Pemilihan IA ITB telah dilangsungkan kemarin, dan dimenangkan mutlak oleh Hatta Rajasa dengan 50% suara.
Di mailinglist IA-ITB masalah pemilu ini ramai sekali dibicarakan. Seru melihat opini dari angkatan 60-an sampai 2000-an. Saya pribadi lebih senang melihat opini dari senior angkatan lama, banyak pelajaran yang dapat kita peroleh dari beliau-beliau ini. Coba seandainya mereka semua mempunyai blog, tentu buah pikiran mereka lebih terdokumentasi dengan baik.
Kembali tentang IA-ITB, dua hari sebelum hari pemilihan saya ditelpon oleh suatu PTS tempat saya pernah menjadi dosen luar biasa (aka dosen honorer hehe). Suara sekretarisnya yang merdu “Pak, pimpinan PTS ini telah memutuskan mendukung xxx”, apakah bapak bersedia memilih xxx? Busyet deh, seperti pemilihan kades saja. Kalau mau dukungan ya seharusnya beliau langsung yang menelepon dan tidak perlu meminta secara eksplisit menyoblos xxx, cari cara yang lebih persuasif lah hehe, supaya lebih elegan.
Jawaban saya pendek “saya tidak datang sabtu nanti ke kampus”. Saya jarang sekali keluar rumah saat weekend. Untuk Sabtu-Minggu biarlah jalanan Bandung jadi milik warga Jakarta
Lagipula hari gini kok belum tersedia cara menyoblos secara online hehe.
Mengenai kemenangan Bang HR, saya sih tidak heran. Lawan-lawannya adalah dari kalangan profesional dan pengusaha. Mau bagaimanapun jam terbang main politiknya beda lah
. Walaupun di kantor dan sektor swasta juga ada unsur politik, tapi tidak sebanding dengan politik di gedung mpr-kepresidenan hehe.
Selamat saja untuk Bang HR, semoga IA lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Banyak yang pesimis karena melihat kasus Laksamana Sukardi (ketua periode lalu). Jadi perlu kerja keras untuk membuktikan IA-ITB bisa bermanfaat untuk bangsa dan almamater (dan alumni). Saya sih cuma minta satu, buat semacam majalah alumni yang berisi tulisan apa yang sedang dilakukan alumni dan apa yang sedang dilakukan ITB.
BTW, istri saya juga pendukung Bang HR, “wong kito ” katanya haha
Tags: ia-itb




