi,
Salam kenal
Saya punya New Pica Opt 3 sekarang 4200 KM, walaupun matic tapi masih lumayan irit juga tuh, luar kota pake AC 1 : 16. Bener juga cerita tentang bumper itu, istri saya yang pake, waktu parkir nabrak trotoar…, istri saya panik karena dalem juga cekungnya. Ternyata besoknya dah kembali seperti semula.
Ban saya ganti pake BS, rasanya lebih mantap.
Sejauh ini gak ada masalah dengan mesin, saya selalu isi BBM pakai pertamax (lagi murah nih sekarang).
Cuman sekarang ada yang agak menggangu, kalau lewat jalan yang kurang bagus di jok pengemudi rasanya ada suara “tikus” ciitt-citt..kreekk….kreekkk, terus juga di bagian belakang saya dengar suara klotak-klotak…(suaranya seperti dari kursi belakang atau begasi)
Mohon informasinya,
Terima kasih..
3 Desember 2008 pada 5:40 am
^
dengan jalan bandung yang macet.. jadi ingin punya AT juga nih
Masalah suara dibawa ke bengkel resmi aja pak (mungkin sekalian saat service 5000km). Waktu pica saya agak bunyi, mereka mau kok sampai ditest di jalan tidak rata untuk mendengar bunyinya.
11 Desember 2008 pada 6:38 pm
halo mas yudi ketemu lagi neeh sama robby…kemaren saya baru service 1000 Km cuma ganti oli, tapi setelah service kemaren, setelah dirasakan mesin sama rem dan lain2 jadi lebih enak untuk dibawa jalan, ato mungkin setelan setelan nya di rubah kali yaah pokoknya perubahan nya kerasa banget sebelum diservice dan pada saat baru. karena pada saat baru pun masih orisinil jadi kerasa aga kaku tapi sekarang beda banget……..
17 Desember 2008 pada 2:19 am
sekedar sharing nih premium ma pertamax, mobilku carry sih, tapi pertama nyoba dyno tab beli di ace hardware 10 tablet @ 115rb, 1 tablet buat sekali isi full tank, hitungannya satu tablet cuman 11.500, udah enak tarikan mobilnya, udah dicoba ke innova ma timor, cocok aja tuh, yg paling kerasa perubahannya tarikan enteng ngga perlu injek dalem dah kenceng, paling cocok sih di mesin karbu, kalo injeksi mesti 2-3 tablet baru kerasa tarikannya, di timor sekali isi setelah 30 km baru kerasa, enteng=hemat… buat solusi gigi 1 yg berat n mati mati itu
17 Desember 2008 pada 5:37 am
^
Maaf, menurut saya, menggunakan tambahan aditif dalam jangka panjang tidak bagus. Di milis picanto juga ada yang berhenti setelah 2 tahun menggunakan aditif karena mesinnya bermasalah. Bahan bakar premium dan pertamax sendiri ada tambahan aditifnya, tapi tentunya sudah standard dan pihak pembuat mesin juga sudah memperhitungkannya.
Lagipula Kalau tambahan aditif itu bagus dan murah, pasti sudah ditambahkan di premium dan pertamax.
17 Desember 2008 pada 5:40 am
@Robby, ditunggu reviewnya yang lain
17 Desember 2008 pada 9:09 am
mas , kemren waktu service picanto, saya tanya tanya soal bbm ke mekanik nya yang di jl dr Djunjunan pasteur, katanya untuk picanto ada baiknya pakai pertamax katanya lebih irit, dan juga di koreanya picanto pakai pertamax dan ada juga yang bilang pakai premium mesin nya bisa bermasalah bisa ngelitik katanya . jadi untuk pemakai picanto, kira kira pakai apa neeh bagus nya ? katanya picanto cukup premium? ….makasih penjelasannya
17 Desember 2008 pada 9:51 am
^ menurut manual, picanto memang menggunakan RON91. Jadi memang pertamax. Itupun kadang-kadang saya masih ngelitik (mungkin karena kualitas bensinya jelek). Dengan pertamax pasti lebih irit, karena gas tidak perlu diinjak dalam-dalam.
Menggunakan premium menurut saya bisa saja, asal tidak ngelitik. Misalnya kalau kita hanya bawa penumpangnya dikit, suhu udara dingin, mobil tidak digeber, jalanan tidak menanjak.
17 Desember 2008 pada 2:33 pm
salam mas Yudi.
Kayaknya makin Rame Ni komentarnya, kalau ada yang cari Picanto, bisa ref. majron mas.
Respon pembaca sih lumayan banyak Mas, cuma belum ada yang deal ni. yang masuk ke newpicanto.blogpsot.com juga semakin bertambah.
makasih ya bos
22 Desember 2008 pada 12:16 pm
Salam kenal mas Yudi, pengen cari mobil, semalem baru memutuskan beli Picanto. Tapi kok sekarang mahal ya mas. Makasih atas review nya ya mas, sangat berguna buat Pica searcher..
Buat mas Majron, bisa meninggalkan no hape dan price list untuk barang yang ready stock ga.. Mungkin bermanfaat buat yang membutuhkan.
Thanks.
22 Desember 2008 pada 5:37 pm
^ mbak Diena,
Kalau dibandingkan merk jepang setahu saya masih lebih rendah kenaikannya mbak. Dulu akhir 2007, pica 97 juta, honda jazz 140-an (sebenarnya saya ngincer yang ini hehe).
Sekarang, pica dikisaran 105, honda jazz sudah 180.
Tapi kenaikan juga dipengaruhi oleh supply and demand. Sepertinya sekarang banyak yang mau dengan picanto, terutama versi matic.
Mampir ke blognya mas Marjon aja mbak (klik namanya, itu link ke blognya). Sepertinya ada email dan no hpnya disana. Mas marjon, komisinya jangan lupa ya hehe.
22 Desember 2008 pada 6:01 pm
saya sdg pesan cuma januari.
kemarin liat pameran di lippo karawaci, yang didemoin versi standarnya cuma barangnya lagi kosong. btw bunga acc berapa ya?
oh ya ada ngga sih komunitas / klub picanto? kalo ada sy bisa hub siapa ya?
22 Desember 2008 pada 10:20 pm
makasih mas Yudi udah rekomen blogku.
untuk no hp majron 021-261 261 69 atau 021-9855 9826.
atau bisa masuk ke http://newpicanto.blogspot.com atau
http://kiapemuda.co.cc
makasih ya bos. numpang jualan di sini. komisi bisa di atur. ada fee mediator nanti.
23 Desember 2008 pada 5:38 pm
buat pak Deni, Majon sedang pameran di Karawaci, Pak Deni Pesannya kapan? bunga acc saat ini, untuk 3 th 12,75%.
hubungi aja majron
24 Desember 2008 pada 7:47 pm
untuk mas deni, untuk jadi anggota picanto club biasanya picanto club akan menghubungi mas deni setelah mas deni membeli dan memberikan data pada showroom dimana mas deni membeli picanto, biasanya via surat dan ditawari jadi anggota picanto club….selamat yaaa buat picanto barunya…
31 Desember 2008 pada 8:54 am
halo mas yudi dengan robby neeh,….kemren saya waktu nyetir picanto tiba tiba rem nya aga setengah blong tapi masih ada rem nya, tapi dari bagian ban belakang ada bau kebakar, tapi saya kurang yakin penyebabnya apa? tapi perkiraan saya saya kelupaan rem tangannya masih “nancap”alias masih ON, jadi terjadillah gesekan di bagian ban belakang dan besoknya saya bawa tuh mobil ke kia pasteur dan mereka bilang kanvasnya terbakar dan ini yang menyebabkan bau kebakar dan rem blong dan akhirnya dibenerin dan kembali normal, tapi saya merasa takut kalo analisa saya salah masalah rem tangan nya yang masih ON, saya takut nya dari service 1000km tapi kayaknya ga mungkin juga lagian mobil saya jarang di pakai dipakai nya seminggu sekali. memang pada waktu nyetir mobil kerasa “ndut ndutan gitu” kerasa nya. jadi menurut mas yudi benar ga penyebabnya itu memang dijelasin sih penyebab rem blong itu apa aja? jadi ga mungkin tiba tiba tanpa ada peringatan. menurut mas yudi apa ada pengaruh ke komponen lain ato bagian lain dari picanto karena saya jadi takut neehh hehehe makasih ya penjelasannya sebelumnya….
4 Januari 2009 pada 7:35 pm
^ sepertinya memang dari rem tangan. Dulu saya pernah waktu masih pake katana dan memang habis kanvasnya (walaupun tidak terbakar). Mungkin karena mobil baru, kanvasnya masih bagus, jadi sampai terbakar.
Di milis setahu saya tidak pernah ada kejadian seperti ini mas. Mungkin perlu dibiasakan melihat petunjuk di dashboard, ada lampu yang nyala kalau rem tangan terpasang.
6 Januari 2009 pada 10:33 am
PICANTO MAKIN LAKUUUUU DAN MAKIN BANYAK DIJALANAN KOTA BANDUNG….DAN HARGANYA UNTUK TAHUN INI KABARNYA AKAN NAIK LAGI….BURUAN BELIIIIIIII….
UNTUK MAS YUDI MAKASIH PENJELASANNYA……………………
9 Januari 2009 pada 2:30 pm
mas Robby makasih atas infonya, salesnya barusan telp. mobil mau dikirim hari senin. Sebenernya hari ini sudah di showroom tapi karena sy pesan minta sekalian dipasangkan spoiler & kaca film, jadi dia baru antar hari senin. Kalo mau hub aku ini no. kontakku ya 0817897720. Trims. Trims Juga buat mas Yudi, Gimana kabar pandanya hehehe….
12 Januari 2009 pada 10:00 pm
Apa kabar Mas Yudi? Mudah2 baik.
majron lagi coba dan berusaha bikin web lebih serius, rencananya untuk jangka panjang.
kalau ada totorial atau masukan boleh informasikan ke majron biar cepet bisa.
pertama http://kiapemuda.com. rencananya peke joomla, tapi masih bingung, jadinya masih kosong tuh.
kedua http://salesmobil.com. pake wordpress, alhamdulillah udah jalan, tinggal ngisi aja.
pelajarannya (‘privat’) di tunggu ya pak..
13 Januari 2009 pada 1:35 pm
Jumat kemarin saya sudah senang dikabari bahwa pic sy akan datang hari senin, tapi ternyata salesnya bilang kalau warna cat di bumper belang dengan warna body. Dan akhirnya sy harus menunggu lagi sampai jumat depan. bagaimana dengan para pemilik yang lain, apakah pernah mengalami hal yang sama? udah gitu katanya stnk belum dapat diproses kepolda bulan ini. jadi sy baru bisa nikmatin test drivenya pertengahan februari katanya. Terima kasih buat mas yudi yang membuat blog ini sehingga sy bisa berbagi keluh kesah antar sesama pemilik picanto.
13 Januari 2009 pada 1:43 pm
Buat mas majron trims buat ucapannya, cuma sedikit kecewa nih mas, soale mobil yang sy perkirakan datang 25 des – awal januari 2009 malah diundur sampai tengah januari 2009 gara-gara tukang cat kia cikarang yang asal ngecat. jadi belang deh.
13 Januari 2009 pada 11:56 pm
Alow mas yudi salam kenal ya..
saya pengguna kia picanto 2008. Mobil tersebut saya beli pada April 2008. Sekarang KM saya sudah 6600. Selama saya pakai picanto saya merasa puas dengan mobil tersebut. Tidak ada masalah selama saya pakai. Awal pertama beli saya menggunkan premium, tetapi mendengar jika menggunakan premium, mesin akan ngelitik, maka saya beralih ke pertamax. Dan perbedaannya sangat terasa, mesin lebih responsif dan lebih irit. Sekedar pengalaman waktu itu saya melakukan Perjalanan jauh yaitu ke pantai carita bulan Desember 08 kemarin. Selain itu saya juga ingin membuktikan apakah picanto memang enak untuk jarak jauh atau tidak. Dan ternyata setelah saya bawa, saya merasa sangat nyaman sekali. Dengan jarak Jakarta-Carita 340 km PP, bensin pertamax, dan penumpang 6 orang sudah berikut supir, kecepatan rata2 100 kpj, AC on, menghabiskan bensin 19 liter dengan harga pertamax Rp 6.500, artinya perbandingan 1:18. Sungguh sangat irit sekali, dimana beban penumpang waktu itu 6 orang, dengan rata2 berat 60 kg. Walaupun dengan beban berat seperti itu, tarikan masih tetap enteng, dan saat melibas tikungan di carita cukup stabil. Sekian dari pengalaman saya.Thx
14 Januari 2009 pada 8:29 am
Mauritz kalau pica dimuatin 6 orang gmna tuh ? belakang 3 depan 2 orang, kalau di belakang 4 org kan gak nyaman apalagi perjalanan jauh !! apa yg satu balita dipangku..
salam
14 Januari 2009 pada 10:32 am
gabung ya di PCI WEB ID ….
btw ada saran supaya pica lebih “nge trend” dimata orang ?
huahuahuahauha
kan beda banget tuh
pica lewat
ama jazz lewat
kekekeke
14 Januari 2009 pada 2:07 pm
saran saya supaya pica lebih ngetrend dan harga jual kembali tinggi. beri kasih sayang pada picanya dgn cara merawatnya dengan rajin. mulai dari mandi setiap hari, ke salon sebulan sekali, kedokter cek rutin, beri supplemen yang rutin, dan banyak lagi nanti kalo dah dilakuin pasti pica kita jadi ngtrend layaknya artis yang perawatannya gak sembarangan orang lakuin tul gak?….
14 Januari 2009 pada 8:31 pm
untuk mas darsono…
iya kebetulan dibelakang itu yang naek cewe semua, yg didepan co..jd lumayan muat untuk ukuran segitu..memank si pas bgt..tp tetap nyaman2 ja koq selama perjalanan..
14 Januari 2009 pada 8:52 pm
@deni: selamat ya pica barunya. Belang itu artinya OPT1 mungkin, bukan salah ngecat.
@mauritz: makasih reviewnya, saya juga ke carita asyik kok, tidak pegal. Waktu naik Xenia dengan jarak yang relatif sama malah sakit pinggang. Tapi yang dibelakang kasihan juga, bertiga saja sudah sempit tuh
tapi mungkin karena suasananya senang2 jadi tidak terasa
@mirza: harganya saja beda
Lagian budaya kita masih mendewakan merk. Mercy atau BMW tahun lama yang lebih murah dari pica aja tetap dipandang lebih tinggi.
15 Januari 2009 pada 9:10 am
@mas yudi: iya mas sy pesan manual opt1 kan skr bumpernya sudah sewarna body mas. kalo yang bumpernya warna hitam sekarang cuma ada di tipe standar mas.
19 Januari 2009 pada 9:29 am
senang sekali rasanya pica kuning dah datang sabtu kemarin, langsung saja saya tempel stiker kreasi sendiri, mas yudi gimana caranya nih kalo mau attach foto disini?
21 Januari 2009 pada 7:11 am
^ selamat ya pica barunya.. Kuning atau oranye nih? Diupload saja di flickr fotonya mas, lalu linknya diberi disini.
27 Januari 2009 pada 12:46 pm
Kemarin sabtu siang saya test drive dari tangerang ke rancamaya bogor dengan diisi 3 orang dewasa dan 2 anak-anak termasuk anak saya. walaupun stnk belum jadi (baru jadi pertengahan februari) saya nekat karena saking tidak sabar ingin mencoba si pica kuning. yang saya rasakan setelah saya bandingkan dengan s****i s***t ST AT 2007 milik kakak yaitu.
Tarikan sama
Lebih irit (1:19an) s***t 1:15an (mungkin karena matic)
Kenyamanan nyaris sama (picanto suspensi lebih keras sedikit dan suara ban lebih terdengar terutama aspal tidak mulus)
posisi duduk (lebih suka picanto)
Kata istri duduk dibelakang lebih lega daripada s***t
Jarak pandang kedepan agak canggung karena dasbor luas
Pas kena macet dipersimpangan yang mau kepuncak, kopling picanto agak merepotkan kalo terbiasa memakai mobil lain.
Kestabilan cukup baik, kemarin cuma berani maks 100 km/jam karena mesin masih baru. itupun sangat stabil karena sebelumnya saya memakai espass.
pada saat sampai dirancamaya kakak ipar & keponakan minta diajak keliling (2wanita 60&63kg, 2wanita 48&50kg, 1anak bongsor 55kg, 2 anak cewek 30&35kg, 1anak sy 15kg, dan sy sendiri 53kg) saat ditanjakan saya pikir nih mobil nggak kuat, ternyata hasilnya malah sangat membuat saya heran. Tarikannya tidak mencerminkan sama sekali ini mobil city car, saya juga bingung tapi saya bicara apa adanya.
kesimpulannya saya sangat puas dengan picanto saya, terutama kenyamanan dan pengendalian dijalan tol. cuma yang saya sesalkan kenapa tidak dari tahun lalu sy belinya padahal tahun lalu harganya masih 101 juta dan sekarang yang sy dengar dari salesnya opt 1 sudah 113jt. weleh weleh..
28 Januari 2009 pada 4:54 am
Wah Pak Deni, review yg bagus sekali
Itu yg terakhir serius dimuatin 2+2+1+2+1+1 = 9 orang? Bagaimana caranya? Memecahkan rekor itu pak dan bisa untuk iklan
28 Januari 2009 pada 12:08 pm
sayang mas yudi kemarin saya gak foto, memang kalo dipikirin pasti gak masuk. tapi memang begitu kemarin. didepan saya 53kg dan anak saya 15kg,
istri 63kg dan keponakan cewek yg 35 kg. dibelakang kakak ipar cewek 50kg, ponakan cewek 48kg, ponakan cewek 60kg, ponakan cowok yang bongsor 55kg dan ponakan cewek 30kg.
jadi ceritanya begini, pagi2 bangun tidur kami diajak oleh kakak ipar(pemilik rumah) jalan2 ke belakang lapangan golf nah pada waktu berangkat, dimobil saya hanya ada saya, anak saya(3thn) dan ponakan cewek yang 35kg. selebihnya jalan kaki karena memang niatnya berolahraga, nah rupanya, mereka dijakarta gak pernah olahraga akibatnyaaa… waktu mau kembali kerumah pica saya yang jadi andelan. padahal sudah saya suruh 3 aja yang masuk tapi mau gimana lagi sepertinya mereka memang senangnya bareng2. Tapi saya sangat bangga dengan performa pica walaupun jalannya menanjak. cuma yang saya sangsikan apakah ini tidak berbahaya terhadap mesin mengingat mobil baru 220 km.
28 Januari 2009 pada 12:21 pm
Tapi sy janji bulan depan ada rencana arisan keluarga lagi di sana, dan saya akan kumpulkan orang2 yang kemarin naik pica dan saya suruh masuk lagi. cuma jangan salah arti saya menonjolkan bahwa pica ini muat banyak orang, terus terang sayapun kasihan sama picanya cuma saya mau testimoni aja tentang kekuatan mesinnya.
lalu masalah konsumsi bbm, mengingat ini mobil baru saya hanya membatasi rpm sampai 3000 saja. setelan ac saya pake normal yaitu searah jam 11. dan kondisi waktu kesana berhubung masih siang jadi agak lancar. dan bensin saya isi memakai shell super, tekanan angin ditambah 4psi dari standar, dan jalan disebelah kanan terus walaupun kadang2 harus pelan. pada saat setiap bayar tol saya teidak ngegas sama sekali dan hanya melepas kopling perlahan2 hingga jalan sendiri baru saya injak gas dengan cara halus(karena biasa saya lakukan pada waktu masih mempunyai espass.
Kemarin pica ini saya pesan dari 22 november 2008 dan kata salesnya( mas adebakri) katanya u/ bulan desember cuma ada warna kuning dan biru tua, ya sudah saya pilih kuning dengan harga 109jt u/ opt1. saya baru dapet unit kerumah tanggal 17 januari 2009 dan stnk baru bisa jadi pertengahan februari katanya. Trims semoga infonya bisa membantu.
28 Januari 2009 pada 5:26 pm
@mas deni: di manual memang dikatakan dimasa break in (sebelum 1000 km) tidak boleh narik (towing). Asal jangan sering-sering aja mas
Saran saya hati-hati tidak bawa STNK, kata sales saya dulu (dan ada clientnya yg kena), aturannya polisi boleh menyita mobil dan untuk nebusnya bisa mahal.
29 Januari 2009 pada 11:27 am
@ mas yudi : iya mas saya juga kasian kalo si pica buat bawa beban berat.
kemarin memang saya was-was juga saat saya bawa keluar kota mas, Trims infonya.
29 Januari 2009 pada 2:28 pm
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=65724384&posted=1#post65724384
http://www.facebook.com/album.php?aid=2005297&l=24785&id=1166922660
mas ini gambar pica saya
1 Februari 2009 pada 4:48 pm
memang iklan pica terlalu di besar besarkan sih, saya sendiri sudah pakai sejak bulan 9, ternyata hanya mampu 1: 9-10 untuk dalam kota, dipakai dgn kecepatan dan rpm normal.
Tetapi secara keseluruhan ya lumayan lha ini mobil sebanding dgn harganya
Ikutan nampang ya om yudi mobil saya
Berhubung pekerjaan saya jualan sticker dan ini mobil untuk istri saya, jadi saya kasih sticker sesuai permintaan dia.
[IMG]http://i41.photobucket.com/albums/e262/bunadhi/CIMG2045.jpg[/IMG]
[IMG]http://i41.photobucket.com/albums/e262/bunadhi/CIMG2051.jpg[/IMG]
1 Februari 2009 pada 4:52 pm
wah ini upload fotonya yang benar , Tq
http://i41.photobucket.com/albums/e262/bunadhi/CIMG2045.jpg
http://i41.photobucket.com/albums/e262/bunadhi/CIMG2051.jpg
1 Februari 2009 pada 5:36 pm
@ mas deni dan mas edy, stickernya lucu2 hehe. Tapi apakah nantinya belang kalau sticker dilepas setelah beberapa tahun? (misalnya karena mau dijual).
2 Februari 2009 pada 9:08 am
@ mas yudi. : ya memang resikonya seperti itu sih mas, pasti ada belang. cuma saya akan cat ulang lagi kalo mau dijual sekalian kasih cat metalic seperti jazz. pake dulu setahun baru jual mas.
2 Februari 2009 pada 9:14 am
mas edi, rupanya kita samaan yak. stikernya mencerminkan yang memakai cewek. sama juga sepeti pica saya yang minta ya istri juga. hehehe…
2 Februari 2009 pada 1:13 pm
Untuk para calon & owners picanto, saya mau sharing dan ada beberapa pertanyaan bwt para senior.
Setelah 2 minggu saya memakai picanto, saya memperhatikan segala fakta tentang mobil ini. Yang pertama, untuk konsumsi bbm. Memang terbukti bahwa iritnya bukan main tetapi setelah saya perhatikan itu semua terlaksana apabila kita sering berkendara melalui
Jalan bebas hambatan. Namun tidak pada saat kita dihadapkan oleh kondisi stop & go, konsumsinya nyaris sama dengan mobil yang berjenis mpv 1300 cc itu. Yaitu dikisaran
13-14 km/ltr. Itupun diperparah oleh setelan koplingnya atau karakter gigi satu dipicanto.
Kedua dari segi kenyamanan berkendara, bila kondisi jalan yang kurang mulus atau kriting suspensi picanto terasa keras tetapi bila berkendara dijalan tol dengan kecepatan tinggi apalagi jalannya lumayan mulus, suspensinya patut diacungi jempol. Yang saya rasakan pada saat berlari dikecepatan 100km/jam tidak ada limbung sama sekali.
Ke-Tiga segi kelegaan kabin, untuk hal ini saya sangat puas. Dengan julukan city car mobil ini bisa dimuati oleh 6 orang (5 dewasa & 1 anak-anak) walaupun agak sedikit mepet-2.
Namun yang saya sayangkan bagasinya jadi dikorbankan (lebih sempit dibanding dengan kompetitornya) apalagi system pelipatan kursi belakang yang menurut saya kurang praktis.
Ke-Empat pada saat mengemudi dijalan beton, walaupun mulus tetapi saya mendengar noise dari ban yang kurang nyaman. Entah karena alur kembangan ban yang lebar atau
Peredaman yang kurang baik?. Tetapi bila kembali keperedaman, saya seringkali kecolongan dalam perpindahan gigi karena bila tidak sering memantau takometer, RPM di 3500-4000 tidak begitu terdengar. Kadang saya suka merasa bersalah karena dimanual yang saya baca, untuk mobil baru RPM harus dijaga diantara 2500-3000 rpm.
Ke-Lima dari sisi tenaga mesin dan torsi. Saya kurang tau persis karena belum pernah membandingkan dengan city car lainnya, tetapi yang saya rasakan tenaganya enak walaupun dimuati oleh beban orang seberat kurang-lebih 400kg. apalagi mobil saya sebelumnya adalah espass tahun 2003 ber-cc 1300.
Ke-Enam sisi kenyaman kabin dan ergonomic. Entah kabin kecil atau ac-nya yang dingin? Saya terlebih saat musim hujan begini selalu menyetel AC di arah jam sebelas atau terkecil itupun masih suka kedinginan akhirnya sering saya pilih setingan yang hembusannya kebagian kaki juga. Lalu saya senang dengan kualitas & design interiornya. Simple, elegan, dan yang terpenting sangat mudah dalam hal perawatan. Joknya pun sebagian sudah dilapis kulit sehingga gampang pembersihannya. Yang saya pribadi kurang suka adalah posisi head unit & tombol-tombol yang menghadap kepengemudi,
Karena bila saya berencana memasang head unit double din kesannya hanya pengemudi dan penumpang belakang kanan yang menikmati.
Ke-Tujuh untuk kualitas cat. Untuk bagian bodi saya puas namun tidak demikian untuk spoiler, handle bagasi & bumper karena saya melihat ada kekurangan yaitu kilat catnya tidak sama dengan bodi dan agak sedikit belang. Kata salesnya sih karena item-item tersebut bahannya berbeda dan pengecatannya dilakukan disini bukan dari koreanya jadi tidak mungkin sama.
Untuk sharenya saya baru bisa sedikit, untuk selanjutnya saya akan terus perhatikan dari segala yang dirasakan, kini ada beberapa pertanyaan yang saya harap ada yang dapat menjawabnya yaitu :
Yang Pertama setelah 2 minggu pemakaian telah saya hitung sebanyak 400ml saya menambahkan air radiator coolant dan selalu berpatokan segaris dengan batas full karena memang pada saat mobil datang ketinggian air radiator direservoir adalah digaris full.
Mengapa demikian apakah karakter radiator yang terbuat dari alumunim sehingga lebih cepat menguap? Sebab selama saya memakai espass, dalam 1 bulan saya hanya menambahkan air coolant tidak sampai 500ml.
Yang Ke-Dua pernah sekali saat saya kesal dengan angkot yang ngetem sembarangan saya membunyikan klakson agak lama tanpa putus yaitu sekitar 4 detik, saya mendengar suaranya melemah seperti aki yang kurang mensuplai arus listrik. Mengapa demikian?
Saya perhatikan juga saat idle mesin dimalam hari dan lampu saya nyalakan, cahaya lampu agak redup bila menyalakan radio apalagi suara music saya besarkan. Bolehkah jika saya mengganti aki dengan ampere yang lebih besar?
Ke-Tiga, Saat mencuci mobil secara tidak sengaja saya menurunkan cover shockbreaker diban belakang, setelah saya cek rupanya sisi yang lain pun sama yaitu dapat diturunkan, apakah ini wajar?
Ke-Empat kadang saya masih suka mendengar suara ngelitik dari mesin bila pelepasan kopling kurang seimbang atau kondisi gas sedikit tetapi lepas kopling banyak. padahal BBM sudah saya isi dengan shell super beroktan 92. apakah oktan tersebut masih kurang sehingga harus yang super extra?
Ke-Lima, Kaca film jenis apa yang direkomendasikan dengan budget sekitar 600-800 rb.
Ke-Enam, Adakah yang sudah menggunakan rust stop elektronik? Bagaimana hasilnya?
Ke-Tujuh, untuk para owners yang sudah memakai dari pertama atau diatas 3 tahun adakah keluhan berarti yang bisa dishare disini? sehingga saya dapat mengantisipasinya.
Ke-Delapan, Adakah yang dapat membantu saya mendapatkan HET Fast & Slow moving
Part asli KIA Picanto.? Dan adakah rekomendasi BERES yang bagus ?
Apakah kelemahan mobil ini dari sisi onderdilnya. Sebagai contoh Peugeot 206 tangguh dimesin namun mempunyai kelemahan di kabel-2 kelistrikan yang mudah getas karena iklim di Eropa tidak seekstrim di Indonesia. sehingga saya dapat mengantisipasinya.
Sekian pertanyaannya, mohon maaf bila terlalu banyak sebab saya suka dengan Picanto.
3 Februari 2009 pada 12:33 am
mulai dari tahun 2004 & ditahun ini New Picanto Meraih Penghargaan dari Majalah Otomotif di kelas City Car. 11 Penghargaan telah diraih Versi majalah otomotif & autobild dri tahun 2004 s/d 2008, utk new Picanto dlam Kenyamanan di suspensi, Ktebalan Kaleng Body, Responsif mesin, Lebih Roamy & Irit BBM.
Price Per 10 Januari 2009
Manual Opt. 1 Rp. 113.000.000,-
Manual Opt. II Rp. 120.000.000,-
Matic Standard Rp. 128.500.000,-
Matic Option Rp. 131.000.000,-
Matic Opt. II Rp. 136.500.000,-
Pilihan Paket Kredit Manual & Matic, mulai dari manual opt 1,sbb :
a) DP 20 jt, Angs. 3.2 Jt
b) TDP 28 jt, Angs. 3.4 jt
c) TDP 38 jt, Angs. 2.4 jt
d) TDP 42 jt, Angs. 2.1 jt
e) TDP/Angs bisa anda pilih salah satu sesuai dengan budget anda.
#Ready Stock
# Cash Back
# Free acsesoris, Bisa Tukar Tambah, data dpt dibantu / dijemput
Please Call or sms :
Sdr Iwan : 021 – 3222 9056/9806 8090
Hormat Saya,
Iwan
ATPM RESMI
KIA Tebet
3 Februari 2009 pada 5:53 am
^
setahu saya tahun 2007, autobild memberikan best city car kepada proton savvy (2008 kembali ke pica). Kemudian saya tidak ingat ada kategori ketebalan kaleng body (cmiiw) Kalau saya bandingkan dengan cara non scientific (diketok2), pica sepertinya malah sedikit lebih tipis dari Xenia.
3 Februari 2009 pada 8:29 am
@ mas yudi apa iya mas kaleng bodi xenia tebel? kok punya sodara saya kayaknya malah tipis yah. mungkin yang dibandingin ama picanto sekelas city car juga kali mas kayak kari sama A-Z atau sapi kali..hehe
3 Februari 2009 pada 9:51 am
^ tipis juga menurut saya, tapi pica sepertinya lebih tipis lagi. Ini dibandingin dengan Katana saya dulu ya.
3 Februari 2009 pada 11:16 am
wah kalo katana mah emang tebel tuh mas, saya juga kalo pernya gak daun aja, atau minimal sama ama espass mending ambil katana daripada karimun
5 Februari 2009 pada 1:13 pm
mas yudi saya mau tanya, apakah anti karat bawaan standar picanto sudah cukup aman untuk musim hujan begini?
6 Februari 2009 pada 9:50 am
^ ditawari sales ya?
Dulu saya juga ditawari seperti itu. Setelah saya cari info di internet, sebenarnya tidak perlu. Kecuali Mas Deni tinggal di kondisi ekstrim, misalnya daerah pantai yang airnya berkadar garam, atau harus lewat daerah banjir terus-terusan.
Entah mungkin ada beda setelah >5 tahun. Tapi menurut saya sih, setelah 5 tahun lebih baik mobil diganti dengan yang baru.
7 Februari 2009 pada 8:58 am
hehehe… mas yudi bisa aja. saya disaranin sama salesnya aja katanya kalo anti karat biasa perlindungannya gak menyeluruh, sedangkan kalo yang elektronik bisa menyeluruh karena semua korosi diserap oleh 2 buah batang yang dipasang. nah nanti yang karat adalah besi tsb. jadi kalo dah parah bisa diganti dengan yang baru. kalo gak salah harga totalnya 2 jt. setelah itu untuk setiap penggantian 2 batang besinya cuma bayar 500rb dan pemakaian untuk lima tahun. Tapi terus ternag mas yudi, saya suka sekali dengan picanto ini, dan saya berencana menjadikan mobil ini sebagai mobil kesayangan. seperti mitsubishi colt om saya yang keluaran tahun 1980-an sampai sekarang masih dipakai untuk pulang pergi kebumen-jakarta dan sesekali ke puncak. saya pernah merasakan mengendarainya, masa hampir sama dengan espass saya yang tahun 2003, berarti perawatannya bagus kali ya.
7 Februari 2009 pada 11:11 am
Saya pribadi tidak terlalu percaya dengan sales mas, soalnya sales dapat komisi dari perusahaan yg masang anti karat, jadi pasti nggak objektif. Yang model elektronik itu saya juga masih kurang percaya, mungkin perlu dicek ulang dengan orang elektro atau kimia, apakah karat dapat dilindungi dengan cara seperti itu. Kalau model diberi lapisan sih masih masuk akal.
Satu cara menghindari karat yang sederhana: cuci mobil secara teratur, jangan sampai ada kotoran seperti lumpur nempel terutama dibagian bawah mobil. Jadi minimal satu bulan sekali saya bawa ke tempat cuci yang bisa membersihkan bagian bawah mobil (yg mobilnya diangkat).
7 Februari 2009 pada 12:33 pm
betul juga sih mas kalo sales dapet komisi, tapi kalo saya perhatikan juga dari brosurnya, foto before sama afternya kayak meyakinkan mas. makanya saya lagi cari orang yang pernah punya pengalaman memakai rust stop.
karena kebetulan rumah saya belum ada car portnya jadi saya masih menggunakan cover bodi punya jes mas. nah kalo lumpur saya selalu usahakan setiap habis perjalanan terutama saat hujan saya selalu menyempatkan diri untuk mencuci mobil sendiri mas. untungnya air dirumah memakai pam jadi resiko karat lebih kecil lagi. cuma yang saya khawatirkan kalo embun malam itu yang membuat karat mas.
12 Februari 2009 pada 10:51 pm
dear mas/mbak pengguna pica…
adakah yang sudah pernah membawa pica-nya ke luar kota sejauh jakarta-jawa timur? misalnya untuk mudik pas lebaran gitu.. ^^
mohon disharing pengalamannya…rewel atau ngga-nya… ngisi BBMnya berapa..?
terimakasih sebelumnya
13 Februari 2009 pada 1:56 pm
salesnya (mas adebakri) pernah tes dari surabaya ke lampung dengan konsumsi bbm rata-rata 1:17 muatan 3 orang. untuk jelasnya bisa hubungi dia dinomor esia 98068090
14 Februari 2009 pada 11:50 pm
Bulan lalu saya dr Jkt keluar kota menggunakan Pica OPT 3 A/T (rencana ke Surabaya), tapi baru sampai di Kandanghaur Indramayu saya nabrak pembatas jalan dengan kecepatan 100-110 kpj. Walaupun sayap di bawah ball joint kanan depan patah dan as belakang bengkok tapi secara keseluruhan kestabilannya cukup bagus. Mobil tdk sampai terguling.
Sebenarnya tdk ada masalah dengan mobil, hanya saja tikungannya terlalu patah dan rambu2nya disebelah kiri tertutup bambu2 yang ditiup angin.
Esok harinya derek KIA dari Cirebon datang utk diperbaiki di KIA Cirebon (biaya total hampir 40 jt, untungnya Asuransi Central Asia Cirebon cepat meresponnya. Menurut saya pelayanan KIA Cirebon bagus. Mereka mengganti semua spare part yang bengkok, rusak dsbnya. Yang agak lama adalah nunggu ban dari Koreanya karena pakai merk Hankook. Setelah dihubungi ke KIA pusat ternyata kerjasama KIA dengan Hankook sdh diputus. Akhirnya kita harus cari ban merk lokal aja supaya cepat perbaikannya.
Kesimpulan yg saya dapat dari kejadian tsb adalah:
1. Kalau buat teman2 yang beli Pica sebaiknya tanya dulu ke salesnya pakai ban apa. Sebaiknya pakai ban lokal aja mis: Bridgestone. Kalau pakai merk Korea pastikan ada dan mudah dicari di Indonesia.
2. Kestabilan ketika mengalami guncangan besar (tabrakan) cukup bagus.
3. Manuver selama di jalan tol dan luar kota (pantai utara) gesit dan lincah.
4. Pelayanan KIA luar kota (khususnya KIA Cirebon) sangat bagus.
16 Februari 2009 pada 9:26 am
wah saya turut prihatin mas, untung asuransi ya mas. coba kalo gak, 40 juta tuh. hehe…
16 Februari 2009 pada 1:08 pm
salam kenal buat mas.Yudi and semua pengguna pica.
saya terima pica tgl.6/1/2009, saya merasa cukup puas dgn proforma pica setelah saya coba bawa kepuncak (t.safari) dan dijln.tol saya coba 120km/h masih stabil sekali, ttp saya masih agak kecewa dgn kondisi cat yg masih kasar,jd saya masih harus poles cat (sudah saya email keKIA pusat komplain saya dan mereka merespon komplain saya.
16 Februari 2009 pada 6:56 pm
@mas hutapea, wah ngeri juga. Itu tol bukan? Kalau bukan tol saya tidak berani diatas 80.
Pica karena ceper dan bentuk kacanya yang landai memang bisa stabil di kecepatan 120 kpj (bahkan 140), tapi rem-nya kurang OK menurut saya. Lagipula diatas 120 kpj suara di dalam kabin sudah ribut sekali
@mas stefan: kalau saya catnya bagus saat awal diterima, tapi waktu masuk ke bengkel asuransi sepertinya dipoles dengan jelek sehingga jadi kasar.
17 Februari 2009 pada 9:07 am
@ mas stefan : saya juga seharusnya mobil dateng tanggal 10 januari mas, cuma karena ada masalah dengan kualitas pengecatan, salesnya(mas adebakri) berinisiatif langsung komplain masalah cat yang sangat jelek menurut dia. akhirnya mobil dikembalikan ke pabriknya dicikarang untuk dilakukan pengecatan ulang. akhirnya mobil baru saya terima tanggal 17 januari. untungnya salesnya berinisiatif begitu, coba kalo dia bnr2 bawa kerumah dalam kondisi begitu bisa saya suruh balik lagi dia. hehehe… tapi memang kalo saya perhatikan lebih detail, cat di handle pintu masih ada brutus2nya seperti cat yang tercampur titik2 air. cuma menurutsaya selama tidak terlalu terlihat ya sudahlah, lagian kasian juga ntar salesnya cuma segitu doang jadi ngerepotin dia, toh dia sekarang aja lagi sibuk2nya ngurusin stnk customer yang belum pada jadi.
@ mas yudi gimana kabar pandanya sudah ada keluhan berarti belum? kalo boleh tau, selama pakai sampai sekarang dikilometer berapa servis yang mengeluarkan uang paling besar? mau nabung dari sekarang nih biar gak kaget.
17 Februari 2009 pada 5:49 pm
Mas Yudi/Deni,
Waktu itu kejadiannya di jalur pantura (bukan tol).
Remnya memang kurang OK, tapi kalau suara di kabin kemarin itu tidak ada masalah. Bahkan suara benturannya tidak berapa kedengaran. Serius loh…. Gak tahu apakah karena tengah malam atau bagaimana, tapi selama saya pakai di dalam kota Jkt termasuk tol ke bandara gak masalah dengan suaranya…. Kenapa yah??? saya juga ikutan mikir nih… kenapa.?
Memang syukur sih di asuransikan ke ACA. KAlau tdk, wah…babak belur dahhhh…
Tapi saya masih berencana Maret/April nanti mau ke Surabaya-Bali. Kalau jadi pergi saya akan share pengalamannya termasuk keadaan mobilnya..
Cihuy…..
18 Februari 2009 pada 12:04 am
Mas Yudi mau tanya neh…putaran mesin itu apa ya ? Maklum baru sekali ini punya mobil he he he.
Oh iya Pica saya MT/OPT II keluaran Nov 2008. Silver.
Thanks banget Mas Yudi sudah buatt info lengkap tentang Picanto ini…
Tak bookmark ya
Salam kenal dari Jogja.
18 Februari 2009 pada 9:17 am
MONGGO MAS YUDI DIJAWAB. HEHEHE…
18 Februari 2009 pada 3:23 pm
@mas hutapea: mungkin kalau dibandingkan dengan mobil sejenis sama mas, bahkan ada yang bilang jazz itu sama ributnya. Tapi kalau saya bandingkan dengan toyota cressida bapak saya, walaupun umurnya sudah tua, tapi jauh lebih hening di kecepatan itu. Waktu kebetulan sedang dibongkar ternyata selain platnya yang lebih tebal, peredamnya juga banyak dan tebal. Pengen sih pasang peredam tambahan di pica saya, tapi sayang mahal
Lebih baik untuk Lego anak saya hehe.
@hydar, selamat atas mobil barunya. Tentang RPM, kalau untuk teknisnya saya juga tidak tahu juga mas. Tapi mas bisa lihat pengukur yang yang tepat disebelah kiri pengukur kecepatan. Disana ada angka 1 sd 7 kan? itu menunjukkan putaran mesin. Angka itu dikali 1000. Jadi kalau di posisi 1 artinya 1000 RPM (putaran per menit, rotate per minute). Semakin kita gas, semakin naik RPM-nya, kalau kita ganti ke gigi yang lebih tinggi, RPM-nya turun lagi. Yang penting, jangan sampai RPM-nya melebihi daerah merah (lebih besar dari 6000 RPM). Lalu torsi max pica ada di 2800 RPM, artinya di RPM itu tarikan pica paling maksimal, paling enak untuk nyalip
Lalu kalau mau paling irit, jaga mobil di RPM 2000-2500 (tapi harus sabar, karena sulit untuk akselerasi). Tolong koreksi kalau salah, maklum awam juga.
19 Februari 2009 pada 8:52 pm
mas, saya juga ada rencana beli picanto,tapi kalo misalnya kita beli yang std trus kita pasang ac dan lain lain sendiri apakah jatuhnya lebih murah atau lebih mahal, dan apakah kualitasnya bisa lebih bagus?
apa saran dari mas yudi.beli std atau optio berapa?
thanks yah
20 Februari 2009 pada 4:36 am
^ Wah saya tidak tahu ya mas. Tapi untuk AC saya pikir lebih baik dipasang oleh pihak KIA, kecuali mas jonny benar-benar punya alternatif yang lebih baik (misal punya saudara yang bisnis di ac mobil).
Mengenai jenis opt, itu tergantung mas sendiri, yang jelas sih mesin sama. Waktu itu (des 07), saya sendiri beli opt yang paling murah tapi sudah ada AC. Saya tidak mau mengeluarkan tambahan 5 juta untuk bemper sewarna, audio mp3 dan power window, karena memang menurut saya hal itu tidak penting. Nah masalahnya “hal penting” bagi setiap orang kan beda
20 Februari 2009 pada 10:17 am
@mas joni, mungkin saya bisa sedikit membantu mas. saya pertama kali memanggil salesnya kerumah memang niatan untuk membeli yang standar karena saya pikir kemampuan saya untuk membeli opt1 belum meyakinkan, apalagi espass saya hanya dihargai 39 juta yang digunakan untuk dp picanto. namun setelah dijelaskan oleh salesnya saya baru menyadari, dengan perbedaan harga yang signifikan kenyamanan yang kita dapatkan jauh diatas harga yang kita beli. umpamanya, pada saat mobil datang, kita masih direpotkan dengan jadwal harus memasang ini itu, nah kondisi seperti itu sama seperti kita mau modif kendaraan yang bila kita melihat fitur lainnya seolah kita terdorong untuk menyematkannya. lain hal bila kita membeli unit yang sudah memenuhi kriteria untuk mobile kita, maka kita tidak direpotkan oleh kekurangan fitur yang ada. saya mengambil opt1 dengan alasan sudah ada ac, radio tape, central lock, kaca film, power stering, dan masih ada lagi beberapa yang sy lupa. itu semua bila kita ingin mengupgrade sendiri tentunya akan memakan biaya yang jauh lebih besar daripada paketnya. belum lagi waktu kita yang terbuang karena tidaksemua paket tersebut dapat dirakit dalam 1 kali datang. lalu detail pemasangan mungkin tidak sedetail pemasangan dari pabrik. nah sekarang saya kembalikan lagi bila memang mas joni sanggup atau sudah memprediksi hambatan yang ada silahkan saja. sekedar merekomendasikan salesnya namanya mas ade bakri no.esianya 98068090. orangnya mampu menjelaskan perbandingan yang rasional dan sekarang saya mendapatkan opt1 karena perbandingan beliau. namun yang saya dengar kemarin dari mas ade, untuk picanto standar unitnya tidak ada dan opt1 pun baru readi sekitar maret-april.
nah mudah-mudahan mas joni jadi nih beli picanya biar semakin bertambah orang yang mendapatkan mobil baru yang sesuai sekali dengan kantong kita saat ini, fun to drive dan iritnya menurut saya.
20 Februari 2009 pada 11:42 am
@hidar : mas saya barusan lihat tanya jawab di detik.com tentang perbedaan torsi dan tenaga pada mesin isinya begini.
Pertanyaan:
Secara gamblang, apa yang dimaksud dengan torsi, terus apa bedanya dengan daya pada kendaraan. Apakah kalau volume mesin (cc) lebih besar, daya dan torsinya juga lebih besar? Apa pengaruh torsi dan daya pada kecepatan kendaraan? Trims
Nama Siti
Email :
sewelasjanuari@yahoo.com
Jawaban:
Torsi berkembang di RPM lebih rendah dan menentukan kemampuan akselerasi kendaraan. Daya berkembang pada sebelum tercapainya RPM maksimum dan menentukan kemampuan kecepatan maksimum. Untuk mendapatkan kemampuan akselerasi dan kecepatan maksimum tentu perlu penyesuaian gearing.
Volume mesin (cc) yang lebih besar belum tentu daya dan torsinya juga lebih besar, tergantung design mesinnya. Sebagai contoh : mesin 150 cc dengan design 2 klep dan single cam dibanding mesin 125 cc dengan 4 klep dan 2 cam, bisa jadi mesin 125 cc lebih unggul.
( ddn / ddn )
semoga membantu.
20 Februari 2009 pada 2:58 pm
@Mas Yudi and @ Mas Deni thanks banyak informasinya. Banyak membantu…
20 Februari 2009 pada 10:59 pm
Price Per 1 Februari 2009
Manual Opt. 1 Rp. 115.000.000,-
Manual Opt. II Rp. 122.000.000,-
Matic Standard Rp. 130.500.000,-
Matic Option Rp. 133.000.000,-
Matic Opt. II Rp. 138.500.000,-
Pilihan Paket Kredit Manual & Matic, mulai dari manual opt 1,sbb :
a) DP 21 jt, Angs. 3.4 Jt
b) TDP 29 jt, Angs. 3.4 jt
c) TDP 39 jt, Angs. 2.4 jt
d) TDP 43 jt, Angs. 2.1 jt
e) TDP/Angs bisa anda pilih salah satu sesuai dengan budget anda.
#Ready Stock
# Cash Back
# Free acsesoris, Bisa Tukar Tambah, data dpt dibantu / dijemput
Please Call or sms :
Sdr Ade Bakri : 021 – 3222 9056 / 021 – 9806 8090 / 0812 808 33399
Hormat Saya,
Sdr. Ade Bakri
ATPM RESMI
KIA Tebet
20 Februari 2009 pada 11:24 pm
ikut gabung ya buat pembaca milis yudi wbs… jujur buat saya dengan ada nya milis ini sangat menambah ilmu dan wawasan utk saya secara pribadi, saya pun dikasih info situs ini oleh cust saya pak deny, bagi saya beliau sangat2 aktif gali info utk picantonya… bravo ya pak, sudah banyak temen pica nya… Profesi sy memang sales ATPM Kia Cab tebet, disatu sisi memang kita sbg seorang salesman di uber2 target oleh perusahaan dan dengan adanya situs ini minimal menambah ilmu bg sy scr pribadi utk proses sale di lapangan krn plus minus utk picanto riil sy benar2 dpt ilmu utk mengantisipasi keluhan dan pertanyaan cust saat akn mempertimbangkan.
Sy sbatas menjalani proses hidup sbgi seorang salesman dan berusaha benar2 mengetahui kendala cust (Biasanya meng Kebutuhan utk siapa dan yg paling sensitif adl meng hitungan kredit dimana dan sejauh mana keinginan dan kemampuan cust kita, agr kita dpt mengarahkan yg pas baik via bank atau leasing) smua itu ada plus minusnya.. minimal dpt terjaga hub baik setelah itu… yang pasti – pasti aja, jangan menjanjikan ke cust sesuatu yg tidak mungkin… tks.
Hormat Sy utk pembaca milis yudi wbs…
Moh Ade Bakri
ATPM KIA Tebet
021 – 9806 8090
021 – 3222 9056
20 Februari 2009 pada 11:28 pm
KIA Picanto sebagai peraih � The Best City Car� terbanyak sejak 2004 � 2008, dengan jumlah 12 Penghargaan dari berbagai media.
2004
- The Best Choice City Car, Top Gear Award 2004
- The Best City Car Indonesia Car of The Year, Mobil Motor Award
- The Best City Car, Jakarta Motor Show.
2005
- The Best City Cruiser, Top Gear Award
- The Best City Car, Auto Bild Award
- The Best City Car Indonesia Car of The Year, Mobil Motor Award
- As The Readers Favorites Car, Mobil Motor Award
2006
- The Best City Cruiser, Top Gear Award- The Best City Car, Auto Bild Award
2007
- The Best City Car, Indonesia The Readers Choice , Autocar Award
2008
- The Best City Car Otomotif Award
- The Best City Car, Auto Bild Award
sumber: http://kiamobil.com/berita3.asp?id=
20 Februari 2009 pada 11:40 pm
Riil utk kondisi saat ini dan dikelas nya terutama city car, kalo kita benar pelajari tiap milis (plus minus nya, bail keluhan nya) tiap merk city car, penilaian sy pribadi memang picanto lebih unggul… Utk pak deny, pastinya sy hny dapat berdoa smoga dgn adanya picanto tidak menambah beban bpk, spt yg bpk sampaikan ke sy tempo hari dan smoga membawa rejeki picanya utk bpk sekeluarga…
21 Februari 2009 pada 10:18 am
wah…coba kl saya kemarin dpt sales mas Ade, mungkin saya tidak sekecewa ini saat membeli pica.
saya membeli pica diKIA GARUDA, yg saya kecewakan dr pihak salesnya tidak mau jujur/ingin mendapatkan hasil(uang) yg lebih tetapi merugikan pihak pembeli (saya).
saat saya indent pica opt2 dgn harga 110jt bln sept.08 saya mendapatkan spek pica yg tdk ada plip-plop(lampu pd spion) dan tape MP3, ttp saat saya diberitau bahwa pica saya sudah ada(akhir des.08)saya ditanya mau tidak menambah plip-plop dgn penawaran separuh harga 600rb (aslinya 1,2jt) krn saya pikir hanya membayar 1/2 harga maka saya bilang oke, dan sales saya menyuruh transfer kerekeningnya, saat saya tinggal memencet Internet Bangking , tlp berbunyi lg dr sales itu yg mengatakan mau tidak sekalian menambah 1/2 lagi utk radio/tape 600rb lg (yg ada MP3 seharga 1,2jt), lantas saya berpikir kok aneh sekali #^#^$@&$&@, lantas saya coba tlp ke dealer lain mau menanyakan spek 2009 apakah sudah ada plip-plop & tape mp3, ternyataaaaa memang ada…..maka tujuan dari sales KIA GARUDA adalah mau menipu saya dgn mengatakan bahwa saya disuruh membayar 1/2 dr harga brg2 tsb yg seharusnya sudah saya dapat ato ada pada pica yg saya beli…!! saya sungguh amat kecewa dgn pelayanan sales KIA GARUDA.
21 Februari 2009 pada 11:51 am
@ mas ade : wah ketemu juga deh akhirnya di sini, thx buat mas yudi yang telah membuat blog ini akhirnya kita jadi bisa saling tukar pikiran disini.
@ mas stefan : memang ada beberapa sales yang menurut saya hanya mengejar keuntungan semata tanpa memperhatikan kerugian customer. makanya kalo saya pribadi cenderung tidak percaya pada sales yang hanya memberitahukan kelebihan2 produknya dibandingkan kompetitor lainnya. dan saya lebih suka pada sales yang memberitahukan pahitnya duluan didepan karena saya bisa mempertimbangkan untuk beli atau tidak. toh nantinyapun pasti kejadian kan. sebagai contoh, pada saat saya memutuskan untuk beli. sebenarnya yang saya inginkan adalah warna merah namun saya diberitahukan untuk mendapatkan harga lama (rp.109 jt) saya cuma diberi opsi warna kuning 1unit & cool blue 2 unit. sedangkan bila saya tetap menginginkan warna merah, bisa saja namun harganya sudah harga baru karena baru bisa turun beberapa bulan kedapan. ternyata benar saja harga untuk sekarang saja sudah 115 juta opt1 dan itupun ready dibulan maret-april. saya pernah bertanya pd mas ade, pernahkan kejadian ini terjadi sebelumnya (indent). beliau mengatakan selama dia menjual picanto, baru kali ini dia merasakan order yang banyak dan mengharuskan inden. karena pertama quota untuk di indonesia sedikit dikurangi karena penjualan di eropa dan negara lainnya sangat berkembang akhirnya pt kia memfokuskan penjualan di eropa dulu. yang kedua, sekarang orang2 beralih pada mobil ber cc kecil yang irit dan murah namun tetap memperhatikan kelegaan, kenyamanan, dan design yang proporsi. sehingga dengan membeli kia new picanto adalah pilihan tepat bagi masa2 sekarang karena untuk value for moneynya masih masuk akal.
22 Februari 2009 pada 10:24 am
@stefan, memang kita harus gali info sebanyak mungkin dan selalu cek kembali segala info dari sales. Untuk picanto, informasi yang paling menyesatkan dari sales biasanya adalah konsumsi bensin pica. Dalam kondisi normal dalam kota, nggak-mungkin bisa 1:23. Luar kota aja sulit sekali (nyetir normal ya). Picanto itu termasuk irit, tapi ya nggak ekstrim seperti itu.
Hal yang lain, sales sering menutupi mana yang merupakan paket resmi dari KIA dan mana yang tambahan dari sales sendiri. Contohnya alarm dan central lock pica saya, saya pikir resmi dipasang KIA, tapi ternyata bukan. Kalau tahu dari awal kan lebih baik saya pasang sendiri saja, bisa pilih-pilih tempat dan merk sendiri.
Kemudian menurut saya, transaksi uang lebih baik jangan via sales (baik cash maupun transfer). Lebih baik langsung dateng ke dealernya.
22 Februari 2009 pada 11:44 am
* Utk Pak stefan
Secara 100% menurut sy, bpk tidak dapat menyalahkan salesnya, pada prinsipnya adl proses transaksi dagang. hanya yg perlu dicermati meng spek awalnya dan komitmen awal atr bapak dgn sales nya… sabar ya pak…
* Utk Pak yudi
Utk Aksesoris di tiap merk mobil memang ada, namun pada prinsipnya tetap saja dikerjakan oleh Vendor2/rekanan dr ATPM mobil tsb, baik utk mobil jepang/korea sekalipun, termasuk pelayanan garansi. sbg contoh Manusia hidup butuh makan dan minum, hanya saja memang profesi sales terkadang di anggap sebelah mata, namun maaf pak selama masih dalam “konteks” wajar, tidak ada salahnya ada sedikit lebih bg si sales, pastinya Via kantor/showroom rata2 ada perbedaan skitar 30% dr harga price list, jd sgt wajar apabila via sales, ada sdikit selisih di atr 5-10%, krn cust tetap diuntungkan, toh nanti kalo ada apa2 tetap saja si sales yg di complain. Begitu hal nya bapak dipekerjaan yg ingin dihargai “lebih”, jadi wajar2 sajalah pak (tanya aja pak deny)… Riil BBM Picanto 1L:15-17KM, namun saat kita ada acr gathering dr automall ke rancamaya bogor, kontes ter-irit juara 1 adl 1L:44.3km, ga usah di ambil contoh yg juara 1, tp ada 6 cust sy yg terlibat di gathering tsb konsumsi BBM mrk rata2 1L:35KM dgn membawa keluarga (Pakai AC, ada forwadder, kcpt rata” 90 – 120rpm). jadi wajarkan bila ada yg nulis 1L:23KM…
* Utk Pak deny
Cayo2… utk picanya, jangan lupa ibu diana mau pasang sticker mobil tue pak, coba deh hub dia, kayaknya tertarik bgt, kebetulan cust sy juga dia n kmarin hbis servis 1000 km pertama n STNK nya blum jadi… Pusying..pusying… he2..
22 Februari 2009 pada 12:22 pm
@pak ade:
. Jadi saya juga lumayan paham mengenai dunia “jualan” produk.
Pertama, saya juga pernah jadi sales pak. Walaupun sales freelance tanpa target
Untuk kasus mas stefan, opt2 kan memang udah dapet audio mp3 dll, dan itu fitur standard untuk seluruh Indonesia kan? Kalau jawabannya iya, artinya sudah terjadi penipuan. Analoginya misalnya kita beli mobil-baru lalu salesnya ngomong “kalau bapak bayar sejumlah xxx, nanti mobil bapak akan dilengkapi ban serep, kunci roda dan dongkrak”.
Untuk aksesories, saya maklum pak. Tapi seharusnya dibicarakan di depan. Misalnya si sales ngomong seperti ini: “kalau mau, nanti saya bisa bantu bapak untuk memasangkan alarm dan central lock, saya akan pasangkan di xxxx dengan merk yyyy, walaupun lebih mahal dikit, kalau ada apa-apa saya jamin saya akan urus, bapak tinggal duduk manis di rumah. Tapi bapak bisa juga pasang di luar, nggak akan melanggar garansi kok”. Itu jauh lebih baik
untuk masalah bbm, saya sudah katakan menyetir normal pak. Walaupun ke luar kota, jarang sekali kita bisa konstan kecepatannya. Mengapa konsumsinya bisa 1:35?, itu karena konvoi dengan forwarder. Lagipula karena pica itu city car, ya lebih banyak digunakan di dalam kota. Untuk konsumsi dalam kota, umumnya dalam kisaran 1:10 sd 1:14 (versi majalah Mobilmotor Feb 2008, konsumsinya 1:12.2 untuk rute kombinasi). Itu yang sering dilupakan sales: konsumsi real di dalam kota, saat hari kerja.
22 Februari 2009 pada 4:57 pm
salam kenal mas Yudi….. numpang sharing aja ya mas…. saya baru membeli picanto kurang lebih 3 minggu yll.. dan kelebihan dari mobil ini selain harganya yg ekonomis adalah simpel, kecil tp tdk sempit, suspensinya empuk, walaupun diisi premium namun tidak ngelitik, gasnya enteng sekali dan ac nya dingin sekali (seperti mobil panther), kekurangannya adalah keiritannya tdk seperti yg diiklankan yaitu 1:23, karena kenyataannya dilapangan adalah 1:9-12… tapi overall sih, saya sangat puas dengan mobil ini apalagi dibantu mas AdeBakri yang proses pemesanan sampai mobil dan surat2nya dateng hanya butuh waktu 3 mingguan aja…. thx mas Ade….. gitu aja dulu mas Yudi sharingnya (karena msh baru ni… hehe)… terimakasih
22 Februari 2009 pada 5:38 pm
@randy, selamat atas pica barunya. Ditunggu review selanjutnya ya
23 Februari 2009 pada 9:54 am
malam minggu saya bawa pica kebekasi berangkat jam 19an kondisinya ramai lancar dan ada macet didaerah semanggi – cawang, pulang sekitar jam 03.30 dari sana. setelah saya hitung konsumsi bbmnya menjadi 1:16-17 mengapa demikian? padahal saya pernah share disini kalo pada saat saya bawa kerancamaya hanya menghabiskan 10-11 liter untuk pp. setelah saya amati, pada saat terkena macet dan saya dipaksa harus cepat sampai lokasi, saya terlalu banyak memainkan pedal gas dan pindah gigi. kedua waktu saya pulang pagi, baru masuk pintu tol bekasi barat saya sudah mulai ngantuk karena kenyamanan picanto dibanding espas saya sebelumnya akhirnya karena saya yakin sudah servis 1000 dan kondisi mesin enak saya ngebut supaya nggak ngantuk karena konsentrasi saya jadi terfokus lebih. namun saya hanya mampu mencapai kecepatan 140km/jam karena lebih dari itu kebisingan suara ban sudah menggangu saya dan takut pecah saja. dan remnya ternyata mengerikan juga ya bila kita menginjak agak dalam pada kecepatan segitu. berarti saya dapat mengambil kesimpulan, pada saat kita membawa kendaraan dengan cara halus dan menjaga rpm, kita akan mendapatkan konsumsi bbm yang lebih irit. namun saat kita menginginkan speed yang memaksa rpm bermain direntang 3500 keatas dan sering melepas gas secara cepat maka konsumsinya akan jauh lebih boros. namun saya suka suara mesin picanto di putaran atas, rasanya seperti mubil balap ruaaarrrrrrgghhhh. sayang suaranya tidak terlalu keras seperti derungan espas saya dulu. hehehe….
23 Februari 2009 pada 11:32 am
Saya tinggal di Malang. Saat ini saya sedang cari mobil Picanto matic untuk istri saya. Ya kira-kira tahun 2004-2005 (yg harganya pas dengan kantong saya). Apa ada yg jual? (tolong kontak ke: hadi.suwono@yahoo.com
23 Februari 2009 pada 10:27 pm
Sepakat mas yudi, semua kembali ke karakter pribadi masing2 bgmn dalam “niat melayani” customer….. baik2…
24 Februari 2009 pada 9:05 am
thank’s atas masukan dr teman2 semua, mungkin ini buat pelajaran/masukan bagi teman2 tg ingin membeli mobil.
mau tanya lagi sama pak.adebakri..,utk selisih BBN 2008 ke 2009 itu berapa ya yg ditetapkan oleh KIA Pusat.?? katanya ada surat resmi yg dikeluarkan oleh pihak KIA..?
thank’s sebelumnya..
24 Februari 2009 pada 10:51 am
mas yudi saya mau tanya, apakah suara mesin ngelitik bila dibiarkan akan merusak mesin?
kemarin saat servis 1000 saya lupa memberitahukan keluhan ini.
24 Februari 2009 pada 11:38 am
Salam kenal Mas Yudi,
Saya membeli Picanto OPT 2 bulan desember 2008 yang lalu dan memang pada umumnya kami sekeluarga cukup puas dengan performanya apalagi iritnya. Memang ada beberapa hal yang kurang sreg buat kami seperti deru ban yang cukup keras dan terdengar sampai ke dalam kabin, suspensi yang buat kami cukup keras dibandingkan dengan produk toyota karena kebetulan kami juga memiliki Toyota Kijang LGX th.2003.
Mau minta pendapat nih, kira-kira untuk servis rutin Picanto saya ini lebih baik ke bengkel resmi KIA atau ke bengkel biasa saja? Karena kl dibandingkan dengan pelayanan servis toyota dengan KIA koq rasanya lebih baik toyota yaa…jadi saya mikir apa nggak lebih ke bengkel umum biasa aja?
24 Februari 2009 pada 6:21 pm
@deni: iya mas, ngelitik sangat merusak mesin. Coba googling dengan keyword “knocking”. Harusnya picanto-baru kalau sudah menggunakan pertamax tidak akan mengalami ngelitik. Kalau masih ngelitik, ganti pom bensin, itu artinya pertamaxnya dicampur (pengalaman saya pribadi, ganti 3 pom bensin baru ketemu yang bener).
@robert, saya pribadi lebih suka bengkel resmi mas, mungkin lebih mahal tapi lebih tenang. Kalau pelayananan jelek, bisa dicoba bengkel KIA lain. Bisa ditanyakan di milis. Kalau di Bdg, KIA Siloam di pasteur bagus sekali pelayanannya.
24 Februari 2009 pada 10:24 pm
# Mas Stefan
Sebatas Confirm aja yg menetapkan selisih BBN dr 2008 – 2009 bukan oleh pihak KIA, namun selisih BBN ditentukan oleh pihak yg “berwenang” yang mengeluarkan table BBN 2009, scr otomatis tdp selisih atr 08 – 09. kisaran selisih BBN 2009 sebesar 1 juta…
Panggil aku ade aja ya, jgn dulu pakai pak, kan belum waktu nya, ada saat nya ntar… he2..
Mas stefan sukses utk picanto nya ya dan bawa hoki deh ku doain…
Mas tlg bantu referensiin ke aku ya, kalo ada teman/sodara yg ada kebutuhan nyari mobil baru apaun merknya, jangan sungkan utk hub aku. Minimal ku sbatas memperkenalkan New Picanto baik dalam segi spek atau ilustrasi kredit nya, terlepas jadi atau tidaknya ga apa2 kok… buat temen2 yang lain pun juga jangan ragu utk hub aku ya,,,
25 Februari 2009 pada 2:30 pm
@ mas yudi, trims mas masukannya. besok saya coba beralih shell selama 2 minggu lalu petronas 2 minggu kebetulan pomnya deket rumah sih, kalo selama ini isi selalu di depan kantor yang berdekatan dengan pertamina.
@ mas robert, betul mas apa yang disarankan mas yudi. walaupun kesannya pelayanan kurang coba aja di beres lain, siapa tau dapet yang lebih baik. nah kalo dah semua bengkel yang terdekat dicoba tetapi belum menemukan kepuasan juga, boleh saja kebengkel umum cuma kalo bisa kita tanya dulu kekepala bengkelnya apakah dapat mengenali karakter mobil kia khususnya picanto. semoga bisa membantu.
25 Februari 2009 pada 3:36 pm
Halo ikutan nimbrung nih,thanks untuk valuable info-nya ttg si picanto ini, khusus
untuk sales Mas Ade, mohon info bedanya pipcanto type :
Manual Opt. 1 Rp. 115.000.000,-
Manual Opt. II Rp. 122.000.000,-
ada dimana yah? asesoris ?
Saya rencana mau beli mobil pertama saya dan mengikuti blog dari Mas Yudi jadi tertarik picanto dech.
26 Februari 2009 pada 8:25 am
Buat Mas Yudi dan Mas Deni, thanks bgt buat infonya. Ok dech saya akan coba hunting beres KIA lainnya syukur2x dpt yg lebih baik. Terakhir servis pertama 1000 km saya sdh punya pengalaman yg nggak enak dengan beres KIA di keb jeruk – jkt. Servis yg terkesan seadanya dan pilihan oli pun tdk ada dan kita terpaksa pilih oli elf yang dimiliki beres tsb.
Nimbrung soal pertanyaan mas deni nih, pertama kali saya berniat beli mobil ini, sales KIA bilang kalo premium juga gak papa digunakan tp saya tetap pakai pertamax sesuai dg manual dan kebetulan deket rmh ada spbu shell dan ok tuh sampe sekarang performa mesin picanto saya.
26 Februari 2009 pada 6:30 pm
@shanti
Lihat http://www.kiamobil.com/picanto.htm
Lalu klik “informasi teknis” dibagian kanan atas. Next beberapa kali, ada nanti tabelnya. Mudah-mudahan disana info terakhir.
27 Februari 2009 pada 9:40 am
@robert : sama2 mas disini memang tempatnya kita bertukar informasi, ya saya juga kemarin sempat bingung ternyata oli diberes kia tebet hanya ada petronas & castrol atau apa gitu. ya sudah saya ambil yang petronas aja kebetulan di tangerang juga deket ke petronas. mengenai bbm pilihan mas robert sudah benar sekali menurut saya. memang harga premium lebih murah namun yang saya tahu ada beberapa efek yang dapat dijadikan pertimbangan dikemudian hari baik jangka pendek maupun panjang yaitu :
-konsumsi bbm memakai oktan 92 malah lebih irit walaupun lebih mahal.
- resiko mesin berkerak hasil pembakaran lebih sedikit sehingga membuat jangka waktu carbon cleaning / bebersih mesin lebih lama.
- mungkin catalic converter mobil jadi lebih awet, padahal kalao gak salah denger harganya lumayan juga.
- gas sisa hasil pembakaran mungkin lebih fresh (imho)
- sisanya mungkin teman yang lain dapat menambahkan.
27 Februari 2009 pada 11:54 am
@shanti : ini nomornya mas adebakri 98068090 kemana yah orangnya, apa belum baca kali?
28 Februari 2009 pada 10:38 am
ada yg punya manual book dlm bahasa indonesia ngga ya..?? kl ada boleh dicopy ngga..?? thank’s
28 Februari 2009 pada 11:37 am
saya juga nyari tuh kalo ada mau deh.
1 Maret 2009 pada 10:57 pm
Maaf Ya utk mbak shanti aku baru respon skr krn menjelang tutup buku dikantor, jd lg sibuk2nya.
Manual Opt 1 :
* Ac
* Radio Tape (JVC)
* Tilt Sterring
* Reclyning kursi belakang 100% (utk dilipatnya)
* Power sterring
* Centra Lock
* Ring 13 (Full dop)
Manual Opt 2 :
Penambahan Spek aksesoris dari opt 1, sbb :
* Power window (depan)
* CD / singgel disc (Clarion)
* Reclyning kursi belakang 60:40
* Fog Lamp (Lampu Kabut)
* Sit skirt (body kit)
* Spoiller belakang + Stop Lamp
* Flip Flop (sen di spion)
* Ring 14 (full dop)
Kantor aku di KIA Tebet, apabila ada yg dapat aku bantu utk ibu shanty jangan sungkan utk hub aku di 021 9806 8090 / 021 – 3222 9056….
2 Maret 2009 pada 4:13 pm
mas Ade bakri, ada ngga senderan jok belakang utk ops.2, kl ada bisa beli dimana..? thank’s
4 Maret 2009 pada 6:05 am
Ada yang sudah pernah servis 100.000 km? Berapa besar biayanya ya? Saya lagi review pica 2nd kondisi terawat tapi sudah hampir 100.000 km.
4 Maret 2009 pada 1:35 pm
Sandaran untuk jok belakang tidak ada yg additional krn sudah nyatu dengan jok nya.
4 Maret 2009 pada 1:41 pm
Sebatas info price list KIA New Picanto per 1 Maret 2009, utk temen” di yudi wbs :
Price Per 1 Maret 2009, KIA New Picanto :
Manual Opt. 1 Rp. 118.500.000,-
Manual Opt. II Rp. 125.500.000,-
Matic Standard Rp. 134.000.000,-
Matic Option Rp. 136.500.000,-
Matic Opt. II Rp. 142.000.000,-
Pilihan Paket Kredit Manual & Matic, mulai dari manual opt 1,sbb :
a) DP 23 jt, Angs. 3.5 Jt
b) TDP 21 jt, Angs. 3.5 jt
c) TDP 32 jt, Angs. 2.5 jt
d) TDP 45 jt, Angs. 2.2 jt
e) TDP/Angs bisa anda pilih salah satu sesuai dengan budget anda.
#Ready Stock
# Cash Back
# Free acsesoris, Bisa Tukar Tambah, data dpt dibantu / dijemput
Please Call or sms :
Sdr Ade Bakri : 021 – 3222 9056 / 021 – 9806 8090
Hormat Saya,
Sdr. Ade Bakri
ATPM RESMI
KIA Tebet
5 Maret 2009 pada 8:57 am
Salam kenal mas Yuditsb dalam kondisi , saya pengguna Picanto sejak tahun 2006. Saya beli mobil bekas tahun 2005 dengan kilometer baru 8600 km. Kondisi waktu itu benar benar masih seperti baru. Pada awal tahun 2008 yang lalu keempat ban yang asli buatan korea terpaksa saya ganti karena dua diantaranya retak retak dan akhirnya sempat pecah ,padahal kembangannya masih cukup bagus. Menurut penjual ban karena iklim yang berbeda dengan Korea.Sekarang saya pakai ban Good Year dann tidak ada masalah. Tahun itu juga saya harus ganti accu. Selama ini tidak ada masalah yang mengganggu dan menurut saya Picanto memang the best city car. Pertengahan tahun 2008 power steering bocor, menurut montir sealnya yang bocor. karena belum begitu parah bocornya maka saya disarankan untuk rajin memeriksa oli power steering dan menambahkannya bila perlu. Tapi bulan Pebruari 2009 kemarin bocornya makin parah dan setelah saya tanyakan ke bengkel ternyata sparepart seal untuk picanto tidak ada. Harus diganti komplit dengan rumahnya dan harganya 5 juta. Mungkin kalau ada yang tahu solusinya saya akan sangat berterimakasih. Anyway kalau disuruh memilih mobil kecil saya tetap pilih Picanto.
6 Maret 2009 pada 4:47 am
Halo mas anang, saya pikir wajar juga mobil yang umurnya hampir 5 tahun sudah mulai ada parts besar yang harus diganti (km juga sudah banyak ya mas?).
Lagipula manuver picanto sering ekstrim karena gampang nyelap-nyelip
Katanya kalau mau power steering awet:
- Saat belok jangan sampai mentok, kalaupun mentok jangan lebih dari 3 detik (menurut manual)
- Saat parkir, ban depan lurus.
- Jangan belokan stir saat mobil diam (sering dilakukan orang saat parkir yg harus maju-mundur).
- Jangan zig-zag.
(cmiiw)
6 Maret 2009 pada 4:52 pm
d) TDP 45 jt, Angs. 2.2 jt (opt1)
mas ade, kok yang ini malah beda ama itungan saya, kan harganya lebih mahal 9.5 jt
apa suku bunga sekarang dah turun yah?
9 Maret 2009 pada 3:31 pm
Betul pak suku bunga utk saat ini memang sudah agk turun, klo dibandingkan dengan sebelumnya saat p. deny membeli, ilustrasi tersebut Via Bank pak…
10 Maret 2009 pada 8:49 am
oohh… thx mas.
10 Maret 2009 pada 2:58 pm
mas ade..itu semua utk cicilan berapa tahun ya..??
10 Maret 2009 pada 3:49 pm
@mas stefan : biasanya cicilan yang terlama mas yaitu 4 tahun
12 Maret 2009 pada 12:47 am
@ Mas Stefan : Knp mas, ada yg dapat aku bantu?
ilustrasi kredit tsb utk 4 tahun masa kredit. Jangan sungkan2 hub aku, kl mas/temannya ada rcana. minimal kalo sbatas test drive atau hanya sebatas antar ilustrasi dan brosur jg ga apa2. terlepas jadi atau tidaknya smua tergantug dri mas stefan sendiri.
Hormat saya
Sdr. Ade : 021 – 9806 8090
*
12 Maret 2009 pada 7:57 am
Pak ade,
Katanya sekarang ada program cash back ya 5 juta utk kia picanto. Prosedurnya gimana? Apakah semua harga picanto jadi di kurangi 5 juta? Atau kita bayar DP dulu, kemudian ada pengembalian setelahnya?
Kalo mau ambil Manual Opt II dgn DP 40 juta, cicilan selama 3 tahun berapa perbulannya? Leasingnya Apa?
Boleh leasing ke pihak lain (Bank atau finance yg lain) selain yg kerjasama sama dealer?
Terima kasih.
12 Maret 2009 pada 4:50 pm
kemarin mobil ketabrak motor, kaca lampu belakang pecah. sekarang kondisinya baru ditempel stiker transparan supaya gak langsung kena air kalo hujan. ada yang taukah beli penggantinya yang murah? sebab kalo beli di beres harganya 1,4jtan untuk 1 sisi.
13 Maret 2009 pada 2:47 pm
lho…bukannya asuransi..? klaim aja keasuransi….beres dehh
13 Maret 2009 pada 3:56 pm
sayangnya asuaransinya saya ambil yang TLO mas.. tau gini besok sy kumpulin duit dulu deh buat upgrade ke all risk.
17 Maret 2009 pada 9:16 am
kok sepi ya mas?
18 Maret 2009 pada 10:27 am
Sdh hadir saingannya Hyundai i10, bgmn ada review comparasionnya?
18 Maret 2009 pada 1:34 pm
@mas yudi, kalo kita mau adain acara gathering gimana yak? apa harus ajuin proposal ke kiamobil indonesia? ini sih baru wacana, sukur2 bisa terealisasi supaya lebih akrab dan menambah persaudaraan. sekalian biar tahu kesan2 selama memakai picanto satu sama lainnya
19 Maret 2009 pada 9:20 pm
* To : Mas Yuda
Betul saat ini dari direksi PT. KIA Mobil Indonesia kami ada program cash back 5 juta, yang biasanya hanya sekitar 2 juta. Persyaratan sbb:
* apabila kita secara cash pembeliannya maka dari harga On The Road (OTR) tinggal dikurang 5 juta.
* 1) Apabila secara kredit dapat dipotong atas maksudnya dari harga OTR dikurang 5 juta trus dikali rate bunga. 2) dipotong bawah, maksudnya apabila pembelian secara kredit dari sejumlah Total DP dapat dikurang 5 juta.
* Mengenai pembiayaan fleksibel dalam artian dapat menggunakan leasing/Bank. dalam artian leasing scr prasyarat kredit lebih fleksibel dibanding Bank by data (domisili/keuangan). Namun rate bank lebih agk sdikit lebih ringan dibanding leasing. smua ada plus minus
* Untuk ilustrasi kredit variannya macam2, coba telp/sms aku aja di no 021 – 9806 8090
19 Maret 2009 pada 9:30 pm
* To : Mas Yuda
Program cash back berlaku dari bulan maret hingga april, namun utk harga OTR tidak mengikat, dikarenakan tepat awal april semua merk otomotif mengalami beberapa penyesuaian (Kenaikan) harga, begitupun New Picanto biasanya penyesuaian sekitar 2.5 – 3.5 juta.
kelebihan dari manajemen kia picanto adl dapat mengikat harga lama new picanto pada saat memberi tanda jadi dibulan tersebut dan apabila disaat awal bulan mengalami kenaikan maka cust tidak terbebani kenaikan harga. kami tidak seperti mobil2 merk jepang pada umumnya yg apabila cust telah mengasih tanda jadi di bulan tsb, maka pada awal bulan saat mobil tsb mengalami kenaikan, maka harga tidak mengikat.
untuk info lebih lanjut tlg hub aku di 021 – 9806 8090
19 Maret 2009 pada 9:41 pm
To : Pak Deny
Pak untuk lampu belakang sudah aku order beberapa hari yg lalu, harga di Beres Tebet hny 800 ribuan pak, kemarin sudah aku talangi dulu 100 ribu. mohon sabar dan ditunggu ya??…
ntar aku khabarin deh…
20 Maret 2009 pada 1:50 am
@deny: untuk gathering udah sering kok (tapi saya nggak pernah ikut hehe), lihat saja di milis PCI.
20 Maret 2009 pada 9:14 am
@ mas ade : trims banyak mas.
@ mas yudi : milis pci masih sepi mas, saya lebih suka masuk ke kaskus.
22 Maret 2009 pada 8:41 pm
malam semua..
mau nanya donk, utk setting alarm mobil pica agar ga terlalu sensitif gimana ya?
23 Maret 2009 pada 4:42 pm
wah…saya juga cari* panel alarm nga ketemu* tuh..,cuma katanya ada dibawah setir ya….tp dah kekolong* nga nemu juga…!
ada yg tau nga kenapa central lock sering mati ya..? saya udah yg kedua kali…,pertama saya bawa keberes katanya sekringnya trus dah oke..eh sekarang begitu lagi…saya mau utak-utik nga berani takut malah konslet…tolong penjelasannya apabila ada yg tau..thank’s
stefan
23 Maret 2009 pada 7:51 pm
ternyata ada di bawah dashboard bagian stir (di kolong), mesti dibuka dulu dashboard dibagian stir nya, ntar keliatan.
tadi pulang kantor, bawa ke bengkel, abis 25 ribu cuma puter2 gitu aja
24 Maret 2009 pada 1:23 am
Sebatas Info Aja Penyesuaian Harga New Picanto awal april 2009…
Benar seperti apa yang sudah aku sampaikan sebelumnya (19 Maret 2009) bahwa new Picanto Utk Semua Type Akan mengalami Penyesuaian Harga (kenaikan), estimasi atr 3 – 4 juta utk semua type New Picanto baik manual atau matic. Hal ini aku dapat info saat briffing pagi tadi, alasannya di karenakan utk tiap merk mobil awal april pun akan ada beberapa penyesuaian harga (ambil positifnya aja).
Namun tidak menutup kemungkinan bagi rekan2 pembaca di blog ini, apabila ada rencana utk pembelian new picanto dibulan april, mei bahkan awal juni dapat melakukan pemesanan sebesar 10 juta (baik cash/kredit) sebelum akhir bulan ini agar dapat mengikat harga lama dan promo cash back yang berlaku (syarat buka BSTK) dibulan maret ini.
inilah salah satu yg memudahkan cust kia dibandingkan dgn mobil merk2 jepang pada umumnya, apabila telah mengasih tanda jadi dibulan sebelumnya, apabila di awal bulan mengalami kenaikan, maka cust terbebani juga dgn selisih kenaikan harga… (pastilah kita pernah mendengar hal tsb)…
Namun meng jumlah pasti nya berapa kenaikan awal bulan utk pica, biasanya dari pihak direksi sonding ke kami sbg sales saat menjelah tutup akhir bulan…
Utk info lebih lanjut silahkan hub aku di no : 021 – 9806 8090 / 3222 9056
Hormat Saya,
Sdr. Ade Bakri
ATPM KIA Tebet
1 April 2009 pada 11:18 am
@ mas ade, naik lagi gak mas? denger2 picanto mau stop produksi? trus diganti yang lain.. kok harganya masih naik terus yah?
1 April 2009 pada 3:50 pm
tidak, picanto tetap akan diproduksi…. april ini pasti akan naik…
sampai dengan tanggal 4 april kami baru tutup buku penjualan di bulan maret, jadi masih harga lama, stelah tgl 4 harga baru….
2 April 2009 pada 8:57 am
ooh gitu. siip deh. oh ya mas ade, kemarin dah terima kan smsku yang dari esia. trims banget ya mas atas bantuannya.
2 April 2009 pada 4:32 pm
picanto…. picanto…. picanto….
pada kmana yah?
Mas Yudi, ada review terbaru gak mengenai pandanya? nggak pernah ada trouble atau dah bosen nih sharing ma kita?. hehehe….
3 April 2009 pada 11:28 am
ternyata central lock pica saya yg sering mati terjadi konslet pada pemasangan alarm,ada kabel yg pemasangannya menyentuh body yg menyebabkan konslet, lantas saya bawa ke beres garuda, alarm + servisnya gretong bro…., thank’s KIA…
3 April 2009 pada 7:38 pm
picanto harganya berapa ya
3 April 2009 pada 10:06 pm
Pak kadek : utk price list kia new picanto, selengkapnya ada direview aku diatas….
6 April 2009 pada 12:47 am
memang benar kalo mobil korea mempunyai kelemahan di pengereman.
10 April 2009 pada 9:10 pm
– edited oleh yw. Mas Ade, info yang telah disampaikan di comment sebelumnya, tidak perlu ditulis lagi –
Price KIA New Picanto
Per 1 April 2009
Manual Opt. 1 Rp. 119.500.000,-
Manual Opt. II Rp. 127.000.000,-
Matic Standard Rp. 135.000.000,-
Matic Option Rp. 137.500.000,-
Matic Opt. II Rp. 143.000.000,-
Please Call or sms :
Sdr Ade :
* 021 – 9806 8090 (esia)
* 021 – 3222 9056 (Flexy)
13 April 2009 pada 9:55 pm
pak yudi,
mau tanya nih..untuk harga spare part dari picanto ini mahal ga ya?
kalo dibandingi dengan mobil toyota harga partnya beda jauh ga?
14 April 2009 pada 5:17 am
@peter,
Saya tidak tahu ya, tapi sparepartnya memang dari bengkel resmi jadi mungkin lebih mahal dibandingkan onderdil merk lain yang banyak tersedia di luar.
Kalau dibandingkan sesama bengkel resmi, mungkin tidak jauh.
14 April 2009 pada 8:24 am
Temans, saya lagi nyari Picanto 2005 matic untuk istri, kalau ada yang warnanya merah. kali aja ada info …
matur nuwun,
taufiknh (0818787110)
14 April 2009 pada 11:31 am
@ peter : nambah aja ya bung, secara picanto adalah termasuk mobil semi ckd yang populasinya tidak lebih banyak dari pesaing utama segmen city car dari jepang. bila kita membandingkan harga antara sparepart mobil korea dibanding mobil jepang, sama dengan membandingkan mobil eropa denga mobil korea. jadi bisa ditarik kesimpulan, pasar mana yang lebih mendominasi tanah air dialah yang mampu menekan biaya sparepart. nah kalo mengikuti kenyamanan & fitur
1. eropa
2. korea
3. jepang
4. china
kalo saya memutuskan untuk membeli mobil korea karena menginginkan mobil yang tidak terlalu nyaman, tidak terlalu gengsi dan tidak terlalu pasaran apalagi asal-asalan jadi saya beli deh picanto.. hehehehe…
untuk harga spare part, selama saya berani memutuskan untuk membeli mobil kelas 100jutaan berarti saya telah siap untuk mengeluarkan budget tak terduga lainnya selain membeli harga tersebut. mungkin kalo saya mencari mobil yang spare partnya murah saya akan membeli
1. pinter
2. ngepas
3. kiyang
4. kerumun awal dan
5. motor
semoga meembantu ya bung.
14 April 2009 pada 9:56 pm
saya sih minat sama nih mobil..
cuman kata temen2 takut harga part nya mahal..
jadi kalo masukan dari temen2 kira perbadingan part nya mbl jazz ma picanto ini mahalan mana ya?
untuk part yg sejenis
15 April 2009 pada 9:09 am
2 peter: ya masih lebih mahal jazz mas, secara harga mobil juga lebih mahal to?
15 April 2009 pada 10:29 am
setau saya part utk pica sekarang tdk perlu dibeli diberes mas, ditoko onderdil jg banyak dijual part pica yg sudah diakui oleh pihak KIA utk kualitasnya, jd harga bisa lebih sedikit murah dibandingkan diberes (bengkel resmi)..,begitu info yg saya dapat dr pihak KIA sendiri mas peter.
saya dulu jg ragu utk mengambil ini mobil ttp setelah saya tanya/mencari informasi soal pica, saya tdk ragu utk mengambil pica dan sampai pemakaian sekarang saya cukup puas dgn performa utk kelas city car ini, asal jgn dibandingkan dgn mobil jazz mas…pasti beda.(ada harga ada kualitas mas)
15 April 2009 pada 11:41 am
Ikutan nimbrung. Tanya dong, aku lg mempertimbangkan beli New Picanto Opt 2, tp bgm dgn kualitasnya? Bengkelnya apa bisa menjamin mutu service? Konsistensi dlm melayani pemilik Picanto? Harga dan ketersediaan sparepart? Mohon masukan dari para pemilik Picanto, apakah kalian menyesal memiliki Picanto ini (dr dalam hati paling dalam :p). Kalau oke, sy akan lanjut mengisi garasi dengan mboil ini. Thx.
15 April 2009 pada 1:25 pm
@ stefan : trims infonya bung. info ini berguna sekali untuk saya, jadi lebih pd untuk merawat picanto sampai puluhan tahun, coz saya udah suka banget sama nih mobil & termasuk royal dalam segi perawatan/penggantian part(walau belum saatnya ganti).
@ iwan : kalo bung iwan suka dengan mobil yang gak psaran, suka kecepatan tinggi, hobby dalam hal perawatan, menginginkan value for money ideal, & mobilitasnya tinggi saya sangat menyarankan picanto. kalo keluaran yang baru dari saudaranya saya belum berani sarankan karena picanto terbukti sudah 5 tahun selalu mendapat penghargaan & terbukti. cuma saya ngeluh dipengereman aja nih mobil. kaya setengah2 kualitas remnya. overall…. puas deh. sekalian bung saya rekomendasiin salesnya
si bung adebakri. telp aja dia terus atur jadwal untuk test drive. nah saat test drive coba jalan agak kenceng terus rem agak dalem supaya tau rasanya/perhitungannya yang mantap.
semoga membantu.
15 April 2009 pada 8:54 pm
Hobby dalam hal perawatan Bung Deny? Wah wah berarti sparepart-nya sering rusak dong? berumur pendek? Kalo bener begicu, apes aku, penghasilanne pas2x an soalnya! :p
15 April 2009 pada 9:18 pm
hmm,denger2 dari temen kalo suara ban dari mobil pica ini kedengaran banget kalo jalan di aspal yang jelek ya?
itu masalahnya karena apa ya?
apakah ada solusi untuk hal ini?
16 April 2009 pada 10:18 am
Pada posisi 1 (paling rendah) anginnya terlalu kenceng, bgmn caranya ya spy bisa lebih rendah lg, akhirnya gril paling kanan sering sy tutup.
16 April 2009 pada 11:45 am
* To : Pak Deny
Makasie pak udah bantu referensiin aku
16 April 2009 pada 2:06 pm
@ iwan : maksudnya bukan kesitu mas, maksud saya kalo kita orangnya telaten terhadap mobil, menganggap mobil kita adalah barang/penyaluran hobby kita. gak ada salahnya beli picanto. karena mobil ini termasuk jarang terlihat di jalan jadi kesannya exlusive, nah karena kesan tersebut saya memanfaatkan untuk terus merawat mobil ini sampai 15-20 tahun kedepan. jadi seneng kan kalo inget dari awal kita ngerawat nih mobil dibanding mobil yang jarang dirawat. saya jadi teringat mobil pak de saya yang dia beli dari baru tahun 80an, dia rajin ngerawat(care sama mobil) sampe sekarang tuh mobil masih suka dibawa kejawa bareng keluarga, dan herannya lagi waktu saya bawa espass tahun 2003, mobilnya masih jawara dijalan.. salut.. salut… kalo spare part mah setau saya mobil bandel sekalipun kalo
- males ganti oli
- servis di bengkel asal-asalan
- isi premium tapi gak pernah bawa lari
- bawanya gak pake perhitungan
- tidak mengganti part yg sudah harus ganti
dan banyak yg lainnya, saya kira sama aja pasti lebih cepat ngeluarin uang lebih buat servis besar. kecuali kalo mas pake mobil buat batas 3tahun pemakaian, hal diatas boleh dilakukan karena mungkin kalo efek jangka panjangnya berasa bisa langsung dijual. seperti ipar saya yang membatasi memakai mobil cuma 2-3tahun setelah itu dijual, tapi kasian orang yang beli pasti kena efeknya.
@ peter : kalo itu penyakit ni mobil mas, ada beberapa orang yang bilang, peredaman picanto kurang baik terutama diarea kabin. coba kalo mas main ke showroom lipat deh bangku belakang, terus ketok2 bodinya, itu bodi kayak gak disemprot soundclad mas. solusinya mas pasang soundclad di tuffkotedinol, kemarin saya dah tanya biayanya habis 1.4juta untuk picanto yang disemprot pintu, spatbor, dan bawah kabin. menurut orangnya banyak yang mengeluh noise tinggi dari yang punya mobil picanto tapi setelah di semprot noisenya turun drastis apalagi kalo ganti ban pake yang tingkat noisenya rendah, wah bisa kalah deh cevrolet aveo yang terkenal paling baik dalam hal peredaman kabin.
semoga membantu
17 April 2009 pada 7:15 am
hmm,ada yang uda pernah ngebandingin mobil pica ini ma chevy aveo ga.
secara kalo harga secondnya utk tahun yang sama itu harganya imbang.
dari segi kualitas dan kemudahan spare part bagusan mana ya?
17 April 2009 pada 8:41 am
Wah tenkyu banyak Bung Deny, Anda sepertinya Pica sejati nih. Jadi semakin yakin untuk membeli New Picanto. Test drive? saya calon pengendara roda 4, sebelumnya naik motor bebek, hehehe … baru mau belajar nyetir. Gimana ya? Jadi belum terbiasa/memahami seluk beluk mobil. Buta banget istilahnya. Jadi saya kudu berhati-hati dalam menentukan jenis mobil yg saya beli. Ada saran gak tipe mobil apa yang baik: sekarang New Picanto ada Option 1, Option saja, Option 2? Yang pasti ingin ambil yang M/T. Beda pada lampu kabut, apa lampu kabut sangat diperlukan? Thanks.
17 April 2009 pada 6:56 pm
@ peter : kalo bener2 mementingkan kenyaa ambil cevi mas tapi harga spare part lebih mahal + jaringan sers terbatas jadi kelemahannya. tapi kalo mau pake buat mobilitas tinggi / oprasional kerja ambil picanto aja. vale for moneynya lebih baik, mau bener bener buat operasional sejati ambil estilo, tapi terus terang liat bodinya saya gak seneng kaya tata nano yang mau keluar. hehehhe..
@ iwan : kalo mas baru pertama kali beli mobil saya sarankan ambil mobil baru, kalo mas termasuk pengendara yang hati2, fitur tambahan seperti foglamp, dinomorduakan saja. karena foglamp gak berfungsi kalo kita setir seenak dewe (juga makan arus).
power window emang enak tapi saya sering liat dipintu tol ada aja orang yang bayar pake buka pintu menandakan power window rusak tapi mles(gak disempet2in) untuk servis. velg menurut saya gak terlalu masalah kegaya, selama mobil kita selalu terlihat kinclong bin terawat, akan lebih enak dilihat dari pada sebaliknya. alarm apalagi saya lebih senang pake kunci stir. ga makan aki, lagian kan asuransi. saya sih belum pernah baca ada yang keilangan pica, malah yang sering denger justru dari mobil sejuta umat karena gampang dijual dan populasinya banyak bgt. populasi pica yang sedikit membuat resiko dicuri lebih sedikit. nah kalo bung tanya saran ambil tipe apa, saya menyarankan bung liat dulu perbandingan specnya dari yang sales berikan, lantas luangkan waktu 1 hari untuk mempertimbangkan plus minusnya jadi jangan terburu2 dan kalo dah menimbang, tinggal mas tanya sama diri sendiri, saya mau ambil yang mana. kalo kita harus ambil opt1 sedangkan gak ready, mending sabar aja toh kelebihan kia kan harga mengikat. malah saya awalnya pengen ambil yang standard mas (86.9 jt) ah, tanpa power stering (biasa espas) jadi gak bebanin mesin yang 1100cc, otomatis tenaga mantap. standar semua, jadi gak ada biaya berlebih untuk reparasi bila waktu2 fitur tersebut sudah berumur minta ganti. jadi kesimpulannya dari espas pindah ke mobil baru aja, tapi rasa samakan? beda kalo saya biasa bawa peugeot 406(mobil impian) terus ganti mobil jadi carry wah pasti merasa tersiksa deh. nah kalo mas beruntung tuh dari motor langsung rasain mobil baru, mantaaaaaaaaaabbsss..
Inget ya mas jangan terburu nafsu untuk memutuskan, lebih baik dipikirkan biar gak ada penyesalan. semoga bantu, sori kebanyakan.
20 April 2009 pada 2:58 pm
saya lagi nyari mobil pica nih tahun 2004 / 2005 yang full option buat istri saya..ada yang mau jual ga ya di jakarta dan depok..kalo ada hubungi saya di 081521531706..thanks
21 April 2009 pada 12:54 pm
Mau nanya nih,
utk pak Ade dan yg lainnya, Kia picanto tipe apa ya yg sudah dilengkapi dgn alarm?
Terima kasih atas penjelasannya
24 April 2009 pada 7:52 pm
@ Pak Yudi
Untuk bawaan dari produksi nya, Kia New Picanto baik yg opt 1 s/d 2 memang belum ada alarmnya. Meng Alarm (aksesoris) pihak kami bekerjasama dengan suplier, adapun garansi dari pihak suplier yg bersangkutan.
ada apa pak yudi? ada yg dapat aku bantu?..
Sbatas info utk program promo/cash back hanya berlaku sampai dengan akhir bulan ini. Utk info lebih lanjut silahkan hub. aku di (021) 9806 8090 – 3222 9056
21 April 2009 pada 1:25 pm
bro deny..,pica kamu utk senderan kepala dijok belakang sudah dikamu kasih belum? kl sudah buat dimana ya..?? soalnya kasian yg duduk dibelakang pegel kepalanya tdk ada senderan kepalanya…thank’s..
21 April 2009 pada 5:09 pm
wah opt1 gak ada senderannya mas..! kalo bikin juga saya gak tau. abis kia aksesoris pendukungnya pelit banget gak ada yang berani buat. gak kaya atpm jepun
22 April 2009 pada 1:03 pm
Mohon saran dari teman2x mana yang lebih oke: KIA Picanto Option 2 M/T atau Hyundai New Avega M/T?? Saya msh bingung, dari model sy lbh suka Pica krn gak ngebosanin, tapi dr fitur/kelengkapan/aksesoris/kenyamanan/safety menang Avega. Harga hanya beda2x tipis. Pemakaian kebanyakan untuk dalam kota, sesekali rencana bawa jalan liburan ke luar kota. Ada yg prnh compare 2 mobil ini? Krn kalo sy ambil Avega, ass-nya cuma kombinasi, kalo Picanto sy dpt allrisk, dan diskon dr Pica lbh bsr dr Avega. Lagi binun nih, mau ganti ke Pica, tp gak dpt fitur selengkap Avega. Piliiiih manaaaaa yaaach? Tolong saran dr teman2x. Thanks.
22 April 2009 pada 1:21 pm
wah kalo saya ada uang lebih, saya akan ambil avega bro. cc lebih besar tapi pajak sama kayak citi car, merk hyundai, bagasi luas, termasuk sedan. waktu itu kepikiran avega setelah saya bayar dp picanto. ya sudah saya terusin untuk ambil picanto lagipula nyari parkir enak, lebih irit juga, populasi dah banyak dan yang penting lebih muraah..
22 April 2009 pada 2:59 pm
Oke deh kalo begicu, thanks untuk masukannya Bung Deni.
24 April 2009 pada 9:09 am
sama2 bro.
24 April 2009 pada 7:58 pm
apabila cari irit dari segi konsumsi BBM sebaiknya aku rekom tetap ke KIA Picanto aja pak…
Memang dari segi Fitur agk kurang, namun kita harus tetap fair tidak ada salahnya selisih atr picanto dan avega, apabila di inveskan ke picanto, aku yakin pica nya akan lebih oke…
Ga usah khawatir utk bawa picanto ke luar kota, performa mesin picanto sudah teruji…
Silahkan bandingkan tingkat resiko atr picanto dan avega, masih sangat minim picanto, silahkan cek ke pengguna atau review milis avega….
25 April 2009 pada 9:22 am
tingkat resiko dari segi apa mas ade,? apa sparepartnya jauh lebih mahal.? kalo gitu mending sekalian ambil mobil eropa dong yah?
25 April 2009 pada 9:24 am
@ mas ade, ntar saya mau servis dah 5800 nih km nya. tapi ntar dibsd karena istri sekalian mau kedaerah sana.
26 April 2009 pada 5:51 pm
total biaya servis 5000 sekitar 300ribuan oli petronas 10-40 @77 ribu
jasa servis 84 ribu
27 April 2009 pada 3:53 pm
weleh..bro deny dah mau 5000km picanya..,padahal saya lebih dulu terima picanya ya, pica saya masih 1800km bro deny….hahahahahaaaaaa…lha wong jrg dipake…,dipakenya paling hr sabtu/minggu utk jln yg jauh…,kl setiap hari paling 5-10km…anter anak sekolah aja….
27 April 2009 pada 4:15 pm
tepatnya sekarang 5830 bro.. iya soale tiap harinya dipake bwt kerja. dan biasanya tiap minggu pergi kedaerah bekasi. tapi gak apa2 bro stefan biar mobilnya ro stefan awet. kan harga jualnya nanti bisa lebih tinggi hehehe…
27 April 2009 pada 4:59 pm
Pak Yudi dan semuanya,
saya numpang tanya juga nih, adakah yang sudah menghitung maintenance cost selama pemakaian kia picanto atau bahasa kerennya owning and operation cost ? karena saya istri saya lagi kesemsem antara kia picanto dan xenia xi
27 April 2009 pada 10:24 pm
kalo ada dana lebih ambil xenianya bung, tapi bensin lebih boros, pajak lebih mahal, bodi lebih bongsor tapi enak buat bawa muatan banyak, tarikan sama aja, buat lari masih kalah ama picanto, bengkel & suku cadang alternatif lebih banyak, harga spare part mirip2, lebih tahan banting.. gw berani bicara gini karena sodara jg punya.! kalo keluarga kecil & pemakaian untuk operasional kerja saran gw ya ambil picanto. kalo pake cuma buat keluar kota dan bawa muatan lebih ambil xenia aja.
28 April 2009 pada 6:22 am
Maintenance cost untuk pica baru hanya sebatas service rutin.
Ini saya kutip dari arsip milis pica
(sptnya masih harga lama, harus ditambah lagi) :
KM Jasa Part
=> 1.000 km free Rp 102.273 (oli mesin)
=> 5.000 km Rp 100.000 Rp 103.500 (oli mesin)
=> 10.000 km Rp 180.000 Rp 129.773 (oli mesin + filter oli)
=> 15.000 km Rp 60.000 Rp 102.273 (oli mesin)
=> 20.000 km Rp 105.000 Rp 134.819 (oli mesin + filter oli)
=> 25.000 km Rp ??? Rp 19.500 (oli mesin + filter oli)
=> 30.000 km Rp 180.000 Rp 218.181 (oli mesin + oli transmisi)
=> 35.000 km Rp 192.000 Rp 122.727 (oli mesin)
=> 40.000 km Rp 249.000 Rp 406.544 (Oli mesin + filter oli + filter udara + minyak rem + radiator coolant + busi)
=> 45.000 km Rp 60.000 Rp 152.000 (oli mesin + carb cleaner)
=> 50.000 km Rp 180.600 Rp 101.000 (oli mesin (bawa sendiri)+filter oli + carb cleaner + filter udara)
=> 55.000 km Rp 60.000 Rp oli mesin (bawa sendiri)
=> 60.000 km Rp 594.750 Rp 790.908 (oli mesin + filter oli + radiator coolant + engine conditioner + oli transmisi + filter bensin + busi + tensioner timming belt + valve timming belt)
- tambah info dari Mas Arwan untuk service 80.000 (nov 08):
biaya jasa rp. 419,319
biaya bahan rp. 120,500
biaya suku cadang rp. 1,125,545
–
catatan :
- service 25.000 kayanya jasanya cm Rp 60.000
- cek 4 roda biaya jasanya Rp 132.000
- cek 60.000 Rp 237.250
- Ganti timming belt Rp 357.500
28 April 2009 pada 9:10 am
wah mas yudi, trims banget… info ini berguna sekali buat saya. sekali lagi matur nuwun mas….
28 April 2009 pada 9:18 am
@ Pak Deny, thanks atas saran perbandingannya, rencananya hanya pemakaian dalam kota saja.., berarti memang kia pica cocoknya nih..
@Pak Yudi, thanks atas datanya pak, mantab sekali nih…, tapi kia pica masih pake carbu ya pak ?
28 April 2009 pada 9:25 am
@irvan:
Pica tidak menggunakan carbu. Mesin pica sudah multipoint injection. Sepertinya sekarang jarang deh mobil baru yang masih menggunakan carbu (cmmiw).
30 April 2009 pada 11:53 am
Untuk Pak Irvan yang sedang mempertimbangkan Picanto atau Xenia. Kenapa tidak melirik ke Hyundai New Avega Facelift atau Hyundai i10? Setahu saya mesin Hyundai i10 mirip2x dengan Picanto dan baru di-release ke pasaran tahun 2009 ini. Kemaren saya bingung memilih KIA Picanto, Daihatsu Xenia xi + vvti, Daihatsu Sirion, Hyundai New Avega M/T Facelift. Akhirnya saya memutuskan mengambil Hyundai New Avega M/T Facelift 1500cc.
Masing2x ada keunggulan:
- KIA Picanto kalau mau beli yang Option 2: irit, bentuk lebih sportif, enak buat jalan macet/parkir, the best city car 2004-2008. Tapi power window hanya di depan, kaca mobil agak tipis, suspensi biasa saja. Fitur safety kurang kayaknya, maklum moncongnya agak pendek. (Picanto ini pilihan saya yang kedua setelah Hyundai New Avega). Dengan sangat berat hati saya melepas Picanto, sampai sekarang pun masih kebayang imutnya nih mobil dan bentuknya gak bosenin.
- Daihatsu Xenia Xi + vvti: mesin sudah teknologi vvti, muat banyak, tapi kalau bentuk saya rada bosan, gak beda ama kijang, maklum mobil sejuta ummat. Gak dapat diskon dari dealer, cuma Rp 500.000, gua tinggal …
-Daihatsu Sirion
Saya heran sales Daihatsu tidak merekomendasi mobil ini, malah lebih rekomen Xenia, katanya sih karena lama2x mobil ini bisa dihentikan produksinya seperti Ceria, aneh belum ngerti kenapa tidak direkomend, padahal baru di-release tahun 2008: New Sirion, padahal bentuk oke banget tuh, sporty banget. Saya lepas deh …
-Hyundai i10
Oke dari bentuk, sporty banget, mesin mirip Picanto, dari interior oke banget, apalagi ambil yang icool, mantabz, tapi belum banyak nih review dari para user. Tadinya mau ambil ini, tapi gak ada diskon sama sekali, jadi berat di DP (saya ambil kredit). Kalau Picanto kan sudah dapat penghargaan the nest city car beberapa kali.
-Hyundai New Avega Facelift
Saya pilih yang M/T Tipe GL 1500cc
Mobil ini oke, ada beberapa perubahan dibanding Avega yang sebelumnya: tail/spoiler-nya diubah lebih oke, grill depan baru. Fitur lengkap: saya dapat power window full 4 pintu, sensor parking ditambahkan, senyap pas tutup pintu. Suspensi independent, lebih nyaman. Jarigan service banyak, karena Avega ini pembaruan dari generasi sebelumnya: Timor, Cakra, Accent, di mana mobil2x ini terkenal badak banget, dan generasi sebelumnya sering dipake buat mobil polisi, taksi, jadi gak kuatir akan sparepart (sampai hari ini generasi lama masih banyak yg pakai). Dan banyak kesaksian safety-nya oke banget (standar Eropa), krn rangka body keras, ada pelindung dari sisi depan dan samping. Dan lagipula Hyundai mengadopsi KIA. Seperti Toyota mengadopsi Daihatsu. Tapi keiritan standar/biasa, stir mobil agak kuno, mesin masih model lama SOHC, antena di samping belakang mobil, maunya sih di atap, takut diisengin orang. Dari harga Picanto 125,5 jt, New Avega 128,75 jt. Beda dikit, karena saya kredit, saya memutuskan ambil New Avega.
Ya itu saja masukan dari saya, terserah Pak Irvan. Semoga bisa jadi pertimbangan, tambah bingung Pak? Hehehehe …
KIA/HYUNDAI sudah jadi kakak adik selayaknya TOYOTA/DAIHATSU.
28 April 2009 pada 12:16 pm
betul mas irvan mesinnya sudah injeksi tuh, minim perawatan lho. selamat hunting yah…!
6 Mei 2009 pada 7:44 am
Wah banyak sekali review dari bapak – bapak.., akhir – akhir ini saya sering melamun memperhatikan avega dan picanto nih di pom jalan, maklum pak masih ngebayangin aja
@ Pak Iwan, thanks pak atas review mantabnya, jadi tambah bingung,hehehe…, saya sempat lihat i10 tapi dari bentuk cenderung mengikuti Kia Visto deh kayaknya.
@ Pak Deny, itu pak yang dicari murah, irit, bagus, awet dan yang bagus – bagus lainnya,hehehe…
29 April 2009 pada 10:46 am
wah…kayanya mas yudi cocok jd ketua club picanto nih….,and wakilnya bro deny….gimana..? apa kita buat kumunitas picanto blog yudi…??? hahahaaaaa…
29 April 2009 pada 11:04 am
wah saya setuju banget tuh, tapi saya gak punya keberanian untuk jadi wakilnya,… gimana kalo bro stefan aja jadi wakilnya. ada yang udah pernah masuk klub gak yah,..? soale klub picanto gak jelas nih dimana keberadaannya.
29 April 2009 pada 7:33 pm
Klub pica jelas kok, coba ikuti milisnya deh. Kemaren baru touring ke Bandung.
4 Mei 2009 pada 9:25 am
Untuk Bro Iwan,
kalo kondisi saat ini yg ada cashback 5jt utk kia picanto, kira2 masih value ga kia picanto?
Kalo new avega dapat diskon berapa pak?
12 Mei 2009 pada 10:58 am
Pak Yuda, kalo avega saya ngk tahu pak dapet diskon berapa ? saat ini di kia picanto cash back 5 juta masih berlaku.., valuenya menurut saya lumayan. dengan tidak memotong dari 5 juta itu, kita bisa dapet power window belakang dan alarm di option 2, saat ini saya lagi mengajukan proses kredit, mohon doa dari bapak – bapak semua..
4 Mei 2009 pada 9:58 am
Bro Yuda,
Setahu saya sampai akhir April kemaren diskon bisa lebih dari 5 juta, yg penting berani minta diskon gede, tergantung juga dealernya, tiap dealer/sales memberi diskon berbeda-beda.
New Avega, hari ini bakalan mengisi garasi rumah saya, hehehe, akhirnya …, tapi kudu tunggu 10 hari lagi buat STNK-nya. Diskon New Avega saya dapat 5,5 juta Pak Yuda. Disarankan ambil yang GL Facelift M/T saja Pak, sudah dikasih sensor parking, power window komplit, electric spion.
5 Mei 2009 pada 3:41 pm
ternyata kia soul akan hadir juga juli ini, tapi segmennya untuk kelas x-over jadi picanto kayaknya hingga akhir tahun ini masih akan eksis di indonesia. Hidup picanto…!!!
8 Mei 2009 pada 6:30 am
Dulu saya tidak mempertimbangkan avega karena baru keluar, takut ada masalah. Sedangkan pica sudah dari tahun 2004 beredar. Lagipula jalan di depan rumah dan garasi memang kecil
Mau pindah rumah dulu sebelum beli yang mobil yang rada gedean
8 Mei 2009 pada 7:45 am
Memang pertimbangan tiap orang2 beda2. Kalo saya sih tetep demen picanto, modelnya enak diliat sih…
Kalo Avega itu di ekspor ke negara lain ga ya?
8 Mei 2009 pada 12:04 pm
KIA Picanto oke juga, sebenarnya saya hampir ambil nih Pica, diskon gede lagi, cuma ya krn perbedaan harga yg gak terlalu banyak ya sy ambil New Avega. Pica enak, simple, bentuk lebih sportif. irit lagi.
New Avega itu sebenarnya generasi terbaru dari mobil generasi lama: Hyundai New Accent. Di luar negeri banyak juga kok yang pake, cuma namanya Accent. New Avega itu boleh dikatakan pembaruan dari Accent. Untuk ekspor keluar kayaknya belum.
8 Mei 2009 pada 8:19 am
apapun mobilnya, picanto pilihannya.
8 Mei 2009 pada 6:47 pm
Salam kenal utk pak yudiwbs dkk,2 minggu lalu saya br aja membeli picanto thn 2006 dgn kondisi sangat bgs.buku garansi masih berlaku dan manual booknya jg ada.di bali gila harganya mahal buaanget,saya dpt harga 96jt,hr ini picanto thn 2005 dibuka pada harga 105jt.Saya jd beli krn teman2 saya pada pake picanto dan saya seneng ngelihatnya.Saat ini saya sedang mencoba menggunakan bbm pertamax,ntar saya juga akan menggunakan premium sekedar buat perbandingan.
9 Mei 2009 pada 3:55 am
Selamat pak atas mobil barunya, mohon direview disini. Pica 2005 diatas 100? mahal bener ya.
Waktu ke Bali sepertinya pica jarang ya disana?
Menurut saya, Picanto dengan pertamax jauh bedanya dibandingkan premium pak.
9 Mei 2009 pada 6:54 am
I ya lho pak,ini mobil memang pasarannya lg bagus,saya sering update di koran memang harganya tinggi terlebih yang asli DK.Karimun kotak th 2006 aja harganya 90jt,kemarin sih mau ambil karimun aja tp tmn blg modelnya jelek kotak2 dan interiornya hampir sama kayak angkot.Untung gak jd ambil karimun,kayaknya lebih bangga bw picanto.kemarin waktu cuci mobil di Oto7 saya sekalian nanya harga ban,untuk yg uk sama dgn pica gak ada yg ada Uk 175/65/14.Merk BS 490rb.Accelera.350rb.Forceum.350rb.
11 Mei 2009 pada 3:40 pm
wah ternyata diBali banyak penggemar pica jg ya…,selamat bergabung dgn pengguna pica pak Yohanes, mudah*an pengguna pica dr jkt turing keBali ya pak !! hahahahaaa….
12 Mei 2009 pada 9:27 am
selamatatas picanya pak.!
13 Mei 2009 pada 6:11 pm
Thnks pak Stefan dan pak Deny,btw ternyata memang irit pake pica,saya kmr isi pertamax dpt 1:14.skr pake premium,kok gigi 1 sering nglitik ya? selebihnya gak ada masalah.Kmr waktu tune up saya ditawari jd anggota picanto club bayar 100rb keuntungannya byk,dpt disskon mulai 5,10,15% utk sevice,spareparts,acsesoris
14 Mei 2009 pada 10:27 am
Di manual Pica memang minta RON91 (pertamax 92).
Kalau sudah biasa pertamax, sulit pindah ke premium karena terasa jauh berbeda. Ujung-ujungnya sering ngelitik karena terbiasa menekan gas pelan. Yg jadi masalah, ngelitik itu merusak mesin.
16 Mei 2009 pada 1:36 pm
Salam kenal, sy ada rencana beli pica opt 1 nih, btw apa ada yg udah pernah sound proffing, pake apa yang sip ? Thanks.
18 Mei 2009 pada 12:05 am
mas yudi dan mas deny.. saya baru saja memesan picanto opt2 M/T di kia pemuda..
hehehheh.. saya lagi bingung apakah saya akan memasang anti karat atau tidak
apakah mas deny dan mas yudi ada yang menggunakan antikarat?
apakah standard picanto keluaran pabrik sebenarnya sudah ada anti karatnya?
trima kasih atas infonya
18 Mei 2009 pada 9:00 am
saya juga berencana masang mas. soalnya kalo anti karat bawaan pabrik sistemnya celup jadi gak ada peredaman. kalo anti karat semprotkan sekaligus meredam. bagus lagi ditambah soundclad, jadi makin hening aja.
18 Mei 2009 pada 9:26 am
Dari yang saya baca di internet, sebenarnya nggak perlu. Perlindungan dari pabrik sudah bagus kok. Kecuali kalau berada di kondisi ekstrim, misalnya deket pantai yang airnya berkadar garam tinggi. Biasanya sales yang ngotot menawarkan pemasangan anti karat kan
18 Mei 2009 pada 10:56 am
sebenarnya saya meminta anti karat untuk dibonuskan..
dengan konsekuensi saya tidak mendapat talang air, alarm, dan accesories kecil lainnya..
hehehehehhe
thanks buat info2nya suhu2 pica…
18 Mei 2009 pada 8:41 am
Pa kabar teman2 semua?
Mo nanya nih, barusan aku nelp ke toko variasi nanyain talang air New Picanto, katanya yang buat Picanto stoknya ada tapi yang New Picanto mesti pesen dulu. Talang air picanto ama new picanto emang beda ya? soalnya bodi pica ama new pica kok kayanya sama ya. Thanks b4
18 Mei 2009 pada 9:02 am
sama aja bro, yang bedain cuma tulisan ditalang airnya aja. bro kalo tanya lai tolong sekalian tanyain mud guardnya jual gak.?
18 Mei 2009 pada 11:35 am
bukannya type lama sama new pica ukuran utk talang airnya beda..? menurut info sales saya..dan dia menawarkan saya talang air yg ori dr korea merk “MORNING” yg nama utk pica di korea kia morning.
18 Mei 2009 pada 2:15 pm
mungkin beda di ujung yang nempel ke spion aja kali ya. kemarin juga waktu saya beli via mas ade ujungnya dislipin ke plastik spion ama yang masang. tapi karena saya liatnya gak tega makanya saya potong lagi 3 cm. cuma karena sampe sekarang belum nemuin klipnya ya tu talang aer masih nganggur dirumah ditambah juga doubletipnya yg merek 3m belum beli karena lumayan mahal harganya. panjang 5mtr 45rb digramedia.
18 Mei 2009 pada 3:38 pm
waktu beli sama mas ade harganya brapa mas deny?
18 Mei 2009 pada 7:06 pm
untuk mas Deny : untuk talang air, coba aja cek di pasar mobil kemayoran..untuk new picanto ada koq, harganya klo ga salah 110.000-120.000 dan sudah termasuk pemasangan atau di Naza Motor MGK Kemayoran lt.6..
19 Mei 2009 pada 1:07 pm
Mas Deny, untuk peredam suara yang bagus apa ya ?
19 Mei 2009 pada 5:51 pm
kalo mau yang tempel dari dalem pake sistem tempel aja, ditoko audio biasanya jual. cuma beratnya itu loh 1pc ukuran 60×100cm beratnya mencapai 8-10 kg dan harganya kisaran 80rb berikut pasang. tapi kalo dah tempel itu mobil jadi lebih berbobot, antep gitu. kalo untuk pica setelah saya amati, dia cuma butuh peredaman diarea bawah kabin aja. coba aja ketok2 bodi dibawah bagasi, pasti kaya kaleng susu. kalo mau enak ke tuff kote dinol aja, lantas minta semprot lebih banyak khususnya diarea bawah, karena yang disemprot daleman pintu juga. harganya sekitar 1.4 juta untuk pica. lama pengerjaan 2 hari(pengeringan sempurna untuk 2x semprot)
20 Mei 2009 pada 4:31 pm
permisi ikutan nimbrung mas ..
Blognya ok banget niy .. saya yg tadinya gak tertarik sama picanto jadi mikir2 juga ..
mas kebetulan saya baru pertama kali mau beli mobil .. dana agak terbatas sebenernya tapi pengen mobil baru.
kalau dibandingin sama estillo kira2 menang mana ya picanto?
20 Mei 2009 pada 4:34 pm
atau mending avega saja ? secara harganya tak jauh beda ..
trima kasih untuk tips nya
21 Mei 2009 pada 8:23 am
kemarin sempat tanya peredam di Bali car variasi,bentuknya seperti aspal lembaran uk 75×80 haraganya 90rb per lembar.Kalo mau dipasang total butuh sekitar 25-30 lembar,tp kl mau ngurangi suara ban butuh sekitar 12 lembar.Bosnya nunjukin Teriosnya yg udh di pasang peredam,memang terbukti sangat hening.
21 Mei 2009 pada 12:18 pm
wah kalo diitung 1 lembarnya 7kg, pasang buat peredam ban aja sampe 8o kgan sama ama berat 1 orang gemuk. gimana kalo ful yah..? nambah berat 3 orang tuh.
22 Mei 2009 pada 8:37 pm
Mas yudi, aku titip info price terbaru dan simulasi kreditnya New Picanto Ya… Tks
>> Price Per-1Mei Kia New Picanto<<
Price KIA New Picanto
Per 1 Mei 2009
Manual Opt. 1 Rp. 120.500.000,-
Manual Opt. II Rp. 128.000.000,-
Matic Standard Rp. 136.000.000,-
Matic Opt. II Rp. 144.000.000,-
Pilihan Paket Kredit Manual & Matic, mulai dari manual opt 1,sbb :
a) TDP 22 jt, Angs. 3.5 Jt
b) TDP 27 jt, Angs. 3.3 jt
c) TDP 40 jt, Angs. 2.5 jt
d) TDP 50 jt, Angs. 2.4 jt
e) TDP/Angs dapat disesuaikan dengan budget anda.
#Ready Stock
# Cash Back
# Free acsesoris, Bisa Tukar Tambah, data dpt dibantu / dijemput
Please Call or sms :
Sdr Ade :
* 021 – 3222 9056
* 021 – 9806 8090
Hormat Saya,
Sdr. Ade
ATPM RESMI
KIA Mobil Indonesia
24 Mei 2009 pada 10:48 am
gile harga picanto selangit sekarang..
beruntung banget saya beli picanto option 1 april 2008 dengan harga 99.000.000.
24 Mei 2009 pada 9:44 pm
Peminat Pica tambah banyak ga ya? secara saingan tambah banyak…
@ Adebakri
ada rencana kenaikan harga ga ya?
25 Mei 2009 pada 9:01 am
Mau nanya ke P yudi nih,
Apa alasannya service 1000 km harus ganti oli? padahal di buku petunjuk service ganti oli hanya utk yg bermesin diesel (utk 1000 km) dan ganti oli disarankan tiap 5000 km utk mesin bensin.
Kalo alasannya ada bubuk mesin karena gesekan awal, bukannya menunjukan mesinnya jelek (jadi ada lecet2) ? atau oli yg digunakan jelek?
Saya cenderung mengikuti manual book dan sepertinya upaya bengkel saja utk menambah penjualan oli di tempatnya.
Terima kasih atas penjelasannya.
25 Mei 2009 pada 9:39 am
Saya dapat dari hasil pencarian di internet pak (cari di internet dengan keyword “break in period”). Saya pikir disini yg dimaksud bukan bubuk, tetapi partikel halus akibat gesekan. Dan ini tampaknya berlaku untuk semua mesin, tidak hanya pica.
Lagipula pada 1000 km pertama jalanan di Bdg sering macet, mobil sering dalam keadaan idle, sering harus make RPM tinggi untuk nyalip. Jadi saya sih lebih baik mengorbankan uang untuk oli
25 Mei 2009 pada 12:18 pm
salam semua ,,,waduuuuh, baru mau punya uang tapi picanto dah naik lagi,,, tolooooong..
barangkali ada sales yang bisa kasi solusi.??!
27 Mei 2009 pada 7:40 am
Mas Yudi,
Bagasi pica 2009 kan ga ada tray-nya (bagian atas bagasi), apa ada yang jual ya ?
Club Picanto di Surabaya kumpulnya di mana ?
Thx bro !
27 Mei 2009 pada 12:58 pm
Tuk Daniel,
Kalo mau masang tray di pica bisa kok minta pasangin di toko audio, bahannya sama ama yang digunakan untuk bikin box speaker, ntar dibungkus ama bahan en warna sesuai pilihan. Temen aku yang cewe ada yang masang di picanya, katanya biar bisa naruh boneka ma tempat tissu.
27 Mei 2009 pada 4:38 pm
berarti bikin sendiri ya bro? emang disetiap toko audio jual?
27 Mei 2009 pada 6:37 pm
Yup bikin sendiri bro, bilang aja ke instalaturnya buat masang traynya aja. Kerjanya ga lama koq, bisa ditungguin
28 Mei 2009 pada 9:48 am
@Om Daniel,
Apa posisi om Daniel di Surabaya ?
untuk Picanto Club di Sby masih ga ada om… ngikut picanto_indonesia@yahoogroups.com
untuk tray saya pernah tanya di KMI jemur harganya (waktu itu) 650rb