Salah satu prinsip freelancer yang harus dipegang adalah jangan lari dan jangan sembuyi dari client. Walaupun target tidak tercapai, walaupun terlambat, walaupun terjadi kegagalan proyek, prinsip ini harus terus dipegang.
Saya menjadi freelancer dari tahun 98-03, saya akui banyak pekerjaan saya yang terlambat, bahkan ada yang gatot (gagal total). Tapi saya tidak pernah lari jika client menelpon atau mengirim SMS. Dimarahi? jelas ya, bahkan ada yang marahnya serius sekali sampai sesak rasanya dada.
Tapi ya itu sudah resikonya. Jika kita terlambat menyelesaikan atau gagal, dimarahi adalah resiko yang harus dihadapi. Masih untung tidak dituntut dan masuk penjara. Kalau mau hidup lebih tenang ya jadi pegawai saja jangan jadi freelancer.
Sayangnya prinsip ini sering diabaikan. Saat ditanya apakah sanggup, jawabnya iya. Awal-awalnya berjalan lancar, tapi kemudian menghilang. Ditelepon tidak diangkat, di-sms tidak dijawab. Apalagi jika pekerjaan kita bergantung dengan si freelancer tersebut, sebal juga.
Inilah yang membuat perusahaan besar menghindari freelancer. Bagi mereka lebih baik membayar lebih mahal dibandingkan jadi kelimpungan ditinggal ditengah-tengah.




