Harusnya tidak menulis sampai Feb, tapi biarlah, mumpung masih ingat.
Mobil bagi saya yang penting adalah aspek fungsionalnya, bukan untuk gaya atau gengsi. Sebelumnya kami memiliki Katana 91, mobil pertama kami. Hal yang memaksa kami ganti adalah memang usianya sudah tua, mesin sering kepanasan (pernah harus diparkir saat macet) dan yang lebih gawat adalah oli sudah masuk ke ruang bakar sehingga knalpot berasap putih. Membahayakan orang lain dan diri sendiri, karena kalau macet ya saya sendiri juga yang menghirupnya. Sempat 1/2 turun mesin, tapi gagal. Mau turun mesin penuh sayang, pasti hasilnya tidak maksimal. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari pengganti.
Kami memutuskan beli baru saja, soalnya saya dan istri buta masalah mekanik mobil. Beli mobil bekas, kalau sial malah bisa jadi lebih repot dan mahal.
Faktor utama penentuan mobil adalah harganya
. Faktor yang lain, saya tidak mau mobil yang baru muncul (versi awal). Sama dengan software, jangan gunakan versi 1.0, kadang-kadang masih banyak bugs-nya. Ini yang membuat mobil seperti Karimun Estilo, QQ dan Proton Savvy tidak saya perhitungkan.
Pilihan tinggal mengerucut ke dua jenis mobil: Xenia dan Picanto. Mulailah mencari informasi di internet. Berikut tips untuk mencari informasi mobil di internet:
- Jangan terlalu percaya review majalah/koran di Indonesia. Terlalu banyak pujiannya, dugaan saya mereka tidak netral karena menerima fasilitas dari produsen yang akan diuji. Jangan terlalu percaya juga pada foto, biasanya hanya diambil dari sudut yang bagus saja, lebih akurat jika melihat dengan mata kepala sendiri di jalanan atau di dealer.
- Ikuti milis mobil yang kita minati. Saya ikuti milis XeniaAvanza dan Picanto. Cari keyword seperti “problem” “masalah” untuk melihat masalah yang dimiliki mobil tersebut. Lihat-lihat messages 1-12 bulan kebelakang untuk melihat pengalaman para pemilik dan isu-isu terkini.
- Lihat-lihat forum diskusi seputar otomotif. Saya mengikuti dua: Kaskus dan SerayaMotor (ada fasilitas search).
- Cari review dari situs luar negeri, biasanya mereka lebih kritis dan objektif. Cuma masalahnya, spesifikasi mobil kadang berbeda cukup jauh.
(hmm kalau semua langkah itu dilakukan secara otomatis oleh program bagaimana ya? Aplikasi teks processing yang bagus
)
Dari semua itu, saya mulai naksir Picanto. Kebetulan ada promosi Picanto di supermarket Giant tempat kami biasa berbelanja bulanan, kami jadi bisa melihat-lihat lebih detil tanpa perlu datang ke dealer. Keputusan final diambil setelah test drive Avanza milik saudara dan Picanto dari dealer. Berikut alasan memilih Picanto dibandingkan Avanza atau Xenia (A/X):
- Keluarga hanya bertiga (saya, istri, satu anak). Paling sering digunakan sendiri atau berdua. Walaupun kadang-kadang butuh juga bawa lebih banyak orang.
- Posisi pengemudi lebih nyaman Picanto. Picanto lebih mirip sedan, posisi pengemudi rendah. Ada tilt steering sehingga paha mendapat ruangan lebih.
- Picanto terasa lebih bertenaga. Walaupun HP dan maks torque-nya lebih kecil dari Avanza, bobot Picanto (curb weight) hanya 850kg-an (ini data Picanto Eropa, mungkin versi Indonesia lebih ringan lagi). Dari hasil googling, Avanza curb weightnya 1130 kg ( Curb weight = berat mobil dihitung dalam kondisi lengkap, full tank hanya tanpa penumpang dan bagasi) . Maks torque Picanto juga didapat pada RPM 2800 (96.1 NM), sedangkan Avanza pada 4400 (120 NM).
- Lebih stabil, Picanto pada kecepatan 120 kpj di tol masih sangat stabil, tidak terasa. Saya bandingkan bukan dengan Katana lho, tapi dengan Toyota Cressida punya bapak saya. Bantingan saat belok juga lebih kecil. Wajar sih, karena Picanto lebih pendek dari A/X.
- Picanto termasuk mobil laris di Eropa (terutama UK), banyak review positif juga dari pengguna di Malaysia, Singapore, Filipina. Jadi walaupun untuk versi Indonesia fiturnya banyak dipangkas, setidak-tidaknya sudah teruji di banyak negara.
- Bentuk Picanto lebih manis
- Kelemahan Picanto: sisi harga jual (resale) , dimensi yang lebih kecil dan tidak tahan banjir
Memang bukan apple to apple sih, A/X termasuk MPV dan Picanto termasuk city car. Faktor yang sama cuma kisaran harganya.
Ya semoga saja Picanto ini bisa lebih bermanfaat dan tidak rewel
–update 4 Jan 08 — : lanjutan dari posting ini: review KIA Picanto
–update 5 Feb 08–: klarifikasi curb weight Avanza (ambil dari wikipedia) , tambah info max torque.
Tags: picanto





24 Januari 2008 pada 8:41 pm
Betooll…
Situ ndak salah milih pak…
Bandung kan ndak banjir parah kayak Jakarta, Lalin lamban, Jalan ndak lebar, Stop N Go Driving.
Picanto paling pas.
Sayah jugak naksir, sayang Sayah Orang Nyang Ndak Ada Kerjaan…
26 Januari 2008 pada 6:56 am
Beda lain bdg dan jkt: jalan di bandung banyak naik turun, efeknya tambah boros deh.
Ah, yang penting kan ada dana atau nggak, bukan ndak ada kerjaan atau nggak kan hehe.
30 Januari 2008 pada 7:22 pm
He…he…he….
Tau ajah….
24 Februari 2008 pada 4:01 pm
jadi kepengen juga beli picanto, setelah avanza dan estilo tersingkirkan dari list….
24 Februari 2008 pada 5:00 pm
@djayus:
Boleh di-share alasan kenapa avanza dan estilo dicoret?
27 Februari 2008 pada 6:55 pm
Waaak, Yudi udah pake picanto ya?
Cocok buat Yudi yg masih keluarga kecil. Kalo buat saya waduh…bisa mabok pake picanto. Anak udah 3 pula, kadang bawaan banyak, karena bini bisnis jual beli seprei. Sama spt Yudi, saya pikir2 dulu buat ganti si Kuya (charade 88 saya), akhirnya jatoh ke Xenia Li VVT-i. Worthed banget buat my family, irit kayak Picanto (di tol dapet 17km/liter). Dijajal cipularang masih mantep, cuma ya itu…kalo cuma dipake satu orang kayak abrug-abrugan…(namanya family car.. didisain dipake rame-rame…:))
Ok Yudi…sukses ya… kapan selesai S3 nya? Lama tidak bersua, pdhl kantor saya deket rumah Yudi lho. di cobogo, kompl. Griyamas…
28 Februari 2008 pada 4:40 am
Halo mas tanie
udah lama nggak ketemu.
Anaknya udah 3 ya? wah produktif juga nih
Kalau anak>2 memang jelas tidak feasible dengan Picanto. Apalagi kalau nanti semakin gede.
Saya masih S2 mas hehe, ya begitulah rada terlambat memang. Griyamasnya dimana? saya kadang-kadang jalan pagi kesana. Email aja yah
28 Februari 2008 pada 4:31 pm
Ok.. kapan2 saya main ke rumah yudi ya…
29 Februari 2008 pada 4:28 am
@mas tannie, ya saya tunggu, telp atau sms saja sebelumnya. Nomor HP saya masih yang lama kok
29 Februari 2008 pada 11:36 am
no hp nya udah ilang… heheheh…. kasih tau lg dong, email aja ke yahoo saya yg di ym
29 Februari 2008 pada 4:02 pm
ym id yang mana mas? ganti terus sih
saya sudah kirim ke email mas tannie di …@mitech…
17 Maret 2008 pada 12:43 pm
hm…picanto boleh juga…harga jualnya jelek ya…kalo aku sih pengennya beli second nih..karena aku mobil utama udah crv08,jadi butuh city car..karena crv boros..1l=8-9km dikota.
18 Maret 2008 pada 5:14 am
@albert
Untuk sekarang tampaknya justru tidak. Coba lihat comments di posting saya tentang review picanto. Ada yang mau beli picanto 2005 seharga 89 juta.
Kalau mengenai irit, harus hati-hati, jangan percaya iklan yang mengatakan picanto bisa 1 liter:23 km. FC untuk dalkot jakarta dari informasi milis biasanya sekitar 1:11 sd 14, saya di bandung dapat 1:11.
21 April 2008 pada 10:51 am
Picanto memang irit dan gesit mas, saya sudah buktiin. Saya beli picanto bulan Nov 07 tahun lalu, konsumsi bbm 130 s/d 140 rb dipakai untuk 500 km lebih di dlm kota.
22 April 2008 pada 7:49 am
kalau premium, 140 ribu = 31 liter (4500 satu liter)
jadinya 500/31 = 1:16 ya? Irit memang mas.
Kalau lewat di jalan yang tidak macet (tol) memang picanto bisa jauh lebih irit. Sayangnya saya di Bandung yang lumayan macet dan kebetulan tidak lewat tol hehe.
28 Mei 2008 pada 5:33 pm
mas yudi, skg new pica Opt 1 warna bamper sama dgn boddy gak ya..?
28 Mei 2008 pada 7:36 pm
Setahu saya sih OPT1 bempernya masih tidak dicat. Tapi untuk pastinya coba lihat situs kiamobil.com
10 Juni 2008 pada 12:09 am
Mas Yudi, ngrasain nggak kalo pas berhenti stasioner Pica kok nggak stabil ya? Padahal umur Pica saya baru 1 bulan aja belum nyampe!
10 Juni 2008 pada 2:13 am
@iwan
Kalau saya tidak tuh mas, stabil sekali. Bahkan diwaktu pagi saya cuma manasin mobil 10 detik langsung stabil tuh.
Masalah bensin mungkin? sepertinya picanto agak sensitif dengan bensin deh. Menurut saya bawa ke bengkel resmi saja mas, jangan-jangan ada yang kotor. Kalau tidak salah namanya throtle apaan gitu.
4 Juli 2008 pada 9:13 am
Sekedar info, pica harga 2nd tinggi. Di Jogja tahun 04, 05 sekitar 75 s.d. 80 jt. Itupun barang belum banyak. Kalau stasioner sangat stabil dikisaran 800 rpm dan kalau AC OFF, suara mesin dan getaran sangat tidak terasa. Samapi saat ini, saya belum menemukan penyebab konsumsi bahan bakar yang berubah dari 1:14 menjadi 1:12. Penggunaan mobil sama dalam kota dan AC selalu ON. Apakah pengaruh cuaca yang akhir-akhir ini sangat panas ya?
Oh ya, ada yang sudah perbah ganti laher roda depan? karena suara roda pica saya kata bengkel karena laher yang sudah longgar. Kira-kira berapa harganya ya?
8 Oktober 2008 pada 10:47 am
Hallo semua, semata idul fitrei 1429 hijeiah, mohon maaf lahir dan batin. Gimana acara mudik dengan pica kemarin? lancar khan.
20 November 2008 pada 1:01 pm
Di mata para pengguna mobil di Malaysia, mobil2 buatan KIA terkenal boros konsumsi minyak, ato mereka bilang ‘kuat minum petrol’. Tipikal mobil2 Korea umumnya mmg spt itu. Dlm konteks ini, mgkn produk2 Hyundai lebih baik.
Mobil buatan lokal Malaysia sekelas Picanto, yg sdg trend (cukup ramai peminat) skrg ini adl Perodua MyVi. Di Indonesia, namanya Daihatsu Sirion. Dibanding Proton, mobil2 buatan Perodua dikenal punya performa yg lbh baik. Tp sy pikir Perodua blm buat branch di INA yah.
However, slamat yah Yud dg Picanto-nya.
20 November 2008 pada 1:28 pm
@rudihe
Terimakasih infonya.
Tetapi IMHO itu tidak berlaku di Indonesia pak. Buktinya bisa dilihat di forum-forum otomotif di Indonesia (kaskus dan seraya motor).
Untuk konsumsi bbm pica, dapat dikatakan sama dengan mobil yang sekelas (Karimun Estilo dan Proton Savvy).
AFAIK, Sirion sejak meluncurkan new Sirion harganya jadi berbeda jauh dengan Picanto (20 jtan untuk versi termurah), jadi menurut saya tidak sekelas lagi. Setidaknya bagi saya
28 November 2008 pada 9:56 am
Buat pemakai pica, yang sudah menempuh 60.000 km atau lebih, bersiap-siaplah untuk mempersiapkan pergantian beberapa komponen utama seperti: timing belt, belt AC, kanvas kopling dan biasanya laher roda. Jangan kaget kalau harga komponen-komponen tersebut “mahal” karena belum ada penggantinya (hanya tersedia yg orisinil).
Untuk harga spartpart sepertinya standar, kalau rajin nawar biasanya hanya bisa turun 3 %. Yang beda jauh adalah jasa pemasangan. Pengalaman saya, ketika nanya ganti kanvas kopling, bengkel KIA memasang tarif sekitar 400 ribu. Akhirnya saya pasang di bengkel langganan hanya habis 100 ribu (butuh waktu tidak sampai 2 jam). Demikian juga untuk mennganti laher, dan komponen lainnya. Menurut saya, harga di bengkel KIA terlalu mahal. Mohon pihak KIA untuk menurunkan biaya jasa seperti itu, toh KIA sudah dapat untung dari spart part dan sebagai wujud jaminan pelayanan.
Satu informasi lagi, bahwa untuk membersihkan EVAPORATOR AC milik picanto, ternyata harus membongkar total dasboard. Pengalaman saya membutuhkan waktu sekitar 5 jam dikerjakan 2 orang teknisi. Untung saya punya langganan, sehingga hanya kena biaya jasa 50 ribu rupiah.
Untuk konsumsi BBM pica saya (tahun 2004 MT) untuk dalam kota full AC cuma 12 km/liternya (bensin biasa), untuk luar kota bisa tembus 14 s.d. 15 km/liternya (saat mudik lebaran kemarin). Apakah ada yang pernah nyoba pakai pertamak? gimana perbandingannya?mohon info teman-teman.
28 November 2008 pada 10:26 am
Makasih infonya pak Yono. Kalau kita menggunakan dari baru, saya pikir wajar juga sih harus mengeluarkan biaya lumayan kalau sudah 60000.
Kalau punya montir terpercaya memang enak pak, sayangnya saya tidak punya. Selama ini dari yang saya lihat montir bukan bengkel resmi metode kerja dan alat-alatnya kurang profesional, jadinya ngeri menggunakan jasanya.
Kalau menggunakan pertamax harusnya lebih irit pak, karena gas lebih sedikit ditekan. Ada yang pernah coba katanya lumayan jauh bedanya (2-4 km per liter).
Mungkin lain kali commentnya lebih baik diletakkan disini pak:http://yudiwbs.wordpress.com/2008/01/03/review-kia-picanto/
Soalnya posting itu lebih banyak dibaca dibandingkan posting ini.
11 Desember 2008 pada 11:26 am
Makasih pak Yudi, pantas saja di posting ini kok sepi.
20 Januari 2009 pada 1:03 am
Sekedar info aja, kalo mau beli mobil bekas atau iklanin mobil bekas tanpa biaya, coba deh http://www.jual-beli-mobil-bekas.com
29 Januari 2009 pada 6:22 am
salam kenal mas yudi, kalau picanto memang mobil impian saya, karena picanto memang fun to drive banget, saya pernah pinjam punya teman dipakai ke karawaci dari cakung, dan terbukti memang irit, sekitar 1:16, untuk harga jual saya kira picanto cukup stabil, selamat atas mobil barunya mas yudi.
17 Februari 2009 pada 10:38 am
Picanto keren bentuknya si.
Kalo banjir gmana? ga cocok kalo disemarang hehehe, kalo sy mash demen ma avanza pak. Bisa muat banyak barang, coz bagsi luas n lumayan tinggi. Irit? bisa sampe 1:16 koq kalo luar kota.
17 Februari 2009 pada 12:44 pm
@indri: makasih.
@imn: kalau memang sering melewati banjir dan butuh kapasitas besar jelas tidak cocok kalau menggunakan picanto. Cuma dari sisi kenyamanan menurut saya lebih enak bawa pica daripada avanza
17 Februari 2009 pada 10:36 pm
Alhamdulillah…akhirnya saya juga beli Picanto Mas Yudi. Brawal dari teman kuliah saya yang main ke rumah saya bawa picanto hitamnya. Saya lihat dulu saya kira jazz, eh ternyata picanto… setelah tanya-tanya harganya cukup murah dan bentuknya gak norak he he he….
Mau tanya nih, Mas.. kira-kira berapa harga ban picanto ya ? di jual dimana ?
Thanks for the info.
19 Februari 2009 pada 6:19 pm
kalau ban belum pernah ganti mas, tapi yang jelas cari merk Kumho bakal sulit. Ada yang ganti dengan bridgestone ada juga yang merk lokal, lupa namanya (accelera?). Coba ditanyakan di milis, bisa dapat discount.
23 Februari 2009 pada 1:31 pm
Info jg boss bt yg mw cari or jual mobil baru-bekas bs mampir di bursa-otomotif.com
2 April 2009 pada 8:01 pm
Berapa ya harga picanto baru
19 April 2009 pada 10:17 pm
Picanto,?apa betul 2nd nya 20jtan?
20 April 2009 pada 4:45 am
@jim hehe.. nggak ada mas. Pica tertua, 2004, setahu saya harganya masih 70-80 juta.
23 Mei 2009 pada 6:38 am
Temans, saya ada picanto 2006 MT opt II warna biru, mau dilego nih. Barangkali ada sodara atau rekannya yg berminat. Kontak saya di 0818787110 trimsss
7 Juli 2009 pada 10:56 am
saya pake picanto sejak april 2006… sangat sangat enak, kursi nyaman, mesin aman ngga pernah rewel… terasa iritnya… best recommend deh untuk yang budgeted…
19 Juli 2009 pada 12:09 am
Salam kenal semua .
Untuk yg butuh sticker di kaca mobil , hubungi aladin sticker
28 Juli 2009 pada 5:15 pm
Teman.. mau tanya ne bedanya option 1 sama 2 tu apa ya?
Oia, kemarin saya baca2 d sebuah situs iklan http://www.m**lmobil.com ada pica option 2 dijual, na yg saya bingung tu mobil udah 2 in 1 (manual matic). Apa bener smua pica yg option 2 udah kayak gitu?
Mohon pencerahannya yya.. Soalna lagi hunting pica ne..
Thanks before..
5 Agustus 2009 pada 3:41 pm
Mas..jadi naksir picanto option II second (kalo bisa 2009)…kalo ada info yg mau jual email aja ld.arrow.77@gmail.com..trims b4
7 September 2009 pada 1:07 pm
salam kenal mas,
saya masih pake suzuki katana 1990
masih enak dan irit untuk bandung
kebetulan saya tinggal di bandung juga mas
kemarin lihat picanto di Carrefour
tapi koq belum pede yah….
masih image mobil korea yang masih banyak berita miringnya….hehehe
A/X wah sekarang makin mahal ya….
belum terjangkau oleh saya….hihihi
trimz